<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sastra &#8211; Aduide Media</title>
	<atom:link href="https://aduide.id/tag/sastra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aduide.id</link>
	<description>Township Youth Media</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Sep 2026 13:56:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Sastra &#8211; Aduide Media</title>
	<link>https://aduide.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246255001</site>	<item>
		<title>Semarak Sastra Mahardika: Dari Buku, Percakapan, hingga Suara Emma yang Tak Boleh Padam</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 13:56:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Bukusam]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Semarak Sastra Mahardika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2347</guid>

					<description><![CDATA[Bukusam—Semarak Sastra Mahardika bukan sekadar rangkaian kegiatan sastra yang bergerak dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Ia tumbuh sebagai perjalanan yang mempertemukan buku dan pembaca, gagasan dan pengalaman, sastra dan masyarakat. Dari ruang-ruang sederhana, percakapan tentang karya sastra perlahan menemukan jalannya sendiri. Sastra dibawa masuk ke sekolah, komunitas, ruang publik, hingga panggung pertunjukan. Dengan dukungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bukusam—<em>Semarak Sastra Mahardika</em> bukan sekadar rangkaian kegiatan sastra yang bergerak dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Ia tumbuh sebagai perjalanan yang mempertemukan buku dan pembaca, gagasan dan pengalaman, sastra dan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari ruang-ruang sederhana, percakapan tentang karya sastra perlahan menemukan jalannya sendiri. Sastra dibawa masuk ke sekolah, komunitas, ruang publik, hingga panggung pertunjukan. Dengan dukungan Direktorat Pengembangan Budaya Digital melalui program Apresiasi dan Penguatan Komunitas Sastra, rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bagaimana sastra dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut dimulai melalui <strong>Bukber #1</strong> pada 7 September 2026 di Saung Udhe. Sebanyak 20 orang yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum berkumpul untuk membicarakan kumpulan cerpen <em>Cara Kita Menghadapi Kehilangan</em> karya Yetti A.K.A. Bersama Ira Rahayu, percakapan bergerak pada satu pengalaman manusia yang paling dekat sekaligus paling sulit dijelaskan: kehilangan.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--10">Dari kehilangan menjadi karya</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pertemuan pertama, kehilangan tidak diperlakukan semata sebagai luka yang harus dilupakan. Ia dibicarakan sebagai pengalaman manusia yang dapat diolah menjadi sesuatu yang bermakna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana disampaikan narasumber, “Bagaimana pun, kehilangan adalah hal yang begitu dekat. Jika kita mampu mengolahnya, maka akan menjadi sebuah karya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini, sastra memperlihatkan salah satu kemampuannya: memberikan bahasa bagi pengalaman yang terkadang sulit diungkapkan secara langsung.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--11">Sastra masuk ke ruang pendidikan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Saung Udhe, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> berlanjut menuju MAN 1 Kuningan pada 9 September 2026. Dalam <strong>Bukber #2</strong>, sebanyak 60 pelajar dan guru mendiskusikan kumpulan puisi <em>Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya</em> karya Ibe S. Palogai bersama Vera Verawati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puisi-puisi Ibe dibaca sebagai bahasa yang mampu mengubah sesuatu yang getir menjadi sesuatu yang menyala. Vera Verawati menggambarkannya sebagai kemampuan mengemas kegetiran menjadi puisi yang penuh gairah sekaligus darah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan kemudian bergerak melampaui pembahasan karya dan berhadapan langsung dengan dunia pendidikan. Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini dapat membantu sekolah memantik para siswa untuk berkarya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, sastra hadir sebagai pemantik keberanian untuk menciptakan sesuatu. Buku dan puisi tidak berhenti sebagai bahan bacaan, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenali pengalaman, gagasan, dan kemungkinan kreatif mereka sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari kemudian, pada 11 September 2026, perjalanan berlanjut ke <strong>SMAN 3 Kuningan</strong> melalui Bukber #3. Sebanyak 60 pelajar dan guru mengikuti pembahasan novel <em>Dompet Ayah Sepatu Ibu</em> karya J.S. Khairen bersama Sri Yuliani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan ini membawa satu kesadaran penting: sastra tidak semestinya berhenti sebagai pengalaman yang hanya dinikmati secara pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra perlu dituturkan, dibagikan, dan ditularkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang disampaikan narasumber, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> tidak hanya berusaha menyemarakkan sastra kepada audiens, tetapi juga mengajak para penikmat sastra agar tidak menjadikan sastra sebagai ruang privat semata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra perlu keluar dari dirinya sendiri dan bertemu dengan lebih banyak manusia melalui cerita-cerita kesusastraan.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--12">Dari teks menuju riset dan proses penciptaan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 14 September 2026, perjalanan memasuki ruang yang berbeda. <strong>Saung Teater Sado</strong> menjadi tempat berlangsungnya Bukber #4 dengan pembahasan naskah drama <em>Janger Merah</em> karya Ibed Surgana Yuga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arip Hidayat hadir sebagai narasumber dan menemani 35 pelajar serta masyarakat umum menyelami dunia drama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di ruang ini, sastra kembali memperlihatkan wajahnya yang lain. Ia bukan hanya persoalan kata-kata yang indah, tetapi juga hasil dari proses panjang pencarian dan penelitian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari audiens muncul sebuah kesimpulan bahwa karya sastra yang baik adalah karya yang lahir dari riset mendalam, kemudian diungkapkan dengan penuh keindahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra, dengan demikian, menemukan keseimbangannya antara ketekunan membaca kenyataan dan keberanian mengolahnya menjadi karya.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--13">Komunitas sebagai ruang tumbuh sastra</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em> kemudian memasuki wilayah komunitas. Pada 16 September 2026, <strong>BEEK, Gedung Grahawangi</strong>, menjadi ruang berlangsungnya Bukber #5.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 15 orang dari kalangan umum berdiskusi bersama Agung M. Abul mengenai buku <em>Komunitas Sebagai Basis Ideologi Kesastraan</em> karya Ahmadun Yosi Herfanda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan ini menempatkan komunitas sebagai salah satu rumah penting bagi kehidupan sastra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komunitas bukan sekadar tempat berkumpul. Di dalamnya, gagasan dapat tumbuh, karya diproduksi, pengetahuan dibagikan, dan sastra didistribusikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana disampaikan narasumber, komunitas yang baik membutuhkan keberagaman ideologi sekaligus tidak boleh melupakan perannya sebagai ruang produksi, edukasi, dan distribusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks perkembangan sastra di daerah, keberadaan komunitas menjadi penting karena ekosistem sastra tidak hanya dibangun oleh karya dan penulis, tetapi juga oleh ruang-ruang yang memungkinkan keduanya terus bertemu dengan pembaca.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--14">Dari Bukber menuju Panggung Buku</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah lima kali <em>Bukber</em>, perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em> beranjak menuju <strong>Panggung Buku</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 18 September 2026, Kebon Kaisar menjadi ruang pertemuan antara pembaca dan buku <em>Musim Angin</em> karya Candrika Adhiyasa. Aris Risma Sunarmas dan Candrika Adhiyasa hadir sebagai narasumber, sementara 15 orang dari kalangan umum menjadi bagian dari peristiwa tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada titik ini, sastra tidak hanya dibicarakan, tetapi mulai dirasakan sebagai sebuah ruang yang luas sekaligus sublim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Audiens menangkap bahwa <em>Semarak Sastra Mahardika</em> telah membuka cara pandang baru terhadap sastra: sebuah ruang yang dapat dimasuki dari berbagai arah, tetapi tetap menyimpan kedalaman dan keheningan tertentu.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--15">Membaca keadaan sastra di Kuningan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sehari setelah Panggung Buku, pada 19 September 2026, masih di Kebon Kaisar, berlangsung <strong>Cengo Bareng</strong> dengan tema “Keadaan Sastra di Kuningan”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percakapan menghadirkan Asep Budi, Pandu Hamzah, dan Hamdan, dengan 10 orang audiens.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan ini menjadi semacam ruang untuk bercermin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah semarak berbagai kegiatan, muncul kesadaran bahwa kehidupan kesastraan di Kuningan masih dianggap sepi. Salah satu persoalan yang dibicarakan adalah adanya dikotomi dan polarisasi arah pengkaryaan yang masih bersifat domestik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Catatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em>. Sebuah perayaan sastra tidak hanya perlu merayakan apa yang telah tumbuh, tetapi juga membaca persoalan yang masih mengitarinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan begitu, kegiatan sastra dapat menjadi ruang refleksi terhadap kondisi ekosistem kesastraan itu sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--16">Dari sastra menuju ingatan sejarah Emma Poeradiredja</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Namun perjalanan <em>Semarak Sastra Mahardika</em> tidak berhenti pada buku dan percakapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan tersebut kemudian bergerak menuju ingatan sejarah melalui <strong>Pameran Biografi Emma Poeradiredja</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Beberapa di antara mereka mengaku baru mengetahui bahwa terdapat seorang tokoh besar yang lahir di Kuningan, yakni Emma Poeradiredja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biografi yang biasanya terasa seperti deretan fakta dan tanggal melalui pameran ini dapat dicerna dengan cara yang lebih menyenangkan. Sejarah tidak hanya dibaca, tetapi juga dilihat, dirasakan, dan didekati melalui pengalaman visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, sastra dan kebudayaan bertemu dengan persoalan ingatan. Siapa yang kita ingat, bagaimana sebuah kisah disampaikan, dan bagaimana generasi hari ini mengenal kembali tokoh dari masa lalu menjadi bagian dari proses merawat sejarah.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--17">“Relikui; Suara Emma yang Tak Boleh Padam”</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dari ruang pameran, perjalanan akhirnya bermuara pada pertunjukan <strong>“Relikui; Suara Emma yang Tak Boleh Padam.”</strong></p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6ad18f74e6e3f&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-18 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f74e7ad4&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f74e7ad4" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="681" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2350" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-1024x681.jpeg" alt="Semarak Sastra Mahardika 1" class="wp-image-2350" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-1024x681.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-300x199.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342-767x510.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.342.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f74e7ffa&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f74e7ffa" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img decoding="async" width="1024" height="681" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2351" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-1024x681.jpeg" alt="Semarak Sastra Mahardika 2" class="wp-image-2351" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-1024x681.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-767x510.jpeg 767w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34-300x199.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-11.14.34.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan ini menjadi salah satu titik penting dalam keseluruhan rangkaian <em>Semarak Sastra Mahardika</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah kepahlawanan Emma Poeradiredja tidak disampaikan sebagai sejarah yang beku, melainkan dihidupkan kembali melalui sastra pertunjukan dengan melibatkan narasi, musik orkestra, pembacaan puisi, dan penari dalam satu pertunjukan utuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemasan tersebut menawarkan cara lain kepada masyarakat Kuningan untuk mengenal sekaligus menyampaikan kembali pesan kepahlawanan Emma Poeradiredja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpaduan antara makna dan naskah yang dipentaskan membuat kisah tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ia menjelma menjadi pengalaman emosional yang menggetarkan penonton dan meninggalkan pesan mengenai perjuangan Emma Poeradiredja.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--19">Dari buku ke panggung, dari kata ke peristiwa</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jika seluruh rangkaian dibaca sebagai satu kesatuan, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> sesungguhnya adalah perjalanan dari buku menuju manusia, dari percakapan menuju kesadaran, dan dari ingatan menuju pertunjukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia dimulai dari kehilangan, kemudian bergerak kepada kegetiran, keluarga, riset, komunitas, buku, hingga persoalan kehidupan sastra di Kuningan.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1271 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design category-culture tag-adukabar tag-design tag-hari-jadi-ke-528-kuningan tag-identitas-visual tag-kuningan tag-logo">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-07-07T14:34:22+07:00">7 Juli 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/07/07/tiga-finalis-kurasi-portofolio-desain-identitas-visual-hari-jadi-ke-528-kuningan-resmi-diumumkan/" target="_blank" >Tiga Finalis Kurasi Portofolio Desain Identitas Visual Hari Jadi ke-528 Kuningan Resmi Diumumkan</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2174 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-lifestyle tag-aduopini tag-messi tag-mochammad-zawaid-malja tag-ronaldo tag-sepak-bola">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-08T10:00:00+07:00">8 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/08/absurditas-perdebatan-soal-ronaldo-vs-messi-yang-tak-kunjung-usai/" target="_blank" >Absurditas Perdebatan Soal Ronaldo vs Messi yang Tak Kunjung Usai</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2123 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-literature tag-aduopini tag-aliya-nur-sahira tag-literature tag-novel">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-07T10:11:21+07:00">7 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/07/perempuan-baik-menurut-siapa-membaca-firdaus-dengan-derrida/" target="_blank" >Perempuan Baik Menurut Siapa? Membaca Firdaus dengan Derrida</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian perjalanan itu menemukan satu simpul yang lebih besar: ingatan terhadap seorang perempuan bernama <strong>Emma Poeradiredja</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra dalam rangkaian ini tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang jauh dan eksklusif. Ia dibawa mendekat kepada pelajar, guru, mahasiswa, komunitas, masyarakat umum, pembaca, penonton, dan siapa saja yang bersedia duduk bersama untuk mendengarkan sebuah cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, <em>Semarak Sastra Mahardika</em> meninggalkan sebuah kesan bahwa sastra juga berkaitan dengan cara manusia mengingat, merawat, mempertanyakan, membagikan, dan menghidupkan kembali sesuatu yang hampir dilupakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari buku ke panggung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari kata ke peristiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari masa lalu ke hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan dari sana, suara itu terus berjalan, seperti judul pertunjukan yang menjadi penutup rangkaian: <strong>“Suara Emma yang Tak Boleh Padam.”</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bukusam Gelar Semarak Sastra Mahardika, Ramaikan Ekosistem Sastra di Kuningan</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/12/bukusam-gelar-semarak-sastra-mahardika-ramaikan-ekosistem-sastra-di-kuningan/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/12/bukusam-gelar-semarak-sastra-mahardika-ramaikan-ekosistem-sastra-di-kuningan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 13:35:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Bukusam]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Semarak Sastra Mahardika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2301</guid>

					<description><![CDATA[Dunia kesusastraan di Kabupaten Kuningan kembali mendapat ruang untuk berkumpul, membaca, bercerita, dan berdiskusi. Melalui Semarak Sastra Mahardika, Bukusam menghadirkan rangkaian kegiatan sastra yang berlangsung sejak 7 hingga 19 September 2026. Selama hampir dua pekan, kegiatan ini diisi dengan sejumlah agenda yang membawa karya sastra ke berbagai ruang, mulai dari sekolah hingga ruang publik. Salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dunia kesusastraan di Kabupaten Kuningan kembali mendapat ruang untuk berkumpul, membaca, bercerita, dan berdiskusi. Melalui <strong>Semarak Sastra Mahardika</strong>, Bukusam menghadirkan rangkaian kegiatan sastra yang berlangsung sejak 7 hingga 19 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama hampir dua pekan, kegiatan ini diisi dengan sejumlah agenda yang membawa karya sastra ke berbagai ruang, mulai dari sekolah hingga ruang publik. Salah satu agenda utamanya adalah <strong>Bukber atau Buku Bercerita</strong>, yang mengajak peserta untuk mengenal dan membicarakan karya dari berbagai genre sastra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga saat ini, tiga kegiatan Buku Bercerita telah digelar di lokasi yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan pertama berlangsung di Saung Udhe pada Senin, 7 September 2026, dengan membahas kumpulan cerpen karya Yetti A.K.A berjudul <em>Cara Kita Menghadapi Kehilangan</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari kemudian, pada Rabu, 9 September 2026, giliran kumpulan puisi karya Ibe S. Palogai, <em>Hidup Tetap Berjalan dan Kita telah Lupa Alasannya</em>, yang diceritakan di MAN 1 Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, kegiatan Buku Bercerita berikutnya membahas novel karya J.S Khairen, <em>Dompet Ayah Sepatu Ibu</em>.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6ad18f74f1c65&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-23 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f74f1fad&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f74f1fad" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img decoding="async" width="819" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2306" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-819x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-2306" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-819x1024.jpeg 819w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-240x300.jpeg 240w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-768x960.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-1229x1536.jpeg 1229w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg-1638x2048.jpeg 1638w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/1.jpg.jpeg 2000w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f74f2472&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f74f2472" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1600" height="1200" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2307" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1.jpeg" alt="" class="wp-image-2307" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1.jpeg 1600w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1-300x225.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1-1024x768.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1-768x576.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260909_094909.jpg-1-1536x1152.jpeg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f74f2926&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f74f2926" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="2305" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-2305" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-1024x576.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-300x169.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-768x432.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-1536x864.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/PXL_20260911_021552443.NIGHT_.jpg-2048x1152.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
</figure>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--24">Masih Ada Dua Buku yang Akan Diceritakan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian Buku Bercerita dalam Semarak Sastra Mahardika masih berlanjut. Bukusam akan menghadirkan dua agenda berikutnya dengan karya dan ruang yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Senin, 14 September 2026, Buku Bercerita akan membahas <em>Naskah Drama Janger Merah</em> karya Ibed S. Yuga. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Saung Teater Sado.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, pada Rabu, 16 September 2026, giliran kumpulan esai sastra karya Ahmadun Yosi Herfanda berjudul <em>Komunitas Sebagai Basis Ideologi Kesastraan</em> yang akan dibahas di Balai Ekosistem Edukasi Kuningan, Gedung Grahawangi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan format Buku Bercerita, karya sastra tidak berhenti sebagai bacaan personal. Buku dibawa ke ruang pertemuan agar bisa diceritakan dan dibicarakan bersama.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--25">Dari Panggung Buku hingga Cengo Bareng</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Semarak Sastra Mahardika juga tidak hanya berbicara soal buku. Pada Jumat, 18 September 2026, akan digelar <strong>Panggung Buku</strong> yang membedah karya sastra dari penulis asal Kuningan, Candrika Adhiyasa, berjudul <em>Musim Angin</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehari setelahnya, Sabtu, 19 September 2026, agenda dilanjutkan dengan <strong>Cengo Bareng</strong>, kependekan dari Cerita dan Ngobrol Bareng. Forum ini akan membahas keadaan kesastraan di Kabupaten Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua kegiatan tersebut akan berlangsung di Kebun Kaisar, Mayang, bersamaan dengan pameran biografi tokoh pahlawan Emma Poeradiredja yang dijadwalkan berlangsung pada 18-19 September 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan format dan ruang kegiatan ini membuat Semarak Sastra Mahardika bergerak cukup cair. Sastra ditempatkan di sekolah, ruang umum, ruang pertunjukan, hingga ruang diskusi, sehingga perjumpaan dengan karya dan pembacanya tidak terpaku pada satu tempat.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--26">Ditutup dengan Pertunjukan Musik, Puisi, dan Tari</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh rangkaian Semarak Sastra Mahardika kemudian akan ditutup dengan sebuah pertunjukan seni yang menginterpretasi spirit Emma Poeradiredja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan tersebut berjudul <em>Relikui; Suara Emma Yang Tak Boleh Padam</em>. Karya ini menggabungkan <strong>musik, puisi, dan tari</strong> ke dalam satu bentuk pertunjukan utuh.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2229 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-film tag-aduopini tag-budaya tag-film tag-nayla-arifani tag-stigma-sosial">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-17T12:58:00+07:00">17 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/17/udah-gede-kok-masih-nonton-kartun-ketika-kedewasaan-diukur-dari-selera-tontonan/" target="_blank" >Udah Gede Kok Masih Nonton Kartun?: Ketika Kedewasaan Diukur dari Selera Tontonan</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2254 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design category-culture tag-adukabar tag-art tag-cirebon tag-exhibition tag-gerabah tag-kontemporer tag-sanggar-ikhtiar tag-seni tag-sitiwinangun">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-31T10:29:02+07:00">31 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/31/membangun-dari-tanah-membaca-kembali-jejak-gerabah-sitiwinangun-lewat-seni-kontemporer/" target="_blank" >(mem)Bangun dari Tanah: Membaca Kembali Jejak Gerabah Sitiwinangun lewat Seni Kontemporer</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-742 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-literature tag-adukabar tag-bahasa-indonesia tag-bipa tag-internasional tag-puisi-modern-indonesia tag-sastra tag-ussh-vietnam">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-11-25T17:10:27+07:00">25 November 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/11/25/andriyana-hidupkan-pembelajaran-puisi-modern-indonesia-di-ussh-ho-chi-minh-city-vietnam/" target="_blank" >Andriyana Hidupkan Pembelajaran Puisi Modern Indonesia di USSH Ho Chi Minh City Vietnam</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari <strong>Program Penguatan Komunitas Sastra, Kementerian Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui Semarak Sastra Mahardika, Bukusam berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk kembali menggairahkan pengkaryaan dalam kesusastraan di Kabupaten Kuningan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah ruang sastra yang terus berkembang, rangkaian seperti ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan buku, penulis, pembaca, komunitas, dan publik dalam satu ekosistem yang lebih dekat. Setidaknya, selama dua pekan di September ini, sastra punya lebih banyak alasan untuk dibicarakan di Kuningan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/12/bukusam-gelar-semarak-sastra-mahardika-ramaikan-ekosistem-sastra-di-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2301</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perlukah Kita Menulis Peta Kesusastraan Kuningan?</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/06/perlukah-kita-menulis-peta-kesusastraan-kuningan/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/06/perlukah-kita-menulis-peta-kesusastraan-kuningan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 09:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduOpini]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Candrika Adhiyasa]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2279</guid>

