<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mochammad Zawaid Malja &#8211; Aduide Media</title>
	<atom:link href="https://aduide.id/tag/mochammad-zawaid-malja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aduide.id</link>
	<description>Township Youth Media</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2026 10:04:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Mochammad Zawaid Malja &#8211; Aduide Media</title>
	<link>https://aduide.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246255001</site>	<item>
		<title>Absurditas Perdebatan Soal Ronaldo vs Messi yang Tak Kunjung Usai</title>
		<link>https://aduide.id/2026/08/08/absurditas-perdebatan-soal-ronaldo-vs-messi-yang-tak-kunjung-usai/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/08/08/absurditas-perdebatan-soal-ronaldo-vs-messi-yang-tak-kunjung-usai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduOpini]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Mochammad Zawaid Malja]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2174</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai penggemar sepak bola, ada satu keresahan eksistensial yang selalu menghantui kewarasan kita selama belasan tahun terakhir, perdebatan soal siapa yang paling layak menyandang gelar Greatest of All Time (GOAT)—Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi? Perdebatan ini tidak pernah benar-benar selesai. Ia persis seperti Mitos Sisifus dalam filsafat Albert Camus; kita terus mendorong batu argumen ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penggemar sepak bola, ada satu keresahan eksistensial yang selalu menghantui kewarasan kita selama belasan tahun terakhir, perdebatan soal siapa yang paling layak menyandang gelar <em>Greatest of All Time</em> (GOAT)—Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perdebatan ini tidak pernah benar-benar selesai. Ia persis seperti Mitos Sisifus dalam filsafat Albert Camus; kita terus mendorong batu argumen ke puncak gunung, hanya untuk melihatnya menggelinding turun lagi setiap kali salah satu dari mereka mencetak <em>hattrick</em> atau memenangkan trofi baru. Kita lelah, tetapi anehnya, kita terus menerus melakukannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 has-unbounded-font-family is-style-text-subtitle-2--7">Sejak Kapan &#8220;Perang Dingin&#8221; Ini Dimulai?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau kita tarik mundur, persaingan ini mulai meruncing sekitar tahun 2007 hingga 2009. Puncaknya terjadi ketika Ronaldo berseragam Real Madrid dan Messi menjadi &#8220;dewa&#8221; di Barcelona. Di sinilah narasi <em>El Clásico</em> berubah—bukan lagi sekadar pertarungan ideologi politik Catalunya versus Spanyol, melainkan mengerucut jadi benturan individual dua manusia &#8220;abnormal&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa saja yang berdebat? Semua orang. Dari <em>pundit</em> bergaji miliaran di studio TV Eropa, pemuda kurang tidur di warkop pinggir jalan, sampai akun-akun anonim berfoto anime di X (Twitter) dan TikTok. Sepak bola telah menjadi agama universal, dan Ronaldo-Messi adalah dua &#8220;nabi&#8221; dengan basis massa yang sangat militan.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--8">Perangkap Psikologis di Kolom Komentar</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dulu, perdebatan ini hangat di meja tongkrongan atau lapangan futsal. Sekarang, ia abadi di kolom komentar medsos. Cara kerjanya sederhana namun beracun karena digerakkan oleh bias psikologis manusia,</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Bias In-Group/Out-Group, Manusia cenderung membela kelompok yang diyakini selaras dengannya dan menganggap kelompok lain sebagai &#8220;musuh&#8221;.</li>



<li>Bias Konfirmasi (<em>Confirmation Bias</em>), Pendukung Messi menjadikan bakat alami, visi bermain, dan trofi Piala Dunia sebagai kebenaran mutlak. Sebaliknya, pendukung Ronaldo memuja etos kerja, kekuatan fisik, rekor gol Liga Champions, dan mentalitas pantang menyerah. Kedua kubu membangun realitasnya masing-masing.</li>



<li>Dikotomi Palsu (<em>False Dichotomy</em>), Kita sering menyederhanakan dunia secara hitam-putih. Saat Messi melakukan pelanggaran yang lolos dari hukuman wasit dan ada netizen yang mengkritik, netizen tersebut sering kali langsung dituduh, <em>&#8220;Wah, pasti fans Dodo nih yang nggak terima.&#8221;</em> Padahal belum tentu. Bisa saja mereka hanya penikmat bola netral yang menyukai keadilan, atau sekadar fans Neymar.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--9">Apollonian vs. Dionysian, Mengapa Kita Suka Dualisme?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Secara filosofis, otak manusia memang menyukai konsep dualisme, <em>siang dan malam, baik dan buruk, air dan api.</em> Dalam filsafat Friedrich Nietzsche, kita mengenal konsep Apollonian dan Dionysian.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Ronaldo adalah wujud Apollonian, Keteraturan, rasionalitas, dan bentuk fisik yang dipahat lewat kedisiplinan tingkat tinggi. Ia adalah bukti bahwa manusia biasa, jika bekerja keras sampai berdarah-darah, bisa menyentuh langit.</li>



