, ,

Pentas Irama Dwara Hadir di Cirebon, Waves Studio Padukan Musik dan Kultur Kreatif

Waves Studio kembali menghadirkan Pentas Irama melalui Pentas Irama Dwara, sebuah gelaran yang mempertemukan musik, seni, komedi, komunitas, dan berbagai aktivitas kreatif dalam satu rangkaian acara. Kegiatan ini akan berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Goa Sunyaragi, Cirebon.

Pada edisi kali ini, Pentas Irama Dwara membawa format yang lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika Pentas Irama sebelumnya dikenal melalui konsep pertunjukan musik yang lebih intim, edisi Dwara dikembangkan dengan pendekatan semi festival yang menghadirkan lebih banyak aktivitas bagi pengunjung.

Salah satu nama yang menjadi daya tarik utama adalah Reality Club, band indie pop asal Jakarta yang akan tampil sebagai penampil utama. Kehadiran Reality Club sekaligus memperkuat posisi Pentas Irama sebagai ruang pertemuan antara musisi, audiens, komunitas, dan ekosistem kreatif.

Menurut Head Project Pentas Irama, Rasyid Bajrie, perubahan format tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memberikan pengalaman yang lebih luas kepada pengunjung.

“Pentas Irama Dwara menjadi langkah baru bagi kami karena kali ini skalanya lebih besar dan formatnya kami kembangkan menjadi semi festival.”

Rasyid menjelaskan, pemilihan Goa Sunyaragi sebagai lokasi juga memberikan konteks tersendiri bagi penyelenggaraan Pentas Irama Dwara. Ruang dan budaya lokal Cirebon menjadi bagian dari pengalaman acara, salah satunya melalui LAIR Special Sintren Set.

Dengan demikian, pengembangan Pentas Irama Dwara tidak hanya berkaitan dengan skala pertunjukan. Waves Studio juga mencoba memperluas pengalaman audiens dengan mempertemukan musik dan berbagai bentuk ekspresi kreatif dalam satu ruang.

Pentas Irama Dwara Hadirkan Beragam Aktivitas Kreatif

Selain pertunjukan musik, Pentas Irama Dwara menghadirkan sejumlah program pendamping yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Program tersebut mencakup Sunset Yoga Session bersama Bloom and Breath Society, stand-up comedy bersama Hihihi Crop, serta Hidden Frequence bersama Emina yang menghadirkan Tyoall, Noyzeborn, dan Noraebang Party.

Pengunjung juga dapat menikmati ruang eksplorasi seni melalui Art Showcase oleh Ruwaka dan Pop Up Creative. Area Food and Beverage turut disiapkan untuk melengkapi pengalaman pengunjung selama acara berlangsung.

Ragam program tersebut memperlihatkan bagaimana musik ditempatkan sebagai titik temu untuk mempertemukan berbagai aktivitas dan komunitas kreatif.

“Kami ingin orang datang ke Pentas Irama bukan hanya untuk menonton musisi lalu pulang, tapi benar-benar menikmati satu pengalaman bersama,” ujar Rasyid.

Menurutnya, berbagai program pendamping tersebut dipilih dari aktivitas yang dekat dengan keseharian masyarakat, mulai dari yoga, komedi, seni, creative market, hingga kuliner. Pentas Irama Dwara juga diharapkan dapat mempertemukan lebih banyak komunitas dan pelaku kreatif untuk saling mengenal dan berkolaborasi.

Goa Sunyaragi Menjadi Ruang Pertemuan Musik dan Kultur Lokal

Pemilihan Goa Sunyaragi sebagai lokasi Pentas Irama Dwara memberikan dimensi lain dalam penyelenggaraan acara. Tempat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pertunjukan, tetapi menjadi bagian dari konteks yang mempertemukan musik kontemporer dengan ruang dan budaya lokal Cirebon.

Kehadiran LAIR Special Sintren Set menjadi salah satu bentuk upaya tersebut. Program ini menunjukkan bagaimana unsur budaya lokal dapat hadir berdampingan dengan pertunjukan musik dan aktivitas kreatif dalam format festival.

Konsep lintas disiplin yang dibawa Pentas Irama Dwara juga membuka kemungkinan bagi pengunjung untuk menikmati acara melalui pengalaman yang berbeda. Musik menjadi salah satu pintu masuk, sementara seni visual, komedi, aktivitas komunitas, wellness, kuliner, dan program kreatif lainnya menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman.

Format tersebut sekaligus memperluas karakter Pentas Irama dari pertunjukan musik menjadi ruang interaksi antara berbagai pelaku dalam ekosistem kreatif.

Waves Studio dan Pengembangan Ekosistem Kreatif

Pentas Irama Dwara menjadi bagian dari upaya Waves Studio mengembangkan ruang aktivasi musik dan kultur kreatif. Melalui berbagai programnya, Waves Studio mempertemukan musisi, komunitas, pelaku kreatif, dan audiens dalam pengalaman yang dibangun melalui kolaborasi lintas bidang.

Waves Studio sendiri merupakan studio agensi yang bergerak dalam bidang musik, seni rupa, dan literasi dengan perhatian pada konteks urban, identitas kota, serta kebudayaan. Aktivitasnya mencakup festival, pameran, ruang baca dan diskusi, lokakarya, penelitian, hingga penerbitan buku.

Dalam pengembangannya, Waves Studio memiliki arah untuk menjadi institut seni pertunjukan kontemporer sekaligus ekosistem studi yang menyediakan ruang belajar publik dengan nilai kesetaraan, berbagi, solidaritas, pertemanan, dan kebersamaan.

Melalui Pentas Irama Dwara, arah tersebut diterjemahkan ke dalam sebuah perayaan yang mempertemukan musik dan berbagai praktik kreatif dalam satu ruang. Acara ini akan berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Goa Sunyaragi, Cirebon, dengan Reality Club sebagai penampil utama serta sejumlah program seni dan aktivitas kreatif lainnya.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


NewRelease

FeaturedPiece

Kenalin