					<description><![CDATA[Ada banyak pertanyaan yang mengganggu saya setelah membaca “dialog” yang dimuat dalam tengara.id berjudul Diorama Sastra Indonesia Pasca-2000, setelahnya, saya membayangkan bagaimana sejarah sastra Indonesia setelah periode tahun 2000-an akan dituliskan. Tetapi pertanyaan paling mendasar barangkali adalah apakah kita memang masih membutuhkan peta sejarah itu? Barangkali, dulu, peta sejarah kesusastraan ini relatif mudah ditulis — [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak pertanyaan yang mengganggu saya setelah membaca “dialog” yang dimuat dalam tengara.id berjudul <a href="https://tengara.id/percakapan/ramayda-akmal-diorama-sastra-indonesia-pasca-2000/" target="_blank" rel="noopener"><em>Diorama Sastra Indonesia Pasca-2000</em>,</a> setelahnya, saya membayangkan <em>bagaimana</em> sejarah sastra Indonesia setelah periode tahun 2000-an akan dituliskan. Tetapi pertanyaan paling mendasar barangkali adalah apakah kita memang masih membutuhkan peta sejarah itu? Barangkali, dulu, peta sejarah kesusastraan ini relatif mudah ditulis — ia linear. Berbeda dengan hari ini, kita agak kesulitan membagi kronologi kesusastraan berdasarkan angkatan, tahun lahir, atau peristiwa politik tertentu. Periode 2000-an diliputi dengan peta yang menyerupai jaringan yang rimpang, sirkular, serta dipenuh-jejali oleh persimpangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan di atas semakin membuat kepala saya pening ketika diarahkan ke Kabupaten Kuningan. Pasalnya, Kabupaten Kuningan bukanlah sebuah wilayah administratif yang belakangan banyak melahirkan karya atau tokoh sastra yang cukup penting dalam konstelasi kesusastraan nasional — atawa “kanon besar” yang dinilai layak masuk ke dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Meski demikian, bukan berarti tidak ada riak sama sekali dalam ekosistem kesusastraan di wilayah itu. Riak itu ada: ada penulis, ada pembaca, ada komunitas (meski tidak banyak), dan karenanya maka ada kemungkinan-kemungkinan lain yang mungkin senantiasa luput dari pencatatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam artikel sebelumnya, saya membaca perbincangan Ninus Andarnuswari yang menyammbung pembicaraan dengan Royyan Julian. Di sana dibahas bahwa dengan adanya perubahan teknologi dan modus komunikasi yang menyerupai jaringan ini justru berpotensi menjadi kekhasannya tersendiri. Kemudian ada Ayda yang menyetujui kemungkinan itu. Ungkapannya adalah ihwal peta atau grafik kesusastraan 2000-an ini sirkular dan rimpang, menyigi berbagai arah, tidak kronologis. Dan dari pelbagai arah itu, maka berarti ada cukup banyak variase estetika yang muncul dan tak terhindarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemungkinan-kemungkinan itu menyentuh sesuatu yang lebih dalam, terutama jika — lagi-lagi — kita arahkan ke Kabupaten Kuningan. Memang, kita dididik melalui tradisi sastra cetak. Standar dan estetika yang ditulis melalui tradisi itu memiliki pengaruh yang kuat. Misalnya saja bagaimana pengaruhnya mengonstruksi semacam “standar” dalam benak kita bahwa karya sastra yang “baik” perlu disusun dengan kalimat-kaliat indah, yang membuat kita berpikir dalam-dalam, implisitas ungkapan berbaur metafora, dan “keanehan” karya itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di generasi kita (mungkin sampai generasi saya — tapi preferensi ini tidak bisa menggeneralisasi semuanya), kita agak kesulitan untuk bisa membaca karya-karya digital. Saya pribadi pernah mencoba menulis karya-karya semacam itu, tetapi saya menemukan banyak kesulitan — dan ini barangkali dikembalikan pada tradisi berbeda antara saya dan mereka. Membandingkan kualitas sastra cetak dan sastra digital sendiri menjadi sukar. Toh hari ini, ada banyak pula karya sastra yang diproduksi secara hibrid: cetak dan digital sekaligus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesulitan itu semakin kentara ketika berbicara tentang periodisasi. Periodisasi sastra Indonesia secara otomatis mensyaratkan batas geografis: sastrawan-sastrawan Indonesia. Padahal setelah tahun 2000-an, kita melihat penulis di Wattpad yang nulis fantasi dengan <em>setting</em> kebarat-baratan. Hal ini membuat kita agak kesulitan mempertimbangkan apakah ia termasuk sastra Indonesia atau bukan. Periodisasi yang formal hanya akan menangkap sastrawan yang secara formal didefinisikan sebagai penulis karya sastra Indonesia. Ia terikat batas regional, batas geografis. Kalau logika periodisasi lama dipaksakan setelah 2000-an, kesulitan yang sama akan muncul ketika mencoba menempatkan penulis-penulis yang lahir, tumbuh, atau menulis dari Kabupaten Kuningan — yang sering kali tidak masuk radar kanon nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, dan mungkin yang paling problematik, adalah uraian Ramayda Akmal dalam <a href="https://tengara.id/percakapan/ramayda-akmal-diorama-sastra-indonesia-pasca-2000/" target="_blank" rel="noopener">artikel di awal esai ini</a>. Ia menyampaikan seperti ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-style-default is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="is-style-text-summary-2 is-style-text-summary-2--29 wp-block-paragraph">“… Yang ketiga, sebetulnya, pengelompokan periodisasi, teori sama metodenya enggak pernah jelas. Tanya tuh Mas Cep. Pasti Mas Cep ngerti. Enggak jelas. Itu cuma <em>cherry picking</em> aja. Kayak, wah, ini ada penulis yang bagus-bagus dikelompokin. Apa coba dasarnya mengelompokkan itu? Metode mengumpulkannya enggak pernah transparan. Kita enggak pernah tahu gimana. Jadi, itu kan juga sangat bias. Istilahnya, itu kayak <em>historical microscopism, </em>lagi-lagi ngutip Hayot<em>.</em> Kecil bangetlah. Cuma diambil bagian fenomenal, puncak-puncaknya, dan sebetulnya itu masih kita reproduksi sampai sekarang karena sulit membayangkan ada dokumentasi yang lain.”</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Periodisasi, pada akhirnya, hanya didasarkan pada kesadaran tertentu semata, dan kesadaran itu memiliki kecenderungan menciptakan kanon dan standar. Angkatan 2000, misalnya, sering dikaitkan dengan kebebasan berbicara tentang tubuh, seksualitas, dan seterusnya—seolah-olah ada standar estetika yang, dalam tanda kutip, diakui. Itu sudah pasti menjadi periodisasi. Salah satu elemen yang menciptakan kanonisasi adalah kecenderungan mengutamakan yang paling menonjol, puncak-puncaknya. Padahal di luar itu, tersebar macam-macam: sastra digital di AU, Wattpad, <em>alternate universe</em> di AO3, yang pembacanya banyak sekali, tak kalah dengan pembaca sastra konvensional (dalam tanda kutip). Kita sering tidak sentuh. Kita tidak pernah melihat itu sebagai satu kelompok sendiri. Kalau dibayangkan periodisasi yang lebih adil, kita harus berhenti hanya melihat puncak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan yang lebih luas kemudian muncul: apakah sastra Indonesia harus mutlak berbahasa Indonesia? Di manakah posisi karya diaspora, bilingual, dan penulis Indonesia yang menulis dalam bahasa asing di tengah perkembangan masyarakat global digital saat ini? Apakah karya sastra Indonesia berbasis pada bahasa, kewarganegaraan, pengalaman sejarah, atau justru jaringan pembacanya? Uraian Sunlie Thomas Alexander dalam artikel <em><a href="https://tengara.id/esai/menimbang-ulang-definisi-sastra-indonesia/" target="_blank" rel="noopener">Menimbang Ulang Definisi Sastra Indonesia</a></em>, ia menyampaikan bahwa dalam tradisi Tionghoa, ada yang disebut <em>Zhōngwénxué</em> atau <em>Chinese literature</em>. Istilah itu tidak selalu identik dengan sastra yang ditulis dalam bahasa Mandarin di wilayah geografis Tiongkok. Ia bisa mencakup karya diaspora, karya dalam bahasa lain yang ditulis oleh orang Tionghoa atau keturunan Tionghoa, selama ada jejaring pembacaan, pengalaman, atau kesadaran yang mengaitkannya. Perbandingan ini menunjukkan bahwa definisi kesusastraan — baik nasional maupun lokal seperti di Kabupaten Kuningan — tidak harus selalu terikat ketat pada bahasa resmi atau batas administratif. Ia bisa lebih elastis, lebih berbasis pada jaringan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya kita bisa mulai fokus pada sastra di Kuningan. Kita perlu membayangkan Kuningan melampaui sebuah wilayah Kabupaten. Kuningan, pertama-tama, perlu kita bayangkan sebagai sebuah ruang di mana sastra hidup dalam bentuk yang seringkali tidak menonjol di tingkat nasional. Di Kuningan kebanyakan tulisan hanya dimuat di media lokal, komunitas baca yang kecil, karya digital independen, serta puisi yang ditulis dan dibacakan dalam <em>event</em> yang jarang. Memang, selama ini, ruang-ruang itu jarang masuk dalam peta besar. Mereka dianggap terlalu kecil, terlalu lokal, terlalu digital, atau terlalu tidak “puncak.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa semacam gambaran awal, pembicaraan tentang sastra Kuningan akan terus mengambang tanpa titik berangkat. Gambaran itu, meski terbatas, menurut saya tetap diperlukan sebagai acuan sementara dan — barangkali — sebagai inspirasi bagi siapa saja yang kelak ingin memperbaiki, memperluas, atau bahkan membongkarnya. Namun gambaran itu mau tidak mau masih bertumpu pada sastra konvensional — sastra yang tertulis, tercetak, atau setidaknya terdokumentasikan dalam bentuk yang relatif mudah diakses. Ada banyak sektor yang terpaksa tidak dilibatkan, atau hanya disinggung secara samar, karena keterbatasan kemungkinan dan kemampuan: keterbatasan akses terhadap arsip lisan yang tersebar di desa-desa, keterbatasan pengetahuan tentang praktik sastra digital yang lahir dari anak muda Kuningan di platform-platform tertutup, keterbatasan pemahaman terhadap karya-karya yang ditulis dalam bahasa Sunda yang cukup unik dan/atau spesifik, serta keterbatasan untuk menjangkau jaringan diaspora Kuningan yang menulis di kota lain, luar negeri, atau dalam bahasa asing. Ada pula sastra yang hidup dalam bentuk pertunjukan, pantun, tembang, teater, atau cerita rakyat yang belum pernah dituliskan secara sistematis. Kepada mereka yang merasa terlewat, permohonan maaf yang tulus tentu perlu disampaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika jejak tertulis dicoba dilacak, kesusastraan di wilayah yang kini disebut Kabupaten Kuningan tidak muncul secara tiba-tiba setelah kemerdekaan. Sebelum itu, sudah ada tradisi lisan yang kuat: cerita rakyat seputar Gunung Ciremai, legenda lokal, pantun, dan