, ,

Gema Kreativitas Ala DKV Uniku: Libatkan Kreator dari 4 Benua dalam DKVEST VI

Suasana kampus 2 Universitas Kuningan (Uniku) terasa beda awal Oktober lalu. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Ilmu Komputer kembali bikin gebrakan lewat festival tahunan DKVEST VI yang kali ini mengusung tema “Resonance”. Acara ini digelar selama dua hari, 1–2 Oktober 2025, dan benar-benar jadi ajang unjuk kreativitas yang penuh energi.

Tema “Resonance” diambil karena ingin menggambarkan bagaimana karya bisa menimbulkan getaran, membangun hubungan emosional, dan menyatukan orang-orang lewat harmoni kreatif.

Acara dibuka dengan simbolis yang unik — penabuhan Tuning Fork (Garpu Tala) sebagai lambang getaran tema tersebut. Setelah itu, ada sambutan dari berbagai pihak: mulai dari Ferdy Alif Lutfiana (Ketua Pelaksana), M. Irfan Mubarok (Ketua Hima DKV), Jerry Dounald Rahajaan, M.Sn. (Kaprodi DKV), Tito Sugiharto, M.Eng. (Dekan FKOM), sampai Dr. Haris Budiman, S.H., M.M. (Wakil Rektor IV Uniku). Pembukaan resmi dilakukan oleh perwakilan Bupati Kuningan, Bapak Abidin, S.Pd. dari Disdikbud Kuningan, yang juga menyampaikan apresiasinya atas semangat para mahasiswa DKV yang terus berkarya di dunia kreatif.

Salah satu momen spesial adalah hibah printer dari Data Script & Canon, yang diserahkan ke pihak fakultas dan Hima DKV. Lalu, ada juga apresiasi untuk tiga dosen DKV Uniku yang baru menerbitkan buku:

  • “Pesona Tenun Gadod Nunuk Majalengka” karya Rika Nugraha, M.Sn.
  • “Air dan Perempuan: Fotografi Ekspresi” karya Dr. Sigit Setya Kusuma, M.Sn.
  • “Ilustrasi dalam Pusaran Komunikasi Visual” karya Azhar Natsir Ahdiyat, M.Ds.

Nah, bagian paling dinanti tentu pameran karya. Tahun ini, lebih dari 120 karya mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 dipajang, mulai dari Nirmana 2D dan 3D, Fotografi Dasar, Gambar, Ilustrasi, hingga proyek Antropologi Visual dan Literasi Visual. Tak ketinggalan, ada juga karya dosen, instalasi Mapping Show, Kamera AI hasil kolaborasi dengan Twentyz, dan karya VR dari Teknik Informatika.

Yang nggak kalah keren, ada International Poster Exhibition yang melibatkan 13 negara dari 4 benua, termasuk Indonesia, Malaysia, Taiwan, India, Iran, Turki, Polandia, Bosnia & Herzegovina, Swiss, Romania, Mesir, Amerika Serikat, dan Meksiko. Total ada 72 karya poster, dan tiga di antaranya berhasil menyabet “Resonance Awards”: Helmy Fazrul, M. Alfiq Haikal, dan Alfath Alfiananda.

Selain pameran, DKVEST VI juga diisi dengan acara-acara inspiratif seperti seminar bersama Tombak Matahari, M.Ds. (Kaprodi DKV Sampoerna University) dan Elin Herlina, M.I.Kom. (Dosen DKV Uniku), yang dimoderatori oleh Azhar N. Ahdiyat, M.Ds. Tema yang mereka bahas adalah “Komunikasi Media Digital: Resonansi Disrupsi Media dan Evolusi Komunikasi Visual.” Pesertanya datang dari beragam kalangan—mahasiswa, guru, kreator, dosen, sampai masyarakat umum, baik secara luring maupun daring.

Keseruan berlanjut lewat workshop Seni Grafis Cetak Tinggi oleh Jerry Dounald Rahajaan, M.Sn., dan sesi DKVEST Talk bersama M. Ruyatul Hilal, Helma Juniar Anggraeni, serta Irpan Alfian yang ngobrol seru seputar fotografi, penulisan cerita animasi, dan desain grafis.

Biar makin hidup, area event juga dilengkapi photobooth hasil kolaborasi dengan Fourjectiv, bazar produk kreatif dan F&B, sampai penampilan musik dari berbagai komunitas dan sekolah seperti Kiiroku Empire Cosplay, Diva, SMA Jalaksana, SMAN 1 Kuningan, dan Gen X Management.

Untuk urusan hiburan, DKVEST VI nggak tanggung-tanggung. Hari pertama diisi penampilan Ammu Hanef (Aswa Records) dan Orkes Patah Hati, sementara hari kedua makin panas dengan aksi band-band lokal seperti Banalday, Crash Youth, Killing in The Rage, Ideal Living, dan Good Day, plus guest star: Strider, Loosing Fight, Vurther, dan The Roots Radio yang sukses menutup acara dengan resonansi energi positif.

Lewat DKVEST VI “Resonance”, DKV UNIKU ingin menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, bereksperimen, dan menunjukkan potensi kreatif mereka. Lebih dari sekadar pameran, acara ini jadi bukti kalau gema kreativitas dari Kuningan bisa terdengar sampai ke panggung internasional.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *