<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekraf &#8211; Aduide Media</title>
	<atom:link href="https://aduide.id/tag/ekraf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aduide.id</link>
	<description>Township Youth Media</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Sep 2026 00:46:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Ekraf &#8211; Aduide Media</title>
	<link>https://aduide.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246255001</site>	<item>
		<title>Kuningan 528: Melesat Ngudag Jaman, Tapi ke Mana Industri Kreatif Kuningan?</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/01/kuningan-528-melesat-ngudag-jaman-tapi-ke-mana-industri-kreatif-kuningan/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/01/kuningan-528-melesat-ngudag-jaman-tapi-ke-mana-industri-kreatif-kuningan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Azhar N. Ahdiyat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 10:10:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduOpini]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi ke-528 Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2268</guid>

					<description><![CDATA[Catatan santai (tapi agak keras kepala) di usia 528 tahun, dari orang yang cari nafkah dari kreativitas di kabupaten ini. Setiap 1 September, Kuningan ulang tahun. Tahun ini yang ke-528, dengan tema &#8220;Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi&#8221;, artinya melesat mengejar zaman, berakar kuat pada asal-usul. Purwadaksi sendiri kira-kira berarti &#8220;dari awal sampai akhir&#8221;, asal-usul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em>Catatan santai (tapi agak keras kepala) di usia 528 tahun, dari orang yang cari nafkah dari kreativitas di kabupaten ini.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap 1 September, Kuningan ulang tahun. Tahun ini yang ke-528, dengan tema <strong>&#8220;Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi&#8221;</strong>, artinya melesat mengejar zaman, berakar kuat pada asal-usul. <em>Purwadaksi</em> sendiri kira-kira berarti &#8220;dari awal sampai akhir&#8221;, asal-usul yang menuntun tujuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya tidak akan mengkritik temanya. Bukan karena saya penakut, tapi karena saya kebetulan tahu tema itu tidak jatuh dari langit: ia hasil godokan Pemda bersama Dewan Kebudayaan, dan saya ada di ruangan itu. Yang menurut saya jauh lebih menarik untuk diperdebatkan bukan bunyinya, melainkan <strong>bagaimana ia dimaknai</strong>, dan siapa yang berani mengukurnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--11">Satu Contoh Kecil sebagai Argumen</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Izinkan saya mulai dari pengalaman yang paling dekat. Tahun ini logo Hari Jadi Kuningan tidak dibuat dengan cara lama: tidak ditunjuk diam-diam, tidak pula dilempar jadi sayembara terbuka yang menuntut ratusan desainer bekerja gratis lalu satu orang menang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Skemanya diadaptasi dari praktik pengembangan identitas visual di tingkat nasional: penyusunan <em>design brief</em> (dokumen berisi arahan dan batasan desain), <em>open call</em> portofolio, kurasi berdasarkan rekam jejak, pengembangan konsep oleh finalis terpilih, presentasi di hadapan panel lintas disiplin (pemerintah, akademisi, praktisi desain, budayawan, pelaku ekraf), lalu <em>public online voting</em> dengan bobot 40% suara publik dan 60% penilaian panelis. Hasilnya, Logo 01 karya Ligar Fajar Maulana ditetapkan sebagai identitas visual resmi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><a href="https://aduide.id/2026/07/31/lewati-kurasi-dan-voting-publik-logo-karya-ligar-resmi-jadi-identitas-hari-jadi-ke-528-kuningan/" target="_blank" rel=" noopener"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="595" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot-2026-07-31-180334-1024x595.png" alt="Logo Hari Jadi ke-528 Kuningan" class="wp-image-1372" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot-2026-07-31-180334-1024x595.png 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot-2026-07-31-180334-300x174.png 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot-2026-07-31-180334-768x446.png 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot-2026-07-31-180334.png 1260w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kenapa saya ceritakan? Bukan untuk pamer. Tapi karena kasus kecil ini menunjukkan satu hal yang sering luput: <strong>ekonomi kreatif tumbuh bukan karena ada acara, melainkan karena ada mekanisme.</strong> Desainer muda Kuningan tidak butuh dimotivasi. Mereka butuh proses yang jelas, penilaian yang bisa dipertanggungjawabkan, dan hasil kerja yang dihargai sebagai pekerjaan profesional, bukan partisipasi sukarela.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu logo berhasil dikerjakan begitu. Pertanyaannya: yang lainnya bagaimana?</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--12">Angka yang Membuat Kita Terlalu Cepat Senang</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di atas kertas, Kuningan mungkin sedang bagus. Laju pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2025 menembus 10,41%, tertinggi di Jawa Barat, di atas Majalengka dan Kabupaten Cirebon (Pemerintah Kabupaten Kuningan, 2025a). Kemiskinan turun ke 10,74% pada Maret 2025, terendah dalam beberapa tahun terakhir, dan Tingkat Pengangguran Terbuka di angka 7,78% (Pemerintah Kabupaten Kuningan, 2025b).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di level nasional lebih memikat lagi. Ekonomi kreatif menyumbang Rp1.611,2 triliun atau 7,28% terhadap PDB 2024, menyerap 27,4 juta pekerja pada 2025, dan lebih dari separuhnya berusia di bawah 40 tahun (Badan Pusat Statistik, 2025). Cakupannya pun diperluas dari 17 menjadi 21 subsektor lewat Rindekraf 2026–2045 (Kementerian Ekonomi Kreatif, 2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua angka itu mungkin benar. Semua angka itu juga tidak otomatis membuat seorang ilustrator di Cigugur sanggup mencicil tablet grafisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di situ persoalannya. Pertumbuhan makro dan keberlangsungan hidup pelaku kreatif bisa tinggal di kabupaten yang sama tanpa pernah saling menyapa.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--13">Membaca Ulang &#8220;Melesat&#8221; dan &#8220;Ngakar&#8221;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, ke sini saya mau menagih tema kita sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Melesat</strong> itu soal kecepatan. Tapi kecepatan tanpa arah namanya ngebut, dan ngebut tanpa mesin namanya turunan. Kalau ekonomi kreatif Kuningan mau melesat, mesinnya harus disebut jelas: pasar, pembiayaan, dan mekanisme kerja yang adil. Bukan jumlah pelatihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ngakar kuat purwadaksi</strong> biasanya diterjemahkan jadi &#8220;jangan lupakan budaya&#8221;. Menurut saya itu terlalu sopan dan terlalu dekoratif. Akar, dalam ekonomi kreatif, bukan ornamen. Ia <strong>bahan baku</strong>. Motif, cerita rakyat, kopi lereng Ciremai, kuda kuningan, bahasa Sunda dialek lokal: itu semua aset yang bisa jadi kekayaan intelektual, bukan sekadar tema kostum karnaval yang dilipat lagi ke gudang tanggal tiga hari setelahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bedanya besar</strong>. Akar sebagai ornamen menghasilkan foto bagus. Akar sebagai bahan baku membuahkan penghasilan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--14">Kita Masih Punya Kalender, Belum Punya Ekosistem</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian Hari Jadi tahun ini digarap lebih serius: Karnaval Budaya bertema sejarah Kuningan dari masa ke masa, Seba Sapton dan Babarit, Ciremai Coffee Culture yang mengangkat kopi Kuningan (produksinya 1.157 ton pada 2025, terbesar kedua di Jawa Barat untuk robusta), sampai diskon 10–70% di toko, kafe, dan hotel (Voxpopuli, 2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya ikut senang. Saya juga ikut kebagian rezekinya, mungkin. Tapi mari sebut namanya dengan jujur: <strong>yang kita punya sekarang adalah festivalisasi</strong>, yaitu kecenderungan mengurus sektor kreatif lewat acara demi acara, bukan industrialisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kajian kebijakan budaya sudah lama curiga pada pola ini. McRobbie (2016) menunjukkan bagaimana ajakan &#8220;jadilah kreatif&#8221; memanggil anak muda masuk ke pekerjaan berisiko tinggi berupah rendah, lalu menyebut ketidakstabilan itu sebagai kebebasan. Oakley dan O&#8217;Connor (2015) mencatat sektor kreatif kerap dipakai melegitimasi pertumbuhan daerah, sementara kondisi kerja di dalamnya justru makin <strong>prekariat</strong>, istilah untuk pekerja yang penghasilannya tidak pasti, tanpa kontrak jelas dan tanpa jaring pengaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terjemahan lokalnya sederhana: <em>panggung dibongkar esok pagi, dan ekosistemnya ikut dibongkar. Fotografer pulang bawa portofolio tanpa kontrak. Desainer dapat ucapan terima kasih, plus kalimat abadi itu: &#8220;anggarannya menyusul, ya.&#8221;</em></p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--15">Dari Ruang Kelas: Kita Melatih Talenta untuk Kota Lain</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ini bagian yang bikin saya diam beberapa detik sebelum menjawab pertanyaan mahasiswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiap tahun kami meluluskan desainer, ilustrator, videografer, animator, dan sebagainya. Mereka kompeten. Lalu sebagian besar pergi ke Bandung, Jakarta, atau kerja <em>remote</em> untuk klien luar negeri sambil tetap tinggal di rumah orang tua, dan tidak pernah tercatat sebagai pelaku ekonomi kreatif Kuningan oleh siapa pun.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/06/Finex-6-19-1024x683.jpg" alt="Finex 6 - 19" class="wp-image-1233" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/06/Finex-6-19-1024x683.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/06/Finex-6-19-300x200.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/06/Finex-6-19-768x512.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/06/Finex-6-19-1536x1024.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/06/Finex-6-19-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kita sedang mengekspor SDM unggulan, dengan bangga, tanpa bea keluar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka pergi bukan karena tidak cinta Kuningan, tapi karena Kuningan belum jadi <strong>pasar</strong>. Kampus sudah menyediakan sisi pasokan. Yang belum dibangun serius adalah <strong>sisi permintaan</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--16">Dari Ruang Redaksi: Distribusi Itu Infrastruktur</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mengelola media kecil mengajarkan saya satu hal keras kepala: <em><strong>karya yang tidak terdistribusi tidak pernah benar-benar ada.</strong></em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonomi kreatif jarang mati karena kurang karya. Ia mati karena karyanya tidak punya jalur: tidak ada kanal, kurasi, arsip, atau kritik. Band lokal manggung sekali lalu senyap. Pameran ilustrasi digelar, tak ada yang menuliskannya, lima tahun kemudian tak ada bukti peristiwa itu pernah terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Media, arsip, dan kurasi bukan pelengkap acara. Mereka infrastruktur, sama pentingnya dengan jalan, hanya jauh lebih murah dan jauh lebih sering dilupakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--17">Empat PR yang Membosankan, Tapi Menentukan</h2>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ad49967e8bcc&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ad49967e8bcc" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img decoding="async" width="1024" height="604" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/infografis-empat-pr-industri-kreatif-kuningan-1024x604.png" alt="empat PR Industri Kreatif Kuningan" class="has-border-color has-custom-color-5-border-color wp-image-2275" style="border-width:1px;border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/infografis-empat-pr-industri-kreatif-kuningan-1024x604.png 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/infografis-empat-pr-industri-kreatif-kuningan-768x453.png 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/infografis-empat-pr-industri-kreatif-kuningan-300x177.png 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/infografis-empat-pr-industri-kreatif-kuningan.png 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<p class="is-style-default wp-block-paragraph"><strong>1) data.</strong> Berapa pelaku kreatif Kuningan, di subsektor apa, omzet berapa? Sensus Ekonomi 2026 rasanya terlalu mahal untuk dilewatkan.</p>



<p class="is-style-default wp-block-paragraph"><strong>2) infrastruktur produksi bersama.</strong> Alat produksi film, foto, dan audio milik daerah yang dikelola bersama komite dan bisa dipinjam. Satu ruang kerja yang benar-benar berfungsi lebih berdampak daripada sepuluh seminar motivasi.</p>



<p class="is-style-default wp-block-paragraph"><strong>3) belanja daerah untuk karya lokal dan perlindungan kekayaan intelektual.</strong> Kopi Ciremai sudah menunjukkan jalannya lewat skema indikasi geografis, yaitu perlindungan hukum atas produk khas suatu wilayah (Pikiran Rakyat Kuningan, 2026). Logikanya bisa diperluas ke kriya, musik, desain.</p>



<p class="is-style-default wp-block-paragraph"><strong>4) mekanisme yang berumur lebih panjang dari masa jabatan.</strong> Kuningan punya Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah sejak 2019. Dokumennya ada. Pertanyaannya, kapan terakhir ia dibaca, bahkan dipakai sebagai rujukan anggaran, bukan sekadar lampiran?</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--18">Ukuran untuk Tahun Depan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi begini usul saya untuk Hari Jadi ke-529. Jangan ukur keberhasilan dari jumlah penonton, panjang helaran, atau berapa artis nasional yang datang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ukurlah dari satu angka yang jauh lebih sulit:</p>



<p class="is-style-text-lead-2 is-style-text-lead-2--19 wp-block-paragraph"><strong>berapa banyak pelaku kreatif Kuningan yang tahun depan masih bisa hidup dari karyanya, di Kuningan.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau angka itu naik, kita memang melesat. Kalau tidak, kita cuma lari di tempat, dengan kostum yang sangat bagus.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Dirgahayu, Kuningan. Semoga kita bukan cuma panjang umur, tapi juga panjang akal.</em></p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2382 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design category-culture tag-adukabar tag-art tag-beek tag-budaya tag-dkv-uniku tag-exhibition tag-fotografi tag-kawin-cai tag-kuningan tag-sigit-setya-kusuma">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-29T15:13:57+07:00">29 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/29/melalui-pameran-tunggal-fotografi-3d-anaglyph-sigit-setya-kusuma-kenalkan-tradisi-kawin-cai/" target="_blank" >Melalui Pameran Tunggal Fotografi 3D Anaglyph, Sigit Setya Kusuma Kenalkan Tradisi Kawin Cai</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1306 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture tag-aduopini tag-gema-ganeswara tag-gender tag-lgbt tag-sosial-politik">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-07-16T11:25:13+07:00">16 Juli 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/07/16/dari-perlindungan-menuju-pengambilalihan-makna/" target="_blank" >Dari Perlindungan Menuju Pengambilalihan Makna</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2208 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-culture category-other tag-aduopini tag-elvina-meivania-dewi tag-filsafat tag-kapitalisme tag-marxisme">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-14T07:30:14+07:00">14 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/14/memilih-tak-punya-anak-perlawanan-paling-rasional-di-tengah-neraka-kapitalisme/" target="_blank" >Memilih Tak Punya Anak: Perlawanan Paling Rasional di Tengah Neraka Kapitalisme</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--20">Referensi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Aduide Media. (2026a, 7 Juli). <em>Tiga finalis kurasi portofolio desain identitas visual Hari Jadi ke-528 Kuningan resmi diumumkan</em>. <a href="https://aduide.id/2026/07/07/tiga-finalis-kurasi-portofolio-desain-identitas-visual-hari-jadi-ke-528-kuningan-resmi-diumumkan/">https://aduide.id/2026/07/07/tiga-finalis-kurasi-portofolio-desain-identitas-visual-hari-jadi-ke-528-kuningan-resmi-diumumkan/</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Aduide Media. (2026b, 31 Juli). <em>Lewati kurasi dan voting publik, logo karya Ligar resmi jadi identitas Hari Jadi ke-528 Kuningan</em>. <a href="https://aduide.id/2026/07/31/lewati-kurasi-dan-voting-publik-logo-karya-ligar-resmi-jadi-identitas-hari-jadi-ke-528-kuningan/">https://aduide.id/2026/07/31/lewati-kurasi-dan-voting-publik-logo-karya-ligar-resmi-jadi-identitas-hari-jadi-ke-528-kuningan/</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Aduide Media. (2026c, 7 Agustus). <em>Subsektor ekraf bertambah, daerah siap sambut atau masih sibuk dengan event seremonial?</em> <a href="https://aduide.id/2026/08/07/subsektor-ekraf-bertambah-daerah-siap-sambut-atau-masih-sibuk-dengan-event-seremonial/">https://aduide.id/2026/08/07/subsektor-ekraf-bertambah-daerah-siap-sambut-atau-masih-sibuk-dengan-event-seremonial/</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Badan Pusat Statistik. (2025, 17 November). <em>BPS: Ekonomi kreatif serap tenaga kerja 27,4 juta tahun 2025</em>. <a href="https://www.bps.go.id/id/news/2025/11/17/805/bps--ekonomi-kreatif-serap-tenaga-kerja-27-4-juta-tahun-2025.html">https://www.bps.go.id/id/news/2025/11/17/805/bps&#8211;ekonomi-kreatif-serap-tenaga-kerja-27-4-juta-tahun-2025.html</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian Ekonomi Kreatif. (2026, 10 Juli). <em>Rindekraf perluas cakupan ekraf menjadi 21 subsektor</em>. <a href="https://ekraf.go.id/news/rindekraf-perluas-cakupan-ekraf-menjadi">https://ekraf.go.id/news/rindekraf-perluas-cakupan-ekraf-menjadi</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">McRobbie, A. (2016). <em>Be creative: Making a living in the new culture industries</em>. Polity Press.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oakley, K., &amp; O&#8217;Connor, J. (Eds.). (2015). <em>The Routledge companion to the cultural industries</em>. Routledge.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Kabupaten Kuningan. (2025a, 16 November). <em>Sekda Jabar puji Kuningan, pertumbuhan ekonominya terbaik di Jawa Barat dan Pulau Jawa</em>. <a href="https://kuningankab.go.id/home/sekda-jabar-puji-kuningan-pertumbuhan-ekonominya-terbaik-di-jawa-barat-dan-pulau-jawa/">https://kuningankab.go.id/home/sekda-jabar-puji-kuningan-pertumbuhan-ekonominya-terbaik-di-jawa-barat-dan-pulau-jawa/</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Kabupaten Kuningan. (2025b, 4 Desember). <em>Kuningan bukan kabupaten termiskin di Jawa Barat, data resmi tunjukkan perbaikan signifikan dan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Pulau Jawa</em>. <a href="https://kuningankab.go.id/home/kuningan-bukan-kabupaten-termiskin-di-jawa-barat-data-resmi-tunjukkan-perbaikan-signifikan-dan-pertumbuhan-ekonomi-tertinggi-se-pulau-jawa/">https://kuningankab.go.id/home/kuningan-bukan-kabupaten-termiskin-di-jawa-barat-data-resmi-tunjukkan-perbaikan-signifikan-dan-pertumbuhan-ekonomi-tertinggi-se-pulau-jawa/</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pikiran Rakyat Kuningan. (2026, 20 April). <em>Kuningan panen! Kopi lereng Gunung Ciremai bakal mejeng di pameran bergengsi World of Coffee Asia 2026</em>. <a href="https://kuningan.pikiran-rakyat.com/ekbis/pr-5310151791/">https://kuningan.pikiran-rakyat.com/ekbis/pr-5310151791/</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Voxpopuli. (2026, 30 Agustus). <em>Banyak sentuhan baru! Sekda bicara Hari Jadi ke-528 Kuningan spektakuler</em>. <a href="https://voxpopuli.co.id/banyak-sentuhan-baru-sekda-bicara-hari-jadi-ke-528-kuningan-spektakuler/">https://voxpopuli.co.id/banyak-sentuhan-baru-sekda-bicara-hari-jadi-ke-528-kuningan-spektakuler/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/01/kuningan-528-melesat-ngudag-jaman-tapi-ke-mana-industri-kreatif-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2268</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Subsektor Ekraf Bertambah,  Daerah Siap Sambut atau Masih Sibuk dengan Event Seremonial?</title>
