<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aduide Media</title>
	<atom:link href="https://aduide.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aduide.id</link>
	<description>Township Youth Media</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 09:19:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Aduide Media</title>
	<link>https://aduide.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246255001</site>	<item>
		<title>BEEK Ikuti Jakarta Biennale 2026, Sajikan &#8220;Simulakrum Perlindungan&#8221; dari Kuningan</title>
		<link>https://aduide.id/2026/10/04/beek-ikuti-jakarta-biennale-2026-sajikan-simulakrum-perlindungan-dari-kuningan/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/10/04/beek-ikuti-jakarta-biennale-2026-sajikan-simulakrum-perlindungan-dari-kuningan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 10:27:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Art & Design]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2398</guid>

					<description><![CDATA[Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK) menjadi salah satu kelompok yang diundang dalam Jakarta Biennale 2026: KEBAL melalui karya bertajuk “Simulakrum Perlindungan”. Karya tersebut berangkat dari sebuah pertanyaan: apa yang terjadi ketika manusia terlalu sibuk melindungi dirinya? Jakarta Biennale 2026: KEBAL berlangsung pada 4–28 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Gedung Trisno Soemardjo, dengan rangkaian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK) menjadi salah satu kelompok yang diundang dalam <strong>Jakarta Biennale 2026: KEBAL</strong> melalui karya bertajuk <strong>“Simulakrum Perlindungan”</strong>. Karya tersebut berangkat dari sebuah pertanyaan: <em>apa yang terjadi ketika manusia terlalu sibuk melindungi dirinya?</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jakarta Biennale 2026: KEBAL berlangsung pada <strong>4–28 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Gedung Trisno Soemardjo</strong>, dengan rangkaian kegiatan di ruang-ruang kolektif Jakarta dan sekitarnya yang berlangsung pada 7 Oktober–24 November 2026.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac5359988818&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac5359988818" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="782" height="926" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/BEEK-JB.png" alt="BEEK Jakarta Biennale 2026" class="wp-image-2401" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/BEEK-JB.png 782w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/BEEK-JB-253x300.png 253w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/BEEK-JB-768x909.png 768w" sizes="(max-width: 782px) 100vw, 782px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pembacaan BEEK, <em>kebal</em> tidak lagi semata-mata dipahami sebagai kemampuan tubuh untuk menahan serangan. Kekebalan telah berkembang menjadi kondisi berlapis yang berlangsung pada tubuh, batin, teknologi, dan ruang hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gagasan tersebut menjadi landasan karya <strong>“Simulakrum Perlindungan”</strong>, yang melihat bagaimana manusia terus membangun berbagai lapisan pertahanan untuk menghadapi perubahan dan tekanan kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tubuh berusaha bertahan di tengah sistem yang terus menuntut produksi dan konsumsi. Batin berusaha mempertahankan diri dari kebisingan, tekanan, dan kehampaan. Pada saat yang sama, teknologi menawarkan lapisan perlindungan yang semakin canggih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalannya, bentuk perlindungan tersebut terus mengalami perubahan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--4">Dari Ajian dan Jimat hingga Algoritma</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kehidupan masyarakat masa lalu, perlindungan dapat ditemukan melalui berbagai bentuk pengetahuan dan praktik budaya seperti ajian, mantra, dan jimat. Dalam konteks kehidupan kontemporer, bentuk-bentuk tersebut mengalami transformasi menjadi kode, algoritma, kata sandi, sistem keamanan, dan berbagai perangkat digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan tersebut menghadirkan sebuah paradoks. Semakin canggih perlindungan yang dibangun, semakin besar pula kemungkinan manusia menjadi kebal bukan hanya terhadap ancaman, tetapi juga terhadap kemampuan untuk merasakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini, <em>Simulakrum Perlindungan</em> tidak berhenti pada persoalan bagaimana manusia mempertahankan diri. Karya ini mempertanyakan konsekuensi dari pertahanan yang terus diperkuat: apakah perlindungan yang semakin tebal selalu membuat manusia semakin aman, atau justru menciptakan jarak baru dari lingkungan dan pengalaman hidup?</p>



<p class="wp-block-paragraph">BEEK kemudian memperluas persoalan tersebut dari tubuh menuju ruang hidup. Tanah, bunyi alam, dan ruang ekologis berhadapan dengan ekspansi ruang buatan dan pembangunan yang terus bergerak. Dengan demikian, persoalan <em>kebal</em> tidak hanya berlangsung pada tubuh manusia, tetapi juga menyentuh hubungan manusia dengan ruang yang ditempatinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, <strong>“Simulakrum Perlindungan”</strong> membaca <em>kebal</em> sebagai persoalan <strong>ketahanan tubuh, ketahanan batin, dan ketahanan ruang</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karya BEEK tidak menawarkan tameng sebagai jawaban. Sebaliknya, karya ini mengajak publik mempertanyakan kembali apa yang sungguh perlu dilindungi, sekaligus apa yang diam-diam hilang ketika perlindungan dibangun terlalu tebal.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--5">Membawa Ekosistem Kuningan ke Jakarta</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan BEEK dalam Jakarta Biennale 2026 juga tidak berdiri sendiri. Dalam kolaborasi ini, <strong>Kuningan Biennale menjadi salah satu kolaborator Jakarta Biennale 2026</strong>. Hubungan tersebut dirancang untuk berlanjut melalui <strong><a href="https://kuninganbiennale.id" target="_blank" rel="noopener">Kuningan Biennale 2026</a></strong>, yang akan berlangsung pada<strong> November-Desember 2026</strong> dengan Jakarta Biennale sebagai kolaborator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi tersebut mempertemukan dua konteks ruang dan pengalaman kebudayaan. Jakarta merupakan salah satu simpul penting seni kontemporer Indonesia, sementara Kuningan memiliki ekosistem seni yang tumbuh dari daerah dengan persoalan, sumber daya, dan karakter ruangnya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Kuningan Biennale, hubungan dengan Jakarta Biennale tidak diarahkan berhenti pada pertukaran karya atau kehadiran dalam sebuah perhelatan. Gagasan yang dibangun adalah hubungan dua arah: <strong>Kuningan hadir di Jakarta </strong>dan <strong>Jakarta hadir di Kuningan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pola tersebut membuka kemungkinan pertukaran pengetahuan, praktik artistik, pengalaman pengelolaan, jaringan, serta cara membaca berbagai persoalan yang lahir dari konteks ruang masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kuningan Biennale 2026 sendiri akan mengangkat tema besar <strong>“Transportasi-Rantau”</strong>, sebagai bagian dari seri <strong>Niaga 2021–2028</strong>. Kolaborasi dengan Jakarta Biennale menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas jalur pertukaran antara ekosistem seni daerah dan jejaring seni nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kerangka tersebut, keterlibatan BEEK di Jakarta Biennale dapat dibaca sebagai bagian dari proses yang lebih panjang. Kehadiran Kuningan dalam percakapan seni nasional tidak harus berlangsung dengan pola satu arah dari pusat menuju daerah. Sebaliknya, Kuningan dapat menjadi ruang tempat gagasan tumbuh, dipertukarkan, dan dibawa kembali ke dalam percakapan yang lebih luas.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--6">BEEK dan Ekosistem Kreatif Kuningan</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK)</strong> merupakan platform seni, budaya, dan ekosistem kreatif yang menaungi <strong>Yayasan Tulisan dan Gambar (TUDGAM), Yayasan Kuningan Biennale Indonesia, Aduide, Musik Kisum, Sekolah Baik</strong>, serta empat unit usaha, yaitu <strong>Toko Kopi IU, Dapoer Nona Ketjil, Roti Akuan, dan Artshope</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BEEK bekerja melalui seni, pendidikan, riset, pengarsipan, produksi, kolaborasi, dan kewirausahaan kreatif. Berbagai aktivitas tersebut dikembangkan sebagai satu ekosistem yang memungkinkan individu, komunitas, seniman, dan masyarakat untuk bertemu, bekerja, belajar, serta membangun keberlanjutan bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BEEK menempati Gedung Graha Wangi, Kuningan, melalui skema sewa bangunan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Ruang tersebut dikembangkan sebagai ruang lintas disiplin sekaligus ruang hidup kebudayaan bagi masyarakat Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Jakarta Biennale 2026, praktik yang berkembang di dalam ekosistem tersebut hadir melalui berbagai bentuk. Kontribusi BEEK mencakup karya video dari <strong>tudgam</strong>, seni ilustrasi digital pada media kain dari <strong>Aduide</strong>, dan karya kinetik serta <em>sound art</em> dari<strong> Musik Kisum</strong>.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac535998b719&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac535998b719" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img decoding="async" width="1024" height="576" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-14.03.52-1024x576.jpeg" alt="Simulakrum Perlindungan BEEK Jakarta Biennale 2026" class="wp-image-2405" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-14.03.52-1024x576.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-14.03.52-300x169.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-14.03.52-768x432.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-14.03.52.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun individu-individu yang terlibat pada karya BEEK di antaranya adalah Agung M. Abul, Ryan Ginanjar, Bayu Abdurahim, Pandu Hamzah, Ajay Ahdiyat, Fathidhia, Neogreenmonster, Maulana Prasaja, Nuggira Item, Noni Soeharyono, Parasittamak, Artmorfate, Anditya Dita, Gina Khoeru Sifa, Ellsa Berlandha, Windi Berlandha, dan M. Agil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai praktik tersebut menjadi bagian dari cara BEEK membawa pengalaman ekosistem kreatif Kuningan ke dalam konteks Jakarta Biennale, sekaligus membuka kemungkinan pertemuan dengan praktik dan jaringan seni yang lebih luas.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6ac535998ba5e&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-2 is-cropped wp-block-gallery-7 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac535998bd59&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac535998bd59" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img decoding="async" width="702" height="462" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2416" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/Screenshot-2026-10-06-161412.png" alt="BEEK Jakarta Biennale 2026" class="wp-image-2416" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/Screenshot-2026-10-06-161412.png 702w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/Screenshot-2026-10-06-161412-300x197.png 300w" sizes="(max-width: 702px) 100vw, 702px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac535998c202&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac535998c202" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="720" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2417" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-19.33.00.jpeg" alt="BEEK Jakarta Biennale 2026" class="wp-image-2417" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-19.33.00.jpeg 1280w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-19.33.00-300x169.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-19.33.00-1024x576.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-19.33.00-768x432.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac535998c6ab&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac535998c6ab" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="960" height="1280" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2415" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-21.39.59.jpeg" alt="BEEK Jakarta Biennale 2026" class="wp-image-2415" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-21.39.59.jpeg 960w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-21.39.59-225x300.jpeg 225w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-21.39.59-768x1024.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac535998cb4b&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac535998cb4b" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="720" height="715" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2407" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-14.03.53-edited.jpeg" alt="Simulakrum Perlindungan BEEK Jakarta Biennale 2026" class="wp-image-2407" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-14.03.53-edited.jpeg 720w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-14.03.53-edited-300x298.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-04-at-14.03.53-edited-150x150.jpeg 150w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, kolaborasi Jakarta–Kuningan ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi BEEK dan Kuningan Biennale untuk membawa nama Kuningan ke Jakarta. Relasi tersebut juga membuka kemungkinan sebaliknya: <strong>agar Jakarta hadir dan berdialog di Kuningan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, keterlibatan BEEK dalam Jakarta Biennale 2026 dapat dilihat sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih setara antara ekosistem seni di daerah dan jejaring seni nasional. Melalui <em>Simulakrum Perlindungan</em>, BEEK membawa satu pertanyaan tentang <em>kebal</em> dan perlindungan, sementara melalui kolaborasi Jakarta–Kuningan, pertanyaan tersebut ditempatkan dalam konteks yang lebih luas: <strong>bagaimana sebuah ekosistem dapat bertahan tanpa kehilangan kemampuan untuk tetap terbuka, merasakan, dan berhubungan dengan ruang di sekitarnya.</strong></p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-643 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design tag-adukabar tag-art tag-artjakarta tag-fadhil-fahrianto">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-10-26T18:19:30+07:00">26 Oktober 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/10/26/fadhil-fahrianto-dari-kuningan-ke-artjakarta-membawa-gagasan-lewat-kanvas-toa/" target="_blank" >Fadhil Fahrianto: Dari Kuningan ke ArtJakarta, Membawa Gagasan Lewat Kanvas &amp; Toa</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-286 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design tag-adukabar tag-art tag-design tag-dkv-uniku tag-exhibition tag-kuningan">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-06-27T19:28:09+07:00">27 Juni 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/06/27/pameran-portofolio-dreamers-lab-proyek-mata-kuliah-ala-mahasiswa-dkv-uniku/" target="_blank" >Pameran Portofolio ‘Dreamers Lab’: Proyek Mata Kuliah ala Mahasiswa DKV Uniku</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1271 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design category-culture tag-adukabar tag-design tag-hari-jadi-ke-528-kuningan tag-identitas-visual tag-kuningan tag-logo">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-07-07T14:34:22+07:00">7 Juli 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/07/07/tiga-finalis-kurasi-portofolio-desain-identitas-visual-hari-jadi-ke-528-kuningan-resmi-diumumkan/" target="_blank" >Tiga Finalis Kurasi Portofolio Desain Identitas Visual Hari Jadi ke-528 Kuningan Resmi Diumumkan</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/10/04/beek-ikuti-jakarta-biennale-2026-sajikan-simulakrum-perlindungan-dari-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2398</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pentas Irama Dwara Hadir di Cirebon, Waves Studio Padukan Musik dan Kultur Kreatif</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/30/pentas-irama-dwara-hadir-di-cirebon-waves-studio-padukan-musik-dan-kultur-kreatif/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/30/pentas-irama-dwara-hadir-di-cirebon-waves-studio-padukan-musik-dan-kultur-kreatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 02:18:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Gigs]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Pentas Irama]]></category>
		<category><![CDATA[Waves Studio]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2392</guid>

