,

Fadhil Fahrianto: Dari Kuningan ke ArtJakarta, Membawa Gagasan Lewat Kanvas & Toa

Dari tangan seorang ilustrator asal Kabupaten Kuningan, karya bisa berbicara lebih keras dari kata-kata. Tahun ini, Fadhil Fahrianto, visual artist yang dikenal lewat goresan personalnya di atas kanvas maupun layar digital, kembali menjejak panggung seni nasional — ArtJakarta 2025 — bersama Supermusic.

Bukan kali pertama, tapi tetap terasa seperti momen perdana. Setelah debutnya di ArtJakarta tahun lalu, alumni DKV Universitas Kuningan ini kembali hadir lewat dua karya: sebuah megaphone hasil kolaborasi dengan legenda street art Kuningan, Neogreenmonster, serta lukisan berjudul “Sculpting the Light” — medium akrilik dan marker hitam di atas kanvas berukuran 40×50 cm.

“Untuk karya megaphone, kami melukisnya bersama menggunakan cat minyak saat acara Supermusic Intimate Session di Cirebon, 16 Juni 2025,” jelas Fadhil. “Itu bagian dari proyek kolaborasi besar Superstar Art bareng Supermusic, di mana banyak seniman lintas kota dan disiplin ikut terlibat.”

Dan memang, booth Supermusic di Hall D1, JIExpo Kemayoran jadi semacam panggung lintas semesta — dari gitar, helm, jaket kulit, hingga drumset — semua disulap jadi karya seni oleh para kreator. Kolaborasi megaphone Fadhil x Neogreenmonster berdiri sejajar dengan karya seniman lain seperti Alvian IR x Frans Feransis (gitar), Mr.Bie x Budak Hejo (jaket kulit), hingga Bhara Sadewa x Vatama (vest).

Bagi Fadhil, pengalaman ini lebih dari sekadar pameran. “Sebagai ilustrator dari daerah, kesempatan seperti ini langka banget. Bisa langsung bertemu kolektor, kurator, dan pemilik galeri dari Jakarta bahkan luar negeri itu priceless. Selain eksposur, saya juga banyak belajar — dari cara mereka mengkurasi karya, hingga melihat langsung detail dan tekstur masterpiece yang selama ini cuma saya lihat di internet,” tuturnya.

Proses menuju ArtJakarta pun nggak instan. Karya kolaborasi disiapkan sejak pertengahan Juni, sedangkan lukisan Sculpting the Light dikerjakan dalam waktu seminggu penuh, sebelum akhirnya dikirim ke Jakarta untuk dipamerkan pada 3–5 Oktober 2025.

Melalui program Supermusic Superstar, Supermusic terus membuka ruang bagi talenta kreatif dari berbagai daerah untuk bersuara — secara harfiah maupun visual. Dan Fadhil Fahrianto, dengan segala kejujuran dan spontanitas dalam karyanya, jadi salah satu suara yang paling lantang dari Kuningan tahun ini.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *