<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NewRelease &#8211; Aduide Media</title>
	<atom:link href="https://aduide.id/category/newrelease/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aduide.id</link>
	<description>Township Youth Media</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Sep 2026 01:43:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://aduide.id/wp-content/uploads/2025/03/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>NewRelease &#8211; Aduide Media</title>
	<link>https://aduide.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246255001</site>	<item>
		<title>Mariners Rilis EP Perdana Gradasi yang Berantakan!, Empat Lagu dalam Kekacauan yang Belum Selesai</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/17/mariners-rilis-ep-perdana-gradasi-yang-berantakan-empat-lagu-dalam-kekacauan-yang-belum-selesai/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/09/17/mariners-rilis-ep-perdana-gradasi-yang-berantakan-empat-lagu-dalam-kekacauan-yang-belum-selesai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 01:41:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Mariners]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2333</guid>

					<description><![CDATA[Mariners resmi merilis EP perdana bertajuk Gradasi yang Berantakan!. Berisi empat lagu, rilisan ini memperkenalkan karakter alternative rock softpunk dari Kuningan yang tumbuh dari ketidakteraturan, benturan, dan cerita yang belum benar-benar selesai. Kancah musik independen Kuningan kembali kedatangan rilisan baru. Mariners, unit alternative rock softpunk asal pinggiran Kabupaten Kuningan, resmi memperkenalkan EP perdana mereka, Gradasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mariners resmi merilis EP perdana bertajuk</strong> <em><strong>Gradasi yang Berantakan!</strong></em><strong>. Berisi empat lagu, rilisan ini memperkenalkan karakter alternative rock softpunk dari Kuningan yang tumbuh dari ketidakteraturan, benturan, dan cerita yang belum benar-benar selesai.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kancah musik independen Kuningan kembali kedatangan rilisan baru. <strong>Mariners</strong>, unit alternative rock softpunk asal pinggiran Kabupaten Kuningan, resmi memperkenalkan EP perdana mereka, <strong><em>Gradasi yang Berantakan!</em></strong> pada 2 Agustus 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP ini berisi empat lagu yang hadir dengan tema, warna, dan karakter suara yang tidak sepenuhnya tertata. Bagi Mariners, kondisi tersebut justru menjadi bagian penting dari identitas rilisan pertama mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gradasi yang Berantakan!</em> dibangun sebagai kumpulan fragmen yang saling berhubungan. Empat lagu di dalamnya tidak ditempatkan sebagai rangkaian yang harus terdengar seragam atau sempurna. Masing-masing memiliki karakter dan ruangnya sendiri, sementara keseluruhannya bertemu dalam satu narasi tentang sesuatu yang terdengar berantakan untuk disebut selesai.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--6">Tema, Warna, dan Suara yang Tak Tertata</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu gagasan yang menjadi gambaran utama EP ini adalah <strong>“tema, warna dan suara yang tak tertata menjadi tanda.”</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Gagasan tersebut terasa relevan dengan cara Mariners membingkai <em>Gradasi yang Berantakan!</em>. Keempat lagu membawa warna dan karakter masing-masing, tetapi tetap berada dalam ruang narasi yang sama. Ada ketidaksempurnaan, benturan, dan proses memahami sesuatu yang belum memiliki bentuk akhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih menyembunyikan ketidakteraturan tersebut, Mariners menjadikannya sebagai bagian dari cara mereka bercerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, kata “berantakan” pada judul EP tidak hanya merujuk pada bagaimana musik terdengar. Ia juga menjadi cara untuk melihat proses kreatif dan pengalaman yang melatarbelakangi karya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada sesuatu yang sedang dicari, sesuatu yang sedang dirangkai, tetapi belum sepenuhnya menemukan bentuk finalnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--7"><em>Gradasi yang Berantakan!</em> dan Empat Fragmennya</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Judul <strong><em>Gradasi yang Berantakan!</em></strong> mengambil gagasan tentang pertemuan berbagai warna yang seharusnya dapat membentuk sebuah gradasi. Namun, alih-alih bergerak secara teratur dari satu warna ke warna lainnya, semuanya justru bergerak tanpa aturan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam empat lagu yang menjadi isi EP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap lagu dapat berdiri sebagai fragmen tersendiri. Namun ketika didengarkan sebagai satu kesatuan, keempatnya membentuk gambaran yang lebih besar. Tidak selalu mulus, tidak selalu rapi, dan tidak selalu memberikan jawaban yang jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru di situlah Mariners menemukan bentuk dari rilisan perdana mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gradasi yang Berantakan!</em> tidak mencoba membangun pengalaman mendengarkan yang sepenuhnya teratur. Pendengar diajak masuk ke dalam kumpulan suara yang saling bertabrakan, kemudian menemukan sendiri hubungan dan makna di antara fragmen-fragmen tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--8">Awal Perjalanan Musikal Mariners</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai <strong>EP perdana Mariners</strong>, rilisan ini sekaligus menjadi penanda awal perjalanan mereka dalam memperkenalkan identitas musikal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mariners merupakan band <strong>alternative rock softpunk santun</strong> yang berasal dari pinggiran Kabupaten Kuningan. Band ini terbentuk pada 2024 dan digawangi oleh tiga mahasiswa, yaitu <strong>Ihram Amarandani</strong> pada gitar, <strong>Anggarha Rizkiawan Pramudia</strong> pada gitar, serta <strong>Muhamad Ahdan</strong> pada bass dan vokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Latar tersebut memberikan konteks tersendiri bagi <em>Gradasi yang Berantakan!</em>. Rilisan ini menjadi titik awal bagi Mariners untuk memperkenalkan bagaimana mereka memandang musik, proses berkarya, sekaligus lingkungan tempat mereka tumbuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai rilisan pertama, EP ini juga membuka kemungkinan bagi perkembangan musikal Mariners ke depannya. Empat lagu di dalamnya dapat dipandang sebagai dokumentasi dari satu fase perjalanan, ketika identitas tersebut masih terus dibentuk dan dinegosiasikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--9">Tidak Harus Selesai untuk Bisa Didengarkan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ada kecenderungan dalam musik untuk menganggap sebuah karya selesai ketika seluruh elemennya telah tersusun secara rapi. Mariners justru mengambil posisi yang berbeda melalui <em>Gradasi yang Berantakan!</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">EP ini membiarkan sejumlah hal tetap terbuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendengar tidak diberikan satu makna tunggal yang harus diterima. Sebaliknya, setiap orang dapat menemukan interpretasinya sendiri dari empat fragmen yang ditawarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, “belum selesai” dalam <em>Gradasi yang Berantakan!</em> bukan berarti karya tersebut belum rampung secara produksi. Ia merupakan gagasan artistik tentang pengalaman, perasaan, dan proses yang memang tidak selalu memiliki titik akhir yang jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Empat lagu. Empat fragmen. Satu cerita yang tidak pernah benar-benar selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, <strong><em>Gradasi yang Berantakan!</em></strong> sudah tersedia di berbagai platform musik digital dan dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, serta platform streaming lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Mariners, perjalanan mungkin baru dimulai. Dan seperti judulnya, perjalanan tersebut boleh saja tetap sedikit berantakan.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Gradasi Yang Berantakan!" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/0NHY82THSPp73ZTcQmZdRl?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--10">Tentang Mariners</h3>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-1024x1024.jpg" alt="Mariners" class="wp-image-2336" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-1024x1024.jpg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-300x300.jpg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-150x150.jpg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-768x768.jpg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-1536x1536.jpg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/09/Mariners-2048x2048.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mariners</strong> adalah band alternative rock softpunk dari pinggiran Kabupaten Kuningan yang terbentuk pada 2024. Band ini beranggotakan tiga mahasiswa, yaitu Ihram Amarandani (gitar), Anggarha Rizkiawan Pramudia (gitar), dan Muhamad Ahdan (bass, vokal).</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-182 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-music tag-adukabar tag-budaya tag-kopi-hawwu tag-music tag-orkestra tag-seni-pertunjukan tag-tradisi tag-wihendar">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-03-28T21:29:39+07:00">28 Maret 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/03/28/orkestra-sisi-lembur-harmoni-tradisi-dan-modernitas-budaya-melalui-musik/" target="_blank" >Orkestra Sisi Lembur: Harmoni Tradisi dan Modernitas Budaya melalui Musik</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-660 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-kuningan tag-music tag-newrelease tag-pelantun-lirih tag-sastra">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2025-11-03T10:25:28+07:00">3 November 2025</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/" target="_blank" >Pelantun Lirih: Mars Para Pemimpi dari Air &amp; Bir</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2167 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-kuningan tag-lagu tag-music tag-newrelease tag-single tag-the-garams">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-07T14:56:58+07:00">7 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/07/the-garams-rilis-dan-aku-membisu-single-baru-yang-merayakan-momen-saat-harapan-menjadi-nyata/" target="_blank" >The Garams Rilis &#8220;Dan Aku Membisu&#8221;, Single Baru yang Merayakan Momen Saat Harapan Menjadi Nyata</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/09/17/mariners-rilis-ep-perdana-gradasi-yang-berantakan-empat-lagu-dalam-kekacauan-yang-belum-selesai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>JALANJALAN Rayakan Kebebasan Masa Muda Lewat Single Terbaru “BEBAS”</title>
		<link>https://aduide.id/2026/08/28/jalanjalan-rayakan-kebebasan-masa-muda-lewat-single-terbaru-bebas/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/08/28/jalanjalan-rayakan-kebebasan-masa-muda-lewat-single-terbaru-bebas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 06:52:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[BEBAS]]></category>
		<category><![CDATA[Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[JALANJALAN]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Opikstones]]></category>
		<category><![CDATA[Rock]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<category><![CDATA[Sony Kertaatmajdja]]></category>
		<category><![CDATA[Yuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2247</guid>