					<description><![CDATA[Waves Studio kembali menghadirkan Pentas Irama melalui Pentas Irama Dwara, sebuah gelaran yang mempertemukan musik, seni, komedi, komunitas, dan berbagai aktivitas kreatif dalam satu rangkaian acara. Kegiatan ini akan berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Goa Sunyaragi, Cirebon. Pada edisi kali ini, Pentas Irama Dwara membawa format yang lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika Pentas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Waves Studio kembali menghadirkan Pentas Irama melalui <strong><a href="https://www.instagram.com/pentas.irama/" target="_blank" rel="noopener">Pentas Irama Dwara</a></strong>, sebuah gelaran yang mempertemukan musik, seni, komedi, komunitas, dan berbagai aktivitas kreatif dalam satu rangkaian acara. Kegiatan ini akan berlangsung pada <strong>10 Oktober 2026</strong> di <strong>Goa Sunyaragi, Cirebon</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada edisi kali ini, Pentas Irama Dwara membawa format yang lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika Pentas Irama sebelumnya dikenal melalui konsep pertunjukan musik yang lebih intim, edisi Dwara dikembangkan dengan pendekatan semi festival yang menghadirkan lebih banyak aktivitas bagi pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu nama yang menjadi daya tarik utama adalah <strong>Reality Club</strong>, band indie pop asal Jakarta yang akan tampil sebagai penampil utama. Kehadiran Reality Club sekaligus memperkuat posisi Pentas Irama sebagai ruang pertemuan antara musisi, audiens, komunitas, dan ekosistem kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Head Project Pentas Irama, Rasyid Bajrie, perubahan format tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memberikan pengalaman yang lebih luas kepada pengunjung.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Pentas Irama Dwara menjadi langkah baru bagi kami karena kali ini skalanya lebih besar dan formatnya kami kembangkan menjadi semi festival.”</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Rasyid menjelaskan, pemilihan Goa Sunyaragi sebagai lokasi juga memberikan konteks tersendiri bagi penyelenggaraan Pentas Irama Dwara. Ruang dan budaya lokal Cirebon menjadi bagian dari pengalaman acara, salah satunya melalui <strong>LAIR Special Sintren Set</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, pengembangan Pentas Irama Dwara tidak hanya berkaitan dengan skala pertunjukan. Waves Studio juga mencoba memperluas pengalaman audiens dengan mempertemukan musik dan berbagai bentuk ekspresi kreatif dalam satu ruang.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599961fd&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599961fd" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Pentas-Irama-Dwara-819x1024.png" alt="Pentas Irama Dwara" class="wp-image-2395" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Pentas-Irama-Dwara-819x1024.png 819w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Pentas-Irama-Dwara-768x960.png 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Pentas-Irama-Dwara-240x300.png 240w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Pentas-Irama-Dwara.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--11">Pentas Irama Dwara Hadirkan Beragam Aktivitas Kreatif</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pertunjukan musik, Pentas Irama Dwara menghadirkan sejumlah program pendamping yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program tersebut mencakup <strong>Sunset Yoga Session</strong> bersama Bloom and Breath Society, <strong>stand-up comedy</strong> bersama Hihihi Crop, serta <strong>Hidden Frequence</strong> bersama Emina yang menghadirkan Tyoall, Noyzeborn, dan Noraebang Party.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengunjung juga dapat menikmati ruang eksplorasi seni melalui <strong>Art Showcase oleh Ruwaka</strong> dan <strong>Pop Up Creative</strong>. Area Food and Beverage turut disiapkan untuk melengkapi pengalaman pengunjung selama acara berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ragam program tersebut memperlihatkan bagaimana musik ditempatkan sebagai titik temu untuk mempertemukan berbagai aktivitas dan komunitas kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin orang datang ke Pentas Irama bukan hanya untuk menonton musisi lalu pulang, tapi benar-benar menikmati satu pengalaman bersama,” ujar Rasyid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, berbagai program pendamping tersebut dipilih dari aktivitas yang dekat dengan keseharian masyarakat, mulai dari yoga, komedi, seni, creative market, hingga kuliner. Pentas Irama Dwara juga diharapkan dapat mempertemukan lebih banyak komunitas dan pelaku kreatif untuk saling mengenal dan berkolaborasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--12">Goa Sunyaragi Menjadi Ruang Pertemuan Musik dan Kultur Lokal</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan <strong>Goa Sunyaragi</strong> sebagai lokasi Pentas Irama Dwara memberikan dimensi lain dalam penyelenggaraan acara. Tempat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pertunjukan, tetapi menjadi bagian dari konteks yang mempertemukan musik kontemporer dengan ruang dan budaya lokal Cirebon.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1283 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-alternative tag-bandung tag-music tag-newrelease tag-single tag-sleepover">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-07-13T10:03:31+07:00">13 Juli 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/07/13/sleepover-rilis-debut-maxi-single-leave-me-quiet-tension-tawarkan-warna-baru-musik-alternatif/" target="_blank" >Sleepover Rilis Debut Maxi-Single “Leave Me / Quiet Tension”, Tawarkan Warna Baru Musik Alternatif</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-lagu tag-music tag-muzzkipper tag-newrelease tag-rock tag-single">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-07T14:13:32+07:00">7 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/07/muzzkipper-resmi-debut-lewat-single-23-30-hadirkan-napas-rock-70-an-untuk-pendengar-masa-kini/" target="_blank" >Muzzkipper Resmi Debut Lewat Single &#8220;23.30&#8221;, Hadirkan Napas Rock 70-an untuk Pendengar Masa Kini</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-342 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-gigs category-music tag-adukabar tag-back-for-more tag-gigs tag-hardcore tag-horse-city-crew tag-makaya-coffee tag-music">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-07-12T15:59:29+07:00">12 Juli 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/07/12/back-for-more-vol-10-titik-ledak-skena-hardcore-di-utara-kuningan/" target="_blank" >Back For More Vol.10: Titik Ledak Skena Hardcore di Utara Kuningan</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran LAIR Special Sintren Set menjadi salah satu bentuk upaya tersebut. Program ini menunjukkan bagaimana unsur budaya lokal dapat hadir berdampingan dengan pertunjukan musik dan aktivitas kreatif dalam format festival.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep lintas disiplin yang dibawa Pentas Irama Dwara juga membuka kemungkinan bagi pengunjung untuk menikmati acara melalui pengalaman yang berbeda. Musik menjadi salah satu pintu masuk, sementara seni visual, komedi, aktivitas komunitas, wellness, kuliner, dan program kreatif lainnya menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Format tersebut sekaligus memperluas karakter Pentas Irama dari pertunjukan musik menjadi ruang interaksi antara berbagai pelaku dalam ekosistem kreatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--13">Waves Studio dan Pengembangan Ekosistem Kreatif</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pentas Irama Dwara menjadi bagian dari upaya Waves Studio mengembangkan ruang aktivasi musik dan kultur kreatif. Melalui berbagai programnya, Waves Studio mempertemukan musisi, komunitas, pelaku kreatif, dan audiens dalam pengalaman yang dibangun melalui kolaborasi lintas bidang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waves Studio sendiri merupakan studio agensi yang bergerak dalam bidang musik, seni rupa, dan literasi dengan perhatian pada konteks urban, identitas kota, serta kebudayaan. Aktivitasnya mencakup festival, pameran, ruang baca dan diskusi, lokakarya, penelitian, hingga penerbitan buku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pengembangannya, Waves Studio memiliki arah untuk menjadi institut seni pertunjukan kontemporer sekaligus ekosistem studi yang menyediakan ruang belajar publik dengan nilai kesetaraan, berbagi, solidaritas, pertemanan, dan kebersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui Pentas Irama Dwara, arah tersebut diterjemahkan ke dalam sebuah perayaan yang mempertemukan musik dan berbagai praktik kreatif dalam satu ruang. Acara ini akan berlangsung pada <strong>10 Oktober 2026 di Goa Sunyaragi, Cirebon</strong>, dengan Reality Club sebagai penampil utama serta sejumlah program seni dan aktivitas kreatif lainnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/30/pentas-irama-dwara-hadir-di-cirebon-waves-studio-padukan-musik-dan-kultur-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melalui Pameran Tunggal Fotografi 3D Anaglyph, Sigit Setya Kusuma Kenalkan Tradisi Kawin Cai</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/29/melalui-pameran-tunggal-fotografi-3d-anaglyph-sigit-setya-kusuma-kenalkan-tradisi-kawin-cai/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/29/melalui-pameran-tunggal-fotografi-3d-anaglyph-sigit-setya-kusuma-kenalkan-tradisi-kawin-cai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 08:13:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Art & Design]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[BEEK]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dkv uniku]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kawin Cai]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Sigit Setya Kusuma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2382</guid>

					<description><![CDATA[Tradisi lokal Kuningan &#8220;Kawin Cai&#8221; diangkat melalui pendekatan fotografi tiga dimensi dalam karya Dr. Sigit Setya Kusuma, M.Sn. Sebanyak 25 karya fotografi 3D Anaglyph dipresentasikan dalam Pameran Tunggal dan Bedah Buku Fotografi 3D Anaglyph yang berlangsung di Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK), Gedung Graha Wangi, Kabupaten Kuningan, Senin (28/9/2026). Pameran ini menghadirkan eksplorasi fotografi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tradisi lokal Kuningan &#8220;Kawin Cai&#8221; diangkat melalui pendekatan fotografi tiga dimensi dalam karya Dr. Sigit Setya Kusuma, M.Sn. Sebanyak 25 karya fotografi 3D Anaglyph dipresentasikan dalam Pameran Tunggal dan Bedah Buku Fotografi 3D Anaglyph yang berlangsung di Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK), Gedung Graha Wangi, Kabupaten Kuningan, Senin (28/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini menghadirkan eksplorasi fotografi melalui teknik 3D Anaglyph yang menciptakan ilusi ruang dan kedalaman. Melalui pendekatan tersebut, fotografi tidak hanya dipahami sebagai citra dua dimensi, tetapi berkembang menjadi medium visual yang mampu menghadirkan pengalaman spasial sekaligus memperkaya cara audiens memaknai sebuah karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Sigit, fotografi 3D Anaglyph dipilih sebagai pendekatan artistik sekaligus akademik untuk memperluas perspektif terhadap fotografi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;<em>Melalui karya ini, saya ingin mengajak masyarakat melihat fotografi tidak hanya sebagai gambar datar, tetapi sebagai pengalaman visual yang menghadirkan ruang, kedalaman, dan kedekatan dengan objek yang diangkat</em>,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tema &#8220;Kawin Cai&#8221; dipilih karena merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Kuningan yang merepresentasikan nilai kebersamaan, pelestarian budaya, serta penghormatan terhadap sumber daya air. Melalui medium fotografi tiga dimensi, tradisi tersebut diinterpretasikan dalam bahasa visual yang lebih kontemporer tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-2 is-cropped wp-block-gallery-14 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" data-id="2388" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.37-1024x682.jpeg" alt="Pameran Tunggal Fotografi 3D Anaglyph Sigit Setya Kusuma" class="wp-image-2388" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.37-1024x682.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.37-300x200.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.37-767x511.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.37-1536x1023.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.37.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" data-id="2385" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.38-1024x682.jpeg" alt="Pameran Tunggal Fotografi 3D Anaglyph Sigit Setya Kusuma" class="wp-image-2385" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.38-1024x682.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.38-767x511.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.38-300x200.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.38-1536x1023.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.38.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="697" data-id="2387" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.39-1024x697.jpeg" alt="Pameran Tunggal Fotografi 3D Anaglyph Sigit Setya Kusuma" class="wp-image-2387" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.39-1024x697.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.39-767x522.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.39-300x204.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.39-1536x1045.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.39.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" data-id="2386" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.372-1024x682.jpeg" alt="Pameran Tunggal Fotografi 3D Anaglyph Sigit Setya Kusuma" class="wp-image-2386" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.372-1024x682.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.372-300x200.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.372-767x511.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.372-1536x1023.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-29-at-14.54.372.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, fotografi tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menyampaikan pengetahuan, budaya, dan pesan kepada masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;<em>Fotografi dapat menjadi media pembelajaran yang efektif karena melalui sebuah gambar, banyak pengetahuan dan nilai yang dapat dipahami oleh masyarakat</em>,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili Bupati Kuningan sekaligus membuka pameran. Ia berharap kegiatan semacam ini terus berkembang sebagai ruang kreatif bagi seniman, akademisi, dan generasi muda dalam melestarikan budaya melalui inovasi visual.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2291 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-culture category-tech tag-adukabar tag-budaya tag-darikuningan tag-ekonomi-kreatif tag-ekosistem-kreatif tag-jangkar tag-kuningan tag-tech">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-10T15:41:03+07:00">10 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/10/jangkar-resmi-mengudara-inisiatif-independen-untuk-jejaring-kreatif-kuningan/" target="_blank" >Jangkar Resmi Mengudara: Inisiatif Independen untuk Jejaring Kreatif Kuningan</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-286 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design tag-adukabar tag-art tag-design tag-dkv-uniku tag-exhibition tag-kuningan">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-06-27T19:28:09+07:00">27 Juni 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/06/27/pameran-portofolio-dreamers-lab-proyek-mata-kuliah-ala-mahasiswa-dkv-uniku/" target="_blank" >Pameran Portofolio ‘Dreamers Lab’: Proyek Mata Kuliah ala Mahasiswa DKV Uniku</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1199 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design tag-adukabar tag-art tag-design tag-dkv-uniku tag-exhibition tag-luminexus">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-06-25T13:20:40+07:00">25 Juni 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/06/25/luminexus-2026-ruang-bertemunya-kreativitas-portofolio-dan-masa-depan-mahasiswa-dkv-uniku/" target="_blank" >Luminexus 2026: Ruang Bertemunya Kreativitas, Portofolio, dan Masa Depan Mahasiswa DKV Uniku</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran tersebut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Kuningan, perwakilan Disdikbud dan Disporapar Kabupaten Kuningan, YPSAK, akademisi, seniman, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya. Melalui perpaduan seni, teknologi, budaya, pendidikan, dan kepedulian terhadap lingkungan, pameran ini memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat dikomunikasikan dengan pendekatan fotografi yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/29/melalui-pameran-tunggal-fotografi-3d-anaglyph-sigit-setya-kusuma-kenalkan-tradisi-kawin-cai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2382</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DKVEST 7 “Metamorph” Sukses Digelar: Bupati Kuningan Minta Karya DKV Punya Daya Eye-Opening</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/28/dkvest-7-metamorph-sukses-digelar-bupati-kuningan-minta-karya-dkv-punya-daya-eye-opening/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/28/dkvest-7-metamorph-sukses-digelar-bupati-kuningan-minta-karya-dkv-punya-daya-eye-opening/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 01:52:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Art & Design]]></category>
		<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[dkv uniku]]></category>
		<category><![CDATA[dkvest]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Uniku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2370</guid>

					<description><![CDATA[Setelah dua hari berlangsung, DKVEST 7 “Metamorph” meninggalkan lebih dari sekadar dokumentasi tentang sebuah festival mahasiswa. Ruang-ruang di Kampus Uniku 2, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan (FKOM UNIKU), selama 25-26 September 2026 menjadi tempat bertemunya karya mahasiswa, poster dari berbagai negara, film, seni pertunjukan, komunitas, musik, hingga produk kreatif. Pertemuan itu memperlihatkan satu hal yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah dua hari berlangsung, <strong>DKVEST 7 “Metamorph”</strong> meninggalkan lebih dari sekadar dokumentasi tentang sebuah festival mahasiswa. Ruang-ruang di Kampus Uniku 2, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan (FKOM UNIKU), selama 25-26 September 2026 menjadi tempat bertemunya karya mahasiswa, poster dari berbagai negara, film, seni pertunjukan, komunitas, musik, hingga produk kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan itu memperlihatkan satu hal yang cukup menarik: <strong>DKV di Kuningan sedang berusaha bergerak keluar dari ruang kelas dan mencari percakapan yang lebih luas dengan masyarakat.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah rangkaian tersebut, sebuah pernyataan dari Bupati Kuningan, <strong>Dian Rachmat Yanuar</strong>, saat membuka DKVEST 7 menjadi menarik untuk dibaca kembali. Ia berharap karya mahasiswa DKV tidak berhenti sebagai sesuatu yang sekadar menarik secara visual, tetapi mampu membuka cara pandang dan menghadirkan gagasan yang lebih dalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harapan tersebut pada akhirnya menjadi semacam pertanyaan yang relevan untuk melihat kembali DKVEST 7: <strong>ketika sebuah karya ingin menjadi “eye-opening”, apakah lingkungan di sekitarnya juga sudah memberikan cukup ruang bagi karya tersebut untuk dilihat, dibicarakan, dan diapresiasi?</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--21">Dari <em>Eye-Catching</em> Menuju <em>Eye-Opening</em></h2>



<p class="wp-block-paragraph">DKVEST 7 secara simbolis diresmikan oleh <strong>Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar</strong>. Pembukaan turut dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan, <strong>Drs. Ngatimin, M.Pd.</strong>; Wakil Rektor II Universitas Kuningan, <strong>Dr. Entin Jumantini, M.Pd.</strong>; Dekan Fakultas Ilmu Komputer Uniku, <strong>Tito Sugiharto, M.Eng.</strong> beserta jajaran; Kepala Program Studi DKV FKOM Uniku, <strong>Dr. Sigit Setya Kusuma, M.Sn.</strong> beserta jajaran dosen; Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan, <strong>Purwadi Hasan Darsono, S.Hut., M.Sc.</strong>; perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan Universitas Kuningan, serta tamu undangan lainnya.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599a89ba&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599a89ba" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="575" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0099-1024x575.jpg" alt="Opening Ceremony DKVEST 7" class="wp-image-2374" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0099-1024x575.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0099-300x168.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0099-768x431.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0099.jpg 1500w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, Dian menyampaikan harapan agar karya mahasiswa DKV tidak berhenti sebagai produk yang menarik secara visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jadi saya ingin nanti melihat karya mahasiswa ini bukan sebagai produk seni, tapi mungkin saya lebih cenderung pada sisi ungkapan intelektual,” ujar Dian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia berharap mahasiswa DKV Uniku tidak berhenti menghasilkan karya yang sekadar <em>eye-catching</em>, tetapi mampu menghasilkan karya yang juga <em>eye-opening</em>. Kesan visual, menurutnya, dapat menjadi pintu masuk menuju makna yang lebih dalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dian juga mendorong mahasiswa untuk menggali inspirasi dari persoalan yang ada di sekitar mereka. Pasar tradisional, kehidupan petani, seniman, budayawan, pelaku UMKM, isu lingkungan, persoalan sosial, pariwisata, hingga perubahan perilaku generasi muda, menurutnya, merupakan sumber gagasan yang bisa diterjemahkan ke dalam karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ilmu yang luas itu yang memberikan inspirasi ada di sekeliling kita. Banyak hal yang bisa kita gali,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut menempatkan DKV dalam posisi yang lebih luas daripada sekadar praktik membuat visual. Desain dapat menjadi cara untuk membaca lingkungan sosial, mengolah pengalaman, dan mengomunikasikan persoalan yang ada di sekitar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan DKVEST 7 sebenarnya sudah menyediakan ruang untuk melihat kemungkinan tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--22">50 Poster dan Percakapan Visual Lintas Negara</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu ruang tersebut hadir melalui <strong>International Poster Exhibition</strong>, yang menampilkan 50 karya terpilih hasil open submission. Pameran ini dikurasi oleh Ajay Ahdiyat dari Indonesia dan Choen Lee dari Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karya-karya yang ditampilkan berasal dari berbagai negara, di antaranya <strong>Turki, Meksiko, Kenya, Polandia, Amerika Serikat, Argentina, Taiwan, dan Indonesia</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran karya-karya tersebut membawa percakapan visual dari berbagai konteks ke ruang yang sama. Di satu sisi terdapat karya dari desainer dan seniman internasional, sementara di sisi lain pengunjung dapat melihat karya tugas mahasiswa DKV Uniku dan karya pilihan dosen.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599a9fc3&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599a9fc3" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5030-1024x683.jpg" alt="Pmeran DKVEST 7" class="wp-image-2375" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5030-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5030-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5030-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5030.jpg 1500w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<p class="wp-block-paragraph">DKVEST 7 juga menghadirkan sebuah instalasi interaktif yang mengajak pengunjung memberikan respons secara langsung terhadap karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks tersebut, pameran tidak berhenti pada aktivitas melihat. Ia membuka kemungkinan untuk membandingkan, mempertanyakan, dan menemukan hubungan antara karya dengan pengalaman audiens.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah karya mungkin memang harus <em>eye-catching</em> agar orang mau berhenti. Tetapi setelah perhatian berhasil didapatkan, pertanyaan berikutnya adalah apa yang terjadi setelahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Apakah karya tersebut membuat orang berpikir, merasakan sesuatu, mempertanyakan keadaan, atau melihat persoalan dari sudut yang berbeda?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di situlah gagasan <em>eye-opening</em> menjadi relevan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--23">Antara Sambutan dan Ruang Pamer</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu hal kecil yang juga menarik untuk dicatat dari pembukaan DKVEST 7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Kuningan hadir untuk meresmikan festival dan menyampaikan harapan yang cukup luas tentang bagaimana mahasiswa DKV seharusnya mengembangkan karya. Namun, pada kesempatan tersebut, beliau belum sempat mengikuti rangkaian kunjungan ke ruang pamer dan melihat karya-karya yang ditampilkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu ada banyak kemungkinan yang perlu dipertimbangkan. Seorang kepala daerah memiliki agenda yang padat, dan dalam kegiatan resmi, rangkaian protokoler juga kerap membuat waktu kunjungan menjadi terbatas. Karena itu, ketidakhadiran beliau di ruang pamer tidak serta-merta perlu dibaca sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap karya mahasiswa.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599ab396&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599ab396" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="575" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0220-1024x575.jpg" alt="Pameran DKVEST 7" class="wp-image-2376" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0220-1024x575.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0220-300x168.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0220-768x431.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_0220.jpg 1500w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi justru karena DKVEST membawa pesan yang cukup kuat tentang pentingnya karya dan gagasan, momen tersebut menarik untuk menjadi bahan refleksi yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Apresiasi terhadap karya kreatif tidak selalu membutuhkan seremoni besar. Kadang ia cukup dimulai dengan meluangkan waktu untuk melihat karya, bertanya kepada pembuatnya, dan mendengarkan cerita di balik proses penciptaannya.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika karya mahasiswa diharapkan mampu membaca persoalan masyarakat, maka pertemuan langsung antara pembuat karya dan para pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan untuk mencari siapa yang salah atau benar, melainkan untuk melihat bahwa dukungan terhadap ekosistem kreatif membutuhkan lebih dari sekadar pernyataan dukungan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--24">Ketika DKV Keluar dari Ruang Kelas</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar ruang pamer, DKVEST 7 memperlihatkan upaya mahasiswa untuk memperluas wilayah pertemuan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program film menghadirkan karya dosen, mahasiswa DKV Uniku angkatan 2023, serta pelajar SMA/SMK. Setiap penayangan dilengkapi sesi Q&amp;A dan diskusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Community Showcase kemudian mempertemukan berbagai komunitas dan pegiat kreatif, mulai dari <strong>Sanggar Gupay Mitra, Art Club, Ilustrator Amatir Kuningan, Aeris Dance, Uniku Choir, GENX Fashion Show, Pink Monster Dance, Standupindo Kuningan, Nazwa F. Aulia, D. Ipung Kusmawi, Tifani Kautsar, Ellsa Berlandha &amp; Agung M. Abul, Air dan Beer, Trapdoor, LARP Combat, hingga Japanese Forum</strong>.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6ac53599ac428&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-2 is-cropped wp-block-gallery-25 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599ac73c&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599ac73c" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2378" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5142-1024x683.jpg" alt="Screening Film di DKVEST 7" class="wp-image-2378" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5142-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5142-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5142-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF5142.jpg 1500w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599acc03&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599acc03" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2380" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6226-1024x683.jpg" alt="Standup Comedy Fico Fahriza di DKVEST 7" class="wp-image-2380" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6226-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6226-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6226-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6226.jpg 1500w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599ad0b4&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599ad0b4" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2377" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6284-1024x683.jpg" alt="Puisi Tiffani Kausar di DKVEST 7" class="wp-image-2377" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6284-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6284-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6284-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/DSCF6284.jpg 1500w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599ad568&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599ad568" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="575" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2379" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1497-1024x575.jpg" alt="Performance Art dari Ellsa Berlandha, Agung M. Abul, Maulana Prasaja, dan Melika di DKVEST 7" class="wp-image-2379" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1497-1024x575.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1497-300x168.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1497-768x431.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1497.jpg 1500w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, workshop watercolor bersama <strong>Jenny Nusakher Basaier (Zencerys)</strong> memberi ruang bagi peserta untuk mengalami proses kreatif secara langsung. Di sisi lain, Creasanity mempertemukan produk kreatif dan kuliner dengan pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian tersebut kemudian ditutup melalui Live Music Performance yang menghadirkan <strong>Breeze, Crash Youth, Losing Fight, Skoll, Cipta Mandiri Pesta, Head Balance, Mariners, Killing in the Rage, dan Goodbye Mars</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dilihat secara keseluruhan, DKVEST 7 memperlihatkan bahwa festival DKV tidak harus berhenti pada pameran desain. Ia dapat menjadi titik temu antara desain, seni, musik, film, komunitas, pendidikan, dan aktivitas ekonomi kreatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--26">Apresiasi yang Perlu Terus Tumbuh</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dr. Entin Jumantini, M.Pd.</strong>, Wakil Rektor II Universitas Kuningan, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan DKVEST 7.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selamat untuk mahasiswa dan program studi DKV FKOM Universitas Kuningan atas terselenggaranya DKVEST ke 7, semoga ini menjadi pencapaian yang baik dan memberikan manfaat nyata, baik bagi institusi, bagi mahasiswa, dosen, dan umumnya bagi masyarakat,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mengapresiasi seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dan berharap DKVEST dapat terus terselenggara serta berkembang pada masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harapan tersebut penting karena DKVEST kini bukan lagi kegiatan yang baru mencoba mencari bentuk. Tujuh edisi menunjukkan adanya tradisi yang telah dibangun oleh mahasiswa dan program studi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangannya kemudian bukan sekadar bagaimana membuat edisi berikutnya lebih ramai atau lebih besar. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana festival semacam ini dapat semakin memperluas <strong>budaya apresiasi terhadap karya dan proses kreatif</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apresiasi tersebut perlu datang dari banyak arah: kampus, pemerintah, komunitas, industri, media, hingga masyarakat umum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebab, jika mahasiswa DKV didorong untuk menghasilkan karya yang <em>eye-opening</em>, mereka juga membutuhkan audiens yang bersedia membuka diri terhadap gagasan yang dibawa karya tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--27">Metamorph yang Belum Selesai</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, tema <strong>“Metamorph”</strong> terasa seperti proses yang memang belum selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mahasiswa berubah, karya berubah, cara berkomunikasi berubah, dan kebutuhan masyarakat juga terus berubah. DKVEST menjadi salah satu ruang tempat perubahan tersebut dapat terlihat secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, perubahan ekosistem kreatif tidak hanya bergantung pada mereka yang membuat karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga bergantung pada mereka yang bersedia melihat, mendengar, berdialog, dan memberikan ruang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin itu pula yang dapat dibawa dari DKVEST 7 setelah lampu pameran dipadamkan dan panggung selesai digunakan: <strong>karya yang baik memang perlu dibuat dengan gagasan yang kuat, tetapi ekosistem yang baik juga membutuhkan budaya apresiasi yang kuat.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Eye-catching</em> mungkin membuat kita berhenti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi <em>eye-opening</em> membutuhkan kita untuk tinggal sedikit lebih lama.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/28/dkvest-7-metamorph-sukses-digelar-bupati-kuningan-minta-karya-dkv-punya-daya-eye-opening/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2370</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DKVEST 7 “Metamorph” Segera Digelar, Hadirkan Puluhan Karya, Beragam  Pertunjukan dan Aktivitas Kreatif</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/23/dkvest-7-metamorph-segera-digelar-hadirkan-puluhan-karya-beragam-pertunjukan-dan-aktivitas-kreatif/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/23/dkvest-7-metamorph-segera-digelar-hadirkan-puluhan-karya-beragam-pertunjukan-dan-aktivitas-kreatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 10:40:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Art & Design]]></category>
		<category><![CDATA[Gigs]]></category>
		<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[dkv uniku]]></category>
		<category><![CDATA[dkvest]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Uniku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2355</guid>

					<description><![CDATA[Festival tahunan mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Kuningan, DKVEST, kembali hadir. Memasuki penyelenggaraan ketujuh, DKVEST 7 mengusung tema “Metamorph” dan akan berlangsung pada Jumat-Sabtu, 25-26 September 2026, di Kampus 2 Uniku, Fakultas Ilmu Komputer (FKOM), Jl. Pramuka No. 67, Purwawinangun, Kabupaten Kuningan. Diselenggarakan oleh Hima DKV Uniku dan Program Studi DKV Uniku, DKVEST 7 mengangkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Festival tahunan mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Kuningan, <strong>DKVEST</strong>, kembali hadir. Memasuki penyelenggaraan ketujuh, <strong>DKVEST 7</strong> mengusung tema <strong>“Metamorph”</strong> dan akan berlangsung pada <strong>Jumat-Sabtu, 25-26 September 2026</strong>, di <strong><a href="https://share.google/xaYGdc0XXjMHtX0uP" target="_blank" rel="noopener">Kampus 2 Uniku, Fakultas Ilmu Komputer (FKOM)</a>, </strong><em>Jl. Pramuka No. 67, Purwawinangun, Kabupaten Kuningan.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Diselenggarakan oleh <strong>Hima DKV Uniku </strong>dan <strong>Program Studi DKV Uniku</strong>, DKVEST 7 mengangkat gagasan tentang proses dan perubahan. Melalui tema “Metamorph”, festival ini mengajak pengunjung melihat bagaimana karya, hubungan, dan pengalaman terus berkembang melalui proses interaksi, pemahaman, serta perjalanan bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama dua hari, DKVEST 7 menghadirkan berbagai program, mulai dari International Poster Exhibition yang menampilkan 50 karya desainer dan seniman dari berbagai negara hasil open submission, dikuratori oleh Ajay Ahdiyat (Indonesia) dan Choen Lee (Malaysia), hingga pameran karya mahasiswa, karya dosen, dan instalasi interaktif. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Program film juga menjadi bagian dari DKVEST 7 melalui <strong>Film Screening</strong> yang menampilkan lima film pendek, terdiri dari karya dosen, mahasiswa DKV Uniku angkatan 2023, serta hasil submission pelajar SMA/SMK. Setiap penayangan akan dilengkapi sesi Q&amp;A dan diskusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian acara semakin beragam dengan <strong>Community Showcase Performance &amp; Activities</strong> yang menghadirkan Sanggar Gupay Mitra, Art Club, Ilustrator Amatir Kuningan, Aeris Dance, Uniku Choir, GENX Fashion Show, Pink Monster Dance, Standupindo Kuningan, Nazwa F. Aulia (Puisi), D. Ipung Kusmawi (Monolog), Tifani Kautsar (Puisi), Ellsa Berlandha &amp; Agung M. Abul (Performance Art), Air dan Beer (Live Acoustic), Trapdoor (Musik), LARP Combat, dan Japanese Forum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang ingin ikut berkarya secara langsung, tersedia <strong>Workshop Watercolor Painting</strong> bersama Jenny Nusakher Basaier (Zencerys) pada Sabtu, 26 September pukul 13.00-15.00 WIB. Biaya registrasi sebesar Rp25.000, sudah termasuk alat lukis, air mineral, dan e-sertifikat. Pendaftaran ditutup pada 24 September 2026 dengan kuota terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada hari kedua, DKVEST 7 akan ditutup melalui <strong>Live Music Performance &amp; Closing Night</strong>. Sejumlah band yang akan tampil adalah Breeze, Crash Youth, Losing Fight, Skoll, Cipta Mandiri Pesta, Head Balance, Mariners, Killing in the Rage, dan Goodbye Mars. Open gate berlangsung pukul 14.00-20.00 WIB, dengan pertunjukan hingga pukul 22.00 WIB. HTM on the spot berada di kisaran Rp35.000-Rp40.000.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama dua hari, pengunjung juga dapat menikmati <strong>Creasanity (Creative and F&amp;B Market)</strong> yang menghadirkan berbagai booth produk kreatif dan kuliner.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6ac53599b2802&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-29 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599b2b29&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599b2b29" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="512" height="640" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2367" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/814971376_18125726684504394_683214461888772852_n.jpg" alt="" class="wp-image-2367" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/814971376_18125726684504394_683214461888772852_n.jpg 512w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/814971376_18125726684504394_683214461888772852_n-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599b2ff1&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599b2ff1" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="512" height="640" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2368" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/817540529_18125726696504394_4235817288152640508_n.jpg" alt="" class="wp-image-2368" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/817540529_18125726696504394_4235817288152640508_n.jpg 512w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/817540529_18125726696504394_4235817288152640508_n-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599b34af&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599b34af" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="512" height="640" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2364" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/799590622_18125726702504394_6311094678679793058_n.jpg" alt="" class="wp-image-2364" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/799590622_18125726702504394_6311094678679793058_n.jpg 512w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/799590622_18125726702504394_6311094678679793058_n-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599b3959&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599b3959" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="512" height="640" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2365" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/810319756_18125009747504394_707669401589928686_n-1.jpg" alt="" class="wp-image-2365" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/810319756_18125009747504394_707669401589928686_n-1.jpg 512w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/810319756_18125009747504394_707669401589928686_n-1-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599b3e00&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599b3e00" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="512" height="640" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2363" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/810421393_18125009189504394_4048136293605150110_n.jpg" alt="" class="wp-image-2363" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/810421393_18125009189504394_4048136293605150110_n.jpg 512w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/810421393_18125009189504394_4048136293605150110_n-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599b42a8&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599b42a8" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="512" height="640" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2366" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/814749950_18125852288504394_5886088322490885910_n.jpg" alt="" class="wp-image-2366" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/814749950_18125852288504394_5886088322490885910_n.jpg 512w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/814749950_18125852288504394_5886088322490885910_n-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan rangkaian program tersebut, DKVEST 7 “Metamorph” membuka ruang pertemuan bagi mahasiswa, seniman, desainer, komunitas, pelajar, pelaku kreatif, dan masyarakat umum untuk menikmati karya sekaligus mengalami berbagai bentuk ekspresi kreatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--30">DKVEST 7 “Metamorph” segera dimulai.<br>Catat tanggalnya: 25-26 September 2026 di Kampus 2 Uniku (FKOM), Kab. Kuningan.</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Informasi dan pembaruan acara dapat diikuti melalui Instagram <a href="https://www.instagram.com/dkvest_/"><strong>@dkvest_</strong></a>.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2339 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-art-design tag-aduopini tag-alfiq-haikal tag-desain-grafis tag-design tag-ekonomi-kreatif tag-kuningan">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-17T09:13:32+07:00">17 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/17/kok-mahal-kan-cuma-bikin-desain-melihat-nilai-jasa-desain-di-kuningan/" target="_blank" >Kok Mahal? Kan Cuma Bikin Desain: Melihat Nilai Jasa Desain di Kuningan</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-570 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-art-design tag-aduopini tag-desain-grafis tag-design tag-identitas-visual tag-pemerintah">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-08-17T15:06:39+07:00">17 Agustus 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/08/17/wajah-dalam-desain-grafis-pemerintah-antara-pencitraan-dan-etika-komunikasi-publik/" target="_blank" >Wajah dalam Desain Grafis Pemerintah: Antara Pencitraan dan Etika Komunikasi Publik</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2382 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design category-culture tag-adukabar tag-art tag-beek tag-budaya tag-dkv-uniku tag-exhibition tag-fotografi tag-kawin-cai tag-kuningan tag-sigit-setya-kusuma">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-29T15:13:57+07:00">29 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/29/melalui-pameran-tunggal-fotografi-3d-anaglyph-sigit-setya-kusuma-kenalkan-tradisi-kawin-cai/" target="_blank" >Melalui Pameran Tunggal Fotografi 3D Anaglyph, Sigit Setya Kusuma Kenalkan Tradisi Kawin Cai</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/23/dkvest-7-metamorph-segera-digelar-hadirkan-puluhan-karya-beragam-pertunjukan-dan-aktivitas-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2355</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semarak Sastra Mahardika: Dari Buku, Percakapan, hingga Suara Emma yang Tak Boleh Padam</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 13:56:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Bukusam]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Semarak Sastra Mahardika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2347</guid>

					<description><![CDATA[Bukusam—Semarak Sastra Mahardika bukan sekadar rangkaian kegiatan sastra yang bergerak dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Ia tumbuh sebagai perjalanan yang mempertemukan buku dan pembaca, gagasan dan pengalaman, sastra dan masyarakat. Dari ruang-ruang sederhana, percakapan tentang karya sastra perlahan menemukan jalannya sendiri. Sastra dibawa masuk ke sekolah, komunitas, ruang publik, hingga panggung pertunjukan. Dengan dukungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bukusam—<em>Semarak Sastra Mahardika</em> bukan sekadar rangkaian kegiatan sastra yang bergerak dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Ia tumbuh sebagai perjalanan yang mempertemukan buku dan pembaca, gagasan dan pengalaman, sastra dan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari ruang-ruang sederhana, percakapan tentang karya sastra perlahan menemukan jalannya sendiri. Sastra dibawa masuk ke sekolah, komunitas, ruang publik, hingga panggung pertunjukan. Dengan dukungan Direktorat Pengembangan Budaya Digital melalui program Apresiasi dan Penguatan Komunitas Sastra, rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bagaimana sastra dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut dimulai melalui <strong>Bukber #1</strong> pada 7 September 2026 di Saung Udhe. Sebanyak 20 orang yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum berkumpul untuk membicarakan kumpulan cerpen <em>Cara Kita Menghadapi Kehilangan</em> karya Yetti A.K.A. Bersama Ira Rahayu, percakapan bergerak pada satu pengalaman manusia yang paling dekat sekaligus paling sulit dijelaskan: kehilangan.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--40">Dari kehilangan menjadi karya</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pertemuan pertama, kehilangan tidak diperlakukan semata sebagai luka yang harus dilupakan. Ia dibicarakan sebagai pengalaman manusia yang dapat diolah menjadi sesuatu yang bermakna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana disampaikan narasumber, “Bagaimana pun, kehilangan adalah hal yang begitu dekat. Jika kita mampu mengolahnya, maka akan menjadi sebuah karya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini, sastra memperlihatkan salah satu kemampuannya: memberikan bahasa bagi pengalaman yang terkadang sulit diungkapkan secara langsung.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--41">Sastra masuk ke ruang pendidikan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Saung Udhe, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> berlanjut menuju MAN 1 Kuningan pada 9 September 2026. Dalam <strong>Bukber #2</strong>, sebanyak 60 pelajar dan guru mendiskusikan kumpulan puisi <em>Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya</em> karya Ibe S. Palogai bersama Vera Verawati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puisi-puisi Ibe dibaca sebagai bahasa yang mampu mengubah sesuatu yang getir menjadi sesuatu yang menyala. Vera Verawati menggambarkannya sebagai kemampuan mengemas kegetiran menjadi puisi yang penuh gairah sekaligus darah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan kemudian bergerak melampaui pembahasan karya dan berhadapan langsung dengan dunia pendidikan. Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini dapat membantu sekolah memantik para siswa untuk berkarya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, sastra hadir sebagai pemantik keberanian untuk menciptakan sesuatu. Buku dan puisi tidak berhenti sebagai bahan bacaan, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenali pengalaman, gagasan, dan kemungkinan kreatif mereka sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari kemudian, pada 11 September 2026, perjalanan berlanjut ke <strong>SMAN 3 Kuningan</strong> melalui Bukber #3. Sebanyak 60 pelajar dan guru mengikuti pembahasan novel <em>Dompet Ayah Sepatu Ibu</em> karya J.S. Khairen bersama Sri Yuliani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan ini membawa satu kesadaran penting: sastra tidak semestinya berhenti sebagai pengalaman yang hanya dinikmati secara pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra perlu dituturkan, dibagikan, dan ditularkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang disampaikan narasumber, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> tidak hanya berusaha menyemarakkan sastra kepada audiens, tetapi juga mengajak para penikmat sastra agar tidak menjadikan sastra sebagai ruang privat semata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra perlu keluar dari dirinya sendiri dan bertemu dengan lebih banyak manusia melalui cerita-cerita kesusastraan.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--42">Dari teks menuju riset dan proses penciptaan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 14 September 2026, perjalanan memasuki ruang yang berbeda. <strong>Saung Teater Sado</strong> menjadi tempat berlangsungnya Bukber #4 dengan pembahasan naskah drama <em>Janger Merah</em> karya Ibed Surgana Yuga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arip Hidayat hadir sebagai narasumber dan menemani 35 pelajar serta masyarakat umum menyelami dunia drama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di ruang ini, sastra kembali memperlihatkan wajahnya yang lain. Ia bukan hanya persoalan kata-kata yang indah, tetapi juga hasil dari proses panjang pencarian dan penelitian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari audiens muncul sebuah kesimpulan bahwa karya sastra yang baik adalah karya yang lahir dari riset mendalam, kemudian diungkapkan dengan penuh keindahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra, dengan demikian, menemukan keseimbangannya antara ketekunan membaca kenyataan dan keberanian mengolahnya menjadi karya.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--43">Komunitas sebagai ruang tumbuh sastra</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em> kemudian memasuki wilayah komunitas. Pada 16 September 2026, <strong>BEEK, Gedung Grahawangi</strong>, menjadi ruang berlangsungnya Bukber #5.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 15 orang dari kalangan umum berdiskusi bersama Agung M. Abul mengenai buku <em>Komunitas Sebagai Basis Ideologi Kesastraan</em> karya Ahmadun Yosi Herfanda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan ini menempatkan komunitas sebagai salah satu rumah penting bagi kehidupan sastra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komunitas bukan sekadar tempat berkumpul. Di dalamnya, gagasan dapat tumbuh, karya diproduksi, pengetahuan dibagikan, dan sastra didistribusikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana disampaikan narasumber, komunitas yang baik membutuhkan keberagaman ideologi sekaligus tidak boleh melupakan perannya sebagai ruang produksi, edukasi, dan distribusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks perkembangan sastra di daerah, keberadaan komunitas menjadi penting karena ekosistem sastra tidak hanya dibangun oleh karya dan penulis, tetapi juga oleh ruang-ruang yang memungkinkan keduanya terus bertemu dengan pembaca.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--44">Dari Bukber menuju Panggung Buku</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah lima kali <em>Bukber</em>, perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em> beranjak menuju <strong>Panggung Buku</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 18 September 2026, Kebon Kaisar menjadi ruang pertemuan antara pembaca dan buku <em>Musim Angin</em> karya Candrika Adhiyasa. Aris Risma Sunarmas dan Candrika Adhiyasa hadir sebagai narasumber, sementara 15 orang dari kalangan umum menjadi bagian dari peristiwa tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada titik ini, sastra tidak hanya dibicarakan, tetapi mulai dirasakan sebagai sebuah ruang yang luas sekaligus sublim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Audiens menangkap bahwa <em>Semarak Sastra Mahardika</em> telah membuka cara pandang baru terhadap sastra: sebuah ruang yang dapat dimasuki dari berbagai arah, tetapi tetap menyimpan kedalaman dan keheningan tertentu.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--45">Membaca keadaan sastra di Kuningan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sehari setelah Panggung Buku, pada 19 September 2026, masih di Kebon Kaisar, berlangsung <strong>Cengo Bareng</strong> dengan tema “Keadaan Sastra di Kuningan”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan menghadirkan Asep Budi, Pandu Hamzah, dan Hamdan, dengan 10 orang audiens.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan ini menjadi semacam ruang untuk bercermin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah semarak berbagai kegiatan, muncul kesadaran bahwa kehidupan kesastraan di Kuningan masih dianggap sepi. Salah satu persoalan yang dibicarakan adalah adanya dikotomi dan polarisasi arah pengkaryaan yang masih bersifat domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Catatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em>. Sebuah perayaan sastra tidak hanya perlu merayakan apa yang telah tumbuh, tetapi juga membaca persoalan yang masih mengitarinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan begitu, kegiatan sastra dapat menjadi ruang refleksi terhadap kondisi ekosistem kesastraan itu sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--46">Dari sastra menuju ingatan sejarah Emma Poeradiredja</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Namun perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em> tidak berhenti pada buku dan percakapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut kemudian bergerak menuju ingatan sejarah melalui <strong>Pameran Biografi Emma Poeradiredja</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Beberapa di antara mereka mengaku baru mengetahui bahwa terdapat seorang tokoh besar yang lahir di Kuningan, yakni Emma Poeradiredja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biografi yang biasanya terasa seperti deretan fakta dan tanggal melalui pameran ini dapat dicerna dengan cara yang lebih menyenangkan. Sejarah tidak hanya dibaca, tetapi juga dilihat, dirasakan, dan didekati melalui pengalaman visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, sastra dan kebudayaan bertemu dengan persoalan ingatan. Siapa yang kita ingat, bagaimana sebuah kisah disampaikan, dan bagaimana generasi hari ini mengenal kembali tokoh dari masa lalu menjadi bagian dari proses merawat sejarah.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--47">“Relikui; Suara Emma yang Tak Boleh Padam”</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dari ruang pameran, perjalanan akhirnya bermuara pada pertunjukan <strong>“Relikui; Suara Emma yang Tak Boleh Padam.”</strong></p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6ac53599c8bcd&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-48 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599c902d&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599c902d" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="681" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2350" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-1024x681.jpeg" alt="Semarak Sastra Mahardika 1" class="wp-image-2350" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-1024x681.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-300x199.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-767x510.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac53599c952f&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac53599c952f" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="681" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2351" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-1024x681.jpeg" alt="Semarak Sastra Mahardika 2" class="wp-image-2351" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-1024x681.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-767x510.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-300x199.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34.jpeg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan ini menjadi salah satu titik penting dalam keseluruhan rangkaian <em>Semarak Sastra Mahardika</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah kepahlawanan Emma Poeradiredja tidak disampaikan sebagai sejarah yang beku, melainkan dihidupkan kembali melalui sastra pertunjukan dengan melibatkan narasi, musik orkestra, pembacaan puisi, dan penari dalam satu pertunjukan utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemasan tersebut menawarkan cara lain kepada masyarakat Kuningan untuk mengenal sekaligus menyampaikan kembali pesan kepahlawanan Emma Poeradiredja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpaduan antara makna dan naskah yang dipentaskan membuat kisah tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ia menjelma menjadi pengalaman emosional yang menggetarkan penonton dan meninggalkan pesan mengenai perjuangan Emma Poeradiredja.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--49">Dari buku ke panggung, dari kata ke peristiwa</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jika seluruh rangkaian dibaca sebagai satu kesatuan, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> sesungguhnya adalah perjalanan dari buku menuju manusia, dari percakapan menuju kesadaran, dan dari ingatan menuju pertunjukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia dimulai dari kehilangan, kemudian bergerak kepada kegetiran, keluarga, riset, komunitas, buku, hingga persoalan kehidupan sastra di Kuningan.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2193 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-other tag-aduopini tag-bts-baepsae tag-kemiskinan tag-marxisme tag-privilege-kekuasaan tag-zahra-vindy-griyanti">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-12T07:27:36+07:00">12 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/12/siapa-yang-menulis-aturan-main-dialog-antara-marx-dan-baepsae-karya-bts/" target="_blank" >Siapa yang Menulis Aturan Main? Dialog antara Marx dan Baepsae Karya BTS</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-742 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-literature tag-adukabar tag-bahasa-indonesia tag-bipa tag-internasional tag-puisi-modern-indonesia tag-sastra tag-ussh-vietnam">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-11-25T17:10:27+07:00">25 November 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/11/25/andriyana-hidupkan-pembelajaran-puisi-modern-indonesia-di-ussh-ho-chi-minh-city-vietnam/" target="_blank" >Andriyana Hidupkan Pembelajaran Puisi Modern Indonesia di USSH Ho Chi Minh City Vietnam</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2301 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-culture category-literature tag-adukabar tag-bukusam tag-kuningan tag-sastra tag-semarak-sastra-mahardika">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-12T20:35:53+07:00">12 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/12/bukusam-gelar-semarak-sastra-mahardika-ramaikan-ekosistem-sastra-di-kuningan/" target="_blank" >Bukusam Gelar Semarak Sastra Mahardika, Ramaikan Ekosistem Sastra di Kuningan</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian perjalanan itu menemukan satu simpul yang lebih besar: ingatan terhadap seorang perempuan bernama <strong>Emma Poeradiredja</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra dalam rangkaian ini tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang jauh dan eksklusif. Ia dibawa mendekat kepada pelajar, guru, mahasiswa, komunitas, masyarakat umum, pembaca, penonton, dan siapa saja yang bersedia duduk bersama untuk mendengarkan sebuah cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> meninggalkan sebuah kesan bahwa sastra juga berkaitan dengan cara manusia mengingat, merawat, mempertanyakan, membagikan, dan menghidupkan kembali sesuatu yang hampir dilupakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari buku ke panggung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari kata ke peristiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari masa lalu ke hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan dari sana, suara itu terus berjalan, seperti judul pertunjukan yang menjadi penutup rangkaian: <strong>“Suara Emma yang Tak Boleh Padam.”</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kok Mahal? Kan Cuma Bikin Desain: Melihat Nilai Jasa Desain di Kuningan</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/17/kok-mahal-kan-cuma-bikin-desain-melihat-nilai-jasa-desain-di-kuningan/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/17/kok-mahal-kan-cuma-bikin-desain-melihat-nilai-jasa-desain-di-kuningan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 02:13:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduOpini]]></category>
		<category><![CDATA[Art & Design]]></category>
		<category><![CDATA[Alfiq Haikal]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2339</guid>

					<description><![CDATA[“Kang, Bikin desain dong, Tenang&#8230; nanti saya kasih uang makasih” Kalimat seperti ini mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi seorang desainer, kalimat tersebut sering kali menggambarkan bagaimana pekerjaan desain masih dipahami sebagai aktivitas membuat sesuatu terlihat menarik. Tidak jarang, desain juga dinilai hanya dari hasil akhirnya. Ketika sebuah logo terlihat sederhana, orang bisa menganggap proses pembuatannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">“Kang, Bikin desain dong, Tenang&#8230; nanti saya kasih uang makasih”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat seperti ini mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi seorang desainer, kalimat tersebut sering kali menggambarkan bagaimana pekerjaan desain masih dipahami sebagai aktivitas membuat sesuatu terlihat menarik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak jarang, desain juga dinilai hanya dari hasil akhirnya. Ketika sebuah logo terlihat sederhana, orang bisa menganggap proses pembuatannya mudah. Ketika sebuah poster hanya berisi beberapa elemen visual, pekerjaan tersebut dianggap tidak terlalu sulit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, ketika membandingkan jasa desain, harga sering kali menjadi pertimbangan utama tanpa melihat kebutuhan dan proses di baliknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, desain bukan hanya tentang membuat gambar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik sebuah logo, poster, kemasan, atau identitas visual, terdapat proses memahami kebutuhan, mencari persoalan, mengeksplorasi ide, menentukan konsep, hingga memilih cara terbaik untuk menyampaikan pesan. Proses tersebut sering kali tidak terlihat oleh orang lain karena yang diterima pada akhirnya hanyalah sebuah file.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah sebuah pekerjaan desain dapat diukur hanya berdasarkan hasil akhirnya?</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--56">Desain Bukan Sekadar Tampilan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di dunia desain, kita sering kali terlalu fokus pada bagaimana sesuatu terlihat sampai lupa memahami mengapa sesuatu itu dibuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan sebuah poster event dengan warna yang menarik, tipografi yang keren, dan komposisi yang terlihat rapi. Secara visual, poster tersebut mungkin berhasil menarik perhatian. Namun, ketika audiens kesulitan menemukan informasi tanggal acara, lokasi, harga tiket, atau cara melakukan pendaftaran, muncul pertanyaan: apakah poster tersebut sudah berhasil menjalankan fungsinya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh ini menunjukkan bahwa desain tidak hanya berkaitan dengan estetika. Desain juga berkaitan dengan komunikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan berarti estetika tidak penting. Warna, tipografi, komposisi, dan elemen visual tetap memiliki peran dalam membangun perhatian, suasana, dan persepsi. Namun, estetika bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah desain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah desain yang terlihat menarik belum tentu mampu menyampaikan pesan dengan baik. Sebaliknya, desain yang terlihat sederhana bisa saja berhasil karena mampu menjawab kebutuhan dan memudahkan orang memahami informasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, desain tidak berhenti pada pertanyaan “Apakah ini terlihat bagus?”, tetapi juga perlu menjawab pertanyaan “Apakah ini bekerja sesuai tujuannya?”</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--57">Kesederhanaan Tidak Selalu Berarti Mudah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu hal yang sering terjadi adalah ketika sebuah desain terlihat sederhana, proses di baliknya ikut dianggap sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah logo yang hanya terdiri dari bentuk dan tulisan mungkin terlihat mudah dibuat. Padahal, menentukan bentuk yang tepat, memilih karakter huruf, mengatur proporsi, serta memastikan logo tetap dapat digunakan dalam berbagai media membutuhkan banyak pertimbangan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/alexandre-pascal-9hbPTPBdrfY-unsplash-1024x683.jpg" alt="Alexander Pascal on Unsplash" class="wp-image-2342" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/alexandre-pascal-9hbPTPBdrfY-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/alexandre-pascal-9hbPTPBdrfY-unsplash-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/alexandre-pascal-9hbPTPBdrfY-unsplash-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/alexandre-pascal-9hbPTPBdrfY-unsplash.jpg 1500w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto: Alexander Pascal on Unsplash</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kesederhanaan sering kali merupakan hasil dari proses menyaring. Desainer harus menentukan elemen mana yang penting, mana yang perlu dikurangi, dan bagaimana sebuah bentuk dapat tetap memiliki karakter tanpa menjadi berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, output yang sederhana tidak selalu lahir dari proses yang sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang sama juga berlaku pada desain poster, kemasan, maupun identitas visual. Hasil akhir yang terlihat bersih dan tidak rumit bisa saja merupakan hasil dari banyak eksplorasi, percobaan, diskusi, dan keputusan yang tidak terlihat oleh audiens.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah perbedaan antara “membuat sesuatu” dan “merancang sesuatu” menjadi penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Membuat sesuatu bisa berarti menghasilkan bentuk akhir. Sementara merancang sesuatu berarti memikirkan alasan, fungsi, konteks, dan bagaimana sesuatu tersebut akan digunakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--58">Nilai Desain Ada pada Proses Berpikir</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi saya, desain adalah bentuk komunikasi dan pemecahan masalah. Desain bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang terlihat baik, tetapi juga memahami mengapa sesuatu itu perlu dibuat dan bagaimana sesuatu tersebut dapat bekerja.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/ux-indonesia-qC2n6RQU4Vw-unsplash-1024x683.jpg" alt="UX Indonesia" class="wp-image-2343" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/ux-indonesia-qC2n6RQU4Vw-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/ux-indonesia-qC2n6RQU4Vw-unsplash-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/ux-indonesia-qC2n6RQU4Vw-unsplash-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/ux-indonesia-qC2n6RQU4Vw-unsplash.jpg 1500w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto: UX Indonesia on Unsplash</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum membuat desain, ada kebutuhan yang perlu dipahami. Ada masalah yang harus dicari. Ada pesan yang perlu disampaikan. Ada audiens yang akan melihat, membaca, menggunakan, atau berinteraksi dengan hasil desain tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, nilai desain tidak hanya berada pada hasil akhirnya. Nilai tersebut juga terdapat pada proses berpikir, keputusan yang diambil, dan bagaimana desain tersebut menjawab kebutuhan yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pengalaman saya sebagai desainer, sebuah proyek tidak selalu benar-benar berhenti ketika file akhirnya dikirim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah identitas visual dapat berkembang menjadi kebutuhan komunikasi berikutnya. Logo bisa menjadi dasar untuk sistem visual, kemasan, media sosial, hingga kebutuhan promosi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah proses desain juga dapat menghasilkan pemahaman baru tentang karakter sebuah brand, kebutuhan audiens, dan cara menyampaikan pesan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, desain tidak hanya menghasilkan sebuah output. Desain juga menghasilkan pemahaman dan kemungkinan untuk dikembangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi saya, sebuah proyek selalu meninggalkan sesuatu. Bisa berupa solusi, pembelajaran, pemahaman tentang masalah, atau kemungkinan baru yang sebelumnya belum terlihat.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--59">Membicarakan Harga secara Lebih Adil</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, bagaimana dengan harga desain?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu, bukan berarti semua desain dengan harga tinggi otomatis lebih baik. Harga perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, ruang lingkup pekerjaan, dan kondisi setiap customer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Customer juga memiliki budget dan pertimbangan masing-masing. Membandingkan harga bukanlah sesuatu yang salah. Setiap orang berhak memilih jasa yang sesuai dengan kebutuhannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, membandingkan pekerjaan desain hanya berdasarkan harga atau jumlah file yang diterima juga belum tentu memberikan gambaran yang utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua pekerjaan yang sama-sama menghasilkan satu logo, misalnya, bisa memiliki proses, tingkat kesulitan, kebutuhan, dan tanggung jawab yang berbeda. Satu proyek mungkin hanya membutuhkan penyesuaian sederhana, sementara proyek lain membutuhkan eksplorasi konsep, riset, pengembangan identitas, presentasi, dan beberapa tahap revisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, harga desain tidak hanya membayar bentuk akhir. Ada waktu, pengalaman, komunikasi, proses berpikir, serta tanggung jawab untuk menemukan solusi yang sesuai.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-803 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-art-design tag-aduopini tag-agung-m-abul tag-art tag-borobudur-writers-culture-festival tag-budaya tag-cirebon tag-exhibition tag-fksm tag-pekan-sastra-cirebon tag-sastra tag-seni">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-11-27T23:07:03+07:00">27 November 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/11/27/cirebon-dan-tanda-tanda-yang-menyala-kembali/" target="_blank" >Cirebon dan Tanda-Tanda yang Menyala Kembali?</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-570 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-art-design tag-aduopini tag-desain-grafis tag-design tag-identitas-visual tag-pemerintah">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-08-17T15:06:39+07:00">17 Agustus 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/08/17/wajah-dalam-desain-grafis-pemerintah-antara-pencitraan-dan-etika-komunikasi-publik/" target="_blank" >Wajah dalam Desain Grafis Pemerintah: Antara Pencitraan dan Etika Komunikasi Publik</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-311 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-art-design category-culture tag-aduopini tag-branding tag-public-policy tag-tourism">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-07-02T17:02:35+07:00">2 Juli 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/07/02/bagai-mengecat-dinding-yang-belum-kering-sebuah-catatan-penting-untuk-tourism-branding/" target="_blank" >Bagai Mengecat Dinding yang Belum Kering: Sebuah Catatan Penting untuk Tourism Branding</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Memahami hal ini bukan berarti customer harus selalu memilih jasa dengan harga paling mahal. Menghargai desain berarti melihat pekerjaan secara lebih utuh, memahami ruang lingkupnya, memberikan brief yang jelas, berdiskusi dengan baik, dan menilai hasil berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--60">Melihat Desain di Kuningan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di Kuningan, kebutuhan terhadap desain terus berkembang. Usaha lokal, komunitas, event, produk, dan berbagai kegiatan kreatif membutuhkan desain untuk membangun identitas, memperkenalkan sesuatu, dan berkomunikasi dengan audiens.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perkembangan tersebut, penting bagi kita untuk mulai melihat desain bukan hanya sebagai pekerjaan membuat visual, tetapi sebagai bagian dari proses membangun komunikasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Desain dapat membantu sebuah usaha terlihat lebih jelas. Desain dapat membantu sebuah event menyampaikan informasi. Desain dapat membantu sebuah produk memiliki karakter dan lebih mudah dikenali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik, hubungan antara customer dan desainer juga perlu dibangun melalui komunikasi dan pemahaman yang sehat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Desainer perlu memahami kebutuhan customer, bukan hanya mengejar tampilan. Di sisi lain, customer juga perlu memahami bahwa pekerjaan desain memiliki proses dan tanggung jawab yang tidak selalu terlihat pada hasil akhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, desain bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi juga tentang alasan mengapa sesuatu dibuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah desain yang baik tidak selalu harus rumit, penuh warna, atau terlihat spektakuler. Terkadang, desain yang baik justru terlihat sederhana karena berhasil menyampaikan pesan dengan jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka, sebelum mengatakan, “Bikin desain doang, kok harganya mahal?”, mungkin kita bisa melihat lebih jauh dari sekadar file yang diterima.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena di balik sebuah desain, ada proses memahami masalah, menentukan cara berkomunikasi, mengambil keputusan, dan mencari solusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Desain bukan hanya menghasilkan sesuatu. Desain juga menghasilkan pemahaman.</p>



<div class="wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:33.33%">
<figure class="wp-block-image size-full is-style-rounded"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="1001" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Alfiq-Haikal.jpg" alt="" class="wp-image-2345" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Alfiq-Haikal.jpg 1000w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Alfiq-Haikal-300x300.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Alfiq-Haikal-150x150.jpg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Alfiq-Haikal-768x769.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:66.66%">
<p class="wp-block-paragraph">Ditulis oleh:</p>



<p class="is-style-text-label is-style-text-label--61 wp-block-paragraph"><strong>Fixive.id | Alfiq Haikal</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Alfiq Haikal adalah seorang Senior Graphic Designer di Erion Space dengan pengalaman lebih dari lima tahun di bidang desain. Alfiq berfokus pada branding, identitas visual, komunikasi desain, serta kebutuhan visual untuk berbagai proyek kreatif dan event. Di luar pekerjaan profesional, Alfiq juga sedang membangun Fixive.id sebagai wadah kreatif untuk mengembangkan karya dan membantu kebutuhan visual berbagai usaha, komunitas, dan proyek kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Instagram: <a href="https://instagram.com/alfiq.haikal" target="_blank" rel="noopener">@alfiq.haikal</a> | <a href="https://instagram.com/fixive.id" target="_blank" rel="noopener">@fixive.id</a></p>
</div>
</div>



<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/17/kok-mahal-kan-cuma-bikin-desain-melihat-nilai-jasa-desain-di-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2339</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mariners Rilis EP Perdana Gradasi yang Berantakan!, Empat Lagu dalam Kekacauan yang Belum Selesai</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/17/mariners-rilis-ep-perdana-gradasi-yang-berantakan-empat-lagu-dalam-kekacauan-yang-belum-selesai/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/17/mariners-rilis-ep-perdana-gradasi-yang-berantakan-empat-lagu-dalam-kekacauan-yang-belum-selesai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 01:41:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Mariners]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2333</guid>

					<description><![CDATA[Mariners resmi merilis EP perdana bertajuk Gradasi yang Berantakan!. Berisi empat lagu, rilisan ini memperkenalkan karakter alternative rock softpunk dari Kuningan yang tumbuh dari ketidakteraturan, benturan, dan cerita yang belum benar-benar selesai. Kancah musik independen Kuningan kembali kedatangan rilisan baru. Mariners, unit alternative rock softpunk asal pinggiran Kabupaten Kuningan, resmi memperkenalkan EP perdana mereka, Gradasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mariners resmi merilis EP perdana bertajuk</strong> <em><strong>Gradasi yang Berantakan!</strong></em><strong>. Berisi empat lagu, rilisan ini memperkenalkan karakter alternative rock softpunk dari Kuningan yang tumbuh dari ketidakteraturan, benturan, dan cerita yang belum benar-benar selesai.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kancah musik independen Kuningan kembali kedatangan rilisan baru. <strong>Mariners</strong>, unit alternative rock softpunk asal pinggiran Kabupaten Kuningan, resmi memperkenalkan EP perdana mereka, <strong><em>Gradasi yang Berantakan!</em></strong> pada 2 Agustus 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP ini berisi empat lagu yang hadir dengan tema, warna, dan karakter suara yang tidak sepenuhnya tertata. Bagi Mariners, kondisi tersebut justru menjadi bagian penting dari identitas rilisan pertama mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gradasi yang Berantakan!</em> dibangun sebagai kumpulan fragmen yang saling berhubungan. Empat lagu di dalamnya tidak ditempatkan sebagai rangkaian yang harus terdengar seragam atau sempurna. Masing-masing memiliki karakter dan ruangnya sendiri, sementara keseluruhannya bertemu dalam satu narasi tentang sesuatu yang terdengar berantakan untuk disebut selesai.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--67">Tema, Warna, dan Suara yang Tak Tertata</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu gagasan yang menjadi gambaran utama EP ini adalah <strong>“tema, warna dan suara yang tak tertata menjadi tanda.”</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Gagasan tersebut terasa relevan dengan cara Mariners membingkai <em>Gradasi yang Berantakan!</em>. Keempat lagu membawa warna dan karakter masing-masing, tetapi tetap berada dalam ruang narasi yang sama. Ada ketidaksempurnaan, benturan, dan proses memahami sesuatu yang belum memiliki bentuk akhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih menyembunyikan ketidakteraturan tersebut, Mariners menjadikannya sebagai bagian dari cara mereka bercerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, kata “berantakan” pada judul EP tidak hanya merujuk pada bagaimana musik terdengar. Ia juga menjadi cara untuk melihat proses kreatif dan pengalaman yang melatarbelakangi karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada sesuatu yang sedang dicari, sesuatu yang sedang dirangkai, tetapi belum sepenuhnya menemukan bentuk finalnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--68"><em>Gradasi yang Berantakan!</em> dan Empat Fragmennya</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Judul <strong><em>Gradasi yang Berantakan!</em></strong> mengambil gagasan tentang pertemuan berbagai warna yang seharusnya dapat membentuk sebuah gradasi. Namun, alih-alih bergerak secara teratur dari satu warna ke warna lainnya, semuanya justru bergerak tanpa aturan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam empat lagu yang menjadi isi EP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap lagu dapat berdiri sebagai fragmen tersendiri. Namun ketika didengarkan sebagai satu kesatuan, keempatnya membentuk gambaran yang lebih besar. Tidak selalu mulus, tidak selalu rapi, dan tidak selalu memberikan jawaban yang jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru di situlah Mariners menemukan bentuk dari rilisan perdana mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gradasi yang Berantakan!</em> tidak mencoba membangun pengalaman mendengarkan yang sepenuhnya teratur. Pendengar diajak masuk ke dalam kumpulan suara yang saling bertabrakan, kemudian menemukan sendiri hubungan dan makna di antara fragmen-fragmen tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--69">Awal Perjalanan Musikal Mariners</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai <strong>EP perdana Mariners</strong>, rilisan ini sekaligus menjadi penanda awal perjalanan mereka dalam memperkenalkan identitas musikal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mariners merupakan band <strong>alternative rock softpunk santun</strong> yang berasal dari pinggiran Kabupaten Kuningan. Band ini terbentuk pada 2024 dan digawangi oleh tiga mahasiswa, yaitu <strong>Ihram Amarandani</strong> pada gitar, <strong>Anggarha Rizkiawan Pramudia</strong> pada gitar, serta <strong>Muhamad Ahdan</strong> pada bass dan vokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Latar tersebut memberikan konteks tersendiri bagi <em>Gradasi yang Berantakan!</em>. Rilisan ini menjadi titik awal bagi Mariners untuk memperkenalkan bagaimana mereka memandang musik, proses berkarya, sekaligus lingkungan tempat mereka tumbuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai rilisan pertama, EP ini juga membuka kemungkinan bagi perkembangan musikal Mariners ke depannya. Empat lagu di dalamnya dapat dipandang sebagai dokumentasi dari satu fase perjalanan, ketika identitas tersebut masih terus dibentuk dan dinegosiasikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--70">Tidak Harus Selesai untuk Bisa Didengarkan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ada kecenderungan dalam musik untuk menganggap sebuah karya selesai ketika seluruh elemennya telah tersusun secara rapi. Mariners justru mengambil posisi yang berbeda melalui <em>Gradasi yang Berantakan!</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP ini membiarkan sejumlah hal tetap terbuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendengar tidak diberikan satu makna tunggal yang harus diterima. Sebaliknya, setiap orang dapat menemukan interpretasinya sendiri dari empat fragmen yang ditawarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, “belum selesai” dalam <em>Gradasi yang Berantakan!</em> bukan berarti karya tersebut belum rampung secara produksi. Ia merupakan gagasan artistik tentang pengalaman, perasaan, dan proses yang memang tidak selalu memiliki titik akhir yang jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Empat lagu. Empat fragmen. Satu cerita yang tidak pernah benar-benar selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, <strong><em>Gradasi yang Berantakan!</em></strong> sudah tersedia di berbagai platform musik digital dan dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, serta platform streaming lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Mariners, perjalanan mungkin baru dimulai. Dan seperti judulnya, perjalanan tersebut boleh saja tetap sedikit berantakan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Gradasi Yang Berantakan!" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/0NHY82THSPp73ZTcQmZdRl?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--71">Tentang Mariners</h3>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-1024x1024.jpg" alt="Mariners" class="wp-image-2336" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-1024x1024.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-300x300.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-150x150.jpg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-768x768.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-1536x1536.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-2048x2048.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mariners</strong> adalah band alternative rock softpunk dari pinggiran Kabupaten Kuningan yang terbentuk pada 2024. Band ini beranggotakan tiga mahasiswa, yaitu Ihram Amarandani (gitar), Anggarha Rizkiawan Pramudia (gitar), dan Muhamad Ahdan (bass, vokal).</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-04-13T19:10:49+07:00">13 April 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-660 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-kuningan tag-music tag-newrelease tag-pelantun-lirih tag-sastra">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-11-03T10:25:28+07:00">3 November 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/" target="_blank" >Pelantun Lirih: Mars Para Pemimpi dari Air &amp; Bir</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-04-17T16:46:36+07:00">17 April 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/17/mariners-rilis-ep-perdana-gradasi-yang-berantakan-empat-lagu-dalam-kekacauan-yang-belum-selesai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Waves Studio Gelar Menuju Pentas Irama Dwara, Colorcode Jadi Bintang Tamu Utama</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/14/waves-studio-gelar-menuju-pentas-irama-dwara-colorcode-jadi-bintang-tamu-utama/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/14/waves-studio-gelar-menuju-pentas-irama-dwara-colorcode-jadi-bintang-tamu-utama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:15:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Gigs]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Colorcode]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Pentas Irama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2319</guid>

					<description><![CDATA[Menjelang penyelenggaraan Pentas Irama Dwara pada 10 Oktober 2026, Waves Studio menggelar Menuju Pentas Irama Dwara di Famouz Cafe, Cirebon, pada 12 September 2026. Pertunjukan ini menjadi salah satu rangkaian menuju gelaran utama Pentas Irama sekaligus mempertemukan sejumlah musisi dengan karakter musik yang beragam dalam satu panggung. Salah satu daya tarik utama dalam gelaran tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menjelang penyelenggaraan <strong>Pentas Irama Dwara</strong> pada 10 Oktober 2026, Waves Studio menggelar <strong>Menuju Pentas Irama Dwara</strong> di Famouz Cafe, Cirebon, pada 12 September 2026. Pertunjukan ini menjadi salah satu rangkaian menuju gelaran utama Pentas Irama sekaligus mempertemukan sejumlah musisi dengan karakter musik yang beragam dalam satu panggung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu daya tarik utama dalam gelaran tersebut adalah kehadiran <strong>Colorcode</strong>, band asal Yogyakarta yang menjadi bintang tamu utama. Kehadiran Colorcode sekaligus menambah daftar penampil yang sebelumnya pernah tampil dalam rangkaian Pentas Irama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Colorcode dikenal melalui sejumlah lagu seperti <em>Merra</em>, <em>All Is Gone</em>, dan <em>Losing Passion</em>, yang merepresentasikan karakter pop punk mereka. Dalam Menuju Pentas Irama Dwara, mereka membawa energi dari album terbaru <em>Constant Change</em> ke hadapan penonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Colorcode, panggung Menuju Pentas Irama Dwara juga diisi oleh <strong>Black Corollas, Morbid Throne, dan Losing Fight</strong>. Perbedaan karakter musik dari masing-masing penampil membuat pertunjukan ini tidak berhenti pada satu warna musik saja. Penonton diajak menikmati beragam rona musikal yang hadir dalam satu perjumpaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--75">Colorcode Bicara Proses Kreatif dan Masa Hiatus</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Colorcode tidak hanya berlangsung di atas panggung. Dalam sesi <strong>Telisik Musik</strong>, mereka juga berbincang mengenai perjalanan musikal dan proses kreatif di balik album <em>Constant Change</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan tersebut turut membahas cerita di balik keputusan Colorcode untuk menjalani masa hiatus sebelumnya. Sesi ini menjadi bagian lain dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan musisi dengan penikmat musik secara lebih dekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Format semacam ini sejalan dengan semangat Pentas Irama yang sejak awal dikembangkan sebagai ruang pertunjukan musik yang intim dan minim sekat antara penampil dan pendengar.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-76 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="684" height="1024" data-id="2322" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00731-684x1024.jpg" alt="Menuju Pentas Irama Dwara" class="wp-image-2322" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00731-684x1024.jpg 684w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00731-200x300.jpg 200w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00731-768x1150.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00731.jpg 1000w" sizes="auto, (max-width: 684px) 100vw, 684px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="684" height="1024" data-id="2323" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00521-684x1024.jpg" alt="Talks Menuju Pentas Irama Dwara" class="wp-image-2323" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00521-684x1024.jpg 684w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00521-200x300.jpg 200w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00521-768x1150.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00521.jpg 1000w" sizes="auto, (max-width: 684px) 100vw, 684px" /></figure>
</figure>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--77">Menyusun Perjalanan Menuju Pentas Irama Dwara</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menuju Pentas Irama Dwara menjadi bagian dari upaya Waves Studio membangun pengalaman secara bertahap sebelum acara utama berlangsung. Rangkaian tersebut dirancang untuk menghubungkan penonton dengan berbagai kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan energi Pentas Irama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Project Leader Pentas Irama, <strong>Rasyid Bajrie</strong>, mengatakan bahwa pelaksanaan kali ini dipersiapkan dengan lebih matang dibandingkan pelaksanaan Pentas Irama sebelumnya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Untuk kesan pelaksanaan, lebih well prepare dari Pentas Irama biasanya. Tim lebih siap, karena banyak belajar juga dari kegiatan sebelumnya. Kemudian yang paling spesialnya adalah respons audiens yang semakin trust dan menunggu-nunggu Pentas Irama.”</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Rasyid, respons penonton menjadi salah satu hal penting dalam perjalanan Pentas Irama. Kepercayaan dan antusiasme audiens menunjukkan bahwa ruang pertunjukan musik yang dibangun secara kolektif mulai memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penikmatnya.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac5359a02056&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac5359a02056" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="684" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00464-1024x684.jpg" alt="Talks Menuju Pentas Irama Dwara" class="wp-image-2324" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00464-1024x684.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00464-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00464-767x512.jpg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/GPY00464.jpg 1498w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menuju Pentas Irama Dwara pun diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan antara musik, penonton, serta beragam energi yang mengantarkan menuju penyelenggaraan Pentas Irama Dwara pada 10 Oktober 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Harapan ke depan, Pentas Irama terus tumbuh bersama penikmatnya, karena Pentas Irama tau untuk bertumbuh di kota ini emang gak mudah,” pungkas Rasyid.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--78">Pentas Irama dan Upaya Membangun Koneksi Antarkota</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pentas Irama</strong> merupakan pertunjukan musik yang dikembangkan dengan konsep intim tanpa sekat antara pendengar dan penampil. Platform yang digagas oleh Waves Studio ini mulai dibuat pada pertengahan 2023 dan dikerjakan dengan semangat kolektif yang mandiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menghadirkan pengalaman pertunjukan yang dekat dengan audiens, Pentas Irama juga memiliki tujuan untuk membangun koneksi antarkota melalui pertemuan antara band skala nasional dan band emerging lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep tersebut membuat Pentas Irama tidak hanya berfungsi sebagai panggung pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan bagi berbagai latar dan perkembangan musik.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-164 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-inheritors tag-music tag-newrelease tag-single">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-03-25T19:18:00+07:00">25 Maret 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/03/25/inheritors-lepas-single-kedua-pestilence-wabah-baru-dari-bawah-tanah/" target="_blank" >Inheritors Lepas Single Kedua “Pestilence”: Wabah Baru dari Bawah Tanah</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-342 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-gigs category-music tag-adukabar tag-back-for-more tag-gigs tag-hardcore tag-horse-city-crew tag-makaya-coffee tag-music">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-07-12T15:59:29+07:00">12 Juli 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/07/12/back-for-more-vol-10-titik-ledak-skena-hardcore-di-utara-kuningan/" target="_blank" >Back For More Vol.10: Titik Ledak Skena Hardcore di Utara Kuningan</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2167 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-kuningan tag-lagu tag-music tag-newrelease tag-single tag-the-garams">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-07T14:56:58+07:00">7 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/07/the-garams-rilis-dan-aku-membisu-single-baru-yang-merayakan-momen-saat-harapan-menjadi-nyata/" target="_blank" >The Garams Rilis &#8220;Dan Aku Membisu&#8221;, Single Baru yang Merayakan Momen Saat Harapan Menjadi Nyata</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <strong>Waves Studio</strong> merupakan studio agensi yang berfokus pada musik, seni rupa, dan literasi dalam konteks urban, identitas kota, serta kebudayaan secara lebih luas. Aktivitasnya dikembangkan melalui berbagai bentuk program seperti festival, pameran, ruang baca dan diskusi, lokakarya, penelitian, hingga penerbitan buku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pengembangannya, Waves Studio juga memiliki visi untuk tumbuh menjadi institut seni pertunjukan kontemporer sekaligus ekosistem studi yang menyediakan ruang belajar publik dengan nilai kesetaraan, berbagi, solidaritas, pertemanan, dan kebersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui Menuju Pentas Irama Dwara, perjalanan menuju Pentas Irama Dwara 10 Oktober 2026 mulai dibangun melalui serangkaian perjumpaan yang mempertemukan musisi, penonton, dan berbagai energi kreatif dalam satu ekosistem.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/14/waves-studio-gelar-menuju-pentas-irama-dwara-colorcode-jadi-bintang-tamu-utama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2319</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Karnaval Budaya Kuningan 2026: Antara Napak Tilas Sejarah dan Reduksi Menjadi Parade Kostum</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/14/karnaval-budaya-kuningan-2026-antara-napak-tilas-sejarah-dan-reduksi-menjadi-parade-kostum/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/14/karnaval-budaya-kuningan-2026-antara-napak-tilas-sejarah-dan-reduksi-menjadi-parade-kostum/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 00:35:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduOpini]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[AR Affandi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi ke-528 Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2313</guid>

					<description><![CDATA[Karnaval budaya semestinya tidak berhenti pada persoalan kemeriahan. Ia adalah ruang publik tempat identitas, ingatan kolektif, sejarah, dan kebudayaan suatu masyarakat dipertemukan dalam sebuah peristiwa yang dapat dilihat, dirasakan, sekaligus dipahami. Karena itu, ketika Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan 2026 secara konseptual diarahkan untuk mengangkat perjalanan sejarah Kuningan dari masa ke masa, ekspektasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Karnaval budaya semestinya tidak berhenti pada persoalan kemeriahan. Ia adalah ruang publik tempat identitas, ingatan kolektif, sejarah, dan kebudayaan suatu masyarakat dipertemukan dalam sebuah peristiwa yang dapat dilihat, dirasakan, sekaligus dipahami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, ketika Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan 2026 secara konseptual diarahkan untuk mengangkat perjalanan sejarah Kuningan dari masa ke masa, ekspektasi publik tentu menjadi lebih tinggi. Pemerintah Kabupaten Kuningan sejak awal menyampaikan bahwa karnaval tahun ini hendak dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tema sejarah Kuningan dari masa ke masa dihadirkan melalui kostum dan pertunjukan yang diharapkan mampu menjadi media pengenalan sejarah kepada masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep tersebut sesungguhnya merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, sebagai pemerhati sejarah dan kebudayaan Kuningan, saya merasa perlu menyampaikan kegelisahan: <strong>apakah konsep tersebut telah benar-benar berhasil mengubah karnaval menjadi medium pembelajaran sejarah, atau justru sejarah kembali direduksi menjadi parade kostum?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan ini penting diajukan bukan untuk mengurangi apresiasi terhadap kerja keras panitia, peserta, maupun pemerintah daerah, melainkan justru karena kita berharap Karnaval Budaya Kuningan memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada sekadar tontonan tahunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah utama yang saya lihat adalah adanya kecenderungan menyamakan representasi sejarah dengan representasi visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seseorang mengenakan pakaian yang dianggap menyerupai pakaian masyarakat masa lalu, membawa properti tertentu, kemudian berjalan dalam sebuah parade. Secara visual hal tersebut memang dapat disebut sebagai representasi masa lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun secara epistemologis, hal tersebut belum tentu merupakan <strong>penyampaian sejarah</strong>. Sejarah bukan hanya tentang bagaimana seseorang berpakaian. Sejarah adalah tentang <strong>manusia, ruang, waktu, peristiwa, perubahan, konflik, gagasan, kekuasaan, kebudayaan, dan pengalaman masyarakat</strong>. Ketika masyarakat melihat seseorang berpakaian sebagai tokoh masa lalu, pertanyaan yang semestinya muncul adalah: <strong><em>Siapa tokoh itu? Hidup pada masa kapan? Apa yang terjadi pada zamannya? Mengapa peristiwa tersebut penting bagi Kuningan? Apa hubungan peristiwa tersebut dengan kehidupan masyarakat Kuningan hari ini?</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak terjawab, maka yang tersisa hanyalah estetika masa lalu. Kita mendapatkan <strong>kostum sejarah</strong>, tetapi belum tentu mendapatkan <strong>kesadaran sejarah</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep <em>Living History</em> sesungguhnya sangat potensial. Living History bukan sekadar menghadirkan orang dengan pakaian masa lalu. Ia merupakan pendekatan interpretatif yang berusaha menghadirkan pengalaman historis melalui tokoh, peristiwa, tindakan, lingkungan, artefak, suara, dan narasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, ada perbedaan mendasar antara: <strong><em>“memakai kostum sejarah”</em></strong> dan <strong><em>“menghidupkan sebuah fragmen sejarah.”</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang pertama menghasilkan parade. Yang kedua menghasilkan pengalaman sejarah. Di sinilah saya melihat persoalan mendasar Karnaval Budaya Kuningan 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gagasan awalnya bergerak menuju <strong>pertunjukan sejarah berjalan</strong>, tetapi dalam pelaksanaannya terdapat risiko besar mengalami reduksi menjadi <strong>pawai kostum berdasarkan periode sejarah</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika masyarakat hanya melihat rombongan dengan pakaian yang berbeda-beda tanpa memahami peristiwa yang melatarinya, maka transformasi informasi sejarah belum terjadi secara optimal. Sejarah berhenti pada <strong>ornamen</strong>. Padahal sejarah seharusnya menjadi <strong>narasi</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya kira kritik ini tidak seharusnya diarahkan kepada kecamatan, sekolah, komunitas, atau peserta karnaval. Mereka pada dasarnya melaksanakan apa yang menjadi tugas dan pemahaman mereka. Persoalan yang lebih mendasar berada pada <strong>desain kuratorial dan dramaturgi kegiatan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika sebuah kelompok diberikan tema sejarah tetapi tidak dibekali perangkat interpretasi sejarah yang memadai, maka sangat wajar apabila hasil akhirnya lebih menonjolkan aspek visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta cenderung berpikir: <em>“Bagaimana kostum kami agar terlihat menarik?”</em> Padahal pertanyaan yang semestinya muncul adalah: <em>“Cerita sejarah apa yang ingin kami sampaikan kepada penonton?”</em> Perbedaan dua pertanyaan tersebut menghasilkan dua jenis karnaval yang sangat berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila Karnaval Budaya Kuningan hendak dipertahankan sebagai <em>Living History</em>, maka konsepnya perlu dikembangkan dengan pendekatan dramaturgi. Setiap episode sejarah harus mempunyai setidaknya lima komponen:</p>



