<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NewRelease &#8211; Aduide Media</title>
	<atom:link href="https://aduide.id/category/newrelease/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aduide.id</link>
	<description>Township Youth Media</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2026 09:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>NewRelease &#8211; Aduide Media</title>
	<link>https://aduide.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246255001</site>	<item>
		<title>Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</title>
		<link>https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 09:46:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Air & Bir]]></category>
		<category><![CDATA[Indie Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1152</guid>

					<description><![CDATA[Industri musik independen Indonesia kembali kedatangan rilisan segar. Musisi asal Kuningan, Jawa Barat, Air Dan Bir, resmi memperkenalkan album perdananya bertajuk Mystique Nan Magnifique. Album ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan musikalnya, sekaligus merangkum eksplorasi rasa, bahasa, dan suasana yang selama ini ia bangun secara konsisten. Visualisasi Rasa dalam “Mystique Nan Magnifique” Berisi lima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Industri musik independen Indonesia kembali kedatangan rilisan segar. Musisi asal Kuningan, Jawa Barat, Air Dan Bir, resmi memperkenalkan album perdananya bertajuk Mystique Nan Magnifique. Album ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan musikalnya, sekaligus merangkum eksplorasi rasa, bahasa, dan suasana yang selama ini ia bangun secara konsisten.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--6">Visualisasi Rasa dalam “Mystique Nan Magnifique”</h2>



<p>Berisi lima lagu, Mystique Nan Magnifique hadir sebagai album minimalis yang tidak berisik secara aransemen, tetapi kaya secara emosional. Dibuka dengan “Aku Menulis Sebuah Puisi”, pendengar langsung diajak masuk ke ruang intim berisi ungkapan perasaan dan harapan terhadap seseorang yang dicinta.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-1024x1024.jpeg" alt="mystique nan magnifique" class="wp-image-1156" style="border-top-left-radius:15px;border-top-right-radius:15px;border-bottom-left-radius:15px;border-bottom-right-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-1024x1024.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-300x300.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-150x150.jpeg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-768x768.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-1536x1536.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-2048x2048.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Nuansa tersebut berlanjut dalam “Wangi Abadi” dan “Elipsis”. Kedua lagu ini bergerak dalam spektrum rindu yang tenang, lirih, dan kontemplatif. Ada kualitas repetitif yang sengaja dipertahankan, seperti mantra emosional yang terus berputar dalam kepala.</p>



<p>Beranjak ke “Quantum”, atmosfer berubah. Lagu ini menjadi titik terang dalam album, menghadirkan warna ceria dan optimisme tentang masa depan. Secara tematik, ini adalah ekspresi karsa untuk menggapai cita, rasa, dan kemungkinan baru dalam relasi maupun kehidupan.</p>



<p>Album kemudian ditutup dengan “Terima Kasih Bunga”, sebuah komposisi reflektif yang mengikat keseluruhan narasi. Lagu ini berbicara tentang rasa syukur, baik kepada Tuhan maupun kepada orang-orang yang hadir dan memberi makna dalam perjalanan hidup.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--7">Album Cinta Tanpa Menyebut “Cinta”</h2>



<p>Menariknya, Mystique Nan Magnifique dapat dibaca sebagai album tentang cinta tanpa harus eksplisit menggunakan kata tersebut. Pendekatan ini memperlihatkan kedewasaan dalam penulisan lirik. Air Dan Bir tidak mengandalkan diksi klise, melainkan membangun pengalaman emosional melalui metafora, suasana, dan fragmen narasi.</p>



<p>Jika ditelaah secara struktural, album ini bekerja seperti siklus emosi: harapan, kerinduan, keceriaan, hingga rasa syukur. Ini bukan sekadar kumpulan lagu, tetapi sebuah kurva pengalaman afektif yang dirancang dengan sadar.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-61ae05d8 wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-7921b8707593f86b9d38baa81fa11bc2" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-cbd8a0e9 wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-123 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single tag-yeloo-mob">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/10/yeloo-mob-luncurkan-single-baru-fractal-human-disorder/" target="_blank" >Yeloo Mob Luncurkan Single Baru: “Fractal Human Disorder”</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1013 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-debut tag-majalengka tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/" target="_blank" >The Waffers Rilis Single “Waking Up.. Late”, Tentang Kesiangan dan Kehidupan Kantoran</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1053 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-music tag-newrelease tag-rickran tag-single tag-wither">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/01/09/rickran-rilis-single-wither-lagu-tentang-denial-menunggu-dan-melepaskan/" target="_blank" >Rickran Rilis Single “Wither”, Lagu Tentang Denial, Menunggu, dan Melepaskan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--8">Jejak Air Dan Bir di Ranah Musik Independen</h2>



<p>Air Dan Bir merupakan pseudonim dari seorang penulis lagu dan musisi independen berlatar belakang Sastra dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Latar akademik ini terasa dalam pendekatan lirik yang puitis dan reflektif.</p>



<p>Sebelum merilis album ini, Air Dan Bir telah lebih dulu memperkenalkan beberapa single seperti “Yang Tercinta”, “Wangi Abadi”, “Terima Kasih Bunga”, dan “Pelantun Lirih”. Konsistensi ini membangun fondasi estetika yang kini mencapai bentuk lebih utuh dalam album Mystique Nan Magnifique.</p>



<p>Pengakuan juga mulai berdatangan. Lagu “Terima Kasih Bunga” sempat masuk pilihan redaksi media musik independen, sementara “Pelantun Lirih” berhasil masuk dalam lima lagu terbaik program Ruang Rekam Gratis oleh Sarana Karya Studio, Surakarta, yang memberinya kesempatan rekaman profesional.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--9">Air Dan Bir dan Lanskap Indie Pop Lokal</h2>



<p>Dalam konteks yang lebih luas, rilisan ini memperkaya spektrum musik indie pop Indonesia, khususnya yang menggabungkan elemen folk dan baroque dalam pendekatan minimalis. Ada kecenderungan untuk kembali pada keintiman, sesuatu yang justru menjadi kekuatan utama di tengah produksi musik yang semakin kompleks dan digital.</p>



<p>Namun, ada satu hal yang perlu diuji lebih jauh. Pendekatan minimalis dan repetitif yang digunakan Air Dan Bir berpotensi menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia menciptakan identitas yang kuat dan khas. Di sisi lain, tanpa eksplorasi dinamika yang lebih variatif di rilisan berikutnya, risiko stagnasi estetika bisa muncul. Ini menjadi tantangan menarik untuk perjalanan berikutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--10">Akses dan Platform</h2>



<p>Album Mystique Nan Magnifique sudah dapat dinikmati di berbagai platform digital. Pendengar juga bisa mengikuti perkembangan terbaru dari Air Dan Bir melalui:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Instagram: @airdanbir</li>



<li>TikTok: @airdanbir</li>



<li>Spotify: Air Dan Bir</li>



<li>YouTube: @pustakaairdanbir</li>
</ul>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Mystique Nan Magnifique" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/1cDn5ERztg3Ex7gism4ZNU?si=NR0F8kV9QN2qrVkOyR6O4A&amp;utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1152</post-id>	</item>
		<item>
		<title>“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</title>
		<link>https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:10:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Adrie Yunus]]></category>
		<category><![CDATA[Agung M Abul]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1140</guid>

