Anto Leysa, atau bernama lengkap Anto Ingdrianto, adalah atlet freestyle BMX asal Kuningan, Jawa Barat, yang dikenal luas di komunitas BMX Indonesia sebagai rider dengan konsistensi panjang, karakter kuat, dan kontribusi nyata terhadap kultur BMX street. Berbeda dengan BMX race yang bersifat federatif, jalur yang ditempuh Anto berada di ranah street dan park BMX, wilayah olahraga ekstrem yang menilai kualitas trik, gaya, dan keberanian membaca ruang urban.
Latar Belakang dan Awal Ketertarikan BMX
Anto mulai mengenal BMX pada tahun 2009, berawal dari pergaulan sehari-hari di bangku SMP. Sosok teman sebangkunya, Maulana Prasaja atau Olot, menjadi pintu masuk awal. Dari rutinitas latihan sederhana di Kuningan, ketertarikan itu tumbuh perlahan, bukan sebagai ambisi karier sejak awal, melainkan sebagai ruang ekspresi dan penyalur adrenalin. Lingkungan pertemanan yang suportif membuat BMX terasa mengalir secara alami dalam hidupnya.


Prestasi dan Rekam Jejak Kompetitif
Langkah kompetitif Anto dimulai cukup awal. Tahun 2011, ia meraih Juara I Kuningan BMX Jump, menjadi tonggak penting yang mendorongnya masuk ke arena kompetisi yang lebih luas. Setahun berselang, pada Kejuaraan Nasional BMX Jakarta 2012, Anto berhasil menembus lima besar, menegaskan kapasitasnya di level nasional.
Namanya semakin diperhitungkan melalui ajang Indonesia Open Xtreme Championship (IOXC), salah satu kompetisi paling bergengsi di ranah olahraga ekstrem Indonesia. Pada 2015, Anto berada di peringkat 9, lalu meningkat ke peringkat 6 pada 2018. Puncaknya terjadi pada 2021, ketika ia keluar sebagai Juara I IOXC, sekaligus mencatatkan diri sebagai rider BMX street Indonesia pertama yang menjuarai ajang tersebut.

Di level internasional, Anto menunjukkan daya saingnya pada Twenty Inc Cup Malaysia 2023, dengan raihan Juara I Best Trick dan Juara III Open Street, memperluas pengakuan terhadap kualitas riding-nya di Asia Tenggara.
Bandung sebagai Titik Perluasan Jejaring
Keputusan melanjutkan studi ke Bandung pada 2013 menjadi fase krusial. Kota ini, dengan ekosistem olahraga ekstrem yang matang dan kultur urban yang hidup, membuka jejaring lebih luas sekaligus mempertemukan Anto dengan lingkungan yang mendorong kerja keras dan eksplorasi. Kompetisi lokal hingga nasional mulai intens diikuti, dan identitasnya sebagai rider street terbentuk semakin kuat.
Video Part dan Kontribusi Kultural
Kontribusi Anto tidak berhenti di kompetisi. Pada 2018, ia merilis video part perdananya berjudul BANGKIT, yang ditayangkan secara premier. Langkah ini menjadikannya rider BMX Indonesia pertama yang memulai tradisi video part dengan format premier, sebuah pendekatan yang sebelumnya jarang dilakukan di skena BMX nasional.
Lima tahun kemudian, pada 2023, Anto kembali dengan video part CENDERAWASIH. Video ini mencatat sejarah sebagai video part BMX street Indonesia pertama yang diputar premier di dua negara, yakni Malaysia dalam ajang Art of Speed dan Indonesia di PVJ Bandung. Langkah ini menegaskan perannya bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai penggerak narasi visual BMX Indonesia di level regional.
Ekspansi Kreatif di Luar BMX
Menariknya, perjalanan Anto juga merambah dunia seni dan bisnis kreatif. Ia mendirikan brand SAINT CHARAS, sebuah lini handmade jewelry yang lahir dari sensibilitas street culture dan estetika personal. Karyanya telah digunakan dalam berbagai fashion show besar di Indonesia, dikenakan oleh sejumlah figur publik, termasuk Isyana Sarasvati, serta menarik perhatian brand lokal hingga internasional. Pada 2026, SAINT CHARAS direncanakan memulai kolaborasi dengan Von Dutch, brand asal Amerika Serikat.





Visi ke Depan
Ke depan, Anto menyimpan mimpi besar untuk menginisiasi video part kolaboratif lintas Asia, melibatkan rider BMX dari berbagai negara. Bagi Anto, seluruh pencapaian ini bukan hasil instan. Tumbuh dari kota yang ekosistem BMX-nya masih berkembang, dukungan komunitas lokal Kuningan menjadi fondasi penting. Prinsip yang ia pegang sederhana namun kuat: mencintai apa yang dijalani dan menjalani apa yang dicintai.





Profil Anto Leysa menunjukkan bahwa karier di olahraga ekstrem tidak selalu dibangun lewat jalur formal. Konsistensi, komunitas, dan keberanian memperluas peran menjadi kunci. Dari jalanan Kuningan hingga panggung internasional, Anto menegaskan bahwa BMX bukan sekadar olahraga, melainkan ruang hidup, karya, dan identitas.
Leave a Reply