tembang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun dokumentasi tertulisnya sangat tipis. Yang sedikit bisa ditemukan adalah catatan-catatan dari masa kolonial — baik dalam bentuk laporan administratif maupun tulisan orang-orang terpelajar setempat yang berbahasa Melayu atau Belanda — yang menyinggung kehidupan sosial dan kultural masyarakat Kuningan. Periode ini hampir mustahil dipetakan secara rinci karena sumbernya tercerai-berai dan banyak yang belum digali. Keterbatasan arsip menjadi penghalang utama. Maka, untuk sementara, ia hanya bisa dicatat sebagai masa pra-dokumentasi yang padat dengan tradisi lisan dan miskin jejak tertulis yang sistematis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki masa kemerdekaan hingga 1950-an, sastra tertulis mulai muncul dalam bentuk yang lebih jelas, meski masih sangat terbatas. Beberapa tokoh lokal menulis puisi atau cerita pendek yang dimuat di media-media regional, atau setidaknya tersimpan dalam arsip pribadi. Tema-temanya sering kali berkisar pada semangat kemerdekaan, kehidupan agraris, dan relasi manusia dengan alam Ciremai. Namun dokumentasinya tidak merata. Banyak karya yang hilang atau hanya dikenal di kalangan terbatas. Gambaran di sini terpaksa bersifat spekulatif dan sangat bergantung pada sumber yang kebetulan masih tersisa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 1960-an hingga 1980-an, sastra Kuningan mulai sedikit lebih terdokumentasikan, terutama melalui hubungan dengan pusat-pusat sastra di Bandung, Jakarta, dan Cirebon. Beberapa penulis Kuningan mulai memublikasikan karya di majalah sastra nasional atau regional. Tema-tema yang muncul sering kali masih dekat dengan kehidupan pedesaan, konflik sosial, dan pencarian identitas lokal di tengah modernisasi. Namun, seperti yang sering terjadi dalam periodisasi sastra Indonesia secara umum, yang tercatat biasanya adalah yang “menonjol” — mereka yang berhasil menembus media pusat. Banyak penulis yang hanya beredar di tingkat lokal, atau yang karyanya hanya dibaca di lingkungan terbatas, tetap berada di luar radar. Di sinilah keterbatasan periodisasi konvensional terasa sangat jelas. Kecenderungan mengulang pola <em>historical microscopism</em> — hanya mengambil puncak-puncaknya, sementara lembah-lembah yang lebih luas dibiarkan gelap — hampir tak terhindarkan. Sastra yang hidup di komunitas-komunitas kecil, di sekolah-sekolah, atau dalam bentuk naskah yang tidak pernah diterbitkan, hampir tidak masuk dalam catatan. Meski demikian, gambaran ini setidaknya memberi bayangan bahwa pada masa itu sastra Kuningan sudah mulai berinteraksi dengan arus nasional, meski masih dalam posisi pinggiran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki 1990-an hingga awal 2000-an, seiring dengan semakin terbukanya ruang media dan pendidikan, jumlah penulis dari Kuningan yang memublikasikan karya meningkat. Beberapa di antaranya mulai dikenal di tingkat regional Jawa Barat. Tema-tema pun semakin beragam: tidak hanya kehidupan agraris, tetapi juga urbanisasi, perubahan sosial, dan pengalaman generasi muda yang mulai merantau. Pada masa ini pula, sastra cetak masih menjadi standar utama. Kualitas estetis diukur dari keindahan kalimat, ketidaklangsungan, dan aspek kebahasaan yang telah lama menjadi tolok ukur tradisi sastra cetak. Namun justru pada peralihan menuju 2000-an, gejala yang kemudian menjadi ciri khas lanskap sastra Indonesia secara umum mulai terlihat: munculnya ruang-ruang baru yang tidak lagi sepenuhnya linier. Digitalisasi masih dalam tahap awal, tetapi sudah ada tanda-tanda bahwa produksi tulisan akan semakin tersebar. Batas antara “sastra lokal” dan “sastra nasional” mulai kabur, dan penulis Kuningan tidak lagi semata-mata menulis “untuk Kuningan,” melainkan juga untuk pembaca yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah tahun 2000, lanskap berubah secara signifikan. Sumber menjadi lebih berlimpah, sudut pandang semakin beragam, dan modus komunikasi semakin menyerupai jaringan. Di Kuningan, gejala yang sama terjadi, meski dalam skala yang lebih kecil dan sering kali kurang terdokumentasikan. Penulis-penulis aktif di media sosial, di blog, di Wattpad, atau di platform digital lainnya. Ada yang menulis fantasi, ada yang menulis realisme sehari-hari, ada yang mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda, ada pula yang menulis dalam bahasa Inggris. Ada komunitas baca yang tumbuh di tingkat desa maupun kota, ada festival-festival kecil, ada pula karya yang beredar hanya di grup-grup tertutup. Di sisi lain, sastra cetak tetap berjalan: buku-buku antologi, kumpulan puisi, dan cerpen yang diterbitkan secara mandiri atau melalui penerbit kecil. Namun justru di periode ini keterbatasan pemetaan menjadi paling terasa. Banyak karya digital yang bersifat <em>born digital</em> sulit dilacak secara sistematis. Banyak penulis yang tidak mengklaim diri sebagai “sastrawan,” sehingga tidak masuk dalam radar konvensional. Banyak pula praktik sastra yang hidup di ruang lisan atau pertunjukan yang tidak pernah dituliskan. Gambaran yang ada, sekali lagi, terpaksa hanya menangkap sebagian kecil dari keseluruhan. Ia lebih banyak berbicara tentang yang tertulis dan yang relatif mudah diakses, sementara yang tersebar di jejaring digital dan lisan masih banyak yang luput.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun penuh keterbatasan, semacam periodisasi — sekali lagi, menurut saya — tetap diperlukan. Bukan sebagai kebenaran final, melainkan sebagai gambaran umum yang bisa menjadi acuan sementara. Tanpa kerangka awal, akan sulit membicarakan mana yang sudah ada, mana yang belum, dan ke mana arah yang ingin dituju. Periodisasi semacam itu juga bisa menjadi inspirasi: inspirasi bagi peneliti muda Kuningan untuk menggali arsip yang belum tersentuh, bagi penulis digital untuk mendokumentasikan karya mereka secara lebih sistematis, bagi komunitas lokal untuk menulis sejarah mereka sendiri, dan bagi siapa saja yang merasa bahwa peta ini masih terlalu sempit untuk memperluasnya.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2291 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-culture category-tech tag-adukabar tag-budaya tag-darikuningan tag-ekonomi-kreatif tag-ekosistem-kreatif tag-jangkar tag-kuningan tag-tech">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-10T15:41:03+07:00">10 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/10/jangkar-resmi-mengudara-inisiatif-independen-untuk-jejaring-kreatif-kuningan/" target="_blank" >Jangkar Resmi Mengudara: Inisiatif Independen untuk Jejaring Kreatif Kuningan</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2208 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-other tag-aduopini tag-elvina-meivania-dewi tag-filsafat tag-kapitalisme tag-marxisme">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-14T07:30:14+07:00">14 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/14/memilih-tak-punya-anak-perlawanan-paling-rasional-di-tengah-neraka-kapitalisme/" target="_blank" >Memilih Tak Punya Anak: Perlawanan Paling Rasional di Tengah Neraka Kapitalisme</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2313 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture tag-aduopini tag-ar-affandi tag-budaya tag-hari-jadi-ke-528-kuningan tag-kuningan">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-14T07:35:21+07:00">14 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/14/karnaval-budaya-kuningan-2026-antara-napak-tilas-sejarah-dan-reduksi-menjadi-parade-kostum/" target="_blank" >Karnaval Budaya Kuningan 2026: Antara Napak Tilas Sejarah dan Reduksi Menjadi Parade Kostum</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Yang paling penting, setiap upaya pemetaan perlu ditulis dengan kesadaran penuh bahwa ia tidak lengkap. Ia adalah peta sementara yang sengaja dibuat terbuka. Ia mengakui bahwa sastra Kuningan, seperti sastra Indonesia secara umum setelah 2000-an, lebih menyerupai rimpang daripada garis lurus. Ada bagian yang sudah terlihat, ada bagian yang masih gelap, dan ada bagian yang mungkin tidak akan pernah sepenuhnya terlihat dalam kerangka konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harapan di balik kesadaran ini sederhana sekaligus mendesak. Harapan bahwa anak muda Kuningan yang menulis di Wattpad atau di akun media sosial tidak lagi merasa karya mereka “bukan sastra.” Harapan bahwa komunitas baca kecil di desa-desa Kuningan tidak lagi merasa terpinggirkan dari percakapan sastra nasional. Harapan bahwa dokumentasi lokal — yang selama ini hanya tersimpan di arsip pribadi atau di memori orang tua — bisa menjadi bagian dari jaringan yang lebih luas. Harapan bahwa Kuningan tidak hanya menjadi tempat yang dilewati, melainkan tempat yang dipetakan, dibaca, dan dibicarakan dengan serius. Harapan bahwa peta ini, meski tidak sempurna, bisa menjadi awal dari kesadaran bahwa sastra Indonesia tidak hanya hidup di pusat-pusat kanon, melainkan juga di tepi-tepi yang selama ini dianggap sepi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menulis peta kesusastraan Kabupaten Kuningan, pada akhirnya, bukan soal menyusun daftar nama dan tahun. Ia lebih mirip mengakui bahwa peta itu sendiri sudah berubah bentuk: dari garis menjadi jaringan, dari pusat menjadi persimpangan, dari kanon menjadi <em>stream</em> yang kadang bertemu, kadang tidak. Kita tidak harus memaksa semuanya masuk ke dalam satu definisi “sastra Indonesia” yang ketat. Cukup mengatakan: ada produksi tulisan yang berbeda, punya ruang sendiri, punya pembaca sendiri, dan dalam ruang yang lebih luas — ruang digital, ruang diaspora, ruang bilingual, ruang lokal Kuningan — mereka semua berbagi udara yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah itu cukup? Mungkin belum. Tapi tanpa dimulainya kesadaran ini, ruang-ruang sastra di Kuningan akan terus dianggap tidak ada. Karena yang paling berbahaya dari setiap usaha pemetaan menurut saya bukanlah ketidakakuratan, melainkan keyakinan bahwa peta yang ada sudah final — atau lebih parah, keyakinan bahwa peta itu tidak perlu ditulis sama sekali. Kesusastraan setelah 2000-an, dengan segala digitalisasinya, segala batas yang buram, dan segala <em>stream</em> yang saling bersilangan, justru mengingatkan bahwa peta terbaik adalah peta yang selalu terbuka untuk digambar ulang. Dan untuk Kabupaten Kuningan, peta itu belum pernah benar-benar digambar. Saatnya kesadaran itu tumbuh dan mulai bekerja. </p>