					<description><![CDATA[Skena musik Cirebon kembali kedatangan rilisan baru. Trio rock and roll JALANJALAN resmi merilis single terbaru mereka, “BEBAS”, pada Senin, 24 Agustus 2026. Lagu ini menjadi pernyataan awal JALANJALAN dalam membawa kembali energi rock and roll dengan sentuhan yang lebih modern dan segar. “BEBAS” lahir dari semangat untuk menikmati hidup tanpa terlalu sibuk memikirkan omongan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Skena musik Cirebon kembali kedatangan rilisan baru. Trio rock and roll <strong>JALANJALAN</strong> resmi merilis single terbaru mereka, <strong>“BEBAS”</strong>, pada Senin, 24 Agustus 2026. Lagu ini menjadi pernyataan awal JALANJALAN dalam membawa kembali energi rock and roll dengan sentuhan yang lebih modern dan segar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“BEBAS” lahir dari semangat untuk menikmati hidup tanpa terlalu sibuk memikirkan omongan orang. Lagu ini sekaligus menjadi respons terhadap rutinitas yang membosankan dan anggapan bahwa musik rock identik dengan sesuatu yang tidak enak didengar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan durasi 2 menit 51 detik, JALANJALAN meramu <strong>distorsi gitar yang kasar namun catchy</strong>, ketukan drum yang adiktif, serta karakter vokal yang agresif dan mengajak pendengarnya bergerak. Secara keseluruhan, “BEBAS” dibangun dengan atmosfer yang raw, edgy, sekaligus tetap memiliki sisi estetik.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac674ffcf02d&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac674ffcf02d" class="wp-block-image aligncenter size-full is-resized has-custom-border wp-lightbox-container"><img decoding="async" width="800" height="800" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/6.-ARTWORK-SINGLE-.png" alt="JALANJALAN - BEBAS" class="has-border-color has-custom-color-5-border-color wp-image-2250" style="border-width:1px;border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px;width:392px;height:auto" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/6.-ARTWORK-SINGLE-.png 800w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/6.-ARTWORK-SINGLE-150x150-1.png 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/6.-ARTWORK-SINGLE-300x300-1.png 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/6.-ARTWORK-SINGLE-768x768-1.png 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--15">Tentang Menikmati Hidup dan Berkarya Tanpa Takut Omongan Orang</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Sony Kertaatmadja selaku penulis lagu, “BEBAS” memiliki gagasan yang cukup sederhana: menikmati hidup dan berkarya tanpa terus-menerus dibatasi oleh penilaian orang lain.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Lagu ini adalah tentang bagaimana kita menikmati hidup tanpa peduli omongan orang serta berkarya dengan sepenuh hati tanpa terganggu dengan cibiran dan omongan minus.”</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Sony juga ingin energi dalam lagu ini merepresentasikan karakter anak muda yang liar, tetapi tetap memiliki sisi estetik dan berani menjadi dirinya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat tersebut terasa relevan dengan karakter musik JALANJALAN yang banyak bermain di wilayah rock dengan energi yang lepas dan tidak terlalu banyak basa-basi. “BEBAS” kemudian menjadi medium bagi mereka untuk menyuarakan sikap tersebut melalui riff gitar, pukulan drum, dan vokal yang penuh tenaga.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--16">Berawal dari Lagu yang Ditulis pada 2022</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, “BEBAS” sebenarnya bukan lagu yang baru ditulis pada 2026. Lagu ini sudah ditulis oleh <strong>Sony Kertaatmadja</strong> pada 2022 dan kemudian disempurnakan bersama mendiang <strong>Ivan Scooter</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proyek tersebut sempat tertunda karena Sony masih mencari karakter yang tepat agar lagu ini memiliki identitas yang orisinal. Prosesnya kemudian menemukan bentuk baru ketika Sony bertemu dengan <strong>Opikstones</strong>, yang turut mengisi vokal dan bass.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2167 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-kuningan tag-lagu tag-music tag-newrelease tag-single tag-the-garams">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-07T14:56:58+07:00">7 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/07/the-garams-rilis-dan-aku-membisu-single-baru-yang-merayakan-momen-saat-harapan-menjadi-nyata/" target="_blank" >The Garams Rilis &#8220;Dan Aku Membisu&#8221;, Single Baru yang Merayakan Momen Saat Harapan Menjadi Nyata</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1013 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-debut tag-majalengka tag-music tag-newrelease tag-single">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-01-06T19:03:17+07:00">6 Januari 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/" target="_blank" >The Waffers Rilis Single “Waking Up.. Late”, Tentang Kesiangan dan Kehidupan Kantoran</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-2333 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-kuningan tag-mariners tag-music tag-newrelease">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-17T08:41:39+07:00">17 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/17/mariners-rilis-ep-perdana-gradasi-yang-berantakan-empat-lagu-dalam-kekacauan-yang-belum-selesai/" target="_blank" >Mariners Rilis EP Perdana Gradasi yang Berantakan!, Empat Lagu dalam Kekacauan yang Belum Selesai</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring proses penggarapan tersebut, Sony kemudian mengajak <strong>Yuda</strong> untuk mengisi drum dan memberikan warna beat yang kasar sekaligus penuh gairah. Formasi tersebut akhirnya menjadi fondasi JALANJALAN dalam menghidupkan kembali “BEBAS” sebagai sebuah rilisan utuh.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--17">Direkam di Sound-I Recording dan Joe Studio Record</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi produksi, proses rekaman “BEBAS” dilakukan di <strong>Sound-I Recording</strong>, sementara bagian drum direkam di <strong>Joe Studio Record</strong>. Sony Kertaatmadja bertindak sebagai produser.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahap mixing dan mastering kemudian dikerjakan oleh Sound-I Recording. Produksi tersebut diarahkan untuk mempertahankan esensi rock and roll klasik, sembari memberikan karakter suara yang lebih segar untuk pendengar masa kini. Sementara itu, artwork single “BEBAS” dibuat oleh <strong>Yuda Nugros</strong>.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--18">JALANJALAN dan Energi Rock dari Cirebon</h3>



<p class="wp-block-paragraph">JALANJALAN terbentuk pada <strong>29 Maret 2026</strong> dan hadir sebagai trio rock asal Cirebon. Formasinya terdiri dari <strong>Sony Kertaatmadja</strong> pada gitar, <strong>Opikstones</strong> pada vokal dan bass, serta <strong>Yuda</strong> pada drum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, mereka terinspirasi oleh kultur distorsi 1990-an dan nuansa retro yang kemudian dipadukan dengan karakter personal masing-masing personel. JALANJALAN menyebut pendekatan mereka sebagai energi <strong>psycorock and roll</strong>, dengan lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. 1. PRESS RELEASE JALANJALAN_BEBAS 2026.docx..docxDOCX</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat “BEBAS”, JALANJALAN kini membuka babak baru perjalanan mereka. Lagu ini menjadi perkenalan terhadap karakter musik yang ingin mereka bawa: distorsi yang berani, energi rock and roll yang lepas, dan pesan sederhana untuk tetap menikmati hidup serta berkarya tanpa terlalu terpengaruh suara-suara dari luar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buat yang penasaran dengan gebrakan baru dari skena rock Cirebon, <strong>“BEBAS” dari JALANJALAN sudah dirilis pada 24 Agustus 2026</strong>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Bebas" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/6hIFa5QLhia5c9ygEGvONS?si=152g3rckTluhoop47Uqgtg&amp;utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/08/28/jalanjalan-rayakan-kebebasan-masa-muda-lewat-single-terbaru-bebas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2247</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Garams Rilis &#8220;Dan Aku Membisu&#8221;, Single Baru yang Merayakan Momen Saat Harapan Menjadi Nyata</title>
		<link>https://aduide.id/2026/08/07/the-garams-rilis-dan-aku-membisu-single-baru-yang-merayakan-momen-saat-harapan-menjadi-nyata/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/08/07/the-garams-rilis-dan-aku-membisu-single-baru-yang-merayakan-momen-saat-harapan-menjadi-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 07:56:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<category><![CDATA[The Garams]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2167</guid>