<h4 class="wp-block-heading is-style-text-summary-2 is-style-text-summary-2--87">1. Waktu</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Penonton harus mengetahui <strong>periode sejarah</strong> yang sedang direpresentasikan.</p>



<h4 class="wp-block-heading is-style-text-summary-2 is-style-text-summary-2--88">2. Ruang</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Harus ada konteks geografis atau ruang sosial tempat peristiwa berlangsung.</p>



<h4 class="wp-block-heading is-style-text-summary-2 is-style-text-summary-2--89">3. Tokoh</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa manusia yang mengalami atau menjalankan peristiwa tersebut?</p>



<h4 class="wp-block-heading is-style-text-summary-2 is-style-text-summary-2--90">4. Peristiwa</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang sebenarnya terjadi?</p>



<h4 class="wp-block-heading is-style-text-summary-2 is-style-text-summary-2--91">5. Makna</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa peristiwa tersebut penting bagi perjalanan Kuningan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan lima unsur tersebut, sejarah tidak lagi menjadi dekorasi, tetapi menjadi cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya membayangkan Karnaval Budaya Kuningan ke depan bukan lagi sekadar:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>berjalan – berhenti – berjalan – berhenti.</em></strong> Melainkan: <strong><em>datang – membangun suasana – melakukan adegan – menyampaikan informasi – berinteraksi – bergerak menuju episode berikutnya.</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya ketika memasuki episode Kerajaan Saunggalah, rombongan tidak hanya mengenakan pakaian kerajaan. Mereka dapat menghadirkan: tokoh; rakyat; prajurit; aktivitas ekonomi; musik; properti; dialog pendek; koreografi; adegan dramatik; serta narasi sejarah yang menjelaskan konteks zamannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Durasi adegan tidak perlu panjang. Bahkan 30–60 detik dapat cukup jika dramaturginya kuat. Dengan demikian, <strong>jalan raya berubah menjadi panggung sejarah.</strong> Inilah yang lebih mendekati esensi <em>Living History</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah kurasi. Sejarah tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada interpretasi artistik peserta. Diperlukan mekanisme:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Riset → Kurasi → Interpretasi → Dramaturgi → Pertunjukan.</em></strong><em></em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dewan Kebudayaan, sejarawan, budayawan, akademisi, arsiparis, dan praktisi seni seharusnya bekerja bersama dalam proses tersebut. Setiap kontingen idealnya mempunyai <strong>Kartu Cerita Sejarah</strong> yang memuat:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Periode:</strong><br><strong>Lokasi:</strong><br><strong>Tokoh:</strong><br><strong>Peristiwa:</strong><br><strong>Sumber sejarah:</strong><br><strong>Artefak/properti:</strong><br><strong>Adegan:</strong><br><strong>Narasi:</strong><br><strong>Pesan yang hendak disampaikan:</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dokumen sederhana ini dapat menjadi instrumen untuk memastikan bahwa setiap penampilan mempunyai dasar historis yang jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada bahaya yang lebih serius jika pendekatan ini tidak dikembangkan. Ketika sejarah direpresentasikan terutama melalui kostum, masyarakat akhirnya belajar sejarah melalui simbol-simbol visual yang belum tentu akurat. Hal tersebut dapat melahirkan apa yang dapat disebut sebagai <strong>simplifikasi historis</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masa lalu yang kompleks disederhanakan menjadi: pakaian tertentu = zaman tertentu. Padahal sebuah zaman tidak pernah sesederhana pakaian yang dikenakannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada struktur sosial, politik, ekonomi, kepercayaan, teknologi, konflik, perubahan lingkungan, dan hubungan antarmanusia yang membentuk suatu periode sejarah. Karena itu, kreativitas artistik harus berjalan bersama dengan <strong>ketelitian historis</strong>. Kebebasan artistik tetap diperlukan, tetapi tidak boleh menghilangkan tanggung jawab terhadap fakta sejarah.</p>



<h1 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--92">Penonton Harus Menjadi Bagian dari Proses Belajar</h1>



<p class="wp-block-paragraph">Ukuran keberhasilan Karnaval Budaya tidak semestinya hanya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Jumlah peserta;</li>



<li>Jumlah penonton;</li>



<li>Kemeriahan;</li>



<li>Kemegahan kostum;</li>



<li>Panjangnya rombongan;</li>



<li>Atau banyaknya dokumentasi media sosial.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Ukuran yang lebih penting adalah: <strong>Apa yang dipahami masyarakat setelah menyaksikan karnaval?</strong> Jika sebelum karnaval masyarakat tidak mengetahui tentang sebuah peristiwa sejarah dan setelah menyaksikannya mereka mendapatkan pengetahuan baru, maka karnaval telah menjalankan fungsi edukasinya. Sebaliknya, apabila setelah parade selesai masyarakat hanya mengingat:</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tadi kostumnya bagus.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tadi Ogoh-ogohnya spektakuler”</p>



<p class="wp-block-paragraph">tetapi tidak mampu menjelaskan cerita sejarah yang ditampilkan, maka fungsi edukatifnya belum tercapai. Dengan kata lain: <strong>Kemeriahan adalah instrumen, bukan tujuan akhir.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, saya mengusulkan agar mulai tahun berikutnya Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan secara bertahap diperbaiki dan dikembangkan menjadi:</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--93"><strong>KARNAVAL SEJARAH KUNINGAN</strong> <em>Living History: Sejarah yang Berjalan, Cerita yang Hidup</em></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap episode tidak lagi dinilai berdasarkan kemegahan kostum semata, tetapi berdasarkan beberapa indikator:</p>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><thead><tr><td><strong>Unsur</strong><strong></strong></td><td><strong>Bobot</strong><strong></strong></td></tr></thead><tbody><tr><td>Ketepatan sejarah</td><td>20%</td></tr><tr><td>Kekuatan narasi</td><td>20%</td></tr><tr><td>Dramaturgi dan aksi</td><td>20%</td></tr><tr><td>Kreativitas visual</td><td>15%</td></tr><tr><td>Musik/koreografi</td><td>10%</td></tr><tr><td>Properti/artefak</td><td>10%</td></tr><tr><td>Kostum</td><td>5%</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan sistem penilaian tersebut penting. Sebab <strong>apa yang kita nilai akan menentukan apa yang akan dikerjakan peserta.</strong> Jika kostum menjadi nilai terbesar, peserta akan membuat kostum. Jika cerita, riset, dramaturgi, dan ketepatan sejarah menjadi nilai terbesar, peserta akan membuat cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karnaval sejarah juga dapat menjadi laboratorium pendidikan. Siswa, Kepala Dinas, Direktur BUMD tidak hanya menjadi peserta parade. Mereka dapat dilibatkan sebagai: peneliti sejarah: penulis naskah; aktor; sutradara; penata artistik; pembuat musik; videografer; fotografer; pembuat animasi; pengelola arsip digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, Karnaval Budaya tidak hanya <strong>mempertontonkan sejarah</strong>, tetapi juga <strong>mengajarkan bagaimana sejarah dipelajari dan direpresentasikan.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya menyampaikan kritik ini justru karena saya percaya Kuningan memiliki kekayaan sejarah yang jauh lebih besar daripada apa yang mampu direpresentasikan melalui parade kostum. Kita memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Ada perubahan kekuasaan, masyarakat, kepercayaan, kebudayaan, pendidikan, kolonialisme, pergerakan, perjuangan kemerdekaan, hingga transformasi Kuningan sebagai bagian dari Indonesia modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua itu terlalu berharga jika hanya diterjemahkan menjadi pakaian dan kendaraan hias. Karena itu, kekecewaan terhadap Karnaval Budaya 2026 hendaknya tidak berhenti menjadi keluhan. Ia harus menjadi <strong>evaluasi kebudayaan.</strong> Kita perlu bertanya: <strong>Apa yang sebenarnya ingin kita wariskan kepada generasi berikutnya?</strong> Apakah hanya foto orang memakai kostum masa lalu? Ataukah kesadaran bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki sejarah panjang?</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2235 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-culture tag-adukabar tag-arip-hidayat tag-beek tag-disabilitas tag-graha-wangi tag-kuningan tag-teater tag-teater-pecut">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-17T11:47:13+07:00">17 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/17/panggung-teater-untuk-disabilitas-arah-humanisme-dan-ruang-sosial-bagi-mereka/" target="_blank" >Panggung Teater untuk Disabilitas: Arah Humanisme dan Ruang Sosial Bagi Mereka</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2193 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-other tag-aduopini tag-bts-baepsae tag-kemiskinan tag-marxisme tag-privilege-kekuasaan tag-zahra-vindy-griyanti">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-12T07:27:36+07:00">12 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/12/siapa-yang-menulis-aturan-main-dialog-antara-marx-dan-baepsae-karya-bts/" target="_blank" >Siapa yang Menulis Aturan Main? Dialog antara Marx dan Baepsae Karya BTS</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2174 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-lifestyle tag-aduopini tag-messi tag-mochammad-zawaid-malja tag-ronaldo tag-sepak-bola">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-08T10:00:00+07:00">8 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/08/absurditas-perdebatan-soal-ronaldo-vs-messi-yang-tak-kunjung-usai/" target="_blank" >Absurditas Perdebatan Soal Ronaldo vs Messi yang Tak Kunjung Usai</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Karnaval Budaya Kuningan 2026 telah membuka sebuah pintu penting: <strong>sejarah Kuningan dibawa keluar dari buku dan ruang kelas menuju ruang publik.</strong> Langkah tersebut patut diapresiasi. Namun pintu yang telah dibuka itu perlu dilanjutkan dengan keberanian untuk melakukan evaluasi. Sebab menghadirkan masa lalu bukan sekadar persoalan estetika. Ia adalah persoalan <strong>ingatan kolektif dan identitas masyarakat.</strong> Karena itu, Karnaval Budaya Kuningan ke depan seharusnya tidak berhenti pada: <strong>“Bagaimana membuat parade yang meriah?”</strong> tetapi bergerak menuju pertanyaan yang lebih fundamental: <strong>“Bagaimana membuat masyarakat memahami dari mana Kuningan berasal, bagaimana Kuningan tumbuh, dan ke mana Kuningan hendak pergi?”</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di situlah sesungguhnya makna tema Hari Jadi ke-528: <strong>“Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi.”</strong> <em>Melesat</em> tanpa memahami akar akan kehilangan arah. Alias Meleset. Sebaliknya, <em>ngakar kuat</em> tanpa keberanian menginterpretasikan sejarah secara kritis akan menjadikan masa lalu sekadar romantisme. Maka Karnaval Budaya Kuningan harus mampu mempertemukan keduanya: <strong>masa lalu sebagai akar, masa kini sebagai kesadaran, dan masa depan sebagai tujuan.</strong> Kita tidak membutuhkan sekadar <strong>pawai kostum sejarah</strong>. Kita membutuhkan <strong>sejarah yang hidup.</strong> Sejarah yang berjalan. Sejarah yang berbicara. Sejarah yang dapat dipahami. Dan pada akhirnya—<strong>sejarah yang membuat orang Kuningan mengenal siapa dirinya.</strong></p>



<div class="wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:33.33%">
<figure class="wp-block-image size-full is-style-rounded"><img loading="lazy" decoding="async" width="635" height="635" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/676f66b268ef0.jpg" alt="" class="wp-image-2314" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/676f66b268ef0.jpg 635w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/676f66b268ef0-150x150.jpg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/676f66b268ef0-300x300.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 635px) 100vw, 635px" /></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:66.66%">
<p class="wp-block-paragraph">Ditulis oleh:</p>



<p class="is-style-text-label is-style-text-label--94 wp-block-paragraph"><strong>AR Affandi</strong></p>



<p class="has-minute-font-size wp-block-paragraph">AR Affandi adalah seorang sutradara, produser, penulis skenario, dan pengajar Desain Komunikasi Visual asal Kuningan, Jawa Barat. Profil SingkatProfesi: Sineas (Sutradara, Produser, Penulis Skenario) dan Pendidik Pendidikan/Pekerjaan: Pengajar mata pelajaran Desain Komunikasi Visual (khususnya Fotografi dan Videografi) di SMK Negeri 1 Luragung, Kuningan Aktivitas Organisasi &amp; Komunitas: Ketua Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Forum Film Kuningan serta aktif di komunitas sinematografi Bonti Cinema. Karya dan Prestasi Film Terkenal: Bapak (2022), Sakral (2024), The Nine (2024), serta karya berbasis muatan lokal seperti Series Kuningan &amp; Kenangan dan Jalak Pengkor. Penghargaan: Meraih penghargaan sebagai Best Screenplay Writer di Scout Indie Movie Award 2011 dan Best Film di Garut Film Festival 2023.</p>
</div>
</div>



<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/14/karnaval-budaya-kuningan-2026-antara-napak-tilas-sejarah-dan-reduksi-menjadi-parade-kostum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2313</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