					<description><![CDATA[Kegelisahan tidak selalu hadir dalam bentuk wacana panjang. Kadang ia menjelma menjadi bunyi yang keras, repetitif, dan menolak untuk diam. Dari ruang itulah lagu “Pengecut” lahir—sebuah karya kolaboratif yang menjadi respons atas peristiwa yang kembali menimpa kawan-kawan aktivis. Bukan sekali, melainkan berulang. Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini terhadap Adrie Yunus, korban penyiraman air keras [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kegelisahan tidak selalu hadir dalam bentuk wacana panjang. Kadang ia menjelma menjadi bunyi yang keras, repetitif, dan menolak untuk diam. Dari ruang itulah lagu <strong>“Pengecut”</strong> lahir—sebuah karya kolaboratif yang menjadi respons atas peristiwa yang kembali menimpa kawan-kawan aktivis. Bukan sekali, melainkan berulang. Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini terhadap Adrie Yunus, korban penyiraman air keras yang diberitakan dilakukan oleh personil TNI.</p>



<p>“Pengecut” tidak dibangun sebagai sekadar lagu, tetapi sebagai pernyataan sikap. Ia muncul dari keresahan yang sama, dari pengalaman kolektif yang terus terulang, dan dari kesadaran bahwa suara perlu terus dinyalakan meski ancaman tak pernah benar-benar reda.</p>



<p>Proses kreatif lagu ini melibatkan beberapa nama yang bekerja dalam satu frekuensi kegelisahan. Penulisan, vokal, dan gitar digarap oleh Agung M. Abul, dengan dukungan drum dari Fathidia. Respons musikal kemudian dikembangkan oleh Bachox dan Agus Suwanda Alfah, memperkaya lapisan emosi yang dibawa lagu ini. Vokalnya sendiri diperdalam dan diperhalus oleh Past Is Farce, menghadirkan karakter suara yang lebih tajam sekaligus reflektif. Sementara itu, visual video yang menyertai rilisan ini digarap oleh Sandra Balok, menerjemahkan keresahan tersebut ke dalam bahasa visual yang tak kalah kuat.</p>



<p>Secara lirik, “Pengecut” bergerak dalam lanskap yang sunyi namun penuh ancaman:</p>



<blockquote class="wp-block-quote has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-dc2bd6896d1cb7d6ee90fde8d0e0fce7 is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" style="border-top-left-radius:15px;border-top-right-radius:15px;border-bottom-left-radius:15px;border-bottom-right-radius:15px">
<p>Di jalan sunyi selepas <em>raat</em>, poster masih basah oleh hujan<br>Suara-suara belum selesai<br>Tapi malam sudah penuh ancaman</p>
</blockquote>



<p>Repetisi kata “pengecut” menjadi elemen kunci yang bukan hanya estetika, tetapi juga bentuk penegasan. Ia seperti mantra yang diulang, diarahkan pada figur anonim yang hadir melalui simbol “bersepatu boot”—representasi kuasa yang represif, yang bekerja dalam bayang-bayang, dan yang mengandalkan ketakutan sebagai alat.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" style="border-top-left-radius:15px;border-top-right-radius:15px;border-bottom-left-radius:15px;border-bottom-right-radius:15px">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-008594be887ce34edb5c7ed6c3e3d629">Mereka kira luka akan membungkamnya<br>Mereka kira panas akan memadamkan suara</p>
</blockquote>



<p>Namun justru di titik itulah lagu ini mengambil posisi. Ia menolak asumsi bahwa luka akan membungkam. Sebaliknya, luka menjadi bahan bakar. Suara tidak padam, melainkan beresonansi lebih keras.</p>



<p>Dengar &amp; saksikan lagu &#8220;Pengecut&#8221; <a href="https://www.instagram.com/reel/DXBo7Mpk5dP/?igsh=c2hianE3ZW15dnY=" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>di sini</strong></a>.</p>



<p>“Pengecut” adalah kerja bersama. Bukan hanya dalam arti kolaborasi lintas individu, tetapi juga dalam semangat kolektivitas yang menjadi fondasinya. Ia lahir dari kesadaran bahwa diam bukan pilihan, dan bahwa setiap suara, sekecil apa pun, punya peran dalam menjaga ingatan tetap hidup.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-61ae05d8 wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-7921b8707593f86b9d38baa81fa11bc2" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-cbd8a0e9 wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p>Di tengah situasi yang terus berulang, lagu ini hadir sebagai pengingat: ada suara yang tidak ingin hilang, dan tidak akan berhenti.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1140</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rickran Rilis Single “Wither”, Lagu Tentang Denial, Menunggu, dan Melepaskan</title>
		<link>https://aduide.id/2026/01/09/rickran-rilis-single-wither-lagu-tentang-denial-menunggu-dan-melepaskan/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/01/09/rickran-rilis-single-wither-lagu-tentang-denial-menunggu-dan-melepaskan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 13:08:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Rickran]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<category><![CDATA[Wither]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1053</guid>

					<description><![CDATA[Rickran kembali menghadirkan karya terbarunya bertajuk “Wither”, sebuah single yang merekam perjalanan emosional seseorang yang terjebak dalam relasi timpang, penantian yang melelahkan, serta proses berdamai dengan perpisahan. Lagu ini tidak hadir sebagai kisah patah hati yang melodramatis, melainkan sebagai refleksi batin tentang kehilangan diri sendiri dalam hubungan yang tak lagi setara. Berangkat dari lirik pembuka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Rickran kembali menghadirkan karya terbarunya bertajuk <strong>“Wither”</strong>, sebuah single yang merekam perjalanan emosional seseorang yang terjebak dalam relasi timpang, penantian yang melelahkan, serta proses berdamai dengan perpisahan. Lagu ini tidak hadir sebagai kisah patah hati yang melodramatis, melainkan sebagai refleksi batin tentang kehilangan diri sendiri dalam hubungan yang tak lagi setara.</p>



<p>Berangkat dari lirik pembuka <em>“I don’t know how long it takes to figure it all, just fake”</em>, “Wither” langsung menempatkan pendengar pada fase denial. Tokoh dalam lagu menyadari ada sesuatu yang keliru, namun belum sepenuhnya berani mengakuinya. Perasaan ragu, menyalahkan diri sendiri, hingga mempertanyakan apakah kesalahan yang dibuat sudah “cukup besar” menjadi fondasi emosional lagu ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--16">Narasi Emosional: Dari Insecure hingga Realisasi</h3>



<p>Secara naratif, “Wither” bergerak bertahap. Setelah denial, muncul fase insecurity yang kuat. Lirik <em>“It’s just me and I can’t be that pretty, replaceable”</em> menegaskan rasa tidak cukup dan ketakutan untuk digantikan. Menariknya, Rickran secara sadar membiarkan kata <em>pretty</em> bersifat multitafsir. Ia tidak dikunci pada gender tertentu, melainkan menjadi simbol universal tentang nilai diri dalam relasi yang mulai rapuh.</p>



<p>Ketegangan emosional meningkat saat rasa menunggu berubah menjadi kemarahan. Tokoh dalam lagu mulai muak dengan posisi digantung, dengan penantian yang tak kunjung usai. “Waiting” tidak lagi romantis, tetapi menjelma beban psikologis yang menggerus identitas. Pada titik ini, lagu tidak sedang berbicara tentang pasangan semata, tetapi tentang relasi kuasa dan ketimpangan afeksi.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--17">“It’s Just a Sign, Goodbye”: Perpisahan yang Tidak Sederhana</h3>



<p>Puncak emosional lagu hadir pada momen kesadaran: <em>“It’s just a sign, goodbye.”</em> Ini bukan perpisahan heroik, melainkan keputusan sunyi yang lahir dari kelelahan batin. Namun, Rickran tidak menyederhanakan perpisahan sebagai solusi final. Setelah tangis berhenti, kehampaan tetap ada. <em>“I stopped to cry, but everything feels the same”</em> menjadi pengakuan jujur bahwa melepaskan tidak selalu berarti lega.</p>



<p>Di sinilah “Wither” menjadi relevan bagi banyak orang. Lagu ini menangkap paradoks emosional yang sering dialami dalam hubungan putus-nyambung, ketika keputusan berpisah belum tentu menghapus rasa, dan kesedihan tidak serta-merta berubah menjadi kebahagiaan.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-61ae05d8 wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-7921b8707593f86b9d38baa81fa11bc2" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-cbd8a0e9 wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-123 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single tag-yeloo-mob">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/10/yeloo-mob-luncurkan-single-baru-fractal-human-disorder/" target="_blank" >Yeloo Mob Luncurkan Single Baru: “Fractal Human Disorder”</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-164 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-inheritors tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/25/inheritors-lepas-single-kedua-pestilence-wabah-baru-dari-bawah-tanah/" target="_blank" >Inheritors Lepas Single Kedua “Pestilence”: Wabah Baru dari Bawah Tanah</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--18">Aransemen Minimalis sebagai Ruang Kontemplasi</h3>



<p>Secara musikal, “Wither” mengandalkan gitar sebagai tulang punggung, diperkaya dengan choir dan dinamika aransemen yang sengaja diturunkan di bagian tengah lagu. Pada bagian instrumental tanpa lirik, Rickran memberi ruang hening bagi pendengar untuk berhenti sejenak, bernapas, dan menerima kekosongan sebagai bagian dari proses pendewasaan.</p>



<p>Gitar solo di bagian akhir mempertegas pesan bahwa perpisahan bisa terasa indah sekaligus menyakitkan. Seperti hujan yang melahirkan pelangi, kesedihan diposisikan bukan sebagai akhir, melainkan fase yang harus dilalui untuk sampai pada pemahaman yang lebih luas tentang diri sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--19">Proses Kreatif: Melawan Perfeksionisme</h3>



<p>Menariknya, “Wither” juga menandai perubahan signifikan dalam proses kreatif Rickran. Jika sebelumnya ia membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun untuk menyelesaikan sebuah lagu, single ini justru rampung hanya dalam waktu satu minggu, dari penulisan hingga rekaman. Pendekatan ini menjadi bentuk perlawanan terhadap perfeksionisme yang selama ini justru menghambat kelahiran ide.</p>



<p>Keputusan untuk “langsung menuangkan” ide tanpa terlalu banyak revisi menjadi bagian dari pesan lagu itu sendiri: bahwa tidak semua hal harus sempurna untuk menjadi jujur dan bermakna.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--20">“Wither” sebagai Cermin Emosi Kolektif</h3>



<figure class="wp-block-image size-full has-custom-border"><img decoding="async" width="764" height="739" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/Wither-Rickran.jpg" alt="Wither - Rickran" class="wp-image-1058" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/Wither-Rickran.jpg 764w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/Wither-Rickran-300x290.jpg 300w" sizes="(max-width: 764px) 100vw, 764px" /></figure>



<p>Meski bukan kisah personal secara langsung, “Wither” disusun dari berbagai sudut pandang emosional yang sering muncul dalam relasi manusia. Lagu ini merangkum kesedihan, kebahagiaan, kemarahan, dan kebingungan yang saling berkelindan. Dengan demikian, “Wither” tidak menawarkan jawaban pasti, tetapi menyediakan ruang refleksi bagi siapa pun yang pernah merasa tersesat dalam penantian dan kehilangan arah dalam hubungan.</p>



<p>Single “Wither” telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di berbagai platform musik digital.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/01/09/rickran-rilis-single-wither-lagu-tentang-denial-menunggu-dan-melepaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1053</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Waffers Rilis Single “Waking Up.. Late”, Tentang Kesiangan dan Kehidupan Kantoran</title>
		<link>https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 12:03:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Debut]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1013</guid>

					<description><![CDATA[Setelah hampir satu dekade menjalin pertemanan dan berbagi ruang musikal, The Waffers, band indie-pop asal Majalengka, Jawa Barat, akhirnya merilis single debut mereka bertajuk “Waking Up.. Late”. Lagu ini menjadi penanda penting bagi Fajar (gitar, vokal), Tryas (bass), Restu (gitar), dan Yogi (drum) yang selama ini lebih memilih bergerak senyap, meski rutin bermain musik bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah hampir satu dekade menjalin pertemanan dan berbagi ruang musikal, <strong>The Waffers</strong>, band indie-pop asal Majalengka, Jawa Barat, akhirnya merilis single debut mereka bertajuk <strong>“Waking Up.. Late”</strong>. Lagu ini menjadi penanda penting bagi Fajar (gitar, vokal), Tryas (bass), Restu (gitar), dan Yogi (drum) yang selama ini lebih memilih bergerak senyap, meski rutin bermain musik bersama sejak 2018.</p>



<p>Berbeda dengan banyak band yang sejak awal berambisi tampil ke publik, The Waffers justru membiarkan proses musikal mereka tumbuh organik. Hampir lima tahun mereka bermain tanpa label identitas band yang resmi, sampai akhirnya sepakat memperkenalkan diri ke publik dengan nama The Waffers, sembari “menobatkan diri” sebagai band indie-pop dengan nuansa akhir 80-an.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--26">Lagu Personal tentang Rutinitas yang Terlewat</h2>



<p>“Waking Up.. Late” mengangkat pengalaman yang terdengar sepele, namun sangat dekat dengan keseharian banyak orang: telat bangun pagi dan rentetan kesiangan saat menjalani rutinitas kerja kantoran. Alih-alih dikemas sebagai keluhan banal, pengalaman tersebut diterjemahkan The Waffers ke dalam lirik yang sederhana, jujur, dan cenderung dramatis.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="768" height="768" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/The-Waffers-Waking-Up-Late-Cover.webp" alt="" class="wp-image-1018" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/The-Waffers-Waking-Up-Late-Cover.webp 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/The-Waffers-Waking-Up-Late-Cover-300x300.webp 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/The-Waffers-Waking-Up-Late-Cover-150x150.webp 150w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure>



<p>Tema ini terasa relevan bagi generasi pekerja muda yang kerap terjebak dalam siklus waktu, tekanan jam kerja, dan rasa bersalah yang datang berulang setiap pagi. Lagu ini tidak berpretensi memberi solusi, melainkan hadir sebagai pengakuan kecil tentang kekacauan ritme hidup yang sering dianggap remeh.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--27">Perkawinan Silang Referensi Musik</h2>



<p>Secara musikal, The Waffers tidak mengikatkan diri pada satu referensi tunggal. Perbedaan selera musik tiap personel justru menjadi fondasi utama pembentukan karakter mereka. Untuk memberi gambaran kasar, musik The Waffers dapat dibaca sebagai hasil perkawinan silang antara The Pains of Being Pure at Heart, Rumahsakit, dan Ramones.</p>



<p>Pendekatan ini melahirkan bunyi yang mengedepankan kesederhanaan ala band three chords, dengan energi pop yang ringan namun tetap mentah. Tidak ada upaya berlebihan untuk terdengar kompleks. Justru nilai utama yang dijaga adalah spontanitas dan kejujuran, dua hal yang kerap hilang dalam produksi musik yang terlalu dipoles.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--28">Proses Produksi yang Kolektif</h2>



<p>Single “Waking Up.. Late” diproduksi secara mandiri oleh The Waffers di Deepwound Studio. Proses rekaman gitar, bass, dan vokal dikerjakan di studio tersebut dengan Bangkit Alsyahid sebagai engineer, sementara rekaman drum dilakukan di Jags Studio bersama Mas Wahyu. Tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Cyril M. Falih.</p>



<p>Seluruh musik disusun dan diaransemen oleh The Waffers, dengan lirik ditulis oleh Fajar Rizky. Untuk visual, artwork digarap oleh Fajar Rizky bersama Farisa Zahra, memperkuat kesan personal yang sejak awal menjadi ruh utama rilisan ini.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-61ae05d8 wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-7921b8707593f86b9d38baa81fa11bc2" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-cbd8a0e9 wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--29">Sudah Tersedia di Bandcamp</h3>



<p>“Waking Up.. Late” kini sudah dapat didengarkan melalui platform streaming Bandcamp <a href="https://thewaffers.bandcamp.com/track/waking-up-late" target="_blank" rel="noreferrer noopener">klik di sini</a>. Rilisan ini bukan hanya debut resmi The Waffers, tetapi juga arsip awal dari perjalanan panjang empat sahabat yang akhirnya memutuskan untuk berbagi cerita mereka ke ruang publik.</p>



<p>Di tengah lanskap musik independen yang semakin padat, The Waffers hadir tanpa gimmick berlebihan. Mereka memulai dengan hal paling dasar: lagu yang jujur, cerita yang dekat, dan bunyi yang apa adanya. Sebuah awal yang sederhana, namun justru terasa relevan.</p>



<h4 class="wp-block-heading is-style-text-summary is-style-text-summary--30">Credits</h4>



<p>Music Composed &amp; Arranged by <strong>The Waffers</strong><br>Lyrics written by <strong>Fajar Rizky</strong><br>Produced by <strong>The Waffers</strong> at <strong>Deepwound Studio</strong><br>Guitar, Bass &amp; Vocal recorded at <strong>Deepwound Studio</strong> (Engineered by <strong>Bangkit Alsyahid</strong>)<br>Drums recorded at <strong>Jags Studio</strong> (Engineered by <strong>Mas Wahyu</strong>)<br>Mixing &amp; Mastering by <strong>Cyril M. Falih</strong><br>Cover / Artwork by <strong>Fajar Rizky &amp; Farisa Zahra</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1013</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelantun Lirih: Mars Para Pemimpi dari Air &#038; Bir</title>
		<link>https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 03:25:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Air & Bir]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantun Lirih]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=660</guid>

					<description><![CDATA[Musisi sekaligus penulis lagu asal Kuningan, Jawa Barat, Air &#038; Bir, resmi merilis karya terbarunya berjudul “Pelantun Lirih.” Lagu ini hadir sebagai barisan birama dan rangkaian kata untuk para pemimpi—sebuah persembahan bagi mereka yang masih berjuang menjadi diri sendiri dan setia pada jalan hidup yang diyakini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada <strong>27 Oktober 2025</strong>, musisi sekaligus penulis lagu asal <strong><a href="https://aduide.id/tag/kuningan/" data-type="post_tag" data-id="67">Kuningan</a>, Jawa Barat</strong>, <strong>Air &amp; Bir</strong>, resmi merilis karya terbarunya berjudul <strong>“Pelantun Lirih.”</strong> Lagu ini hadir sebagai barisan birama dan rangkaian kata untuk para pemimpi—sebuah persembahan bagi mereka yang masih berjuang menjadi diri sendiri dan setia pada jalan hidup yang diyakini.</p>



<h1 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--31">Tentang Menjadi Diri Sendiri</h1>



<p>“Pelantun Lirih” bukan hanya lagu yang berbicara tentang perasaan. Lebih jauh dari itu, lagu ini menjadi refleksi personal Air &amp; Bir tentang bagaimana ia memilih jalan hidupnya sebagai seorang pemusik dan penulis lagu. Ia tidak berusaha mengikuti arus, melainkan mencoba menemukan bentuk terbaik dari dirinya melalui musik.</p>



<p>Menurut Air &amp; Bir, menulis lagu adalah caranya untuk berdialog dengan diri sendiri dan orang lain. “Saya cuma ingin menulis dan melantunkan sesuatu yang bisa memberi pengaruh baik bagi yang mendengarkan,” ungkapnya dengan lirih. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa karya-karyanya lahir dari ketulusan, bukan sekadar ambisi untuk dikenal.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Pelantun Lirih" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/5YaDK1ICd467WctP1uKJBm?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--32">Mars Para Pemimpi</h2>



<p>Selain itu, “Pelantun Lirih” juga dimaksudkan sebagai <strong>mars para pemimpi</strong>. Melalui nada lembut dan sentuhan <em>folk-pop</em> yang hangat, Air &amp; Bir ingin menyampaikan pesan sederhana kepada siapa pun yang masih berjuang: tetap semangat, tetap sabar belajar, dan tetap menjadi diri sendiri. Ia percaya bahwa setiap mimpi, sekecil apa pun, pantas diperjuangkan dengan sepenuh hati.</p>



<p>Proses produksi lagu ini dilakukan di <strong>Sasana Karya Studio, Surakarta</strong>, tempat di mana Air &amp; Bir berhasil menjadi salah satu dari <strong>lima musisi terpilih terbaik</strong> dalam program <strong>Ruang Rekam Gratis Sasana Karya</strong>. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju album perdananya yang rencananya akan dirilis pada awal tahun mendatang. Dengan begitu, “Pelantun Lirih” menjadi jembatan antara fase eksploratif dan babak baru dalam perjalanan bermusiknya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--33">Dari Sastra ke Nada</h2>



<p>Menariknya, Air &amp; Bir bukan hanya musisi, tetapi juga seorang <strong>lulusan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta</strong>. Latar belakang akademisnya memberi warna tersendiri pada karya-karyanya yang sarat diksi puitis dan narasi emosional. Melalui perpaduan genre <strong>indie pop, pop folk, dan baroque pop</strong>, ia berhasil menciptakan suasana musikal yang lembut sekaligus reflektif.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-61ae05d8 wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-7921b8707593f86b9d38baa81fa11bc2" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-cbd8a0e9 wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p>Sebelumnya, Air &amp; Bir telah merilis tiga lagu, yaitu <strong>“Yang Tercinta,” “Wangi Abadi,”</strong> dan <strong>“Terima Kasih Bunga.”</strong> Menariknya lagi, lagu terakhir berhasil mencuri perhatian publik karena <strong>terpilih dalam rubrik Bising Kota, Pophariini</strong>, pada 13 Juni 2025. Dengan prestasi tersebut, ia semakin dikenal sebagai salah satu musisi independen muda yang konsisten membawa nuansa introspektif dalam karyanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--34">Sebuah Catatan Kecil untuk Mereka yang Masih Berjalan</h2>



