Mariners resmi merilis EP perdana bertajuk Gradasi yang Berantakan!. Berisi empat lagu, rilisan ini memperkenalkan karakter alternative rock softpunk dari Kuningan yang tumbuh dari ketidakteraturan, benturan, dan cerita yang belum benar-benar selesai.
Kancah musik independen Kuningan kembali kedatangan rilisan baru. Mariners, unit alternative rock softpunk asal pinggiran Kabupaten Kuningan, resmi memperkenalkan EP perdana mereka, Gradasi yang Berantakan! pada 2 Agustus 2026.
EP ini berisi empat lagu yang hadir dengan tema, warna, dan karakter suara yang tidak sepenuhnya tertata. Bagi Mariners, kondisi tersebut justru menjadi bagian penting dari identitas rilisan pertama mereka.
Gradasi yang Berantakan! dibangun sebagai kumpulan fragmen yang saling berhubungan. Empat lagu di dalamnya tidak ditempatkan sebagai rangkaian yang harus terdengar seragam atau sempurna. Masing-masing memiliki karakter dan ruangnya sendiri, sementara keseluruhannya bertemu dalam satu narasi tentang sesuatu yang terdengar berantakan untuk disebut selesai.
Tema, Warna, dan Suara yang Tak Tertata
Salah satu gagasan yang menjadi gambaran utama EP ini adalah “tema, warna dan suara yang tak tertata menjadi tanda.”
Gagasan tersebut terasa relevan dengan cara Mariners membingkai Gradasi yang Berantakan!. Keempat lagu membawa warna dan karakter masing-masing, tetapi tetap berada dalam ruang narasi yang sama. Ada ketidaksempurnaan, benturan, dan proses memahami sesuatu yang belum memiliki bentuk akhir.
Alih-alih menyembunyikan ketidakteraturan tersebut, Mariners menjadikannya sebagai bagian dari cara mereka bercerita.
Dalam konteks ini, kata “berantakan” pada judul EP tidak hanya merujuk pada bagaimana musik terdengar. Ia juga menjadi cara untuk melihat proses kreatif dan pengalaman yang melatarbelakangi karya.
Ada sesuatu yang sedang dicari, sesuatu yang sedang dirangkai, tetapi belum sepenuhnya menemukan bentuk finalnya.
Gradasi yang Berantakan! dan Empat Fragmennya
Judul Gradasi yang Berantakan! mengambil gagasan tentang pertemuan berbagai warna yang seharusnya dapat membentuk sebuah gradasi. Namun, alih-alih bergerak secara teratur dari satu warna ke warna lainnya, semuanya justru bergerak tanpa aturan.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam empat lagu yang menjadi isi EP.
Setiap lagu dapat berdiri sebagai fragmen tersendiri. Namun ketika didengarkan sebagai satu kesatuan, keempatnya membentuk gambaran yang lebih besar. Tidak selalu mulus, tidak selalu rapi, dan tidak selalu memberikan jawaban yang jelas.
Justru di situlah Mariners menemukan bentuk dari rilisan perdana mereka.
Gradasi yang Berantakan! tidak mencoba membangun pengalaman mendengarkan yang sepenuhnya teratur. Pendengar diajak masuk ke dalam kumpulan suara yang saling bertabrakan, kemudian menemukan sendiri hubungan dan makna di antara fragmen-fragmen tersebut.
Awal Perjalanan Musikal Mariners
Sebagai EP perdana Mariners, rilisan ini sekaligus menjadi penanda awal perjalanan mereka dalam memperkenalkan identitas musikal.
Mariners merupakan band alternative rock softpunk santun yang berasal dari pinggiran Kabupaten Kuningan. Band ini terbentuk pada 2024 dan digawangi oleh tiga mahasiswa, yaitu Ihram Amarandani pada gitar, Anggarha Rizkiawan Pramudia pada gitar, serta Muhamad Ahdan pada bass dan vokal.
Latar tersebut memberikan konteks tersendiri bagi Gradasi yang Berantakan!. Rilisan ini menjadi titik awal bagi Mariners untuk memperkenalkan bagaimana mereka memandang musik, proses berkarya, sekaligus lingkungan tempat mereka tumbuh.
Sebagai rilisan pertama, EP ini juga membuka kemungkinan bagi perkembangan musikal Mariners ke depannya. Empat lagu di dalamnya dapat dipandang sebagai dokumentasi dari satu fase perjalanan, ketika identitas tersebut masih terus dibentuk dan dinegosiasikan.
Tidak Harus Selesai untuk Bisa Didengarkan
Ada kecenderungan dalam musik untuk menganggap sebuah karya selesai ketika seluruh elemennya telah tersusun secara rapi. Mariners justru mengambil posisi yang berbeda melalui Gradasi yang Berantakan!.
EP ini membiarkan sejumlah hal tetap terbuka.
Pendengar tidak diberikan satu makna tunggal yang harus diterima. Sebaliknya, setiap orang dapat menemukan interpretasinya sendiri dari empat fragmen yang ditawarkan.
Dengan demikian, “belum selesai” dalam Gradasi yang Berantakan! bukan berarti karya tersebut belum rampung secara produksi. Ia merupakan gagasan artistik tentang pengalaman, perasaan, dan proses yang memang tidak selalu memiliki titik akhir yang jelas.
Empat lagu. Empat fragmen. Satu cerita yang tidak pernah benar-benar selesai.
Kini, Gradasi yang Berantakan! sudah tersedia di berbagai platform musik digital dan dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, serta platform streaming lainnya.
Bagi Mariners, perjalanan mungkin baru dimulai. Dan seperti judulnya, perjalanan tersebut boleh saja tetap sedikit berantakan.
Tentang Mariners

Mariners adalah band alternative rock softpunk dari pinggiran Kabupaten Kuningan yang terbentuk pada 2024. Band ini beranggotakan tiga mahasiswa, yaitu Ihram Amarandani (gitar), Anggarha Rizkiawan Pramudia (gitar), dan Muhamad Ahdan (bass, vokal).








Tinggalkan Balasan