<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Semarak Sastra Mahardika &#8211; Aduide Media</title>
	<atom:link href="https://aduide.id/tag/semarak-sastra-mahardika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aduide.id</link>
	<description>Township Youth Media</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Sep 2026 13:56:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Semarak Sastra Mahardika &#8211; Aduide Media</title>
	<link>https://aduide.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246255001</site>	<item>
		<title>Semarak Sastra Mahardika: Dari Buku, Percakapan, hingga Suara Emma yang Tak Boleh Padam</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 13:56:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Bukusam]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Semarak Sastra Mahardika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2347</guid>

					<description><![CDATA[Bukusam—Semarak Sastra Mahardika bukan sekadar rangkaian kegiatan sastra yang bergerak dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Ia tumbuh sebagai perjalanan yang mempertemukan buku dan pembaca, gagasan dan pengalaman, sastra dan masyarakat. Dari ruang-ruang sederhana, percakapan tentang karya sastra perlahan menemukan jalannya sendiri. Sastra dibawa masuk ke sekolah, komunitas, ruang publik, hingga panggung pertunjukan. Dengan dukungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bukusam—<em>Semarak Sastra Mahardika</em> bukan sekadar rangkaian kegiatan sastra yang bergerak dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Ia tumbuh sebagai perjalanan yang mempertemukan buku dan pembaca, gagasan dan pengalaman, sastra dan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari ruang-ruang sederhana, percakapan tentang karya sastra perlahan menemukan jalannya sendiri. Sastra dibawa masuk ke sekolah, komunitas, ruang publik, hingga panggung pertunjukan. Dengan dukungan Direktorat Pengembangan Budaya Digital melalui program Apresiasi dan Penguatan Komunitas Sastra, rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bagaimana sastra dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut dimulai melalui <strong>Bukber #1</strong> pada 7 September 2026 di Saung Udhe. Sebanyak 20 orang yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum berkumpul untuk membicarakan kumpulan cerpen <em>Cara Kita Menghadapi Kehilangan</em> karya Yetti A.K.A. Bersama Ira Rahayu, percakapan bergerak pada satu pengalaman manusia yang paling dekat sekaligus paling sulit dijelaskan: kehilangan.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--10">Dari kehilangan menjadi karya</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pertemuan pertama, kehilangan tidak diperlakukan semata sebagai luka yang harus dilupakan. Ia dibicarakan sebagai pengalaman manusia yang dapat diolah menjadi sesuatu yang bermakna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana disampaikan narasumber, “Bagaimana pun, kehilangan adalah hal yang begitu dekat. Jika kita mampu mengolahnya, maka akan menjadi sebuah karya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini, sastra memperlihatkan salah satu kemampuannya: memberikan bahasa bagi pengalaman yang terkadang sulit diungkapkan secara langsung.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--11">Sastra masuk ke ruang pendidikan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Saung Udhe, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> berlanjut menuju MAN 1 Kuningan pada 9 September 2026. Dalam <strong>Bukber #2</strong>, sebanyak 60 pelajar dan guru mendiskusikan kumpulan puisi <em>Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya</em> karya Ibe S. Palogai bersama Vera Verawati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puisi-puisi Ibe dibaca sebagai bahasa yang mampu mengubah sesuatu yang getir menjadi sesuatu yang menyala. Vera Verawati menggambarkannya sebagai kemampuan mengemas kegetiran menjadi puisi yang penuh gairah sekaligus darah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan kemudian bergerak melampaui pembahasan karya dan berhadapan langsung dengan dunia pendidikan. Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini dapat membantu sekolah memantik para siswa untuk berkarya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, sastra hadir sebagai pemantik keberanian untuk menciptakan sesuatu. Buku dan puisi tidak berhenti sebagai bahan bacaan, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenali pengalaman, gagasan, dan kemungkinan kreatif mereka sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari kemudian, pada 11 September 2026, perjalanan berlanjut ke <strong>SMAN 3 Kuningan</strong> melalui Bukber #3. Sebanyak 60 pelajar dan guru mengikuti pembahasan novel <em>Dompet Ayah Sepatu Ibu</em> karya J.S. Khairen bersama Sri Yuliani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan ini membawa satu kesadaran penting: sastra tidak semestinya berhenti sebagai pengalaman yang hanya dinikmati secara pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra perlu dituturkan, dibagikan, dan ditularkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang disampaikan narasumber, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> tidak hanya berusaha menyemarakkan sastra kepada audiens, tetapi juga mengajak para penikmat sastra agar tidak menjadikan sastra sebagai ruang privat semata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra perlu keluar dari dirinya sendiri dan bertemu dengan lebih banyak manusia melalui cerita-cerita kesusastraan.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--12">Dari teks menuju riset dan proses penciptaan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 14 September 2026, perjalanan memasuki ruang yang berbeda. <strong>Saung Teater Sado</strong> menjadi tempat berlangsungnya Bukber #4 dengan pembahasan naskah drama <em>Janger Merah</em> karya Ibed Surgana Yuga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arip Hidayat hadir sebagai narasumber dan menemani 35 pelajar serta masyarakat umum menyelami dunia drama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di ruang ini, sastra kembali memperlihatkan wajahnya yang lain. Ia bukan hanya persoalan kata-kata yang indah, tetapi juga hasil dari proses panjang pencarian dan penelitian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari audiens muncul sebuah kesimpulan bahwa karya sastra yang baik adalah karya yang lahir dari riset mendalam, kemudian diungkapkan dengan penuh keindahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra, dengan demikian, menemukan keseimbangannya antara ketekunan membaca kenyataan dan keberanian mengolahnya menjadi karya.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--13">Komunitas sebagai ruang tumbuh sastra</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em> kemudian memasuki wilayah komunitas. Pada 16 September 2026, <strong>BEEK, Gedung Grahawangi</strong>, menjadi ruang berlangsungnya Bukber #5.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 15 orang dari kalangan umum berdiskusi bersama Agung M. Abul mengenai buku <em>Komunitas Sebagai Basis Ideologi Kesastraan</em> karya Ahmadun Yosi Herfanda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan ini menempatkan komunitas sebagai salah satu rumah penting bagi kehidupan sastra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komunitas bukan sekadar tempat berkumpul. Di dalamnya, gagasan dapat tumbuh, karya diproduksi, pengetahuan dibagikan, dan sastra didistribusikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana disampaikan narasumber, komunitas yang baik membutuhkan keberagaman ideologi sekaligus tidak boleh melupakan perannya sebagai ruang produksi, edukasi, dan distribusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks perkembangan sastra di daerah, keberadaan komunitas menjadi penting karena ekosistem sastra tidak hanya dibangun oleh karya dan penulis, tetapi juga oleh ruang-ruang yang memungkinkan keduanya terus bertemu dengan pembaca.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--14">Dari Bukber menuju Panggung Buku</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah lima kali <em>Bukber</em>, perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em> beranjak menuju <strong>Panggung Buku</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 18 September 2026, Kebon Kaisar menjadi ruang pertemuan antara pembaca dan buku <em>Musim Angin</em> karya Candrika Adhiyasa. Aris Risma Sunarmas dan Candrika Adhiyasa hadir sebagai narasumber, sementara 15 orang dari kalangan umum menjadi bagian dari peristiwa tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada titik ini, sastra tidak hanya dibicarakan, tetapi mulai dirasakan sebagai sebuah ruang yang luas sekaligus sublim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Audiens menangkap bahwa <em>Semarak Sastra Mahardika</em> telah membuka cara pandang baru terhadap sastra: sebuah ruang yang dapat dimasuki dari berbagai arah, tetapi tetap menyimpan kedalaman dan keheningan tertentu.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--15">Membaca keadaan sastra di Kuningan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sehari setelah Panggung Buku, pada 19 September 2026, masih di Kebon Kaisar, berlangsung <strong>Cengo Bareng</strong> dengan tema “Keadaan Sastra di Kuningan”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan menghadirkan Asep Budi, Pandu Hamzah, dan Hamdan, dengan 10 orang audiens.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan ini menjadi semacam ruang untuk bercermin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah semarak berbagai kegiatan, muncul kesadaran bahwa kehidupan kesastraan di Kuningan masih dianggap sepi. Salah satu persoalan yang dibicarakan adalah adanya dikotomi dan polarisasi arah pengkaryaan yang masih bersifat domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Catatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em>. Sebuah perayaan sastra tidak hanya perlu merayakan apa yang telah tumbuh, tetapi juga membaca persoalan yang masih mengitarinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan begitu, kegiatan sastra dapat menjadi ruang refleksi terhadap kondisi ekosistem kesastraan itu sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--16">Dari sastra menuju ingatan sejarah Emma Poeradiredja</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Namun perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em> tidak berhenti pada buku dan percakapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut kemudian bergerak menuju ingatan sejarah melalui <strong>Pameran Biografi Emma Poeradiredja</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Beberapa di antara mereka mengaku baru mengetahui bahwa terdapat seorang tokoh besar yang lahir di Kuningan, yakni Emma Poeradiredja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biografi yang biasanya terasa seperti deretan fakta dan tanggal melalui pameran ini dapat dicerna dengan cara yang lebih menyenangkan. Sejarah tidak hanya dibaca, tetapi juga dilihat, dirasakan, dan didekati melalui pengalaman visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, sastra dan kebudayaan bertemu dengan persoalan ingatan. Siapa yang kita ingat, bagaimana sebuah kisah disampaikan, dan bagaimana generasi hari ini mengenal kembali tokoh dari masa lalu menjadi bagian dari proses merawat sejarah.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--17">“Relikui; Suara Emma yang Tak Boleh Padam”</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dari ruang pameran, perjalanan akhirnya bermuara pada pertunjukan <strong>“Relikui; Suara Emma yang Tak Boleh Padam.”</strong></p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6adf69521dc65&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-18 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6adf69521e90f&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6adf69521e90f" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="681" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2350" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-1024x681.jpeg" alt="Semarak Sastra Mahardika 1" class="wp-image-2350" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-1024x681.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-300x199.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-767x510.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6adf69521ee39&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6adf69521ee39" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img decoding="async" width="1024" height="681" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2351" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-1024x681.jpeg" alt="Semarak Sastra Mahardika 2" class="wp-image-2351" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-1024x681.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-767x510.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-300x199.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan ini menjadi salah satu titik penting dalam keseluruhan rangkaian <em>Semarak Sastra Mahardika</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah kepahlawanan Emma Poeradiredja tidak disampaikan sebagai sejarah yang beku, melainkan dihidupkan kembali melalui sastra pertunjukan dengan melibatkan narasi, musik orkestra, pembacaan puisi, dan penari dalam satu pertunjukan utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemasan tersebut menawarkan cara lain kepada masyarakat Kuningan untuk mengenal sekaligus menyampaikan kembali pesan kepahlawanan Emma Poeradiredja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpaduan antara makna dan naskah yang dipentaskan membuat kisah tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ia menjelma menjadi pengalaman emosional yang menggetarkan penonton dan meninggalkan pesan mengenai perjuangan Emma Poeradiredja.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--19">Dari buku ke panggung, dari kata ke peristiwa</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jika seluruh rangkaian dibaca sebagai satu kesatuan, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> sesungguhnya adalah perjalanan dari buku menuju manusia, dari percakapan menuju kesadaran, dan dari ingatan menuju pertunjukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia dimulai dari kehilangan, kemudian bergerak kepada kegetiran, keluarga, riset, komunitas, buku, hingga persoalan kehidupan sastra di Kuningan.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2123 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-literature tag-aduopini tag-aliya-nur-sahira tag-literature tag-novel">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-07T10:11:21+07:00">7 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/07/perempuan-baik-menurut-siapa-membaca-firdaus-dengan-derrida/" target="_blank" >Perempuan Baik Menurut Siapa? Membaca Firdaus dengan Derrida</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-742 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-literature tag-adukabar tag-bahasa-indonesia tag-bipa tag-internasional tag-puisi-modern-indonesia tag-sastra tag-ussh-vietnam">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-11-25T17:10:27+07:00">25 November 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/11/25/andriyana-hidupkan-pembelajaran-puisi-modern-indonesia-di-ussh-ho-chi-minh-city-vietnam/" target="_blank" >Andriyana Hidupkan Pembelajaran Puisi Modern Indonesia di USSH Ho Chi Minh City Vietnam</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2382 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design category-culture tag-adukabar tag-art tag-beek tag-budaya tag-dkv-uniku tag-exhibition tag-fotografi tag-kawin-cai tag-kuningan tag-sigit-setya-kusuma">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-29T15:13:57+07:00">29 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/29/melalui-pameran-tunggal-fotografi-3d-anaglyph-sigit-setya-kusuma-kenalkan-tradisi-kawin-cai/" target="_blank" >Melalui Pameran Tunggal Fotografi 3D Anaglyph, Sigit Setya Kusuma Kenalkan Tradisi Kawin Cai</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian perjalanan itu menemukan satu simpul yang lebih besar: ingatan terhadap seorang perempuan bernama <strong>Emma