<p>Melalui “Pelantun Lirih,” Air &amp; Bir menulis surat terbuka bagi siapa pun yang tengah berjuang dalam diam. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk berani melihat ke dalam diri, merayakan proses, dan tidak tergesa-gesa dalam meraih mimpi. Ia menegaskan bahwa menjadi pelantun lirih bukan berarti lemah, melainkan bentuk keberanian untuk tetap jujur terhadap diri sendiri.</p>



<p>Air &amp; Bir menutup pesannya dengan sederhana namun mengena:<br>“<strong>Tetap semangat, tetap sabar belajar, dan tetap jadi diri sendiri.</strong>”</p>



<p>Dengan rilisnya “Pelantun Lirih,” Air &amp; Bir sekali lagi membuktikan bahwa kejujuran dan kesederhanaan bisa menjadi kekuatan utama dalam bermusik. Ia bukan hanya menyanyikan lagu, tetapi juga menyuarakan perjalanan hidup yang nyata—dalam lirih yang justru menggetarkan.</p>



<p>Instagram <a href="https://instagram.com/airdanbir">@airdanbir</a><br>Tiktok <a href="https://tiktok.com/@airdanbir" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@airdanbir</a><br>Spotify <a href="https://open.spotify.com/artist/4epJQ5sUvH6Y7D507fdqKt" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Air Dan Bir</a><br>YouTube <a href="https://www.youtube.com/@pustakaairdanbir" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@pustakaairdanbir</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Azhar N. Ahdiyat Baru Saja Merilis Buku Berjudul “Ilustrasi Dalam Pusaran Komunikasi Visual”</title>
		<link>https://aduide.id/2025/09/01/azhar-n-ahdiyat-baru-saja-merilis-buku-berjudul-ilustrasi-dalam-pusaran-komunikasi-visual/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/09/01/azhar-n-ahdiyat-baru-saja-merilis-buku-berjudul-ilustrasi-dalam-pusaran-komunikasi-visual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 08:33:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Art & Design]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Ajay Ahdiyat]]></category>
		<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[dkv uniku]]></category>
		<category><![CDATA[Ilustrasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=594</guid>

					<description><![CDATA[Kabar baik datang dari Universitas Kuningan (Uniku). Salah satu dosen muda Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Azhar N. Ahdiyat, S.Pd., M.Ds., atau sering disapa Ajay baru saja merilis buku terbarunya yang berjudul “Ilustrasi dalam Pusaran Komunikasi Visual”, diterbitkan oleh Detak Pustaka. Buku ini lahir dari kegelisahannya melihat bagaimana ilustrasi sering dianggap sebatas pelengkap. Padahal, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kabar baik datang dari Universitas Kuningan (Uniku). Salah satu dosen muda Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Azhar N. Ahdiyat, S.Pd., M.Ds., atau sering disapa Ajay baru saja merilis buku terbarunya yang berjudul “<a href="https://ahdiyat.id/works/books" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ilustrasi dalam Pusaran Komunikasi Visual</a>”, diterbitkan oleh Detak Pustaka.</p>



<p>Buku ini lahir dari kegelisahannya melihat bagaimana ilustrasi sering dianggap sebatas pelengkap. Padahal, di tengah derasnya arus dunia visual, ilustrasi punya peran penting: ia bisa jadi bahasa, pembawa pesan, bahkan cermin budaya zaman.</p>



<p>“Ilustrasi adalah bahasa visual yang hidup, selalu bergerak, dan terus bertransformasi. Buku ini saya hadirkan bukan hanya untuk akademisi, tapi juga siapa pun yang ingin membaca ilustrasi secara lebih sadar dan bermakna,” ujar Ajay.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;69fd11261e620&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="69fd11261e620" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="874" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/09/8A8EB271-0423-4740-8C3E-556665B34D1B-1024x874.jpeg" alt="" class="wp-image-596" style="border-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/09/8A8EB271-0423-4740-8C3E-556665B34D1B-1024x874.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/09/8A8EB271-0423-4740-8C3E-556665B34D1B-300x256.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/09/8A8EB271-0423-4740-8C3E-556665B34D1B-768x655.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/09/8A8EB271-0423-4740-8C3E-556665B34D1B-1536x1310.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/09/8A8EB271-0423-4740-8C3E-556665B34D1B-2048x1747.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			aria-label="Enlarge"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.imageButtonRight"
			data-wp-style--top="state.imageButtonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<p>Menariknya, buku ini tidak cuma bicara teori. Pembaca diajak menyusuri perjalanan ilustrasi mulai dari definisi, sejarah, gaya, estetika, hingga semiotika visual yang membuat ilustrasi menjadi sistem tanda penuh makna. Dengan gaya penulisan yang terstruktur tapi tetap mengalir, buku ini pas untuk mahasiswa, pendidik, ilustrator, desainer, bahkan siapa saja yang peduli pada lanskap visual di sekitar kita.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-61ae05d8 wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-7921b8707593f86b9d38baa81fa11bc2" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-cbd8a0e9 wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-123 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single tag-yeloo-mob">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/10/yeloo-mob-luncurkan-single-baru-fractal-human-disorder/" target="_blank" >Yeloo Mob Luncurkan Single Baru: “Fractal Human Disorder”</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-128 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design category-music tag-adukabar tag-ajay-ahdiyat tag-anditya-dita tag-artmorfate tag-butchermilk tag-collab tag-fathidhia tag-ilustrasi tag-merchandise tag-music">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/butchermilk-dan-stereo-wall-hadirkan-kolaborasi-eksklusif-the-crossover/" target="_blank" >Butchermilk dan Stereo Wall Hadirkan Kolaborasi Eksklusif &#8220;The Crossover&#8221;</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p>Rektor Uniku, Prof. Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., turut memberi apresiasi: “Saya mengapresiasi kerja keras penulis yang senantiasa produktif dalam menghasilkan karya akademik maupun karya seni dan desain. Semoga buku ini dapat memperluas wawasan dan menginspirasi pembaca dalam memahami peran penting ilustrasi dalam dunia komunikasi visual yang terus berkembang.”</p>



<p>Buku “Ilustrasi dalam Pusaran Komunikasi Visual” kini sudah tersedia dalam bentuk cetak dan segera bisa didapatkan melalui kanal distribusi buku&nbsp;lainnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/09/01/azhar-n-ahdiyat-baru-saja-merilis-buku-berjudul-ilustrasi-dalam-pusaran-komunikasi-visual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">594</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratee Ledakkan Album Perdana Penuh Luka dan Letupan—“Dur! Dar! Dir!”</title>
		<link>https://aduide.id/2025/07/24/ratee-ledakkan-album-perdana-penuh-luka-dan-letupan-dur-dar-dir/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/07/24/ratee-ledakkan-album-perdana-penuh-luka-dan-letupan-dur-dar-dir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 09:42:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[punk]]></category>
		<category><![CDATA[Ratee]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=508</guid>

					<description><![CDATA[Tiap luka ada nadanya. Dan Ratee—trio eksperimental asal Makassar—menyuarakan duri-duri dalam diri mereka lewat album debut bertajuk Dur! Dar! Dir! Beranggotakan Alghifahri Jasin (vokal), Adi Gunawan (bass), dan Saleh Hariwibowo (gitar/produksi), Ratee mengolah keresahan personal jadi pengalaman musikal yang tak biasa. Muncul dari lintas disiplin (aktor, seniman visual, dan produser musik), mereka menyatukan energi itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tiap luka ada nadanya. Dan <strong>Ratee</strong>—trio eksperimental asal Makassar—menyuarakan duri-duri dalam diri mereka lewat album debut bertajuk <strong>Dur! Dar! Dir!</strong></p>



<p>Beranggotakan Alghifahri Jasin (vokal), Adi Gunawan (bass), dan Saleh Hariwibowo (gitar/produksi), Ratee mengolah keresahan personal jadi pengalaman musikal yang tak biasa. Muncul dari lintas disiplin (aktor, seniman visual, dan produser musik), mereka menyatukan energi itu dalam sepuluh trek yang menusuk tapi juga membebaskan.</p>



<p>Dirilis 21 Juli 2025 di semua kanal musik digital, Dur! Dar! Dir! menyimpan banyak cerita gelap yang diceritakan dengan gaya khas: vokal yang datar dan muram, repetisi gitar yang melingkar, serta hentakan bass dan drum yang serasa menampar kesadaran.</p>



<p>Nuansa post-punk dan new wave kental terasa, tapi yang bikin album ini menarik bukan cuma gaya, tapi isi. Dur! Dar! Dir! bukan sekadar kumpulan lagu, tapi kumpulan luka.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>“Adakah”, “Peluk Aku”, “Kelambu”, dan “Tebanglah Diriku” adalah lagu tentang minta tolong—secara literal. Tentang manusia yang merasa digerus keadaan, dan satu-satunya cara untuk tetap hidup adalah berteriak.</li>



<li>“Market” dan “Kesepian” bercerita tentang kehampaan eksistensial. Tentang bagaimana bahkan pencapaian pun terasa kosong, jika tidak tahu siapa diri sendiri.</li>



<li>“Biar” dan “Sukar Dipercaya” menyuarakan kekalahan dalam relasi. Tentang pasrah, dan menenggelamkan diri dalam ketidakmampuan untuk melawan.</li>



<li>Dan akhirnya, “Maut” dan “Terulang”, adalah babak baru: tentang menghadapi, melawan, lalu melepaskan dan memaafkan.</li>
</ul>



<p>“Peristiwa duri dari diri, buatku, telah terekam dan terus terulang sejauh saya bernapas,”— ucap Agi, sang vokalis.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-61ae05d8 wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-7921b8707593f86b9d38baa81fa11bc2" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-cbd8a0e9 wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p>Secara konsep, Ratee juga total. Visual album dan segala pernak-perniknya digarap langsung oleh Adi Gunawan a.k.a. @benangbaja. Sedangkan urusan produksi—dari aransemen, mixing, sampai mastering—ditangani penuh oleh Ale, yang juga tergabung di band Kapal Udara dan duo Ruangbaca.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/artwork-DUR-DAR-DIR-1024x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-517" style="border-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/artwork-DUR-DAR-DIR-1024x1024.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/artwork-DUR-DAR-DIR-300x300.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/artwork-DUR-DAR-DIR-150x150.jpeg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/artwork-DUR-DAR-DIR-768x768.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/artwork-DUR-DAR-DIR.jpeg 1440w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Live Session Video kabarnya juga akan segera tayang di kanal YouTube mereka, jadi pantengin terus akun instagramnya @rateemusic.</p>



<p>Dur! Dar! Dir! bukan cuma album, tapi letupan emosional yang jujur, tajam, dan tak sungkan menyayat. Ini adalah album untuk mereka yang pernah diam-diam berdarah di dalam.</p>



<p class="is-style-text-label-2 is-style-text-label-2--36"><strong>Profil Personel Ratee:</strong></p>



<p><strong>Alghifahri Jasin (Agi)</strong></p>



<p>Seorang penulis, aktor, dan seniman performance art. Agi telah menerbitkan buku puisi “Kunjungan Singkat ke Rumah” (Endnote Press, 2022) dan album puisi Rencana Penipuan (2021). Kiprahnya di dunia seni peran membuat Agi lekat dengan panggung teater, film eksperimental, hingga karya performans yang intens dan politis. Karakter vokalnya yang gelap dan pembawaannya yang teatrikal memberi warna khas pada Ratee.</p>



<p><strong>Adi Gunawan (Gun)</strong></p>



<p>Ilustrator dan seniman visual yang dikenal lewat alter-egonya, benangbaja. Gun aktif berkarya di ranah desain grafis, ilustrasi, dan lukisan. Ia juga menjalankan studio kreatif sendiri, serta banyak terlibat dalam proyek seni visual kontemporer dan desain komersial. Di Ratee, ia tidak hanya bermain bass, tapi juga memegang penuh art direction, termasuk seluruh desain sampul dan identitas visual band.</p>



<p><strong>Saleh Hariwibowo (Ale)</strong></p>



<p>Musisi, gitaris, penulis lagu, sekaligus produser. Aktif di berbagai proyek musik, mulai dari band Kapal Udara hingga duo eksperimental Ruangbaca. Ale dikenal dengan pendekatan produksi yang atmosferik dan tekstural, yang menggabungkan bunyi gitar mentah dengan lapisan emosi yang terkontrol. Di Ratee, ia adalah otak di balik proses aransemen, mixing, hingga mastering lagu.</p>



<p>Temukan Ratee dan dengarkan “Dur! Dar! Dir!”</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Instagram: <a href="https://www.instagram.com/rateemusic">@</a><a href="https://www.instagram.com/rateemusic" target="_blank" rel="noreferrer noopener">rateemusic</a></li>



<li>Spotify/Apple Music: Ratee</li>



<li>YouTube: Ratee Music</li>



<li>Contact Person: 08991304404 (Viny, Manajer)</li>
</ul>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/07/24/ratee-ledakkan-album-perdana-penuh-luka-dan-letupan-dur-dar-dir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">508</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bambootown Rilis EP Perdana Bertajuk “Bambootown/Self-titled”</title>
		<link>https://aduide.id/2025/07/20/bambootown-rilis-ep-perdana-bertajuk-bambootown-self-titled/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/07/20/bambootown-rilis-ep-perdana-bertajuk-bambootown-self-titled/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 03:59:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Bambootown]]></category>
		<category><![CDATA[EP]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Tasikmalaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=422</guid>

					<description><![CDATA[Setelah lima tahun berjalan sebagai band, akhirnya Bambootown—unit indie pop asal Ciawi, Tasikmalaya—meluncurkan karya panjang pertamanya dalam format EP atau mini album bertajuk “Bambootown/self-titled” pada tanggal 8 Juli 2025. Rilisan ini bukan sekadar ajang pamer musikalitas, tapi juga penanda dari proses panjang dan konsistensi mereka sejak awal berdiri. EP ini berisi lima lagu, masing-masing dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah lima tahun berjalan sebagai band, akhirnya Bambootown—unit indie pop asal Ciawi, Tasikmalaya—meluncurkan karya panjang pertamanya dalam format EP atau mini album bertajuk “Bambootown/self-titled” pada tanggal 8 Juli 2025. Rilisan ini bukan sekadar ajang pamer musikalitas, tapi juga penanda dari proses panjang dan konsistensi mereka sejak awal berdiri.</p>



