, ,

Ilustrator Asal Kuningan Garap Artwork Merchandise Musik Deadsquad untuk Tur Eropa

Band death metal kenamaan tanah air, Deadsquad, kembali menggebrak panggung internasional melalui rangkaian tur ketiga mereka ‘Obsidian Ritual European Tour 2025’. Dalam momentum istimewa ini, Deadsquad menggandeng Gozeal, salah satu unit brand streetwear lokal untuk merilis merchandise eksklusif edisi tur Eropa.

Menariknya, dalam lini visual merchandise tersebut, Deadsquad dan Gozeal melibatkan dua ilustrator asal Kuningan, Jawa Barat, yakni Artmorfate (R. Fathur R.) dan Anditya Dita. Masing-masing menyuguhkan dua karya penuh energi dan simbolisme yang sesuai dengan karakteristik musik Deadsquad dan konsep tur mereka kali ini.

Artmorfate menghadirkan dua karya berjudul “Death Valley” dan “Dogma”Death Valley menampilkan sosok penunggang kuda berkepala tiga dan berzirah logam yang menaklukkan gelombang maut, dibalut warna hijau neon yang menyala di latar. Karya ini dirilis dalam bentuk hoodie. Sedangkan Dogma yang dirilis dalam bentuk longsleeve menggambarkan ritual mirip okultisme dalam ruangan arsitektur gothic yang masif, di mana sosok berjubah gelap mengelilingi altar dalam suasana keheningan yang menyeramkan.

Sementara itu, Anditya Dita merespons tema tur lewat ilustrasi bertajuk “Ritual” dan “Castel”, dua-duanya dirilis dalam bentuk t-shirt. Dalam karya Ritual, seekor naga raksasa berkepala tiga memuntahkan api ke medan pertempuran yang dikuasai kegelapan bernuansa merah, memvisualkan kekacauan dan kekuatan purba yang meledak. Sedangkan Castel menyuguhkan narasi horor-fantasi: barisan zombie seakan menggeruduk gerbang kastil gothic, dengan langit keunguan yang diliputi kawanan kelelawar dan energi apokaliptik yang mendidih.

Kolaborasi ini menjadi penanda penting bagi keterlibatan talenta visual dari daerah dalam panggung industri kreatif internasional. Gozeal, sebagai mitra kreatif dalam lini merchandise, menghadirkan pendekatan artistik yang menyatu kuat dengan estetika ekstrem Deadsquad. Merchandise ini tak sekadar menjadi produk tur, tetapi juga artefak visual dari identitas musik yang mereka usung.

Selain empat artwork di atas, Deadsquad juga secara eksklusif berkolaborasi dengan Artmorfate dalam garapan artwork utama tur Eropa mereka, yakni berjudul ‘Obsidian Ritual’. Artwork ini bukan sekadar merchandise, tapi juga digunakan sebagai poster dan flyer dalam mempromosikan agenda tur tersebut.

Dengan jadwal tur yang akan menyambangi sejumlah negara Eropa pada Juli-Agustus 2025, Obsidian Ritual European Tour menjadi bukti nyata konsistensi Deadsquad sebagai salahsatu band metal ekstrem Indonesia. Merchandise ini, bukan hanya atribut, tetapi perpanjangan dari identitas dan spirit musik yang mereka bawa.

Lebih jauh, keterlibatan Artmorfate dan Anditya Dita ini bukan hanya soal pekerjaan visual merchandise, tetapi juga cerminan dari dinamika dalam skena ilustrasi Indonesia. Bahwa ilustrator dari daerah seperti Kabupaten Kuningan, yang sebelumnya mungkin nyaris tak terlihat di industri kreatif lokal, apalagi peta industri musik internasional, kini tampil langsung di medan utama. Ini juga menandai pergeseran lanskap: di mana ilustrasi bukan sekadar pelengkap estetika atau alat perputaran ekonomi lewat penjualan merch semata, melainkan medium strategis yang membentuk narasi, membangun identitas dan atmosfer, serta memperluas daya jangkau ekspresi musik.


R Fathur R / Artmorfate adalah ilustrator asal Kuningan Jawa barat yang cukup dikenal lewat karya-karya Artwork band Rock/Metal yang intens dan lumayan konsisten, tidak sedikit berkolaborasi dengan band metal, baik lokal maupun luar. Sejak 2019, ia telah terlibat dalam berbagai project merchandise, album cover, yang menampilkan tema dark surealis seperti mitologi, okultisme, dan fantasi gelap. Dengan gaya visual khas yang menggabungkan elemen horor dan simbolisme kuat, Artmorfate membangun identitas visual yang solid dan terus berkembang sebagai salah satu seniman visual yang diperhitungkan, khususnya di skena musik ekstrem.

Instagram: @artmorfate.ina

Anditya Dita adalah ilustrator asal Kuningan, Jawa Barat, yang juga dikenal melalui identitas visual Poison Project. Memiliki ketertarikan dengan dunia gambar sejak kecil, kini Ia aktif mengerjakan proyek ilustrasi komersil untuk berbagai sektor seperti musik, clothing, cover komik, card game, dan label minuman kaleng, baik dari dalam maupun luar negeri. Projek-projek tersebut setidaknya dimulai dari tahun 2013. Karya-karyanya cukup beragam, dari menampilkan nuansa dark, cyberpunk, sampai konsep visual futuristik yang kuat.

Instagram: @andityadita


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *