Di setiap kota, selalu ada sosok yang menjadi jembatan antara kreativitas dan komunitas. Di Kuningan, salah satunya adalah Doni Umar, atau akrab disapa Bigdon. Ia bukan hanya pengusaha, tapi juga penggerak ruang-ruang ekspresi yang mempersatukan anak muda lewat kopi, musik, dan sikap positif.
Lahir pada 1983, Bigdon tumbuh dengan beragam minat: kopi, musik, otomotif, hingga olahraga ekstrem. Namun perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Sebuah kecelakaan motor besar di masa muda membuatnya harus putus sekolah dan kuliah. “Saat itu semangat saya drop,” kenangnya. Titik balik datang ketika musik dan teman-teman band membawanya kembali bersosialisasi, membangun koneksi, dan menemukan semangat hidup.



Sebelum menjadi entrepreneur, Bigdon sempat berkarier di berbagai bidang: desain grafis, supervisor otomotif, sales mobil, hingga manajer cabang merek otomotif ternama. Namun dorongan untuk membangun sesuatu yang benar-benar mencerminkan dirinya membawanya ke dunia bisnis yang penuh kreativitas.
Kini, ia memegang sejumlah usaha: Cheap Ice Cream, Grow Advertise Consultant, kemitraan di Strawberry Laundry dan Roti Alit, namun prioritas utamanya adalah Makaya Coffee dan Tozzo Production.
Makaya Coffee yang terletak di Caracas bukan sekadar kedai kopi. Ia menjadi ruang kreativitas anak muda Kuningan dan sekitarnya — tempat seni musik, seni rupa, literasi, dan otomotif bertemu. Dari kelas kopi, pemutaran film lokal, talk show, hingga panggung musik seperti Pop Punk Party, Noise Dangerous, Total Noise of Grunge, Local Noise, dan festival tahunan Makaya Summer Rock yang kini melibatkan ratusan penonton, Makaya menjadi titik temu ide dan energi.


Sementara Tozzo Production bergerak sebagai event organizer sekaligus wadah edukasi pertunjukan. Siapa pun bisa belajar tentang sound system, lighting, instrumen, dan konsep acara. Dari coaching clinic teknis hingga produksi konser, Tozzo membuka pintu bagi siapa saja yang ingin belajar tanpa batas.
Prinsip yang ia pegang sederhana namun kuat: Good Attitude, karena baginya, investasi terbesar adalah nama baik. Melalui Makaya dan Tozzo, ia mengajak generasi muda untuk produktif, kreatif, peduli kesehatan, dan menjauh dari hal-hal destruktif: no drugs, no alcohol, no sexual harassment.


Dampaknya terasa nyata. Anak-anak muda yang sebelumnya pasif kini mulai bersosialisasi kembali, membangun relasi nyata, dan lebih percaya diri mengekspresikan diri.
Harapan Bigdon ke depan adalah tetap tumbuh bersama ekosistem kreatif yang ia bangun, sambil memastikan regenerasi terus berjalan. Karena baginya, membangun komunitas bukan hanya soal hari ini, tapi juga tentang memberi ruang bagi masa depan untuk bersinar.

Leave a Reply