					<description><![CDATA[Unit alternative rock asal Kuningan, Jawa Barat, The Garams, kembali menghadirkan karya terbaru melalui single &#8220;Dan Aku Membisu&#8221; yang resmi dirilis pada 22 Juli 2026. Menjadi rilisan keempat mereka, lagu ini melanjutkan perjalanan musikal The Garams sekaligus menjadi jembatan menuju album debut yang kini tengah mereka garap. &#8220;Dan Aku Membisu&#8221; Berbicara Tentang Harapan, Doa, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Unit alternative rock asal Kuningan, Jawa Barat, <strong><a href="https://instagram.com/thegarams" target="_blank" rel="noreferrer noopener">The Garams</a></strong>, kembali menghadirkan karya terbaru melalui single <strong>&#8220;Dan Aku Membisu&#8221;</strong> yang resmi dirilis pada <strong>22 Juli 2026</strong>. Menjadi rilisan keempat mereka, lagu ini melanjutkan perjalanan musikal The Garams sekaligus menjadi jembatan menuju album debut yang kini tengah mereka garap.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--23">&#8220;Dan Aku Membisu&#8221; Berbicara Tentang Harapan, Doa, dan Rasa Syukur</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat <strong>&#8220;Dan Aku Membisu&#8221;</strong>, The Garams mengangkat satu momen yang mungkin pernah dirasakan banyak orang, yaitu ketika sesuatu yang telah lama diharapkan akhirnya benar-benar terjadi. Perasaan itu bukan lagi sekadar bahagia, tetapi juga tenang, damai, bahkan membuat seseorang kehilangan kata-kata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini memang bisa dibaca sebagai kisah romansa. Namun, maknanya sengaja dibuat lebih luas. Harapan yang dimaksud dapat berupa impian, cita-cita, doa, atau tujuan hidup apa pun yang diperjuangkan dengan kesungguhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara lirik, <strong>&#8220;Dan Aku Membisu&#8221;</strong> menggunakan alur maju dan mundur untuk menggambarkan perjalanan batin seseorang, mulai dari berharap, meminta, berusaha, hingga akhirnya menyadari bahwa apa yang selama ini hanya menjadi rasa dan angan kini benar-benar hadir di depan mata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui lagu ini, penulis juga ingin mengajak pendengar untuk tidak berhenti merasa, meminta, berdoa, dan konsisten memperjuangkan harapan mereka. Sebab, setiap usaha pada akhirnya akan menemukan titiknya sendiri, sebuah momen ketika rasa syukur membuat seseorang hanya mampu terdiam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesan tersebut terasa kuat dalam bagian refrain:</p>



<p class="has-petite-font-size wp-block-paragraph"><em>&#8220;Biarkan aku merasa,<br>Biarkan aku meminta,<br>Biarkan aku merasa,<br>Dan biarkan aku membisu.&#8221;</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat sederhana itu menjadi penanda bahwa ada saat ketika jawaban atas doa tidak lagi membutuhkan banyak kata.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--24">Grunge, Rock and Roll, dan Garage Rock dalam Satu Tarikan Napas</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi musikalitas, The Garams mempertahankan identitas mereka lewat komposisi yang enerjik. Beat rock and roll dipadukan dengan karakter grunge yang mentah, ditambah sentuhan garage rock yang membuat lagu ini tetap terdengar kasar, namun emosional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karakter tersebut lahir dari perpaduan latar belakang musikal masing-masing personel. Perbedaan pengalaman bermusik justru menghasilkan warna yang terasa organik dan menjadi identitas tersendiri bagi The Garams.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--25">Cover Single yang Sarat Simbol Perjalanan Batin</h2>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac674ffdb97a&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac674ffdb97a" class="wp-block-image size-full has-custom-border wp-lightbox-container"><img decoding="async" width="1000" height="1000" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/The-Garams-Dan-Aku-Membisu.webp" alt="The Garams - Dan Aku Membisu" class="wp-image-2170" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/The-Garams-Dan-Aku-Membisu.webp 1000w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/The-Garams-Dan-Aku-Membisu-300x300.webp 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/The-Garams-Dan-Aku-Membisu-150x150.webp 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/The-Garams-Dan-Aku-Membisu-768x768.webp 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button><figcaption class="wp-element-caption">The Garams &#8211; &#8220;Dan Aku Membisu&#8221; Cover Art</figcaption></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">Visual sampul <strong>&#8220;Dan Aku Membisu&#8221;</strong> juga menjadi bagian menarik dari keseluruhan konsep lagu. Cover tersebut menampilkan sosok manusia dari samping dengan <strong>helm merah bergaya retro</strong> yang mendominasi komposisi visual, berlatar biru gelap dengan tekstur kasar yang memberi nuansa vintage sekaligus sedikit muram.</p>
</div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Elemen yang paling mencolok adalah <strong>panah putih</strong> pada sisi helm yang mengarah ke belakang. Simbol ini dapat dibaca sebagai representasi perjalanan yang tidak selalu bergerak lurus ke depan, selaras dengan alur lirik lagu yang maju dan mundur. Ia seolah mengajak pendengar menoleh kembali pada perjalanan, doa, dan proses yang telah dilalui sebelum akhirnya sampai pada titik &#8220;membisu&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, penggunaan warna merah menghadirkan kesan berani sekaligus emosional. Dipadukan dengan teknik ilustrasi bertekstur yang menyerupai cetak manual, visual tersebut terasa dekat dengan semangat alternative rock dan grunge yang diusung The Garams.</p>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2220 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-aduopini category-music tag-aduopini tag-gema-ganeswara tag-music tag-musisi">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-17T10:26:15+07:00">17 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/17/memangnya-indie-itu-apa/" target="_blank" >Memangnya Indie Itu Apa?</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1283 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-alternative tag-bandung tag-music tag-newrelease tag-single tag-sleepover">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-07-13T10:03:31+07:00">13 Juli 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/07/13/sleepover-rilis-debut-maxi-single-leave-me-quiet-tension-tawarkan-warna-baru-musik-alternatif/" target="_blank" >Sleepover Rilis Debut Maxi-Single “Leave Me / Quiet Tension”, Tawarkan Warna Baru Musik Alternatif</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1807 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-music tag-adukabar tag-graha-wangi tag-kuningan tag-music tag-sekolah-musik tag-swara-music-school">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-08-03T20:47:38+07:00">3 Agustus 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/08/03/swara-music-school-hadir-di-kuningan-buka-kelas-musik-teratur-dan-menyenangkan/" target="_blank" >Swara Music School Hadir di Kuningan, Buka Kelas Musik Teratur dan Menyenangkan</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--26">The Garams Bersiap Menuju Album Perdana</h2>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:66.66%">
<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac674ffdf441&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac674ffdf441" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="812" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/TheGaramsFav2-1024x812.webp" alt="The Garams" class="wp-image-2171" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/TheGaramsFav2-1024x812.webp 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/TheGaramsFav2-300x238.webp 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/TheGaramsFav2-768x609.webp 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/08/TheGaramsFav2.webp 1200w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:33.33%">
<p class="wp-block-paragraph">The Garams merupakan unit alternative rock dan grunge yang terbentuk di Kuningan, Jawa Barat, pada tahun 2023. Band ini diperkuat oleh <strong>Aris Suprayogi</strong> (drum), <strong>Rizky Alghazali</strong> (bass), dan <strong><a href="https://aduide.id/tag/air-bir/" data-type="post_tag" data-id="154" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Boji Ibrahim</a></strong> (gitar, vokal).</p>
</div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya mereka telah merilis tiga single, yaitu <strong>&#8220;Bunga Bunga Selepas Hujan Deras&#8221;</strong> yang menjadi original soundtrack film <em>Ruwatan</em> produksi UNMA, <strong>&#8220;Waktu&#8221;</strong>, dan <strong>&#8220;Lagu Sendiri&#8221;</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain aktif merilis karya, The Garams juga rutin tampil di berbagai festival kampus maupun collective gigs. Penampilan terbaru mereka hadir dalam Supermusic Showcase: Shout of Sounds pada 24 Juli 2026, dua hari setelah perilisan &#8220;Dan Aku Membisu&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, The Garams tengah menyelesaikan proses produksi album debut yang akan menjadi tonggak baru perjalanan mereka di skena musik independen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single <strong>&#8220;Dan Aku Membisu&#8221;</strong> sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital, termasuk Spotify.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Dan Aku Membisu" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/2DrKMU0EUl3wprvS5u73Lo?si=37712a86119b495a&amp;utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/08/07/the-garams-rilis-dan-aku-membisu-single-baru-yang-merayakan-momen-saat-harapan-menjadi-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2167</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Muzzkipper Resmi Debut Lewat Single &#8220;23.30&#8221;, Hadirkan Napas Rock 70-an untuk Pendengar Masa Kini</title>
		<link>https://aduide.id/2026/08/07/muzzkipper-resmi-debut-lewat-single-23-30-hadirkan-napas-rock-70-an-untuk-pendengar-masa-kini/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/08/07/muzzkipper-resmi-debut-lewat-single-23-30-hadirkan-napas-rock-70-an-untuk-pendengar-masa-kini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 07:13:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Muzzkipper]]></category>
		<category><![CDATA[Rock]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2155</guid>