<p>EP ini berisi lima lagu, masing-masing dengan warna, cerita, dan atmosfernya sendiri. Semua track diramu selama proses kreatif sepanjang 2024 hingga 2025, direkam di Pandemi Studio (Tasikmalaya) oleh Muhamad Nadimas alias “Caos”, dan dipoles secara sonik oleh Irsyad Ali di Teargas Lab (Bandung).</p>



<p>Formasi Bambootown sendiri terdiri dari Ginanjar (vokal utama, gitar akustik), Ales (bass, vokal latar), Iksal (gitar melodi, vokal latar), Nanda (gitar, synth), dan Iyus (drum, vokal latar).</p>



<p>Visual album ini tak kalah personal: sebuah sampul kuning hangat hasil bidikan Gun Picturelab, dengan desain layout oleh Ginanjar sendiri.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/COVER-BAMBOOTOWN-EP-1024x1024.jpeg" alt="" class="wp-image-428" style="border-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/COVER-BAMBOOTOWN-EP-1024x1024.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/COVER-BAMBOOTOWN-EP-300x300.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/COVER-BAMBOOTOWN-EP-150x150.jpeg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/COVER-BAMBOOTOWN-EP-768x768.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/COVER-BAMBOOTOWN-EP-1536x1536.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/COVER-BAMBOOTOWN-EP-2048x2048.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Mari kita kenalan sedikit dengan isi albumnya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Langkah</strong><br>Lagu pembuka yang mengusung semangat pop alternatif dengan energi yang menghentak, berbicara tentang pencarian makna hidup.</li>



<li><strong>Intervensi</strong><br>Track dengan nuansa 90’s indiepop yang reflektif—mengajak kita merenungkan relasi antara manusia dan teknologi, khususnya soal rasa syukur yang semakin kabur di era digital.</li>



<li><strong>She</strong><br>Romantis dan emosional, lagu ini mengangkat kedekatan batin antara seorang anak dan ibunya, dibalut warna indiepop dan sentuhan powerpop.</li>



<li><strong>Wooden House</strong><br>Lagu yang telah lebih dulu dilepas sebagai single kedua. Sebuah anthem tentang kesederhanaan hidup, dengan kampanye “Simple is Everything” yang terasa relevan hari ini.</li>



<li><strong>West Bank 1987</strong><br>Ditulis dengan semangat solidaritas dan empati, track ini mengangkat kisah harian masyarakat Palestina di Tepi Barat. Suasana indie rock dan post-punk revival memperkuat narasi tentang luka dan harapan.</li>
</ol>



<p>EP “Bambootown” merupakan gabungan antara cerita yang tulus dan eksperimen bunyi yang matang. Ini adalah rilisan yang mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak dan merasa—tanpa harus repot-repot memaksakan genre.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-28f84493 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-61ae05d8 wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-7921b8707593f86b9d38baa81fa11bc2" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-cbd8a0e9 wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-123 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single tag-yeloo-mob">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2025/03/10/yeloo-mob-luncurkan-single-baru-fractal-human-disorder/" target="_blank" >Yeloo Mob Luncurkan Single Baru: “Fractal Human Disorder”</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1013 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-debut tag-majalengka tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/" target="_blank" >The Waffers Rilis Single “Waking Up.. Late”, Tentang Kesiangan dan Kehidupan Kantoran</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1053 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-music tag-newrelease tag-rickran tag-single tag-wither">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0;" class="has-link-color wp-elements-7c5b745afe2b7404ec47b625a33148de wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-2fa1fd811687d922e43862af38680bdc"><a href="https://aduide.id/2026/01/09/rickran-rilis-single-wither-lagu-tentang-denial-menunggu-dan-melepaskan/" target="_blank" >Rickran Rilis Single “Wither”, Lagu Tentang Denial, Menunggu, dan Melepaskan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p>Sebagai tambahan kabar baik, Bambootown juga menjalin kerja sama dengan label independen asal Jakarta, Lost Wave Record, untuk merilis EP ini dalam bentuk fisik: kaset pita yang akan segera tersedia setelah peluncuran versi digital.</p>



<p>Bagi kamu yang suka dengan warna suara ala The Ocean Blue, The Cure, Rumah Sakit, hingga Pure Saturday, EP ini wajib masuk playlistmu.</p>



<p>Dengarkan sekarang di platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, Deezer, Soundcloud, atau langsung di situs mereka: <a href="https://bambootown.bandcamp.com/music">bambootown.bandcamp.com/music</a></p>



<p><strong>CREDITS:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Musik: Bambootown</li>



<li>Lirik: A. Ginanjar</li>



<li>Foto sampul: Gun Picturelab</li>



<li>Layout &amp; editing: Aa Gin</li>



<li>Produser: A. Ginanjar, A.R. Saputra, Muhamad Nadimas, Irsyad Ali S</li>



<li>Rekaman: Pandemi Studio, Tasikmalaya</li>



<li>Juru rekam: Muhamad “Caos” Nadimas</li>



<li>Mixing &amp; mastering: Irsyad Ali S di Teargas Lab, Bandung</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/07/20/bambootown-rilis-ep-perdana-bertajuk-bambootown-self-titled/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">422</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Noersun Sambut Babak Baru Lewat Single “Hidup” dan Vokalis Baru</title>
		<link>https://aduide.id/2025/07/05/noersun-sambut-babak-baru-lewat-single-hidup-dan-vokalis-baru/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/07/05/noersun-sambut-babak-baru-lewat-single-hidup-dan-vokalis-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 09:10:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Noersun]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=330</guid>

					<description><![CDATA[Grup musik pop folk asal Tegal, Noersun (NRSN), membuka lembaran baru dalam perjalanan musik mereka. Lewat single berjudul “Hidup” yang resmi dirilis pada 13 Juni 2025, Noersun tampil dengan energi yang lebih padat dan solid dari sebelumnya. Lagu ini bukan cuma sekadar rilisan baru, tapi juga jadi penanda dimulainya era baru bagi mereka, yang kabarnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Grup musik pop folk asal Tegal, Noersun (NRSN), membuka lembaran baru dalam perjalanan musik mereka. Lewat single berjudul “Hidup” yang resmi dirilis pada 13 Juni 2025, Noersun tampil dengan energi yang lebih padat dan solid dari sebelumnya. Lagu ini bukan cuma sekadar rilisan baru, tapi juga jadi penanda dimulainya era baru bagi mereka, yang kabarnya akan dilanjutkan dengan album di tahun ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-full has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="2560" height="2560" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_5924-scaled.jpeg" alt="" class="wp-image-332" style="border-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_5924-scaled.jpeg 2560w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_5924-300x300.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_5924-1024x1024.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_5924-150x150.jpeg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_5924-768x768.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_5924-1536x1536.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_5924-2048x2048.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></figure>



<p>Tapi tunggu dulu, kabar segar dari Noersun nggak berhenti di situ. Mereka juga memperkenalkan vokalis baru mereka, Ellen, yang menggantikan posisi Alda yang memutuskan untuk mundur dari band. Dengan formasi baru: Imam (gitar), Tama (gitar), Ibeng (drum), dan tentu saja Ellen (vokal), Noersun siap melangkah lebih jauh.</p>