		<link>https://aduide.id/2026/08/07/subsektor-ekraf-bertambah-daerah-siap-sambut-atau-masih-sibuk-dengan-event-seremonial/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/08/07/subsektor-ekraf-bertambah-daerah-siap-sambut-atau-masih-sibuk-dengan-event-seremonial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 04:25:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2133</guid>

					<description><![CDATA[AduKabar – Pemerintah resmi memperluas cakupan ekonomi kreatif Indonesia dari 17 menjadi 21 subsektor melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Empat subsektor baru yang masuk adalah teknologi baru (new technology), konten digital, sulih suara (voice over), dan modifikasi otomotif. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan pembaruan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan ekonomi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>AduKabar </strong>– Pemerintah resmi memperluas cakupan ekonomi kreatif Indonesia dari 17 menjadi 21 subsektor melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045. Empat subsektor baru yang masuk adalah <strong>teknologi baru (new technology)</strong>, <strong>konten digital</strong>, <strong>sulih suara (voice over)</strong>, dan <strong>modifikasi otomotif</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan pembaruan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan ekonomi kreatif mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat daya saing Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Rindekraf 2026–2045 menghadirkan struktur ekonomi kreatif yang lebih adaptif melalui pengelompokan 21 subsektor ke dalam empat klaster utama. Langkah ini menjadi fondasi penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendorong lahirnya inovasi di berbagai daerah,” ujar Menteri Ekraf dikutip dari <a href="https://ekraf.go.id/news/rindekraf-perluas-cakupan-ekraf-menjadi">ekraf.go.id</a>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/image-1024x682.png" alt="Menteri Ekonomi Kreatif saat menyampaikan perluasan cakupan ekonomi kreatif menjadi 21 subsektor" class="wp-image-2137" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/image-1024x682.png 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/image-300x200.png 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/image-768x512.png 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/image-1536x1023.png 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/image.png 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Menteri Ekonomi Kreatif saat menyampaikan perluasan cakupan ekonomi kreatif menjadi 21 subsektor melalui Rindekraf 2026–2045, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (Sumber: ekraf.go.id)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sekilas, kabar ini memang terdengar seperti pembaruan administratif. Namun jika dicermati lebih jauh, penambahan tersebut sebenarnya mengubah cara kita memandang ekonomi kreatif. Dunia kreatif hari ini sudah tidak hanya berbicara soal kuliner, fesyen, kriya, seni rupa, musik, atau seni pertunjukan. Ada profesi-profesi baru yang lahir dari perkembangan teknologi, dan kini mulai diakui secara resmi sebagai bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya subsektor <strong>konten digital</strong>. Bidang ini mencakup aktivitas kreatif yang selama ini tumbuh pesat di berbagai platform digital. Kreator konten, YouTuber, streamer, podcaster, influencer, hingga rumah produksi digital kini memiliki pijakan yang lebih jelas dalam ekosistem ekonomi kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian ada <strong>teknologi baru</strong>, yang membuka ruang bagi pengembangan karya berbasis kecerdasan buatan (AI), virtual reality (VR), augmented reality (AR), mixed reality (MR), hingga teknologi imersif lainnya. Ini menunjukkan bahwa kreativitas kini tidak lagi dipisahkan dari inovasi teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Subsektor <strong>sulih suara (voice over)</strong> juga akhirnya mendapatkan pengakuan tersendiri. Selama ini profesi pengisi suara berkembang cukup pesat seiring meningkatnya kebutuhan industri animasi, film, gim, audiobook, iklan, hingga konten digital. Pengakuan ini memberi sinyal bahwa profesi yang dulu dianggap niche kini memiliki posisi yang semakin strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, <strong>modifikasi otomotif</strong> diakui karena tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga menggabungkan desain, estetika, rekayasa, dan inovasi produk. Industri ini bahkan telah melahirkan banyak UMKM dan pelaku usaha kreatif dengan pasar yang terus berkembang.</p>



<figure class="wp-block-image size-full has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="2048" height="2560" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/aduide-21-subsektor-ekraf-scaled.png" alt="" class="wp-image-2140" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/aduide-21-subsektor-ekraf-scaled.png 2048w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/aduide-21-subsektor-ekraf-240x300.png 240w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/aduide-21-subsektor-ekraf-819x1024.png 819w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/aduide-21-subsektor-ekraf-768x960.png 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/aduide-21-subsektor-ekraf-1229x1536.png 1229w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/aduide-21-subsektor-ekraf-1638x2048.png 1638w" sizes="auto, (max-width: 2048px) 100vw, 2048px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--25">Pertanyaannya, Daerah Sudah Siap Belum?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Masalahnya, perkembangan di tingkat nasional sering kali tidak berjalan secepat respons di tingkat daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di banyak kabupaten, ekonomi kreatif masih identik dengan agenda tahunan berupa festival, bazar UMKM, lomba, atau pameran. Kegiatan seperti itu tentu penting sebagai ruang promosi. Namun kalau berhenti di sana, ekonomi kreatif akan sulit tumbuh menjadi sektor yang benar-benar produktif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ironisnya, di saat pemerintah pusat mulai mengakui AI, konten digital, hingga voice over sebagai subsektor resmi, masih banyak daerah yang bahkan belum memiliki data siapa saja pelaku ekonomi kreatif di wilayahnya.</p>