					<description><![CDATA[NewRelease &#8211; Skena musik rock Indonesia kembali kedatangan nama baru. Unit rock asal Pontianak, Muzzkipper, resmi memperkenalkan diri melalui debut single &#8220;23.30&#8221;, yang telah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 31 Juli 2026. Single ini menjadi titik awal perjalanan Muzzkipper sekaligus memperlihatkan identitas musikal mereka yang banyak dipengaruhi oleh semangat rock era 70-an. Alih-alih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>NewRelease</strong> &#8211; Skena musik rock Indonesia kembali kedatangan nama baru. Unit rock asal Pontianak, <strong><a href="https://instagram.com/muzzkipper" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Muzzkipper</a></strong>, resmi memperkenalkan diri melalui debut single <strong>&#8220;23.30&#8221;</strong>, yang telah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak <strong>31 Juli 2026</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single ini menjadi titik awal perjalanan Muzzkipper sekaligus memperlihatkan identitas musikal mereka yang banyak dipengaruhi oleh semangat rock era 70-an. Alih-alih sekadar bernostalgia, trio ini mencoba menerjemahkan karakter musik tersebut ke dalam pendekatan yang terasa lebih segar dan relevan bagi pendengar saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Didirikan pada 2024, Muzzkipper diperkuat oleh <strong>Fauzan</strong> pada vokal dan bass, <strong>Benk</strong> di gitar sekaligus backing vokal, serta <strong>Edo</strong> pada drum. Band ini lahir dari kumpulan ide yang selama ini belum menemukan ruang untuk diwujudkan hingga akhirnya dipertemukan oleh Hafidh, yang kini berperan sebagai manajer mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Semua berawal dari kepala yang sedikit ribut oleh ide-ide yang belum bisa tersalurkan pada tempatnya. Lalu kami dipersatukan oleh Hafidh yang ingin mempunyai sebuah band, meskipun tidak memainkan instrumen musik. Dari situ kami bertemu dan menyadari punya visi yang sama, yaitu membentuk band rock,&#8221; ujar Benk.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--30">Terinspirasi Motörhead hingga Black Sabbath</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam membangun karakter musiknya, Muzzkipper banyak menyerap pengaruh dari sejumlah nama besar seperti <strong>Motörhead</strong>, <strong>Deep Purple</strong>, dan <strong>Black Sabbath</strong>. Referensi tersebut terdengar melalui riff gitar yang tebal, groove yang mengalir, serta pendekatan rock klasik yang menjadi fondasi utama lagu-lagu mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski berangkat dari akar musik lawas, Muzzkipper berusaha mengemasnya dalam produksi yang tetap relevan untuk lanskap musik independen saat ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--31">&#8220;23.30&#8221; Lahir dari Sesi Jamming Spontan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik debut mereka, tersimpan cerita yang cukup sederhana. Materi <strong>&#8220;23.30&#8221;</strong> berawal dari sesi jamming di kediaman Benk pada 2024. Saat para personel memainkan riff-riff awal yang telah dipersiapkan, Hafidh secara spontan menuliskan lirik lagu tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, judul <strong>&#8220;23.30&#8221;</strong> bukanlah metafora yang direncanakan sejak awal. Angka itu diambil dari waktu yang benar-benar terpampang ketika proses kreatif lagu sedang berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara tematik, lagu ini mengangkat cerita tentang masa muda yang penuh kontradiksi. Tentang keberanian mencoba hal baru, melakukan kesalahan, menyesalinya, lalu tanpa sadar kembali mengulanginya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;23.30 bercerita tentang masa muda, ketika kita sering melakukan hal-hal bodoh, mencoba banyak hal baru, menyesal, tapi kadang mengulanginya lagi di hari yang berbeda. Lagu ini menggambarkan proses belajar dari kegagalan, kesalahan, dan pengalaman yang akhirnya membentuk diri kita,&#8221; jelas Hafidh.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--32">Direkam Live Take Demi Menjaga Energi Rock Klasik</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menangkap karakter musik yang mereka inginkan, Muzzkipper memilih proses rekaman <strong>live take</strong> di <strong>F Studio, Pontianak</strong>. Keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan Ferdy dari F Studio, dengan tujuan mempertahankan energi mentah yang identik dengan rekaman band-band rock era 70-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesi rekaman berlangsung pada akhir 2024, sementara proses mixing dan mastering baru diselesaikan pada 2026 oleh <strong>Aris Salim</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan metode rekaman ini menjadi bagian dari upaya Muzzkipper menjaga dinamika permainan setiap personel agar tetap terasa organik dan hidup, sesuatu yang menjadi ciri khas banyak rilisan rock klasik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui <strong>&#8220;23.30&#8221;</strong>, Muzzkipper bukan hanya memperkenalkan identitas musikal mereka, tetapi juga membuka langkah pertama menuju rilisan-rilisan berikutnya yang saat ini tengah dipersiapkan. Bagi penikmat musik rock yang merindukan riff bertenaga, permainan yang lugas, dan nuansa klasik yang tetap terasa segar, debut Muzzkipper menjadi nama baru yang layak masuk radar.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="23.30" width="500" height="375" src="https://www.youtube.com/embed/JbAWxMDndkk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<div class="wp-block-group adu-related has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<p class="adu-related__label wp-block-paragraph">Baca Juga</p>



<div class="wp-block-query adu-related__query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="adu-related__list wp-block-post-template is-layout-flow wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-2333 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-kuningan tag-mariners tag-music tag-newrelease">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-09-17T08:41:39+07:00">17 September 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/09/17/mariners-rilis-ep-perdana-gradasi-yang-berantakan-empat-lagu-dalam-kekacauan-yang-belum-selesai/" target="_blank" >Mariners Rilis EP Perdana Gradasi yang Berantakan!, Empat Lagu dalam Kekacauan yang Belum Selesai</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1130 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-gigs category-lifestyle category-music tag-adukabar tag-coffeeshop tag-erion tag-event tag-kuningan tag-music tag-soundalive tag-wldphne">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-04-13T18:07:29+07:00">13 April 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/erion-siap-gelar-konser-nasional-bertajuk-soundalive-perunggu-jadi-headliner/" target="_blank" >Erion Siap Gelar Konser Nasional Bertajuk SOUNDALIVE, Perunggu Jadi Headliner</a></h3>
</li><li class="wp-block-post post-1061 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-adukabar category-art-design category-music tag-adukabar tag-art tag-exhibition tag-kuningan tag-music tag-pameran tag-teater tag-teater-sado">
<div class="adu-related__date wp-block-post-date"><time datetime="2026-01-19T09:50:24+07:00">19 Januari 2026</time></div>

<h3 class="adu-related__post-title wp-block-post-title"><a href="https://aduide.id/2026/01/19/teater-sado-rayakan-ingatan-kolektif-lewat-pameran-milestone/" target="_blank" >Teater Sado Rayakan Ingatan Kolektif Lewat Pameran Milestone</a></h3>
</li></ul>

</div>



<style>
.adu-related{
  --maroon:#871338;
  --berry:#BC3862;
  --ink:#111111;
  --muted:#696969;
  --line:#DDDDDD;
  margin:clamp(34px,4.5vw,54px) 0;
  padding:20px 0 22px;
  border-top:1px solid var(--maroon);
  border-bottom:1px solid var(--maroon);
}

/* label kecil "Baca Juga" */
.adu-related__label{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:14px!important;font-weight:700;letter-spacing:.16em;text-transform:uppercase;
  color:var(--maroon);margin:0;display:flex;align-items:center;gap:10px;line-height:1;
}
.adu-related__label::before{
  content:"";width:22px;height:2px;background:var(--berry);flex:0 0 auto;
}

/* daftar */
.adu-related__list{list-style:none!important;margin:0!important;padding:0!important}
.adu-related__list > li{
  display:flex;flex-direction:column;margin:0;padding:0 0 2px;
  transition:padding-left .3s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover{padding-left:8px}

/* tanggal di kanan atas, sekaligus jadi garis pemisah */
.adu-related__date{
  order:1;width:100%;text-align:right;
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;
  font-size:11px;font-weight:700;letter-spacing:.14em;text-transform:uppercase;
  color:var(--muted);margin:0;padding:12px 0 9px;
  border-bottom:1px solid var(--line);
  transition:border-color .3s ease,color .3s ease;
}
.adu-related__list > li:first-child .adu-related__date{padding-top:4px}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__date{border-bottom-color:var(--maroon);color:var(--maroon)}

/* judul */
.adu-related__post-title{
  order:2;
  font-family:'Unbounded',system-ui,sans-serif;
  font-size:clamp(15px,1.6vw,17.5px)!important;font-weight:400;letter-spacing:0em;line-height:1.35;
  margin:13px 0 0;
}
.adu-related__post-title a{
  color:var(--ink);text-decoration:none;transition:color .25s ease;
  display:inline-flex;align-items:baseline;gap:8px;
}
.adu-related__post-title a::after{
  content:"\2197";font-family:system-ui,sans-serif;font-size:.8em;font-weight:400;
  color:var(--berry);opacity:0;transform:translate(-4px,3px);
  transition:opacity .28s ease,transform .28s cubic-bezier(.2,.7,.2,1);
}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a{color:var(--maroon)}
.adu-related__list > li:hover .adu-related__post-title a::after{opacity:1;transform:translate(0,0)}

.adu-related__empty{
  font-family:'Rethink Sans',system-ui,sans-serif;color:var(--muted);font-size:15px;margin:14px 0 0;
}

@media(max-width:520px){
  .adu-related__post-title{font-size:15px!important}
  .adu-related__list > li:hover{padding-left:0}
}
@media(prefers-reduced-motion:reduce){
  .adu-related *{transition-duration:.001ms!important}
}
</style>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/08/07/muzzkipper-resmi-debut-lewat-single-23-30-hadirkan-napas-rock-70-an-untuk-pendengar-masa-kini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2155</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sleepover Rilis Debut Maxi-Single “Leave Me / Quiet Tension”, Tawarkan Warna Baru Musik Alternatif</title>
		<link>https://aduide.id/2026/07/13/sleepover-rilis-debut-maxi-single-leave-me-quiet-tension-tawarkan-warna-baru-musik-alternatif/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/07/13/sleepover-rilis-debut-maxi-single-leave-me-quiet-tension-tawarkan-warna-baru-musik-alternatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 03:03:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Alternative]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<category><![CDATA[Sleepover]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1283</guid>

					<description><![CDATA[Skena musik alternatif Bandung kembali melahirkan pendatang baru. Sleepover, yang beranggotakan Genta Noverda Putra (vokal), Irfan Al Hafizh (bass), Muhammad Azmi (gitar dan vokal), Ciputra Belliano Jamin (gitar), serta Rayya Adha Ibrahim (drum), resmi merilis debut maxi-single bertajuk “Leave Me / Quiet Tension” pada 10 Juli 2026. Rilisan ini menjadi perkenalan resmi Sleepover kepada publik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Skena musik alternatif Bandung kembali melahirkan pendatang baru. <strong>Sleepover</strong>, yang beranggotakan <strong>Genta Noverda Putra</strong> (vokal), <strong>Irfan Al Hafizh</strong> (bass), <strong>Muhammad Azmi</strong> (gitar dan vokal), <strong>Ciputra Belliano Jamin</strong> (gitar), serta <strong>Rayya Adha Ibrahim</strong> (drum), resmi merilis debut maxi-single bertajuk <strong>“Leave Me / Quiet Tension”</strong> pada <strong>10 Juli 2026</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rilisan ini menjadi perkenalan resmi Sleepover kepada publik sekaligus langkah pembuka menuju album penuh yang saat ini tengah dipersiapkan oleh band tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--38">Perpaduan Alternative Rock, Nu-Metal, dan Post-Hardcore</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui <strong>“Leave Me / Quiet Tension”</strong>, Sleepover menghadirkan karakter musik yang memadukan <strong>alternative rock</strong>, <strong>nu-metal</strong>, dan <strong>post-hardcore</strong>. Riff gitar yang agresif berpadu dengan dinamika emosional serta atmosfer gelap yang tetap menyisakan nuansa melodis, membentuk identitas musikal yang menjadi ciri khas mereka sejak rilisan perdana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan tersebut menjadi fondasi yang akan terus dikembangkan dalam karya-karya Sleepover selanjutnya.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-2 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-3 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-4 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-3"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-5 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-3"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-6 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-3"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--39">Dua Lagu Tentang Tekanan dan Pergulatan Hidup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berisi dua lagu, <strong>“Leave Me”</strong> dan <strong>“Quiet Tension”</strong>, maxi-single ini mengangkat tema tentang pergulatan menjalani kehidupan sehari-hari. Cerita yang disampaikan lahir dari pengalaman, tekanan, hingga konflik batin yang kerap dialami banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui lirik yang jujur dan aransemen yang intens, Sleepover menerjemahkan rasa lelah, frustrasi, serta ketegangan emosional yang sering kali sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kedekatan emosional dengan para pendengar yang memiliki pengalaman serupa.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--40">Proses Kreatif Dibangun Secara Kolektif</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh materi dalam <strong>“Leave Me / Quiet Tension”</strong> ditulis dan diproduseri oleh <strong>Irfan Al Hafizh</strong>, kemudian dikembangkan bersama seluruh personel Sleepover melalui proses kreatif yang berlangsung secara kolektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi tersebut menghasilkan karya yang merepresentasikan identitas musikal masing-masing anggota sekaligus menunjukkan chemistry yang telah mereka bangun sebagai sebuah band.</p>



<figure data-wp-context="{&quot;imageId&quot;:&quot;6ac674fff15b2&quot;}" data-wp-interactive="core/image" data-wp-key="6ac674fff15b2" class="wp-block-image size-large has-custom-border wp-lightbox-container"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" data-wp-class--hide="state.isContentHidden" data-wp-class--show="state.isContentVisible" data-wp-init="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--click="actions.showLightbox" data-wp-on--load="callbacks.setButtonStyles" data-wp-on--pointerdown="actions.preloadImage" data-wp-on--pointerenter="actions.preloadImageWithDelay" data-wp-on--pointerleave="actions.cancelPreload" data-wp-on-window--resize="callbacks.setButtonStyles" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/ARTWORK-Sleepover-Leave-Me-Quiet-Tension-1024x1024.jpeg" alt="Sleepover - leave me / quite tension" class="wp-image-1287" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/ARTWORK-Sleepover-Leave-Me-Quiet-Tension-1024x1024.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/ARTWORK-Sleepover-Leave-Me-Quiet-Tension-300x300.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/ARTWORK-Sleepover-Leave-Me-Quiet-Tension-150x150.jpeg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/ARTWORK-Sleepover-Leave-Me-Quiet-Tension-768x768.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/ARTWORK-Sleepover-Leave-Me-Quiet-Tension-1536x1536.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/07/ARTWORK-Sleepover-Leave-Me-Quiet-Tension-2048x2048.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><button
			class="lightbox-trigger"
			type="button"
			aria-haspopup="dialog"
			data-wp-bind--aria-label="state.thisImage.triggerButtonAriaLabel"
			data-wp-init="callbacks.initTriggerButton"
			data-wp-on--click="actions.showLightbox"
			data-wp-style--right="state.thisImage.buttonRight"
			data-wp-style--top="state.thisImage.buttonTop"
		>
			<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="12" height="12" fill="none" viewBox="0 0 12 12">
				<path fill="#fff" d="M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z" />
			</svg>
		</button></figure>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--41">Langkah Awal Menuju Album Penuh</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Sleepover, <strong>“Leave Me / Quiet Tension”</strong> bukan hanya menjadi rilisan perdana, melainkan fondasi dari perjalanan artistik yang lebih panjang. Maxi-single ini memberikan gambaran awal mengenai arah musikal yang akan mereka eksplorasi dalam album penuh yang kini sedang dipersiapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bagian dari rangkaian promosi, Sleepover juga berencana menggelar <strong>showcase</strong> yang menjadi kesempatan pertama bagi para pendengar untuk merasakan langsung energi lagu-lagu mereka di atas panggung. Informasi mengenai jadwal dan detail showcase akan diumumkan melalui kanal media sosial resmi Sleepover dalam waktu dekat.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--42">Sudah Tersedia di Platform Streaming Digital</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui debut ini, Sleepover berharap dapat menghadirkan warna baru dalam skena musik alternatif Indonesia sekaligus menjadi ruang bagi para pendengar yang menemukan dirinya dalam kisah tentang tekanan, kegelisahan, dan perjuangan menghadapi kehidupan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maxi-single <strong>“Leave Me / Quiet Tension”</strong> kini telah tersedia di berbagai platform layanan streaming digital dan dapat dinikmati oleh pendengar di seluruh Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: leave me / quiet tension" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/4vOOMe6u543ojSKO8E5zYB?si=3Pco55oHQka0oX5XodoU0w&amp;utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/07/13/sleepover-rilis-debut-maxi-single-leave-me-quiet-tension-tawarkan-warna-baru-musik-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1283</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</title>
		<link>https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 09:46:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Air & Bir]]></category>
		<category><![CDATA[Indie Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1152</guid>