<li>Messi adalah wujud Dionysian, Kekacauan yang indah, insting, emosi, dan kejeniusan murni yang tak bisa dijelaskan oleh nalar. Ia adalah anugerah magis yang tidak bisa ditiru sekeras apa pun kamu berlatih.</li>
</ul>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6a8b751a5be97&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6a8b751a5be97" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="540" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/Ronaldo-vs-Messi.webp" alt="Ronaldo vs Messi" class="wp-image-2180" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/Ronaldo-vs-Messi.webp 960w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/Ronaldo-vs-Messi-300x169.webp 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/Ronaldo-vs-Messi-768x432.webp 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button><figcaption class="wp-element-caption">© FIFA via Getty Images</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kita berdebat karena kita memproyeksikan pandangan hidup kita pada mereka. Apakah kamu lebih percaya pada kerja keras yang mengubah nasib (Ronaldo), atau kamu percaya pada takdir dan bakat bawaan yang estetik (Messi)?</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--10">Polarisasi Toksik vs. Melahirkan <em>Übermensch</em></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak buruk dari perdebatan ini jelas, polarisasi dan budaya <em>fandom</em> yang toksik. Banyak penikmat bola kehilangan objektivitas dan gagal menikmati keindahan permainan hanya karena terlalu sibuk mencari kelemahan kubu lawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dampak positifnya jauh lebih epik. Persaingan ini melahirkan konsep <em>Übermensch</em> (manusia super) di dunia nyata. Mereka berdua saling mendorong batas maksimal potensi manusia (<em>aktualisasi diri</em>). Tanpa Messi, Ronaldo mungkin akan cepat puas. Tanpa Ronaldo, Messi mungkin tidak akan setajam itu dalam menjaga konsistensi. Perdebatan kita di luar lapangan adalah bahan bakar eksistensi mereka di dalam lapangan.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2200 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-tech tag-aduopini tag-childhood-trauma tag-filsafat tag-identitas tag-kanya-rahma-tresnabudi tag-kesehatan-mental tag-self-diagnosis tag-teknologi">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-12T16:49:19+07:00">12 August 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/12/kenapa-banyak-anak-muda-sekarang-gemar-self-diagnosis-di-media-sosial/" target="_blank" >Kenapa Banyak Anak Muda Sekarang Gemar Self-Diagnosis di Media Sosial?</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-311 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-art-design category-culture tag-aduopini tag-branding tag-public-policy tag-tourism">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-07-02T17:02:35+07:00">2 July 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/07/02/bagai-mengecat-dinding-yang-belum-kering-sebuah-catatan-penting-untuk-tourism-branding/" target="_blank" >Bagai Mengecat Dinding yang Belum Kering: Sebuah Catatan Penting untuk Tourism Branding</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1306 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture tag-aduopini tag-gema-ganeswara tag-gender tag-lgbt tag-sosial-politik">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-07-16T11:25:13+07:00">16 July 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/07/16/dari-perlindungan-menuju-pengambilalihan-makna/" target="_blank" >Dari Perlindungan Menuju Pengambilalihan Makna</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--11">Menyongsong Kehampaan Pasca-Pensiun</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Suatu hari nanti, di masa yang tak lama lagi, notifikasi di layar gawai kita akan mengabarkan bahwa mereka resmi menggantung sepatu. Pada hari itu, dunia sepak bola akan mengalami apa yang disebut Jean-Paul Sartre sebagai <em>nausea</em> (kemualan) atau kehampaan eksistensial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah akan ada yang menggantikan mereka? Mungkin Kylian Mbappé, Erling Haaland, atau Lamine Yamal akan mencetak ratusan gol dan meraih Ballon d&#8217;Or. Tapi jawabannya, TIDAK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan karena pemain generasi depan tidak hebat, melainkan karena konteks historisnya tidak akan pernah sama. Narasi Ronaldo dan Messi terlalu sempurna, dua pemain terbaik sepanjang masa, berada di puncak karier selama 15 tahun tanpa putus, membela dua klub yang bermusuhan secara ideologis, tepat di era ketika media sosial baru saja meledak. Itu adalah anomali semesta yang mungkin hanya terjadi satu kali dalam sejarah peradaban manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika mereka pensiun, riuh perdebatan mungkin perlahan mereda dan menyisakan keheningan yang canggung. Di titik itu, kita yang sering gontok-gontokan di kolom komentar mungkin akhirnya akan berpelukan—menyadari betapa beruntungnya kita pernah hidup di era yang sama dengan dua dewa sepak bola ini.</p>



<div class="wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:33.33%">
<figure class="wp-block-image size-full is-style-rounded"><img decoding="async" width="626" height="626" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/vector-flat-illustration-grayscale-avatar-user-profile-person-icon-profile-picture-suitable-social-media-profiles-icons-screensavers-as-template_719432-2517.avif" alt="" class="wp-image-2181" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/vector-flat-illustration-grayscale-avatar-user-profile-person-icon-profile-picture-suitable-social-media-profiles-icons-screensavers-as-template_719432-2517.avif 626w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/vector-flat-illustration-grayscale-avatar-user-profile-person-icon-profile-picture-suitable-social-media-profiles-icons-screensavers-as-template_719432-2517-300x300.avif 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/vector-flat-illustration-grayscale-avatar-user-profile-person-icon-profile-picture-suitable-social-media-profiles-icons-screensavers-as-template_719432-2517-150x150.avif 150w" sizes="(max-width: 626px) 100vw, 626px" /></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:66.66%">
<p class="wp-block-paragraph">Ditulis oleh:</p>



<p class="is-style-text-label is-style-text-label--12 wp-block-paragraph"><strong>Mochammad Zawaid Malja</strong> (Mochi)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seorang mahasiswa UPI asal Tangerang Selatan yang suka banyak hal dan cukup generalis  |  Instagram: <a href="https://instagram.com/mochienaktau_" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@mochienaktau_</a></p>
</div>
</div>



<hr class="wp-block-separator has-text-color has-secondary-200-color has-alpha-channel-opacity has-secondary-200-background-color has-background is-style-default"/>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/08/08/absurditas-perdebatan-soal-ronaldo-vs-messi-yang-tak-kunjung-usai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2174</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