<p class="has-text-align-left is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--26 wp-block-paragraph">Berapa banyak animator lokal? Ada berapa studio desain? Siapa saja kreator konten yang sudah menghasilkan pendapatan dari platform digital? Berapa developer gim independen yang sedang berkembang?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini sering kali belum bisa dijawab karena memang belum pernah dipetakan secara serius.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--27">Ekosistem Lebih Urgent Ketimbang Event Seremonial</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau pemerintah daerah ingin memanfaatkan momentum ini, pendekatannya harus berubah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang dibutuhkan bukan hanya kalender event, tetapi pembangunan ekosistem. Mulai dari pendataan pelaku kreatif, pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, penyediaan ruang kolaborasi, akses pembiayaan, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga membuka koneksi dengan pasar nasional maupun internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perguruan tinggi, SMK, komunitas kreatif, media, dan pelaku industri sebenarnya sudah memiliki banyak talenta. Sayangnya, mereka sering berjalan sendiri-sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, ketika semua aktor tersebut dipertemukan dalam satu ekosistem, peluang lahirnya startup kreatif, studio desain, rumah produksi, agensi digital, hingga intellectual property (IP) lokal akan jauh lebih besar.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--28">Kuningan Jangan Hanya Jadi Penonton</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi daerah seperti Kabupaten Kuningan, penambahan empat subsektor ini seharusnya menjadi alarm sekaligus peluang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kuningan memiliki kampus yang menghasilkan lulusan desain komunikasi visual, komunitas ilustrasi, fotografer, videografer, musisi independen, kreator konten, hingga pelaku branding yang jumlahnya terus bertambah. Dalam beberapa tahun terakhir juga mulai bermunculan creative space, media digital lokal, serta berbagai inisiatif anak muda yang bergerak secara mandiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, potensi tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kebijakan daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan jika pemerintah daerah mulai menyusun peta ekonomi kreatif berbasis data, membuka program inkubasi bagi kreator digital, menyediakan studio bersama, atau memasukkan AI dan konten digital ke dalam program pelatihan UMKM. Dampaknya bisa jauh lebih besar dibanding sekadar menambah jumlah event setiap tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonomi kreatif hari ini bukan lagi soal menjual produk kerajinan atau menggelar festival. Nilai tambah terbesar justru lahir dari ide, teknologi, kekayaan intelektual, dan kemampuan menciptakan karya yang dapat dipasarkan ke mana saja tanpa dibatasi wilayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rindekraf 2026–2045 sudah memberi arah baru. Tinggal bagaimana pemerintah daerah meresponsnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena pada akhirnya, daerah yang paling siap bukanlah yang paling banyak menggelar acara, melainkan yang paling cepat membangun ekosistem agar para pelaku kreatif bisa tumbuh, berkolaborasi, dan menciptakan nilai ekonomi dari kreativitas mereka sendiri.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-223 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-culinary category-lifestyle tag-adukabar tag-erion tag-kuningan tag-space">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-04-07T20:15:21+07:00">7 April 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/04/07/erion-hadir-di-kuningan-kawasan-kuliner-futuristik-dengan-sentuhan-showbiz/" target="_blank" >Erion: Kawasan Kuliner Futuristik dengan Sentuhan Showbiz Baru Saja Mengudara di Kuningan</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-583 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-other tag-adukabar tag-ciawigebang tag-cidulang tag-kemerdekaan tag-kuningan tag-youth">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-08-19T14:38:12+07:00">19 Agustus 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/08/19/warga-dusun-manis-cidulang-meriahkan-hut-ri-ke-80-lewat-phbn-2025-bertema-fokus/" target="_blank" >Warga Dusun Manis Cidulang Meriahkan HUT RI ke-80 Lewat PHBN 2025 Bertema “FOKUS”</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-545 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-other tag-adukabar tag-jawa-barat tag-kuningan tag-lkbb tag-paskibra tag-sman-1-kadugede">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-08-11T14:23:39+07:00">11 Agustus 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/08/11/wakili-kuningan-paskibra-sman-1-kadugede-raih-prestasi-lkbb-di-tingkat-provinsi/" target="_blank" >Wakili Kuningan, Paskibra SMAN 1 Kadugede Raih Prestasi LKBB di Tingkat Provinsi</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/08/07/subsektor-ekraf-bertambah-daerah-siap-sambut-atau-masih-sibuk-dengan-event-seremonial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2133</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pantura Alert: “Rising Wave” Menandai Bangkitnya Seni Karakter dan Urban Art di Cirebon</title>
		<link>https://aduide.id/2026/01/07/pantura-alert-rising-wave-menandai-bangkitnya-seni-karakter-dan-urban-art-di-cirebon/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/01/07/pantura-alert-rising-wave-menandai-bangkitnya-seni-karakter-dan-urban-art-di-cirebon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 16:08:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Art & Design]]></category>
		<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura Character Connection]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Art]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1033</guid>

					<description><![CDATA[Awal tahun 2026 dibuka dengan energi kreatif yang kuat dari wilayah Pantura. Pameran kolektif bertajuk “Rising Wave” resmi digelar sebagai penanda naiknya gelombang baru seni karakter dan urban art dari Cirebon, sekaligus memperlihatkan denyut ekosistem kreatif yang kian matang dan saling terhubung. Diselenggarakan oleh Pantura Character Connection, pameran ini berlangsung di Galeri Gramedia Grage Mall [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Awal tahun 2026 dibuka dengan energi kreatif yang kuat dari wilayah Pantura. Pameran kolektif bertajuk “Rising Wave” resmi digelar sebagai penanda naiknya gelombang baru seni karakter dan urban art dari Cirebon, sekaligus memperlihatkan denyut ekosistem kreatif yang kian matang dan saling terhubung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diselenggarakan oleh <strong><a href="https://www.instagram.com/pantura.character?igsh=aGM1d2MxMndpZXNr" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pantura Character Connection</a></strong>, pameran ini berlangsung di <strong><a href="https://share.google/RqPZvOQatZFuqdIth" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Galeri Gramedia Grage Mall Cirebon</a></strong> mulai 2 hingga 31 Januari 2026. Selama hampir satu bulan, publik diajak menyelami ragam ekspresi visual para seniman karakter yang tumbuh dan berkembang dari kawasan Pantura.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--34">“Rising Wave” sebagai Simbol Arus Kreatif Baru Pantura</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Judul “Rising Wave” tidak dipilih secara kebetulan. Ia merepresentasikan semangat kebangkitan yang bergerak kolektif, layaknya ombak yang datang silih berganti namun saling menguatkan. Setiap seniman hadir dengan gaya, karakter, dan identitas visual yang berbeda, tetapi bergerak dalam satu frekuensi kebersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini menjadi refleksi bahwa skena seni karakter dan urban art Pantura tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Ada arus kolaborasi, dialog visual, dan keberanian untuk tampil ke ruang publik yang lebih luas. Dalam konteks ini, “Rising Wave” bukan sekadar pameran, melainkan penanda fase baru perjalanan kreatif para pelakunya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--35">28 Seniman Sajikan Beragam Karya</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 28 seniman anggota Pantura Character Connection terlibat dalam pameran ini. Karya yang dipamerkan didominasi oleh lukisan kanvas berukuran 50 x 50 cm, yang dirancang agar memiliki format seragam namun tetap memberi ruang eksplorasi visual yang luas bagi tiap seniman.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-36 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-4e18e77c wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="731" data-id="1042" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00097-1024x731.jpeg" alt="Foto by @pileofvisual" class="wp-image-1042" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00097-1024x731.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00097-300x214.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00097-768x548.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00097-1536x1097.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00097-scaled.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto by @pileofvisual</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-id="1045" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00081-1024x683.jpeg" alt="Foto by @pileofvisual" class="wp-image-1045" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00081-1024x683.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00081-300x200.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00081-768x512.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00081-1536x1024.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00081-scaled.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto by @pileofvisual</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-id="1044" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00087-1024x683.jpeg" alt="Foto by @pileofvisual" class="wp-image-1044" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00087-1024x683.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00087-300x200.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00087-768x512.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00087-1536x1024.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00087-scaled.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto by @pileofvisual</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain karya dua dimensi, pengunjung juga dapat menemukan art toys dan merchandise sebagai perpanjangan medium ekspresi karakter. Hampir seluruh karya yang dipamerkan tersedia untuk dijual, membuka kesempatan bagi kolektor maupun publik umum untuk memiliki karya sekaligus memberi dukungan langsung kepada para seniman.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--37">Pembukaan Pameran: Seni, Diskusi, dan Musik dalam Satu Ruang</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Acara pembukaan pameran pada 2 Januari 2026 berlangsung hangat dan meriah. Sambutan disampaikan oleh Neogreenmonster yang mewakili Pantura Character Connection, serta Iqbal Alditio sebagai perwakilan Galeri Gramedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembukaan resmi ditandai dengan pemotongan pita, dilanjutkan live painting performance oleh salah satu exhibitor, Raffael, yang langsung memperlihatkan proses kreatif di hadapan pengunjung. Momen ini menegaskan bahwa seni tidak hanya untuk dipajang, tetapi juga untuk dialami secara langsung.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-38 is-layout-flex wp-container-core-gallery-is-layout-e723806f wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="731" data-id="1040" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00062-1024x731.jpeg" alt="Foto by @pileofvisual" class="wp-image-1040" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00062-1024x731.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00062-300x214.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00062-768x549.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00062-1536x1097.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00062-scaled.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto by @pileofvisual</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" data-id="1041" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00068-1024x683.jpeg" alt="Foto by @pileofvisual" class="wp-image-1041" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00068-1024x683.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00068-300x200.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00068-768x512.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00068-1536x1024.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/DSC00068-scaled.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto by @pileofvisual</figcaption></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian acara berlanjut dengan artist talk bersama Raffael, Ermisa, dan The Fuku, dimoderatori oleh Iqbal Alditio. Diskusi ini membahas proses berkarya, karakter visual, hingga dinamika skena seni urban di Pantura. Acara kemudian ditutup dengan music spinning oleh Nemo, menciptakan suasana santai dan cair yang mendorong interaksi antar pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk melengkapi pengalaman, pengunjung juga menikmati hidangan ringan serta kopi signature dari Komunikoffie, salah satu pendukung acara.