Senin malam, 7 Juli 2025, Makaya Coffee berubah menjadi ruang pelepasan kolektif. Gig Back For More Vol.10 yang dihelat Horse City Crew jadi bukti nyata bahwa skena hardcore di Kuningan bukan hanya hidup, tapi membara.
Bersama massa yang berdatangan dari berbagai kota, suasana dibakar habis oleh kemunculan band-band lintas daerah: ANCY dari Cirebon, NO HARD dari Majalengka, dan tentu band-band lokal dari Kuningan, seperti BREEZE, CORRO, DEPORTED KLASS, NEW ISSUE, dan SWID. Selain itu, sebagai penampil spesial, turut hadir pula NO PEACE, band asal Adelaide, Australia. Masing-masing unit datang membawa energi, karakter, dan loyalitas terhadap kultur yang mereka bela. Musik menghantam keras dan cepat, lirik disuarakan lantang, dan tubuh-tubuh melayang bebas dalam pusaran mosh pit yang tak berhenti berputar.












Tak ada panggung tinggi, hanya satu level antara performer dan penonton, semua sejajar. Mikrofon berpindah tangan, gitar dilempar ke udara, dan teriakan kolektif memenuhi ruangan tanpa jeda. Ini bukan konser, ini perayaan atas kemarahan, solidaritas, dan ikatan antar komunitas.
Di belakang set drum, terbentang bendera Palestina yang ikut menegaskan bahwa gig ini bukan cuma soal musik, tapi juga soal sikap atas isu kemanusiaan. Satu pernyataan bahwa skena ini tak butuh banyak spotlight, tapi tak akan tinggal diam.
Back For More Vol.10 berhasil merangkum semangat bawah tanah yang terus tumbuh: keras, jujur, dan tak bisa dibungkam. Di Kuningan, suara perlawanan itu tidak hanya terdengar, tapi bergema.

Leave a Reply