					<description><![CDATA[Industri musik independen Indonesia kembali kedatangan rilisan segar. Musisi asal Kuningan, Jawa Barat, Air Dan Bir, resmi memperkenalkan album perdananya bertajuk Mystique Nan Magnifique. Album ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan musikalnya, sekaligus merangkum eksplorasi rasa, bahasa, dan suasana yang selama ini ia bangun secara konsisten. Visualisasi Rasa dalam “Mystique Nan Magnifique” Berisi lima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Industri musik independen Indonesia kembali kedatangan rilisan segar. Musisi asal Kuningan, Jawa Barat, Air Dan Bir, resmi memperkenalkan album perdananya bertajuk Mystique Nan Magnifique. Album ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan musikalnya, sekaligus merangkum eksplorasi rasa, bahasa, dan suasana yang selama ini ia bangun secara konsisten.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--48">Visualisasi Rasa dalam “Mystique Nan Magnifique”</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berisi lima lagu, Mystique Nan Magnifique hadir sebagai album minimalis yang tidak berisik secara aransemen, tetapi kaya secara emosional. Dibuka dengan “Aku Menulis Sebuah Puisi”, pendengar langsung diajak masuk ke ruang intim berisi ungkapan perasaan dan harapan terhadap seseorang yang dicinta.</p>



<figure class="wp-block-image size-large has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-1024x1024.jpeg" alt="mystique nan magnifique" class="wp-image-1156" style="border-top-left-radius:15px;border-top-right-radius:15px;border-bottom-left-radius:15px;border-bottom-right-radius:15px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-1024x1024.jpeg 1024w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-300x300.jpeg 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-150x150.jpeg 150w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-768x768.jpeg 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-1536x1536.jpeg 1536w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/04/artworkmystiquenanmagnifique-2048x2048.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Nuansa tersebut berlanjut dalam “Wangi Abadi” dan “Elipsis”. Kedua lagu ini bergerak dalam spektrum rindu yang tenang, lirih, dan kontemplatif. Ada kualitas repetitif yang sengaja dipertahankan, seperti mantra emosional yang terus berputar dalam kepala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beranjak ke “Quantum”, atmosfer berubah. Lagu ini menjadi titik terang dalam album, menghadirkan warna ceria dan optimisme tentang masa depan. Secara tematik, ini adalah ekspresi karsa untuk menggapai cita, rasa, dan kemungkinan baru dalam relasi maupun kehidupan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Album kemudian ditutup dengan “Terima Kasih Bunga”, sebuah komposisi reflektif yang mengikat keseluruhan narasi. Lagu ini berbicara tentang rasa syukur, baik kepada Tuhan maupun kepada orang-orang yang hadir dan memberi makna dalam perjalanan hidup.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--49">Album Cinta Tanpa Menyebut “Cinta”</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Mystique Nan Magnifique dapat dibaca sebagai album tentang cinta tanpa harus eksplisit menggunakan kata tersebut. Pendekatan ini memperlihatkan kedewasaan dalam penulisan lirik. Air Dan Bir tidak mengandalkan diksi klise, melainkan membangun pengalaman emosional melalui metafora, suasana, dan fragmen narasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ditelaah secara struktural, album ini bekerja seperti siklus emosi: harapan, kerinduan, keceriaan, hingga rasa syukur. Ini bukan sekadar kumpulan lagu, tetapi sebuah kurva pengalaman afektif yang dirancang dengan sadar.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-8 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-9 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-123 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single tag-yeloo-mob">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-10 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-9"><a href="https://aduide.id/2025/03/10/yeloo-mob-luncurkan-single-baru-fractal-human-disorder/" target="_blank" >Yeloo Mob Luncurkan Single Baru: “Fractal Human Disorder”</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1013 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-debut tag-majalengka tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-11 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-9"><a href="https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/" target="_blank" >The Waffers Rilis Single “Waking Up.. Late”, Tentang Kesiangan dan Kehidupan Kantoran</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-2167 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-kuningan tag-lagu tag-music tag-newrelease tag-single tag-the-garams">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-12 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-9"><a href="https://aduide.id/2026/08/07/the-garams-rilis-dan-aku-membisu-single-baru-yang-merayakan-momen-saat-harapan-menjadi-nyata/" target="_blank" >The Garams Rilis &#8220;Dan Aku Membisu&#8221;, Single Baru yang Merayakan Momen Saat Harapan Menjadi Nyata</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--50">Jejak Air Dan Bir di Ranah Musik Independen</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Air Dan Bir merupakan pseudonim dari seorang penulis lagu dan musisi independen berlatar belakang Sastra dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Latar akademik ini terasa dalam pendekatan lirik yang puitis dan reflektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum merilis album ini, Air Dan Bir telah lebih dulu memperkenalkan beberapa single seperti “Yang Tercinta”, “Wangi Abadi”, “Terima Kasih Bunga”, dan “Pelantun Lirih”. Konsistensi ini membangun fondasi estetika yang kini mencapai bentuk lebih utuh dalam album Mystique Nan Magnifique.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengakuan juga mulai berdatangan. Lagu “Terima Kasih Bunga” sempat masuk pilihan redaksi media musik independen, sementara “Pelantun Lirih” berhasil masuk dalam lima lagu terbaik program Ruang Rekam Gratis oleh Sarana Karya Studio, Surakarta, yang memberinya kesempatan rekaman profesional.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--51">Air Dan Bir dan Lanskap Indie Pop Lokal</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks yang lebih luas, rilisan ini memperkaya spektrum musik indie pop Indonesia, khususnya yang menggabungkan elemen folk dan baroque dalam pendekatan minimalis. Ada kecenderungan untuk kembali pada keintiman, sesuatu yang justru menjadi kekuatan utama di tengah produksi musik yang semakin kompleks dan digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ada satu hal yang perlu diuji lebih jauh. Pendekatan minimalis dan repetitif yang digunakan Air Dan Bir berpotensi menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia menciptakan identitas yang kuat dan khas. Di sisi lain, tanpa eksplorasi dinamika yang lebih variatif di rilisan berikutnya, risiko stagnasi estetika bisa muncul. Ini menjadi tantangan menarik untuk perjalanan berikutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--52">Akses dan Platform</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Album Mystique Nan Magnifique sudah dapat dinikmati di berbagai platform digital. Pendengar juga bisa mengikuti perkembangan terbaru dari Air Dan Bir melalui:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Instagram: @airdanbir</li>



<li>TikTok: @airdanbir</li>



<li>Spotify: Air Dan Bir</li>



<li>YouTube: @pustakaairdanbir</li>
</ul>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Mystique Nan Magnifique" style="border-radius: 12px" width="100%" height="352" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/album/1cDn5ERztg3Ex7gism4ZNU?si=NR0F8kV9QN2qrVkOyR6O4A&amp;utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1152</post-id>	</item>
		<item>
		<title>“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</title>
		<link>https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:10:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Adrie Yunus]]></category>
		<category><![CDATA[Agung M Abul]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1140</guid>

					<description><![CDATA[Kegelisahan tidak selalu hadir dalam bentuk wacana panjang. Kadang ia menjelma menjadi bunyi yang keras, repetitif, dan menolak untuk diam. Dari ruang itulah lagu “Pengecut” lahir—sebuah karya kolaboratif yang menjadi respons atas peristiwa yang kembali menimpa kawan-kawan aktivis. Bukan sekali, melainkan berulang. Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini terhadap Adrie Yunus, korban penyiraman air keras [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kegelisahan tidak selalu hadir dalam bentuk wacana panjang. Kadang ia menjelma menjadi bunyi yang keras, repetitif, dan menolak untuk diam. Dari ruang itulah lagu <strong>“Pengecut”</strong> lahir—sebuah karya kolaboratif yang menjadi respons atas peristiwa yang kembali menimpa kawan-kawan aktivis. Bukan sekali, melainkan berulang. Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini terhadap Adrie Yunus, korban penyiraman air keras yang diberitakan dilakukan oleh personil TNI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pengecut” tidak dibangun sebagai sekadar lagu, tetapi sebagai pernyataan sikap. Ia muncul dari keresahan yang sama, dari pengalaman kolektif yang terus terulang, dan dari kesadaran bahwa suara perlu terus dinyalakan meski ancaman tak pernah benar-benar reda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses kreatif lagu ini melibatkan beberapa nama yang bekerja dalam satu frekuensi kegelisahan. Penulisan, vokal, dan gitar digarap oleh Agung M. Abul, dengan dukungan drum dari Fathidia. Respons musikal kemudian dikembangkan oleh Bachox dan Agus Suwanda Alfah, memperkaya lapisan emosi yang dibawa lagu ini. Vokalnya sendiri diperdalam dan diperhalus oleh Past Is Farce, menghadirkan karakter suara yang lebih tajam sekaligus reflektif. Sementara itu, visual video yang menyertai rilisan ini digarap oleh Sandra Balok, menerjemahkan keresahan tersebut ke dalam bahasa visual yang tak kalah kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara lirik, “Pengecut” bergerak dalam lanskap yang sunyi namun penuh ancaman:</p>