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--39">Melibatkan Berbagai Kolaborator</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pembukaan pameran “Rising Wave” turut dihadiri oleh sejumlah media seperti Invaderwalls, Pileofvisual, dan Wakeup.magz, yang menunjukkan perhatian terhadap perkembangan seni karakter dan urban art dari daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Pantura Character Connection dan Gramedia Grage Mall Cirebon, dengan dukungan sponsor Diton King, Raya Graff, dan Wadezig, serta pendukung acara Reps Store, Click-Clack, dan Komunikoffie.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun media partner yang terlibat antara lain Invaderwalls, Pileofvisual, Wakeup.magz, Raise Up My Homies, Mature, Wildwall, dan Aduide Media.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--40">Menguatkan Ruang Berkarya Seniman Pantura</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui “Rising Wave”, Pantura Character Connection menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang berkarya, ruang diskusi, dan ruang kolaborasi bagi seniman lintas generasi, khususnya dari Cirebon dan kawasan Pantura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pameran ini menjadi bukti bahwa seni karakter dan urban art dari daerah memiliki daya tawar, identitas, serta potensi untuk berkembang secara berkelanjutan. “Rising Wave” bukan hanya tentang karya yang dipajang, tetapi tentang arus kreatif yang sedang naik dan siap bergerak lebih jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/01/07/pantura-alert-rising-wave-menandai-bangkitnya-seni-karakter-dan-urban-art-di-cirebon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Kreatif Jawa Barat: Fesyen, Kuliner, dan Transformasi Digital Pelaku Kreatif</title>
		<link>https://aduide.id/2025/11/20/ekonomi-kreatif-jawa-barat-fesyen-kuliner-dan-transformasi-digital-pelaku-kreatif/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/11/20/ekonomi-kreatif-jawa-barat-fesyen-kuliner-dan-transformasi-digital-pelaku-kreatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 10:57:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[AduKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Culinary]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[Ekraf Hub]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=714</guid>

					<description><![CDATA[Dominasi Fesyen dan Kuliner dalam Pertumbuhan Ekraf Jawa Barat Ekonomi kreatif di Jawa Barat sedang berada dalam masa pertumbuhan yang menarik. Dua subsektor yang menonjol, yaitu fesyen dan kuliner, tampil sebagai penggerak utama dengan kontribusi masing-masing lebih dari 37 persen dan 35 persen. Angka ini menunjukkan bahwa industri kreatif bukan hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h1 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--44">Dominasi Fesyen dan Kuliner dalam Pertumbuhan Ekraf Jawa Barat</h1>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonomi kreatif di Jawa Barat sedang berada dalam masa pertumbuhan yang menarik. Dua subsektor yang menonjol, yaitu fesyen dan kuliner, tampil sebagai penggerak utama dengan kontribusi masing-masing lebih dari 37 persen dan 35 persen. Angka ini menunjukkan bahwa industri kreatif bukan hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga bergerak secara kultural. Pelaku kreatif mulai berani menunjukkan identitas lokal melalui produk dan narasi visual yang lebih matang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi fesyen, pertumbuhan terjadi dari berbagai level. Desainer lokal menghadirkan gaya bernuansa daerah yang dikombinasikan dengan tren global. UMKM dan penjahit rumahan mengisi ruang pasar yang lebih dekat dengan masyarakat, sementara brand muda terus bereksperimen melalui media sosial, komunitas kreatif, serta pop-up market. Fesyen tidak lagi sekadar produk untuk dikenakan. Ia berubah menjadi medium representasi karakter, ekspresi budaya, sekaligus kebanggaan lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sektor kuliner bergerak tidak kalah kuat. Makanan tradisional, street food, hingga jajanan viral turut menghidupkan ekosistem kuliner Jawa Barat. Resep lokal dipadukan dengan teknik modern, sementara packaging dan storytelling produk menambah nilai kompetitif. Banyak usaha mikro berhasil bertahan bahkan tumbuh melalui pendekatan kreatif dan pemanfaatan platform digital. Energi kuliner Jawa Barat memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu bergantung pada teknologi tingkat tinggi. Kreativitas rasa dan strategi komunikasi sederhana yang tepat sasaran pun mampu menghasilkan dampak ekonomi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><a href="https://hub.ekraf.go.id/sebaran-pelaku-kreatif" target="_blank" rel=" noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="594" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6438-e1763635704216-1024x594.jpeg" alt="Sebaran Pelaku Ekraf" class="wp-image-717" style="border-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6438-e1763635704216-1024x594.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6438-e1763635704216-300x174.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6438-e1763635704216-768x446.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6438-e1763635704216-1536x891.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6438-e1763635704216-2048x1188.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pertumbuhan kedua sektor ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa Barat memanfaatkan peluang melalui ide-ide segar. Identitas lokal tidak hanya bertahan, tetapi mulai menemukan bentuk baru yang relevan dengan generasi saat ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--45">Kesenjangan Akses Digital yang Menjadi Tantangan Pelaku Kreatif</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kekuatan kreativitas ini tidak langsung menghapus tantangan yang dihadapi para pelaku usaha. Salah satu hambatan terbesar adalah akses digital yang belum merata. Ada banyak pelaku kreatif dengan kemampuan produksi yang baik, tetapi kurang memahami pemasaran digital, manajemen konten, pengemasan narasi, atau cara membangun visibilitas di platform online. Infrastruktur digital juga tidak sama di seluruh wilayah, sehingga peluang yang seharusnya bisa dioptimalkan menjadi tidak sepenuhnya tercapai.