Poeradiredja</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra dalam rangkaian ini tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang jauh dan eksklusif. Ia dibawa mendekat kepada pelajar, guru, mahasiswa, komunitas, masyarakat umum, pembaca, penonton, dan siapa saja yang bersedia duduk bersama untuk mendengarkan sebuah cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> meninggalkan sebuah kesan bahwa sastra juga berkaitan dengan cara manusia mengingat, merawat, mempertanyakan, membagikan, dan menghidupkan kembali sesuatu yang hampir dilupakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari buku ke panggung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari kata ke peristiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari masa lalu ke hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan dari sana, suara itu terus berjalan, seperti judul pertunjukan yang menjadi penutup rangkaian: <strong>“Suara Emma yang Tak Boleh Padam.”</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bukusam Gelar Semarak Sastra Mahardika, Ramaikan Ekosistem Sastra di Kuningan</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/12/bukusam-gelar-semarak-sastra-mahardika-ramaikan-ekosistem-sastra-di-kuningan/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/12/bukusam-gelar-semarak-sastra-mahardika-ramaikan-ekosistem-sastra-di-kuningan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 13:35:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Bukusam]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Semarak Sastra Mahardika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2301</guid>

					<description><![CDATA[Dunia kesusastraan di Kabupaten Kuningan kembali mendapat ruang untuk berkumpul, membaca, bercerita, dan berdiskusi. Melalui Semarak Sastra Mahardika, Bukusam menghadirkan rangkaian kegiatan sastra yang berlangsung sejak 7 hingga 19 September 2026. Selama hampir dua pekan, kegiatan ini diisi dengan sejumlah agenda yang membawa karya sastra ke berbagai ruang, mulai dari sekolah hingga ruang publik. Salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dunia kesusastraan di Kabupaten Kuningan kembali mendapat ruang untuk berkumpul, membaca, bercerita, dan berdiskusi. Melalui <strong>Semarak Sastra Mahardika</strong>, Bukusam menghadirkan rangkaian kegiatan sastra yang berlangsung sejak 7 hingga 19 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama hampir dua pekan, kegiatan ini diisi dengan sejumlah agenda yang membawa karya sastra ke berbagai ruang, mulai dari sekolah hingga ruang publik. Salah satu agenda utamanya adalah <strong>Bukber atau Buku Bercerita</strong>, yang mengajak peserta untuk mengenal dan membicarakan karya dari berbagai genre sastra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga saat ini, tiga kegiatan Buku Bercerita telah digelar di lokasi yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan pertama berlangsung di Saung Udhe pada Senin, 7 September 2026, dengan membahas kumpulan cerpen karya Yetti A.K.A berjudul <em>Cara Kita Menghadapi Kehilangan</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari kemudian, pada Rabu, 9 September 2026, giliran kumpulan puisi karya Ibe S. Palogai, <em>Hidup Tetap Berjalan dan Kita telah Lupa Alasannya</em>, yang diceritakan di MAN 1 Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, kegiatan Buku Bercerita berikutnya membahas novel karya J.S Khairen, <em>Dompet Ayah Sepatu Ibu</em>.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6adf6952289cf&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-23 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6adf695228d5a&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6adf695228d5a" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img decoding="async" width="819" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2306" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-819x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-2306" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-819x1024.jpeg 819w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-240x300.jpeg 240w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-768x960.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-1229x1536.jpeg 1229w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-1638x2048.jpeg 1638w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg.jpeg 2000w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6adf69522923d&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6adf69522923d" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1600" height="1200" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2307" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1.jpeg" alt="" class="wp-image-2307" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1.jpeg 1600w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1-300x225.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1-1024x768.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1-768x576.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1-1536x1152.jpeg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6adf695229705&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6adf695229705" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2305" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-2305" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-1024x576.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-300x169.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-768x432.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-1536x864.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-2048x1152.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