<p class="has-text-align-right wp-block-paragraph">Jatinangor, 3 September 2026</p>



<div class="wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:33.33%">
<figure class="wp-block-image size-full is-style-rounded"><img loading="lazy" decoding="async" width="2560" height="2560" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-scaled.jpg" alt="" class="wp-image-2282" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-scaled.jpg 2560w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-300x300.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-768x768.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-150x150.jpg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1024x1024.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1536x1536.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2048x2048.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:66.66%">
<p class="wp-block-paragraph">Ditulis oleh:</p>



<p class="is-style-text-label is-style-text-label--30 wp-block-paragraph"><strong>Candrika Adhiyasa</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Candrika Adhiyasa</strong> adalah seorang esais lulusan Departemen Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada. Area kajiannya meliputi filsafat, budaya, politik, seni, dan lingkungan hidup. Ia aktif sebagai penggerak Ruang Publik Agora, Redaktur di Barikade, dan Direktur di PT. Wahana Adhi Lestari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Instagram: <a href="https://www.instagram.com/candrimen">https://www.instagram.com/candrimen</a></p>
</div>
</div>



<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/06/perlukah-kita-menulis-peta-kesusastraan-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2279</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BEEK: Ruang Kreatif di Graha Wangi Kuningan yang Tumbuh dari Aktivitas Kolektif</title>
		<link>https://aduide.id/2026/04/19/beek-ruang-kreatif-di-graha-wangi-kuningan-yang-tumbuh-dari-aktivitas-kolektif/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/04/19/beek-ruang-kreatif-di-graha-wangi-kuningan-yang-tumbuh-dari-aktivitas-kolektif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 06:47:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[BEEK]]></category>
		<category><![CDATA[Culinary]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Graha Wangi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1146</guid>

					<description><![CDATA[Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK) hadir sebagai salah satu ruang kreatif di Kuningan yang berkembang dari aktivitas komunitas. Berlokasi di Graha Wangi (jalan Veteran No. 15 Kabupaten Kuningan), ruang ini tidak hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga menjadi titik temu berbagai kolektif kreatif yang aktif selama satu tahun terakhir. Peresmian BEEK menjadi penanda penting, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK)</strong> hadir sebagai salah satu ruang kreatif di Kuningan yang berkembang dari aktivitas komunitas. Berlokasi di <a href="https://maps.app.goo.gl/t6HHXtEqAYEqPRZu8" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Graha Wangi (jalan Veteran No. 15 Kabupaten Kuningan)</a>, ruang ini tidak hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga menjadi titik temu berbagai kolektif kreatif yang aktif selama satu tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peresmian BEEK menjadi penanda penting, bukan sebagai awal, melainkan sebagai pengakuan atas ekosistem yang sudah lebih dulu tumbuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--36">Satu Tahun Aktivasi: BEEK Tumbuh Sebelum Diresmikan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum resmi diperkenalkan sebagai BEEK, ruang di Graha Wangi telah diisi oleh berbagai aktivitas kreatif. Program edukasi, pameran seni, diskusi, hingga kolaborasi lintas komunitas berlangsung secara konsisten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum satu tahun ini kemudian menjadi titik penanda peresmian BEEK sebagai identitas bersama. Peresmian ini melibatkan kolaborasi antara kolektif yang terhimpun di dalam BEEK, Sekolah Linimasa, SDN 2 Kuningan, dan turut mengundang warga sekitaran gedung Graha Wangi. BEEK kemudian diresmikan oleh Perwakilan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan didampingi oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, sekaligus menjadi pengakuan atas aktivitas yang telah lebih dulu tumbuh di dalamnya.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6ad18f7513595&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-37 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-695c49f5 wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f75138d8&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f75138d8" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="741" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1163" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/BEEK-741x1024.png" alt="" class="wp-image-1163" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/BEEK-741x1024.png 741w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/BEEK-217x300.png 217w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/BEEK-768x1061.png 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/BEEK.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 741px) 100vw, 741px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f7513db2&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f7513db2" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1161" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09731-683x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1161" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09731-683x1024.jpg 683w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09731-200x300.jpg 200w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09731-768x1152.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09731-1024x1536.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09731-1365x2048.jpg 1365w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09731.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f7514256&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f7514256" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1162" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09842-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1162" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09842-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09842-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09842-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09842-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09842-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f7514714&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f7514714" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1160" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09836-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1160" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09836-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09836-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09836-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09836-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09836-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption wp-element-caption">Peresmian BEEK di Gedung Graha Wangi &#8211; Photo by @nazhif.exe</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, BEEK tidak lahir dari nol, tetapi dari proses yang sudah berjalan dan teruji secara praktik. Hal ini menjadikan BEEK berbeda dari banyak ruang publik lain yang sering kali baru mencari bentuk setelah diresmikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--38">Graha Wangi: Pemanfaatan Cagar Budaya sebagai Ruang Publik Kreatif</h2>



<p class="wp-block-paragraph">BEEK memanfaatkan bangunan cagar budaya Graha Wangi melalui skema sewa kepada pemerintah kabupaten. Langkah ini menunjukkan upaya konkret dalam mengaktifkan ruang bersejarah agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemanfaatan gedung Graha Wangi sebagai ruang kreatif di Kuningan juga memperlihatkan bagaimana bangunan cagar budaya dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang produktif, tanpa kehilangan nilai historisnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--39">BEEK Diisi Beragam Kolektif Kreatif</h2>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f751655f&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f751655f" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1600" height="1067" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09660-edited.jpg" alt="BEEK Collective Compound - Graha Wangi" class="wp-image-1165" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09660-edited.jpg 1600w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09660-edited-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09660-edited-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09660-edited-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_09660-edited-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button><figcaption class="wp-element-caption">Photo by @nazhif.exe</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">BEEK berkembang sebagai <em>collective compound</em> yang diisi oleh berbagai komunitas dan kolektif kreatif di Kuningan, di antaranya: Yayasan Tulisan dan Gambar (Tudgam), Kuningan Biennale, Sekolah Baik, Aduide, Dapur Maung, Kopi IU, Musik Kisum, dan Artshope. Keberagaman ini menghadirkan spektrum aktivitas yang luas, mulai dari seni visual, edukasi alternatif, media, hingga pengalaman kreatif berbasis kuliner dan musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan berkumpulnya berbagai aktor dalam satu ruang, BEEK menjadi salah satu pusat aktivitas komunitas kreatif di Kuningan.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-2 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-3 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-433 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design tag-adukabar tag-art tag-bergembiraria tag-exhibition tag-graha-wangi tag-kids tag-kuningan tag-tudgam tag-workshop">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-4 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-3"><a href="https://aduide.id/2025/07/20/tudgam-kids-2025-ajakan-bergembiraria-untuk-anak-anak-kuningan/" target="_blank" >Tudgam Kids 2025: Ajakan Bergembiraria untuk Anak-Anak Kuningan!</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1807 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-music tag-adukabar tag-graha-wangi tag-kuningan tag-music tag-sekolah-musik tag-swara-music-school">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-5 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-3"><a href="https://aduide.id/2026/08/03/swara-music-school-hadir-di-kuningan-buka-kelas-musik-teratur-dan-menyenangkan/" target="_blank" >Swara Music School Hadir di Kuningan, Buka Kelas Musik Teratur dan Menyenangkan</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-2347 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-culture category-literature tag-adukabar tag-bukusam tag-kuningan tag-sastra tag-semarak-sastra-mahardika">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-6 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-3"><a href="https://aduide.id/2026/09/21/semarak-sastra-mahardika-dari-buku-percakapan-hingga-suara-emma-yang-tak-boleh-padam/" target="_blank" >Semarak Sastra Mahardika: Dari Buku, Percakapan, hingga Suara Emma yang Tak Boleh Padam</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--40">Ruang Temu dan Ekosistem Kreatif Kuningan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai ruang publik, BEEK tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan, tetapi juga sebagai ruang temu. Publik dapat mengakses berbagai program yang terbuka, sekaligus berinteraksi langsung dengan pelaku kreatif.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6ad18f751ce99&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-2 is-cropped wp-block-gallery-41 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-695c49f5 wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f751d1a8&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f751d1a8" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1177" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00134-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1177" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00134-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00134-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00134-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00134-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00134-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f751d65b&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f751d65b" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1179" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00106-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1179" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00106-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00106-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00106-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00106-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00106-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f751db10&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f751db10" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1173" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00401-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1173" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00401-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00401-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00401-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00401-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00401-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f751dfb0&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f751dfb0" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1174" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00476-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1174" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00476-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00476-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00476-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00476-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00476-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f751e44d&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f751e44d" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1175" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00493-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1175" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00493-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00493-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00493-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00493-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00493-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f751e8e8&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f751e8e8" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1176" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00663-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1176" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00663-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00663-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00663-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00663-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00663-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f751ed85&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f751ed85" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1178" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00690-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1178" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00690-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00690-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00690-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00690-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00690-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f751f222&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f751f222" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="1180" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00831-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1180" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00831-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00831-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00831-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00831-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/NZ_00831-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption wp-element-caption">Aktivitas di BEEK &#8211; Photo by @nazhif.exe</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran BEEK memperkuat ekosistem kreatif Kuningan dengan menyediakan ruang yang memungkinkan kolaborasi, pertukaran ide, dan pengembangan praktik kreatif secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam satu tahun perjalanannya, BEEK menunjukkan bahwa ruang kreatif dapat tumbuh dari aktivitas kolektif yang konsisten, bukan semata dari peresmian formal.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--42">BEEK sebagai Ruang Kreatif yang Terus Berkembang</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan fondasi yang telah terbentuk, BEEK memiliki posisi strategis sebagai salah satu ruang kreatif di Kuningan yang aktif dan berkembang. Keberlanjutan ruang ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi program dan keterlibatan komunitas di dalamnya.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-2 is-cropped wp-block-gallery-43 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-695c49f5 wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="684" data-id="1171" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3117-1024x684.jpg" alt="" class="wp-image-1171" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3117-1024x684.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3117-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3117-768x513.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3117-1536x1025.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3117-2048x1367.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="684" data-id="1167" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3228-1024x684.jpg" alt="" class="wp-image-1167" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3228-1024x684.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3228-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3228-768x513.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3228-1536x1025.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3228-2048x1367.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="684" height="1024" data-id="1168" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3180-684x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1168" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3180-684x1024.jpg 684w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3180-200x300.jpg 200w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3180-768x1151.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3180-1025x1536.jpg 1025w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3180-1367x2048.jpg 1367w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3180.jpg 1602w" sizes="auto, (max-width: 684px) 100vw, 684px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="684" height="1024" data-id="1170" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3402-684x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1170" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3402-684x1024.jpg 684w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3402-200x300.jpg 200w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3402-768x1151.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3402-1025x1536.jpg 1025w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3402-1367x2048.jpg 1367w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3402.jpg 1602w" sizes="auto, (max-width: 684px) 100vw, 684px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="684" height="1024" data-id="1172" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3242-684x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1172" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3242-684x1024.jpg 684w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3242-200x300.jpg 200w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3242-768x1151.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3242-1025x1536.jpg 1025w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3242-1367x2048.jpg 1367w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3242.jpg 1602w" sizes="auto, (max-width: 684px) 100vw, 684px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="684" height="1024" data-id="1169" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3357-684x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1169" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3357-684x1024.jpg 684w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3357-200x300.jpg 200w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3357-768x1151.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3357-1025x1536.jpg 1025w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3357-1367x2048.jpg 1367w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/IND_3357.jpg 1602w" sizes="auto, (max-width: 684px) 100vw, 684px" /></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption wp-element-caption">Photo by @lesmana.indra_</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai ruang yang tumbuh dari praktik bersama, BEEK tidak hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika perkembangan budaya dan kreativitas lokal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/04/19/beek-ruang-kreatif-di-graha-wangi-kuningan-yang-tumbuh-dari-aktivitas-kolektif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1146</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cirebon dan Tanda-Tanda yang Menyala Kembali?</title>
		<link>https://aduide.id/2025/11/27/cirebon-dan-tanda-tanda-yang-menyala-kembali/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/11/27/cirebon-dan-tanda-tanda-yang-menyala-kembali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Agung M. Abul]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 16:07:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduOpini]]></category>
		<category><![CDATA[Art & Design]]></category>
		<category><![CDATA[Agung M Abul]]></category>
		<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[Borobudur Writers & Culture Festival]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[FKSM]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Sastra Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=803</guid>

					<description><![CDATA[Dalam beberapa tahun terakhir, Cirebon seperti terperangkap dalam kesepiannya sendiri. Kota yang pernah riuh oleh perjumpaan, percakapan, dan percobaan artistik itu perlahan merapatkan diri dalam diam. Peristiwa kesenian tak lagi seramai dulu, pembacaan sastra jarang terdengar, ruang-ruang budaya lebih sering dipenuhi gema langkah daripada suara yang menyusun gagasan. Kesunyian itu bukan hanya keadaan, tetapi suasana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa tahun terakhir, Cirebon seperti terperangkap dalam kesepiannya sendiri. Kota yang pernah riuh oleh perjumpaan, percakapan, dan percobaan artistik itu perlahan merapatkan diri dalam diam. Peristiwa kesenian tak lagi seramai dulu, pembacaan sastra jarang terdengar, ruang-ruang budaya lebih sering dipenuhi gema langkah daripada suara yang menyusun gagasan. Kesunyian itu bukan hanya keadaan, tetapi suasana yang menggantung bertahun-tahun, membuat siapa pun yang berkarya merasa berjalan sendirian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak seniman dan penulis bekerja sendiri atau hanya untuk lingkaran kecil tertentu, Kesepian itu tumbuh seperti kabut menyelimuti, memisahkan, dan menunda banyak kemungkinan. Namun dalam beberapa pekan terakhir, suasana itu perlahan retak. Sebuah gerak kecil muncul, lalu merambat, dan mulai terasa. Cirebon yang tadinya menunduk kini sedikit mengangkat wajahnya. Kota ini seperti mendengar ketukan halus dari sesuatu yang kembali ingin hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gerak itu dimulai dari <a href="https://www.instagram.com/pekansastracirebon" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pekan Sastra Cirebon</a>, ketika kata-kata kembali berkumpul setelah lama tercerai-berai. Di sana, sastra menjadi jembatan dan menjadi ruang temu, percakapan menjadi alat untuk menembus jarak yang selama ini memisahkan. Retak kecil itu bukan sekadar program, melainkan penanda bahwa sastra di Cirebon belum padam, ia hanya menunggu panggilannya kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak lama berselang, hadir <a href="https://www.google.com/search?q=FKSM+(Festival+Komunitas+Seni+Media)&amp;ie=UTF-8" target="_blank" rel="noreferrer noopener">FKSM (Festival Komunitas Seni Media)</a>. Untuk kota yang cenderung berjalan dalam ritme tenang, FKSM muncul sebagai keberanian yang tak lazim. Ia gelisah, eksperimental, dan berani mempertanyakan bentuk. Ia membuka ruang bagi praktik yang selama ini jarang diberi tempat, seni video, bunyi, performans digital, dan bentuk-bentuk pencarian yang tidak selalu nyaman bagi publik arus utama. FKSM menegaskan bahwa seni bukan sesuatu yang statis, ia selalu mencari jalan baru untuk bertahan, bahkan dalam lorong-lorong sepi.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;galleryId&quot;:&quot;6ad18f75284cd&quot;}" data-wp-interactive="core/gallery" class="wp-block-gallery has-nested-images columns-4 is-cropped wp-block-gallery-50 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-695c49f5 wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f7528822&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f7528822" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="806" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.40-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-806" style="border-radius:13px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.40-768x1024.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.40-225x300.jpeg 225w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.40.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f7528cde&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f7528cde" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="808" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.39-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-808" style="border-radius:13px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.39-768x1024.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.39-225x300.jpeg 225w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.39.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f752917d&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f752917d" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="811" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.37-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-811" style="border-radius:13px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.37-768x1024.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.37-225x300.jpeg 225w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.37.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f7529617&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f7529617" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="810" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.35-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-810" style="border-radius:13px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.35-768x1024.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.35-225x300.jpeg 225w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.35.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f7529ac4&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f7529ac4" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="812" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.37-1-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-812" style="border-radius:13px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.37-1-768x1024.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.37-1-225x300.jpeg 225w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.37-1.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f7529f5e&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f7529f5e" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="807" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.45-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-807" style="border-radius:13px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.45-768x1024.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.45-225x300.jpeg 225w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.45.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f752a3f1&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f752a3f1" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="809" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.46-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-809" style="border-radius:13px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.46-768x1024.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.46-225x300.jpeg 225w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.46.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f752a883&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f752a883" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" data-id="813" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.48-768x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-813" style="border-radius:13px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.48-768x1024.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.48-225x300.jpeg 225w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-25-at-11.17.48.jpeg 960w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
<figcaption class="blocks-gallery-caption wp-element-caption">FKSM 2025 &#8211; Foto oleh Andrean</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dan dalam hitungan hari kemudian, Cirebon disinggahi <a href="https://festival.borobudurwriters.id/gelaran-2025/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Borobudur Writers &amp; Culture Festival</a>, sebuah festival besar dengan jejaring nasional dan internasional. Bagi Cirebon, kedatangannya bukan sekadar peristiwa, melainkan jendela yang membuka cakrawala lebih luas. Ia membawa gagasan baru, pertemuan lintas-batas, dan harapan bahwa kota ini tidak hanya melihat dunia, tetapi juga dilihat oleh dunia. Cirebon yang selama ini bergerak dalam lingkaran kecil, tiba-tiba memiliki kesempatan untuk menyentuh orbit yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga peristiwa ini menandai perubahan yang penting. Tahun-tahun kesepian yang membuat seniman bekerja dalam jarak dan keraguan perlahan menemukan udara. Semua ini bukan sekadar agenda budaya, melainkan gejala bahwa kehidupan kesenian Cirebon masih berdenyut. Bahwa di balik diam yang panjang, ada yang terus menyala.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 has-custom-color-3-color has-text-color has-link-color wp-elements-13 is-style-text-subtitle-2--51">Pertanyaannya kini, dapatkah rangkaian peristiwa ini benar-benar menjadi pemantik awal bagi kebangkitan ekosistem seni di Cirebon?</h2>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 has-custom-color-3-color has-text-color has-link-color wp-elements-14 is-style-text-subtitle-2--52">Dapatkah ia menghidupkan kembali keberanian yang sempat patah, mempertemukan para seniman yang saling asing dalam satu kota, dan meneguhkan bahwa mereka tidak pernah benar-benar sendiri?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dibutuhkan selanjutnya bukan hanya festival, melainkan kesinambungan. Perjumpaan yang tidak habis dalam satu malam. Dialog yang terus tumbuh. Ruang-ruang yang tidak sekadar dibuka untuk satu acara, tetapi dirawat agar menjadi ekosistem. Dan lebih dari itu, diperlukan kepercayaan para pelakunya, bahwa karya mereka layak berjalan lebih jauh daripada lingkaran kecil tempat mereka biasa berkarya.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-15 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-16 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-803 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-art-design tag-aduopini tag-agung-m-abul tag-art tag-borobudur-writers-culture-festival tag-budaya tag-cirebon tag-exhibition tag-fksm tag-pekan-sastra-cirebon tag-sastra tag-seni">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-17 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-16"><a href="https://aduide.id/2025/11/27/cirebon-dan-tanda-tanda-yang-menyala-kembali/" target="_blank" >Cirebon dan Tanda-Tanda yang Menyala Kembali?</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-607 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-art-design tag-aduopini tag-agung-m-abul tag-art tag-teater tag-uniku">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-18 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-16"><a href="https://aduide.id/2025/10/22/menghidupkan-kembali-api-kritis-di-tengah-dunia-akademik-yang-kian-pragmatis/" target="_blank" >Menghidupkan Kembali Api Kritis di Tengah Dunia Akademik yang Kian Pragmatis</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Cirebon memiliki modal kebudayaan yang kaya, percampuran tradisi, keberagaman latar, keramahtamahan pola hidup, dan sejarah yang membuatnya selalu menjadi titik temu berbagai gagasan. Kota seperti ini, sejak lama, adalah tempat baik bagi kreativitas untuk tumbuh. Yang diperlukan hanyalah dorongan untuk membuatnya kembali bergerak.<br>Pada akhirnya, pertanyaan besar itu masih menggantung, menunggu jawabannya dari mereka yang hidup di dalamnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 has-custom-color-3-color has-text-color has-link-color wp-elements-19 is-style-text-subtitle-2--53">Mungkinkah Cirebon benar-benar tengah bersiap untuk bangkit?</h3>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 has-custom-color-3-color has-text-color has-link-color wp-elements-20 is-style-text-subtitle-2--54">Mungkinkah tiga peristiwa ini menjadi bara kecil yang kelak menyalakan api yang lebih besar?</h3>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 has-custom-color-3-color has-text-color has-link-color wp-elements-21 is-style-text-subtitle-2--55">Mungkinkah kota yang sempat begitu sunyi ini akan kembali memiliki panggung yang hidup dan dihidupkan bersama, dirawat bersama?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga jawaban itu perlahan tiba. Dan semoga, kali ini, Cirebon tidak lagi menahan napas, tetapi mulai bernapas panjang, lega, menuju masa depan kesenian yang lebih terbuka dan berani.<br><strong>Semoga!</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kuningan, 23 November 2025</em></p>



<div class="wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>



<div class="wp-block-columns is-not-stacked-on-mobile is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:33.33%">
<figure class="wp-block-image size-full is-style-rounded"><img loading="lazy" decoding="async" width="740" height="740" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-12-23-at-16.14.02.jpeg" alt="" class="wp-image-871" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-12-23-at-16.14.02.jpeg 740w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-12-23-at-16.14.02-300x300.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-12-23-at-16.14.02-150x150.jpeg 150w" sizes="auto, (max-width: 740px) 100vw, 740px" /></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:66.66%">
<p class="wp-block-paragraph">Ditulis oleh:</p>



<p class="is-style-text-label is-style-text-label--56 wp-block-paragraph"><strong>Agung M. Abul</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis, Seniman, Kepala Balai Edukasi &amp; Ekosistem Kuningan, Founder Yayasan Tulisan dan Gambar (tudgam)</p>
</div>
</div>



<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/11/27/cirebon-dan-tanda-tanda-yang-menyala-kembali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Andriyana Hidupkan Pembelajaran Puisi Modern Indonesia di USSH Ho Chi Minh City Vietnam</title>
		<link>https://aduide.id/2025/11/25/andriyana-hidupkan-pembelajaran-puisi-modern-indonesia-di-ussh-ho-chi-minh-city-vietnam/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/11/25/andriyana-hidupkan-pembelajaran-puisi-modern-indonesia-di-ussh-ho-chi-minh-city-vietnam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 10:10:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BIPA]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Modern Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[USSH Vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=742</guid>

					<description><![CDATA[Ho Chi Minh City jadi saksi bagaimana kelas pembelajaran puisi bisa berubah total ketika pendekatannya dibuat lebih cair dan dekat dengan dunia mahasiswa. Pekan ini, Fakultas Oriental Studies, Jurusan Bahasa Indonesia, University of Social Sciences and Humanities (USSH) menghadirkan sesi pembelajaran puisi modern Indonesia bersama Andriyana, dosen tamu dari Indonesia yang dikenal dengan gaya mengajarnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ho Chi Minh City jadi saksi bagaimana kelas pembelajaran puisi bisa berubah total ketika pendekatannya dibuat lebih cair dan dekat dengan dunia mahasiswa. Pekan ini, Fakultas Oriental Studies, Jurusan Bahasa Indonesia, <a href="https://www.google.com/search?q=University+of+Social+Sciences+and+Humanities+(USSH)&amp;ie=UTF-8" target="_blank" rel="noreferrer noopener">University of Social Sciences and Humanities (USSH)</a> menghadirkan sesi pembelajaran puisi modern Indonesia bersama <strong>Andriyana</strong>, dosen tamu dari Indonesia yang dikenal dengan gaya mengajarnya yang santai dan komunikatif.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f75377c7&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f75377c7" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="940" height="705" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image.png" alt="Suasana Pembelajaran Puisi Modern oleh Andriyana di Fakultas Oriental Studies, Jurusan Bahasa Indonesia, USSH" class="wp-image-745" style="border-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image.png 940w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-300x225.png 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-768x576.png 768w" sizes="auto, (max-width: 940px) 100vw, 940px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button><figcaption class="wp-element-caption">Foto: Andriyana</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak awal pertemuan, kelas langsung berdenyut. Mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yang biasanya berkutat pada tata bahasa dan percakapan dasar, mendadak diajak memasuki semesta Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, dan Joko Pinurbo. Sosok-sosok besar dalam khazanah sastra Indonesia itu terasa baru dan memicu rasa ingin tahu mahasiswa Vietnam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“<em>Puisi itu seperti puzzle. Kadang sederhana, tapi makin dibaca, makin rumit,</em>” ujar salah satu mahasiswa. Satu kalimat yang membuat seisi kelas tertawa setuju, tapi sekaligus membuka ruang diskusi yang hidup.</p>



<h1 class="wp-block-heading is-style-text-label-2 is-style-text-label-2--62">Kelas yang Penuh Tawa dan Kejutan</h1>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f75388e7&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f75388e7" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="940" height="705" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png" alt="Mahasiswa BIPA Fakultas Oriental Studies, Jurusan Bahasa Indonesia, USSH membacakan Puisi Modern di depan kelas" class="wp-image-746" style="border-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-1.png 940w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-1-300x225.png 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-1-768x576.png 768w" sizes="auto, (max-width: 940px) 100vw, 940px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button><figcaption class="wp-element-caption">Foto: Andriyana</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Energi kelas mencair begitu cepat. Mahasiswa membaca puisi secara bergantian, sering tersendat pelafalan, tetapi selalu diakhiri tawa dan keberanian untuk mencoba lagi. Puncaknya datang saat puisi <em>Doa Seorang Pesolek</em> dibacakan. Baris-baris tentang lipstik, bedak, dan kosmetik membuat seluruh kelas riuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“<em>Yang ini saya tahu banget, Bu! Teman saya pakai tiap hari,</em>” celetuk seorang mahasiswa laki-laki, memicu gelak kedua kalinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak ada tekanan akademis yang kaku. Yang muncul justru ruang aman tempat mahasiswa berekspresi dan menguji rasa dengan Bahasa Indonesia yang mereka pelajari setiap hari.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2123 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-literature tag-aduopini tag-aliya-nur-sahira tag-literature tag-novel">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-07T10:11:21+07:00">7 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/07/perempuan-baik-menurut-siapa-membaca-firdaus-dengan-derrida/" target="_blank" >Perempuan Baik Menurut Siapa? Membaca Firdaus dengan Derrida</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2301 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-culture category-literature tag-adukabar tag-bukusam tag-kuningan tag-sastra tag-semarak-sastra-mahardika">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-12T20:35:53+07:00">12 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/12/bukusam-gelar-semarak-sastra-mahardika-ramaikan-ekosistem-sastra-di-kuningan/" target="_blank" >Bukusam Gelar Semarak Sastra Mahardika, Ramaikan Ekosistem Sastra di Kuningan</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2184 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-literature tag-aduopini tag-candrika-adhiyasa tag-cerpen tag-literature tag-musim-angin tag-review tag-saefudin-muhamad">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-08T19:08:28+07:00">8 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/08/kehadiran-sunyi-dalam-musim-angin/" target="_blank" >Kehadiran Sunyi dalam Musim Angin</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-label-2 is-style-text-label-2--63">Metafora Jadi Jembatan Belajar Bahasa</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik kehangatan kelas, ada proses pembelajaran yang berjalan serius. Mahasiswa menandai diksi dan metafora yang muncul, terutama kata dan ungkapan yang tak mereka temui di buku teks: <em>sunyi</em>, <em>perih</em>, <em>perona pipi</em>, bahkan frasa puitis seperti <em>mengalirkan waktu</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andriyana menjelaskan bahwa justru ketidakteraturan bahasa dalam puisi yang membuat mahasiswa lebih peka. “<em>Mereka jadi bertanya, kenapa kalimatnya begini? Kenapa kata ini dipakai dengan cara yang aneh?</em>” katanya. Pertanyaan-pertanyaan ini membuka diskusi yang memperdalam pemahaman mereka pada struktur dan logika Bahasa Indonesia.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-label-2 is-style-text-label-2--64">Dari Pembaca Menjadi Penulis</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sesi tidak berhenti pada membaca. Mahasiswa diminta menulis puisi mereka sendiri. Ada yang menulis tentang rindu, hujan di kotanya, hingga pengalaman canggung saat belajar bahasa asing. Hasilnya puluhan puisi dengan perspektif segar dan kejujuran khas penulis pemula.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad18f753cb77&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad18f753cb77" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="940" height="705" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png" alt="Mahasiswa BIPA Fakultas Oriental Studies, Jurusan Bahasa Indonesia, USSH membacakan Puisi Modern di depan kelas" class="wp-image-747" style="border-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-2.png 940w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-2-300x225.png 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/image-2-768x576.png 768w" sizes="auto, (max-width: 940px) 100vw, 940px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button><figcaption class="wp-element-caption">Foto: Andriyana</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">“<em>Awalnya saya takut salah. Tapi setelah lihat teman-teman baca puisi sambil tertawa, saya jadi berani menulis,</em>” kata Trang, salah satu mahasiswa yang menuliskan kisah keluarganya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak karya yang muncul dinilai memiliki potensi untuk dirangkai menjadi antologi pertama mahasiswa BIPA USSH.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-label-2 is-style-text-label-2--65">Sastra sebagai Ruang Perjumpaan Budaya</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi jurusan, pembelajaran puisi ini bukan hanya tentang kemampuan bahasa. Ini peristiwa budaya. Mahasiswa Vietnam mengenal Indonesia bukan melalui teori, melainkan lewat rasa dan pengalaman langsung melalui sastra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“<em>Apa yang dilakukan Pak Andriyana menunjukkan bahwa sastra bisa jadi wahana yang ramah bagi pembelajar. Anak muda Vietnam ternyata sangat responsif terhadap puisi Indonesia,</em>” ujar salah satu dosen Jurusan Bahasa Indonesia.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-label-2 is-style-text-label-2--66">Menuju Antologi Perdana Mahasiswa Vietnam Berbahasa Indonesia</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan karya yang mulai terkumpul dan antusiasme mahasiswa yang konsisten, jurusan kini mempertimbangkan penerbitan antologi puisi mahasiswa. Jika langkah ini terealisasi, publikasi tersebut akan menjadi tonggak unik: puisi berbahasa Indonesia dari perspektif anak muda Vietnam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan semuanya bermula dari sebuah kelas yang penuh tawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembelajaran puisi modern di USSH Ho Chi Minh bukan sekadar mengenalkan Chairil, Sapardi, atau Joko Pinurbo, tetapi membuktikan bahwa sastra bisa menjadi ruang belajar yang hidup, menyenangkan, dan membentuk keberanian. Siapa tahu, dari kelas ini, kelak lahir penyair berbahasa Indonesia pertama dari Vietnam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk sekarang, mahasiswa itu terus menulis. Lembar demi lembar. Sebab mereka akhirnya sadar bahwa puisi bukan hanya bahan pelajaran, tetapi cara melihat dan merayakan pengalaman.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/11/25/andriyana-hidupkan-pembelajaran-puisi-modern-indonesia-di-ussh-ho-chi-minh-city-vietnam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">742</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelantun Lirih: Mars Para Pemimpi dari Air &#038; Bir</title>
		<link>https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 03:25:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Air & Bir]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantun Lirih]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=660</guid>

					<description><![CDATA[Musisi sekaligus penulis lagu asal Kuningan, Jawa Barat, Air &#038; Bir, resmi merilis karya terbarunya berjudul “Pelantun Lirih.” Lagu ini hadir sebagai barisan birama dan rangkaian kata untuk para pemimpi—sebuah persembahan bagi mereka yang masih berjuang menjadi diri sendiri dan setia pada jalan hidup yang diyakini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pada <strong>27 Oktober 2025</strong>, musisi sekaligus penulis lagu asal <strong><a href="https://aduide.id/tag/kuningan/" data-type="post_tag" data-id="67">Kuningan</a>, Jawa Barat</strong>, <strong>Air &amp; Bir</strong>, resmi merilis karya terbarunya berjudul <strong>“Pelantun Lirih.”</strong> Lagu ini hadir sebagai barisan birama dan rangkaian kata untuk para pemimpi—sebuah persembahan bagi mereka yang masih berjuang menjadi diri sendiri dan setia pada jalan hidup yang diyakini.</p>



<h1 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--67">Tentang Menjadi Diri Sendiri</h1>



<p class="wp-block-paragraph">“Pelantun Lirih” bukan hanya lagu yang berbicara tentang perasaan. Lebih jauh dari itu, lagu ini menjadi refleksi personal Air &amp; Bir tentang bagaimana ia memilih jalan hidupnya sebagai seorang pemusik dan penulis lagu. Ia tidak berusaha mengikuti arus, melainkan mencoba menemukan bentuk terbaik dari dirinya melalui musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Air &amp; Bir, menulis lagu adalah caranya untuk berdialog dengan diri sendiri dan orang lain. “Saya cuma ingin menulis dan melantunkan sesuatu yang bisa memberi pengaruh baik bagi yang mendengarkan,” ungkapnya dengan lirih. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa karya-karyanya lahir dari ketulusan, bukan sekadar ambisi untuk dikenal.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Pelantun Lirih" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/5YaDK1ICd467WctP1uKJBm?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--68">Mars Para Pemimpi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, “Pelantun Lirih” juga dimaksudkan sebagai <strong>mars para pemimpi</strong>. Melalui nada lembut dan sentuhan <em>folk-pop</em> yang hangat, Air &amp; Bir ingin menyampaikan pesan sederhana kepada siapa pun yang masih berjuang: tetap semangat, tetap sabar belajar, dan tetap menjadi diri sendiri. Ia percaya bahwa setiap mimpi, sekecil apa pun, pantas diperjuangkan dengan sepenuh hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses produksi lagu ini dilakukan di <strong>Sasana Karya Studio, Surakarta</strong>, tempat di mana Air &amp; Bir berhasil menjadi salah satu dari <strong>lima musisi terpilih terbaik</strong> dalam program <strong>Ruang Rekam Gratis Sasana Karya</strong>. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju album perdananya yang rencananya akan dirilis pada awal tahun mendatang. Dengan begitu, “Pelantun Lirih” menjadi jembatan antara fase eksploratif dan babak baru dalam perjalanan bermusiknya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--69">Dari Sastra ke Nada</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Air &amp; Bir bukan hanya musisi, tetapi juga seorang <strong>lulusan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta</strong>. Latar belakang akademisnya memberi warna tersendiri pada karya-karyanya yang sarat diksi puitis dan narasi emosional. Melalui perpaduan genre <strong>indie pop, pop folk, dan baroque pop</strong>, ia berhasil menciptakan suasana musikal yang lembut sekaligus reflektif.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-22 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-23 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-24 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-23"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-25 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-23"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-26 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-23"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, Air &amp; Bir telah merilis tiga lagu, yaitu <strong>“Yang Tercinta,” “Wangi Abadi,”</strong> dan <strong>“Terima Kasih Bunga.”</strong> Menariknya lagi, lagu terakhir berhasil mencuri perhatian publik karena <strong>terpilih dalam rubrik Bising Kota, Pophariini</strong>, pada 13 Juni 2025. Dengan prestasi tersebut, ia semakin dikenal sebagai salah satu musisi independen muda yang konsisten membawa nuansa introspektif dalam karyanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--70">Sebuah Catatan Kecil untuk Mereka yang Masih Berjalan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui “Pelantun Lirih,” Air &amp; Bir menulis surat terbuka bagi siapa pun yang tengah berjuang dalam diam. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk berani melihat ke dalam diri, merayakan proses, dan tidak tergesa-gesa dalam meraih mimpi. Ia menegaskan bahwa menjadi pelantun lirih bukan berarti lemah, melainkan bentuk keberanian untuk tetap jujur terhadap diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Air &amp; Bir menutup pesannya dengan sederhana namun mengena:<br>“<strong>Tetap semangat, tetap sabar belajar, dan tetap jadi diri sendiri.</strong>”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan rilisnya “Pelantun Lirih,” Air &amp; Bir sekali lagi membuktikan bahwa kejujuran dan kesederhanaan bisa menjadi kekuatan utama dalam bermusik. Ia bukan hanya menyanyikan lagu, tetapi juga menyuarakan perjalanan hidup yang nyata—dalam lirih yang justru menggetarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Instagram <a href="https://instagram.com/airdanbir">@airdanbir</a><br>Tiktok <a href="https://tiktok.com/@airdanbir" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@airdanbir</a><br>Spotify <a href="https://open.spotify.com/artist/4epJQ5sUvH6Y7D507fdqKt" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Air Dan Bir</a><br>YouTube <a href="https://www.youtube.com/@pustakaairdanbir" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@pustakaairdanbir</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">660</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