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-2 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-3 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-223 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-culinary category-lifestyle tag-adukabar tag-erion tag-kuningan tag-space">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-4 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-3"><a href="https://aduide.id/2025/04/07/erion-hadir-di-kuningan-kawasan-kuliner-futuristik-dengan-sentuhan-showbiz/" target="_blank" >Erion: Kawasan Kuliner Futuristik dengan Sentuhan Showbiz Baru Saja Mengudara di Kuningan</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-242 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-gigs tag-adukabar tag-art tag-cirebon tag-community tag-culinary tag-gigs tag-komunikoffie tag-music">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-5 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-3"><a href="https://aduide.id/2025/04/16/a-shot-of-gratitude-selebrasi-empat-tahun-komunikoffie-tumbuh-bersama/" target="_blank" >A Shot of Gratitude: Selebrasi Empat Tahun Komunikoffie Tumbuh Bersama</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-311 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-art-design category-culture tag-aduopini tag-branding tag-public-policy tag-tourism">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-6 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-3"><a href="https://aduide.id/2025/07/02/bagai-mengecat-dinding-yang-belum-kering-sebuah-catatan-penting-untuk-tourism-branding/" target="_blank" >Bagai Mengecat Dinding yang Belum Kering: Sebuah Catatan Penting untuk Tourism Branding</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah ini muncul dalam bentuk yang lebih laten. Misalnya, pelaku kreatif yang memiliki karya menarik tetapi hanya dikenal di lingkup lokal. Atau UMKM kuliner yang konsisten menghasilkan produk berkualitas, namun tidak memiliki foto dan narasi yang layak tampil di marketplace. Kontras semacam ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak selalu berjalan sejajar dengan kesiapan digital. Jika ketertinggalan digital terus berlangsung, sebagian pelaku kreatif akan kesulitan menghadapi pasar nasional yang dinamis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konteks ini memberi gambaran lebih besar tentang posisi ekosistem kreatif Jawa Barat saat ini. Potensi besar telah terlihat, tetapi peningkatan literasi digital dan akses yang lebih merata tetap menjadi kebutuhan mendesak.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--46">Ekraf Hub sebagai Ruang Kolaborasi Digital dan Jembatan Pertumbuhan Pelaku Kreatif</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kehadiran <a href="https://hub.ekraf.go.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ekraf Hub</a> menjadi langkah strategis. Sebagai platform digital milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ekraf Hub dirancang sebagai pusat data, ruang kolaborasi, serta wadah pengembangan kapasitas pelaku industri kreatif di seluruh Indonesia. Fungsi utamanya bukan hanya tempat mengumpulkan informasi, tetapi menciptakan ekosistem kreatif yang saling terhubung.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><a href="https://hub.ekraf.go.id" target="_blank" rel=" noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="477" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6440-1024x477.jpeg" alt="" class="has-border-color has-custom-color-5-border-color wp-image-719" style="border-width:1px;border-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6440-1024x477.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6440-300x140.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6440-768x358.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6440-1536x716.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6440-2048x955.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui platform ini, pelaku ekraf dapat membuat profil resmi yang masuk dalam database kreatif nasional. Mereka bisa menampilkan portofolio, memamerkan produk melalui Etalase Kreatif yang terverifikasi, serta terhubung dengan komunitas, kreator lain, calon mitra, hingga investor. Kehadiran fitur ini membantu meningkatkan kredibilitas pelaku usaha dan memperluas jaringan yang sebelumnya sulit diakses.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><a href="https://hub.ekraf.go.id/etalase-kreatif/search" target="_blank" rel=" noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="655" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6439-1024x655.jpeg" alt="" class="has-border-color has-custom-color-5-border-color wp-image-722" style="border-width:1px;border-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6439-1024x655.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6439-300x192.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6439-768x491.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6439-1536x983.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6439-2048x1310.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Ekraf Hub menyediakan agenda kreatif yang relevan. Ada pelatihan, workshop, inkubasi, pendampingan bisnis, open call pameran, hingga program-program yang mendukung peningkatan kapasitas pelaku kreatif. Aktivitas tersebut dapat diikuti untuk memperluas relasi, meningkatkan skill, dan memahami peluang yang sedang berkembang. Platform ini juga menyediakan fitur pelacakan aktivitas sehingga pengguna dapat melihat perkembangan portofolio mereka dari waktu ke waktu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Jawa Barat yang memiliki jumlah pelaku kreatif besar, Ekraf Hub menjadi jembatan penting untuk memperkuat ekosistem kreatif. Pelaku fesyen, kuliner, kriya, musik, fotografi, desain, dan subsektor lainnya kini memiliki ruang digital yang memungkinkan mereka menemukan peluang baru secara lebih terbuka.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><a href="https://hub.ekraf.go.id" target="_blank" rel=" noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="808" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6441-1024x808.jpeg" alt="" class="has-border-color has-custom-color-5-border-color wp-image-720" style="border-width:1px;border-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6441-1024x808.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6441-300x237.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6441-768x606.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6441-1536x1212.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_6441.jpeg 1843w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kombinasi pertumbuhan subsektor fesyen dan kuliner, tantangan akses digital yang mulai diatasi, dan hadirnya Ekraf Hub sebagai pendukung ekosistem, Jawa Barat semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat kreativitas nasional. Kreativitas yang semula tumbuh dari ruang lokal kini memiliki jalan menuju audiens yang lebih luas, sehingga ruang aktivitas pelaku kreatif semakin berkembang dan berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/11/20/ekonomi-kreatif-jawa-barat-fesyen-kuliner-dan-transformasi-digital-pelaku-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">714</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