</figure>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--24">Masih Ada Dua Buku yang Akan Diceritakan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian Buku Bercerita dalam Semarak Sastra Mahardika masih berlanjut. Bukusam akan menghadirkan dua agenda berikutnya dengan karya dan ruang yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Senin, 14 September 2026, Buku Bercerita akan membahas <em>Naskah Drama Janger Merah</em> karya Ibed S. Yuga. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Saung Teater Sado.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, pada Rabu, 16 September 2026, giliran kumpulan esai sastra karya Ahmadun Yosi Herfanda berjudul <em>Komunitas Sebagai Basis Ideologi Kesastraan</em> yang akan dibahas di Balai Ekosistem Edukasi Kuningan, Gedung Grahawangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan format Buku Bercerita, karya sastra tidak berhenti sebagai bacaan personal. Buku dibawa ke ruang pertemuan agar bisa diceritakan dan dibicarakan bersama.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--25">Dari Panggung Buku hingga Cengo Bareng</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Semarak Sastra Mahardika juga tidak hanya berbicara soal buku. Pada Jumat, 18 September 2026, akan digelar <strong>Panggung Buku</strong> yang membedah karya sastra dari penulis asal Kuningan, Candrika Adhiyasa, berjudul <em>Musim Angin</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehari setelahnya, Sabtu, 19 September 2026, agenda dilanjutkan dengan <strong>Cengo Bareng</strong>, kependekan dari Cerita dan Ngobrol Bareng. Forum ini akan membahas keadaan kesastraan di Kabupaten Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua kegiatan tersebut akan berlangsung di Kebun Kaisar, Mayang, bersamaan dengan pameran biografi tokoh pahlawan Emma Poeradiredja yang dijadwalkan berlangsung pada 18-19 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan format dan ruang kegiatan ini membuat Semarak Sastra Mahardika bergerak cukup cair. Sastra ditempatkan di sekolah, ruang umum, ruang pertunjukan, hingga ruang diskusi, sehingga perjumpaan dengan karya dan pembacanya tidak terpaku pada satu tempat.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--26">Ditutup dengan Pertunjukan Musik, Puisi, dan Tari</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh rangkaian Semarak Sastra Mahardika kemudian akan ditutup dengan sebuah pertunjukan seni yang menginterpretasi spirit Emma Poeradiredja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan tersebut berjudul <em>Relikui; Suara Emma Yang Tak Boleh Padam</em>. Karya ini menggabungkan <strong>musik, puisi, dan tari</strong> ke dalam satu bentuk pertunjukan utuh.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2279 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-literature tag-aduopini tag-candrika-adhiyasa tag-kuningan tag-sastra">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-06T16:59:10+07:00">6 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/06/perlukah-kita-menulis-peta-kesusastraan-kuningan/" target="_blank" >Perlukah Kita Menulis Peta Kesusastraan Kuningan?</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-742 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-literature tag-adukabar tag-bahasa-indonesia tag-bipa tag-internasional tag-puisi-modern-indonesia tag-sastra tag-ussh-vietnam">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-11-25T17:10:27+07:00">25 November 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/11/25/andriyana-hidupkan-pembelajaran-puisi-modern-indonesia-di-ussh-ho-chi-minh-city-vietnam/" target="_blank" >Andriyana Hidupkan Pembelajaran Puisi Modern Indonesia di USSH Ho Chi Minh City Vietnam</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2291 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-culture category-tech tag-adukabar tag-budaya tag-darikuningan tag-ekonomi-kreatif tag-ekosistem-kreatif tag-jangkar tag-kuningan tag-tech">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-10T15:41:03+07:00">10 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/10/jangkar-resmi-mengudara-inisiatif-independen-untuk-jejaring-kreatif-kuningan/" target="_blank" >Jangkar Resmi Mengudara: Inisiatif Independen untuk Jejaring Kreatif Kuningan</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari <strong>Program Penguatan Komunitas Sastra, Kementerian Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui Semarak Sastra Mahardika, Bukusam berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk kembali menggairahkan pengkaryaan dalam kesusastraan di Kabupaten Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah ruang sastra yang terus berkembang, rangkaian seperti ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan buku, penulis, pembaca, komunitas, dan publik dalam satu ekosistem yang lebih dekat. Setidaknya, selama dua pekan di September ini, sastra punya lebih banyak alasan untuk dibicarakan di Kuningan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/12/bukusam-gelar-semarak-sastra-mahardika-ramaikan-ekosistem-sastra-di-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2301</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