<p>Menurut Imam, sang gitaris, “Hidup” adalah semacam penyembuh untuk segala luka dan proses panjang yang mereka jalani sebagai band. “Mau bertiga, berlima, atau berempat, Noersun bakal terus tumbuh dan terang,” katanya. Sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa mereka tetap akan berjalan, apa pun kondisinya. Seperti air yang mengalir, Noersun memilih untuk tetap bergerak, meski pernah diterpa perubahan formasi.</p>



<p>Dibentuk tahun 2022, Noersun sudah dikenal dengan identitas musik yang unik. Nggak cuma dari nuansa folk-pop yang mereka usung, tapi juga dari cara mereka menyusun lirik. Setiap lagu punya elemen yang disebut mereka sebagai mantra—lirik-lirik yang ditulis dalam bahasa fiktif bernama Hopelandic, terinspirasi dari band asal Islandia, Sigur Rós. Bahasa ini memang nggak punya makna literal, tapi bisa terasa lewat humming dan nuansa yang dibangun—unik dan khas banget.</p>



<p>Dengan semangat baru, formasi baru, dan karya yang terus berevolusi, Noersun tampaknya serius banget menyambut babak selanjutnya dalam perjalanan mereka. Dan kalau “Hidup” jadi pembuka, kita jadi makin penasaran, seperti apa kejutan mereka di album mendatang? Kita tunggu aja!</p>



<p>Dengarkan “Hidup” di sini: <em><a href="https://open.spotify.com/album/3aVJfj6KSvJJrzP1u1icHV?si=cflvN5cSTAKtfhOsB2oqtw">https://open.spotify.com/album/3aVJfj6KSvJJrzP1u1icHV?si=cflvN5cSTAKtfhOsB2oqtw</a></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/07/05/noersun-sambut-babak-baru-lewat-single-hidup-dan-vokalis-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">330</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inheritors Lepas Single Kedua “Pestilence”: Wabah Baru dari Bawah Tanah</title>
		<link>https://aduide.id/2025/03/25/inheritors-lepas-single-kedua-pestilence-wabah-baru-dari-bawah-tanah/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/03/25/inheritors-lepas-single-kedua-pestilence-wabah-baru-dari-bawah-tanah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 12:18:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Inheritors]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=164</guid>

					<description><![CDATA[Setelah membuka tahun 2025 dengan single debut From The Grave, unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali menghantam telinga para pendengar dengan rilisan terbarunya, Pestilence. Lagu ini menjadi bagian dari rangkaian promosi menuju perilisan full album mereka yang akan datang. Pestilence hadir sebagai wabah baru yang mencerminkan kebangkitan band ini dari kegelapan bawah tanah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-tiny-font-size" id="isPasted">Setelah membuka tahun 2025 dengan single debut From The Grave, unit thrash metal asal Malang, <strong>Inheritors</strong>, kembali menghantam telinga para pendengar dengan rilisan terbarunya, <strong>Pestilence</strong>. Lagu ini menjadi bagian dari rangkaian promosi menuju perilisan full album mereka yang akan datang. Pestilence hadir sebagai wabah baru yang mencerminkan kebangkitan band ini dari kegelapan bawah tanah yang lembap dan korosif.</p>



<p class="has-tiny-font-size">Mengusung nuansa yang lebih groovy dan ritmis, Pestilence melampaui batasan kecepatan khas classic thrash metal. Tidak hanya agresif, lagu ini juga menyuguhkan tempo yang variatif serta progresi kromatis yang membawa atmosfer semakin pekat. Seperti wabah yang terus berevolusi, Pestilence dipengaruhi oleh beragam referensi, mulai dari Anthrax, Power Trip, Death, Obituary, hingga Alice In Chains. Gabungan elemen-elemen ini menciptakan suasana yang berat, suram, dan depresif—sebuah ruang yang tepat untuk menyampaikan tema destruktif dalam liriknya.</p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/SINGLE-Pestilence_Inheritors_Artwork.jpg" alt="" class="wp-image-166" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/SINGLE-Pestilence_Inheritors_Artwork.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/SINGLE-Pestilence_Inheritors_Artwork-300x300.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/SINGLE-Pestilence_Inheritors_Artwork-150x150.jpg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/SINGLE-Pestilence_Inheritors_Artwork-768x768.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="has-tiny-font-size" id="isPasted">Single ini juga menampilkan kolaborasi dengan Agan Iksar (Dazzle, Keep It Real), yang dengan rentang vokalnya mampu berpadu dengan raungan khas Inheritors, tanpa menghilangkan karakter unik masing-masing. Didukung riff tebal dan jeritan gitar tajam, Pestilence menggambarkan keputusasaan atas realitas sosial-politik yang terjangkit oleh banalitas kekuasaan.</p>



<p class="has-tiny-font-size">Inheritors menyoroti kondisi dunia yang terkikis oleh keserakahan dan kesewenangan para pemegang kekuasaan. Mereka bukan digambarkan sebagai pemimpin, melainkan sekumpulan belatung yang hidup dari penderitaan rakyat—menghisap keringat dan darah mereka untuk pesta pora atas kematian hak-hak sipil. Sementara itu, masyarakat yang diibaratkan sebagai pion dalam sistem, hanya dijinakkan dengan janji-janji palsu, disalahkan saat keadaan tak sesuai harapan, dan sering kali dibungkam dengan kekerasan. Bagi Inheritors, ini bukan sekadar krisis yang bisa diperbaiki, melainkan warisan turun-temurun yang telah ada bahkan sebelum konsep negara terbentuk. Luka-luka yang dibiarkan terus menganga akhirnya menjelma menjadi wabah pemikiran yang tak tersembuhkan.</p>



<p class="has-tiny-font-size">Melalui Pestilence, Inheritors menyebarkan “wabah kesadaran” bagi para pendengar—agar tetap waras dan waspada terhadap kondisi sekitar. Ini adalah wabah yang mengingatkan kita akan peran sebagai warga sipil di tengah pembiaran dan penelantaran yang semakin nyata. Wabah yang tanpa disadari merasuk ke dalam pikiran, menumbuhkan apatisme, hingga membuat kita kebas terhadap kehancuran—karena tidak semua hal dapat diselamatkan.</p>



<p class="has-tiny-font-size">Dengarkan Pestilence di platform streaming berikut:</p>



<p><strong>Spotify</strong>: <a href="https://open.spotify.com/track/3kfbQURjlJj7p9ayEzubrP?si=c86c06d9719c4b60">https://open.spotify.com/track/3kfbQURjlJj7p9ayEzubrP?si=c86c06d9719c4b60</a></p>



<p><strong>YouTube Music</strong>: <a href="https://youtu.be/EhhWtheKtRc?si=T5HVOZmz0s8vNwZV">https://youtu.be/EhhWtheKtRc?si=T5HVOZmz0s8vNwZV</a></p>



<p><strong>Apple Music</strong>: <a href="https://music.apple.com/id/album/pestilence-feat-agan-dazzle/1789901666?i=1789901667">https://music.apple.com/id/album/pestilence-feat-agan-dazzle/1789901666?i=1789901667</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/03/25/inheritors-lepas-single-kedua-pestilence-wabah-baru-dari-bawah-tanah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