<blockquote class="wp-block-quote has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-16 is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" style="border-top-left-radius:15px;border-top-right-radius:15px;border-bottom-left-radius:15px;border-bottom-right-radius:15px">
<p class="wp-block-paragraph">Di jalan sunyi selepas <em>raat</em>, poster masih basah oleh hujan<br>Suara-suara belum selesai<br>Tapi malam sudah penuh ancaman</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Repetisi kata “pengecut” menjadi elemen kunci yang bukan hanya estetika, tetapi juga bentuk penegasan. Ia seperti mantra yang diulang, diarahkan pada figur anonim yang hadir melalui simbol “bersepatu boot”—representasi kuasa yang represif, yang bekerja dalam bayang-bayang, dan yang mengandalkan ketakutan sebagai alat.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow" style="border-top-left-radius:15px;border-top-right-radius:15px;border-bottom-left-radius:15px;border-bottom-right-radius:15px">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-17 wp-block-paragraph">Mereka kira luka akan membungkamnya<br>Mereka kira panas akan memadamkan suara</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Namun justru di titik itulah lagu ini mengambil posisi. Ia menolak asumsi bahwa luka akan membungkam. Sebaliknya, luka menjadi bahan bakar. Suara tidak padam, melainkan beresonansi lebih keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengar &amp; saksikan lagu &#8220;Pengecut&#8221; <a href="https://www.instagram.com/reel/DXBo7Mpk5dP/?igsh=c2hianE3ZW15dnY=" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>di sini</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pengecut” adalah kerja bersama. Bukan hanya dalam arti kolaborasi lintas individu, tetapi juga dalam semangat kolektivitas yang menjadi fondasinya. Ia lahir dari kesadaran bahwa diam bukan pilihan, dan bahwa setiap suara, sekecil apa pun, punya peran dalam menjaga ingatan tetap hidup.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-18 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-19 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-20 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-19"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-21 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-19"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-22 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-19"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah situasi yang terus berulang, lagu ini hadir sebagai pengingat: ada suara yang tidak ingin hilang, dan tidak akan berhenti.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1140</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rickran Rilis Single “Wither”, Lagu Tentang Denial, Menunggu, dan Melepaskan</title>
		<link>https://aduide.id/2026/01/09/rickran-rilis-single-wither-lagu-tentang-denial-menunggu-dan-melepaskan/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/01/09/rickran-rilis-single-wither-lagu-tentang-denial-menunggu-dan-melepaskan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 13:08:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Rickran]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<category><![CDATA[Wither]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1053</guid>

					<description><![CDATA[Rickran kembali menghadirkan karya terbarunya bertajuk “Wither”, sebuah single yang merekam perjalanan emosional seseorang yang terjebak dalam relasi timpang, penantian yang melelahkan, serta proses berdamai dengan perpisahan. Lagu ini tidak hadir sebagai kisah patah hati yang melodramatis, melainkan sebagai refleksi batin tentang kehilangan diri sendiri dalam hubungan yang tak lagi setara. Berangkat dari lirik pembuka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Rickran kembali menghadirkan karya terbarunya bertajuk <strong>“Wither”</strong>, sebuah single yang merekam perjalanan emosional seseorang yang terjebak dalam relasi timpang, penantian yang melelahkan, serta proses berdamai dengan perpisahan. Lagu ini tidak hadir sebagai kisah patah hati yang melodramatis, melainkan sebagai refleksi batin tentang kehilangan diri sendiri dalam hubungan yang tak lagi setara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berangkat dari lirik pembuka <em>“I don’t know how long it takes to figure it all, just fake”</em>, “Wither” langsung menempatkan pendengar pada fase denial. Tokoh dalam lagu menyadari ada sesuatu yang keliru, namun belum sepenuhnya berani mengakuinya. Perasaan ragu, menyalahkan diri sendiri, hingga mempertanyakan apakah kesalahan yang dibuat sudah “cukup besar” menjadi fondasi emosional lagu ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--58">Narasi Emosional: Dari Insecure hingga Realisasi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Secara naratif, “Wither” bergerak bertahap. Setelah denial, muncul fase insecurity yang kuat. Lirik <em>“It’s just me and I can’t be that pretty, replaceable”</em> menegaskan rasa tidak cukup dan ketakutan untuk digantikan. Menariknya, Rickran secara sadar membiarkan kata <em>pretty</em> bersifat multitafsir. Ia tidak dikunci pada gender tertentu, melainkan menjadi simbol universal tentang nilai diri dalam relasi yang mulai rapuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketegangan emosional meningkat saat rasa menunggu berubah menjadi kemarahan. Tokoh dalam lagu mulai muak dengan posisi digantung, dengan penantian yang tak kunjung usai. “Waiting” tidak lagi romantis, tetapi menjelma beban psikologis yang menggerus identitas. Pada titik ini, lagu tidak sedang berbicara tentang pasangan semata, tetapi tentang relasi kuasa dan ketimpangan afeksi.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--59">“It’s Just a Sign, Goodbye”: Perpisahan yang Tidak Sederhana</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Puncak emosional lagu hadir pada momen kesadaran: <em>“It’s just a sign, goodbye.”</em> Ini bukan perpisahan heroik, melainkan keputusan sunyi yang lahir dari kelelahan batin. Namun, Rickran tidak menyederhanakan perpisahan sebagai solusi final. Setelah tangis berhenti, kehampaan tetap ada. <em>“I stopped to cry, but everything feels the same”</em> menjadi pengakuan jujur bahwa melepaskan tidak selalu berarti lega.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah “Wither” menjadi relevan bagi banyak orang. Lagu ini menangkap paradoks emosional yang sering dialami dalam hubungan putus-nyambung, ketika keputusan berpisah belum tentu menghapus rasa, dan kesedihan tidak serta-merta berubah menjadi kebahagiaan.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-24 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-25 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-123 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single tag-yeloo-mob">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-26 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-25"><a href="https://aduide.id/2025/03/10/yeloo-mob-luncurkan-single-baru-fractal-human-disorder/" target="_blank" >Yeloo Mob Luncurkan Single Baru: “Fractal Human Disorder”</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-27 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-25"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-164 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-inheritors tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-28 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-25"><a href="https://aduide.id/2025/03/25/inheritors-lepas-single-kedua-pestilence-wabah-baru-dari-bawah-tanah/" target="_blank" >Inheritors Lepas Single Kedua “Pestilence”: Wabah Baru dari Bawah Tanah</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--60">Aransemen Minimalis sebagai Ruang Kontemplasi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, “Wither” mengandalkan gitar sebagai tulang punggung, diperkaya dengan choir dan dinamika aransemen yang sengaja diturunkan di bagian tengah lagu. Pada bagian instrumental tanpa lirik, Rickran memberi ruang hening bagi pendengar untuk berhenti sejenak, bernapas, dan menerima kekosongan sebagai bagian dari proses pendewasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gitar solo di bagian akhir mempertegas pesan bahwa perpisahan bisa terasa indah sekaligus menyakitkan. Seperti hujan yang melahirkan pelangi, kesedihan diposisikan bukan sebagai akhir, melainkan fase yang harus dilalui untuk sampai pada pemahaman yang lebih luas tentang diri sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--61">Proses Kreatif: Melawan Perfeksionisme</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, “Wither” juga menandai perubahan signifikan dalam proses kreatif Rickran. Jika sebelumnya ia membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun untuk menyelesaikan sebuah lagu, single ini justru rampung hanya dalam waktu satu minggu, dari penulisan hingga rekaman. Pendekatan ini menjadi bentuk perlawanan terhadap perfeksionisme yang selama ini justru menghambat kelahiran ide.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan untuk “langsung menuangkan” ide tanpa terlalu banyak revisi menjadi bagian dari pesan lagu itu sendiri: bahwa tidak semua hal harus sempurna untuk menjadi jujur dan bermakna.</p>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--62">“Wither” sebagai Cermin Emosi Kolektif</h3>



<figure class="wp-block-image size-full has-custom-border"><img loading="lazy" decoding="async" width="764" height="739" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/Wither-Rickran.jpg" alt="Wither - Rickran" class="wp-image-1058" style="border-top-left-radius:12px;border-top-right-radius:12px;border-bottom-left-radius:12px;border-bottom-right-radius:12px" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/Wither-Rickran.jpg 764w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/Wither-Rickran-300x290.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 764px) 100vw, 764px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Meski bukan kisah personal secara langsung, “Wither” disusun dari berbagai sudut pandang emosional yang sering muncul dalam relasi manusia. Lagu ini merangkum kesedihan, kebahagiaan, kemarahan, dan kebingungan yang saling berkelindan. Dengan demikian, “Wither” tidak menawarkan jawaban pasti, tetapi menyediakan ruang refleksi bagi siapa pun yang pernah merasa tersesat dalam penantian dan kehilangan arah dalam hubungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Single “Wither” telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di berbagai platform musik digital.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/01/09/rickran-rilis-single-wither-lagu-tentang-denial-menunggu-dan-melepaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1053</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Waffers Rilis Single “Waking Up.. Late”, Tentang Kesiangan dan Kehidupan Kantoran</title>
		<link>https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/</link>
					<comments>https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 12:03:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Debut]]></category>
		<category><![CDATA[majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=1013</guid>

					<description><![CDATA[Setelah hampir satu dekade menjalin pertemanan dan berbagi ruang musikal, The Waffers, band indie-pop asal Majalengka, Jawa Barat, akhirnya merilis single debut mereka bertajuk “Waking Up.. Late”. Lagu ini menjadi penanda penting bagi Fajar (gitar, vokal), Tryas (bass), Restu (gitar), dan Yogi (drum) yang selama ini lebih memilih bergerak senyap, meski rutin bermain musik bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah hampir satu dekade menjalin pertemanan dan berbagi ruang musikal, <strong>The Waffers</strong>, band indie-pop asal Majalengka, Jawa Barat, akhirnya merilis single debut mereka bertajuk <strong>“Waking Up.. Late”</strong>. Lagu ini menjadi penanda penting bagi Fajar (gitar, vokal), Tryas (bass), Restu (gitar), dan Yogi (drum) yang selama ini lebih memilih bergerak senyap, meski rutin bermain musik bersama sejak 2018.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan banyak band yang sejak awal berambisi tampil ke publik, The Waffers justru membiarkan proses musikal mereka tumbuh organik. Hampir lima tahun mereka bermain tanpa label identitas band yang resmi, sampai akhirnya sepakat memperkenalkan diri ke publik dengan nama The Waffers, sembari “menobatkan diri” sebagai band indie-pop dengan nuansa akhir 80-an.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--68">Lagu Personal tentang Rutinitas yang Terlewat</h2>



<p class="wp-block-paragraph">“Waking Up.. Late” mengangkat pengalaman yang terdengar sepele, namun sangat dekat dengan keseharian banyak orang: telat bangun pagi dan rentetan kesiangan saat menjalani rutinitas kerja kantoran. Alih-alih dikemas sebagai keluhan banal, pengalaman tersebut diterjemahkan The Waffers ke dalam lirik yang sederhana, jujur, dan cenderung dramatis.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="768" src="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/The-Waffers-Waking-Up-Late-Cover.webp" alt="" class="wp-image-1018" srcset="https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/The-Waffers-Waking-Up-Late-Cover.webp 768w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/The-Waffers-Waking-Up-Late-Cover-300x300.webp 300w, https://aduide.id/wp-content/uploads/2026/01/The-Waffers-Waking-Up-Late-Cover-150x150.webp 150w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tema ini terasa relevan bagi generasi pekerja muda yang kerap terjebak dalam siklus waktu, tekanan jam kerja, dan rasa bersalah yang datang berulang setiap pagi. Lagu ini tidak berpretensi memberi solusi, melainkan hadir sebagai pengakuan kecil tentang kekacauan ritme hidup yang sering dianggap remeh.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--69">Perkawinan Silang Referensi Musik</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara musikal, The Waffers tidak mengikatkan diri pada satu referensi tunggal. Perbedaan selera musik tiap personel justru menjadi fondasi utama pembentukan karakter mereka. Untuk memberi gambaran kasar, musik The Waffers dapat dibaca sebagai hasil perkawinan silang antara The Pains of Being Pure at Heart, Rumahsakit, dan Ramones.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan ini melahirkan bunyi yang mengedepankan kesederhanaan ala band three chords, dengan energi pop yang ringan namun tetap mentah. Tidak ada upaya berlebihan untuk terdengar kompleks. Justru nilai utama yang dijaga adalah spontanitas dan kejujuran, dua hal yang kerap hilang dalam produksi musik yang terlalu dipoles.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--70">Proses Produksi yang Kolektif</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Single “Waking Up.. Late” diproduksi secara mandiri oleh The Waffers di Deepwound Studio. Proses rekaman gitar, bass, dan vokal dikerjakan di studio tersebut dengan Bangkit Alsyahid sebagai engineer, sementara rekaman drum dilakukan di Jags Studio bersama Mas Wahyu. Tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Cyril M. Falih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh musik disusun dan diaransemen oleh The Waffers, dengan lirik ditulis oleh Fajar Rizky. Untuk visual, artwork digarap oleh Fajar Rizky bersama Farisa Zahra, memperkuat kesan personal yang sejak awal menjadi ruh utama rilisan ini.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-30 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-31 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-32 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-31"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-33 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-31"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-34 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-31"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<h3 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle is-style-text-subtitle--71">Sudah Tersedia di Bandcamp</h3>



<p class="wp-block-paragraph">“Waking Up.. Late” kini sudah dapat didengarkan melalui platform streaming Bandcamp <a href="https://thewaffers.bandcamp.com/track/waking-up-late" target="_blank" rel="noreferrer noopener">klik di sini</a>. Rilisan ini bukan hanya debut resmi The Waffers, tetapi juga arsip awal dari perjalanan panjang empat sahabat yang akhirnya memutuskan untuk berbagi cerita mereka ke ruang publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah lanskap musik independen yang semakin padat, The Waffers hadir tanpa gimmick berlebihan. Mereka memulai dengan hal paling dasar: lagu yang jujur, cerita yang dekat, dan bunyi yang apa adanya. Sebuah awal yang sederhana, namun justru terasa relevan.</p>



<h4 class="wp-block-heading is-style-text-summary is-style-text-summary--72">Credits</h4>



<p class="wp-block-paragraph">Music Composed &amp; Arranged by <strong>The Waffers</strong><br>Lyrics written by <strong>Fajar Rizky</strong><br>Produced by <strong>The Waffers</strong> at <strong>Deepwound Studio</strong><br>Guitar, Bass &amp; Vocal recorded at <strong>Deepwound Studio</strong> (Engineered by <strong>Bangkit Alsyahid</strong>)<br>Drums recorded at <strong>Jags Studio</strong> (Engineered by <strong>Mas Wahyu</strong>)<br>Mixing &amp; Mastering by <strong>Cyril M. Falih</strong><br>Cover / Artwork by <strong>Fajar Rizky &amp; Farisa Zahra</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2026/01/06/the-waffers-rilis-single-waking-up-late-tentang-kesiangan-dan-kehidupan-kantoran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1013</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelantun Lirih: Mars Para Pemimpi dari Air &#038; Bir</title>
		<link>https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/</link>
					<comments>https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[aduide-admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 03:25:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[NewRelease]]></category>
		<category><![CDATA[Air & Bir]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantun Lirih]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=660</guid>

					<description><![CDATA[Musisi sekaligus penulis lagu asal Kuningan, Jawa Barat, Air &#038; Bir, resmi merilis karya terbarunya berjudul “Pelantun Lirih.” Lagu ini hadir sebagai barisan birama dan rangkaian kata untuk para pemimpi—sebuah persembahan bagi mereka yang masih berjuang menjadi diri sendiri dan setia pada jalan hidup yang diyakini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pada <strong>27 Oktober 2025</strong>, musisi sekaligus penulis lagu asal <strong><a href="https://aduide.id/tag/kuningan/" data-type="post_tag" data-id="67">Kuningan</a>, Jawa Barat</strong>, <strong>Air &amp; Bir</strong>, resmi merilis karya terbarunya berjudul <strong>“Pelantun Lirih.”</strong> Lagu ini hadir sebagai barisan birama dan rangkaian kata untuk para pemimpi—sebuah persembahan bagi mereka yang masih berjuang menjadi diri sendiri dan setia pada jalan hidup yang diyakini.</p>



<h1 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--73">Tentang Menjadi Diri Sendiri</h1>



<p class="wp-block-paragraph">“Pelantun Lirih” bukan hanya lagu yang berbicara tentang perasaan. Lebih jauh dari itu, lagu ini menjadi refleksi personal Air &amp; Bir tentang bagaimana ia memilih jalan hidupnya sebagai seorang pemusik dan penulis lagu. Ia tidak berusaha mengikuti arus, melainkan mencoba menemukan bentuk terbaik dari dirinya melalui musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Air &amp; Bir, menulis lagu adalah caranya untuk berdialog dengan diri sendiri dan orang lain. “Saya cuma ingin menulis dan melantunkan sesuatu yang bisa memberi pengaruh baik bagi yang mendengarkan,” ungkapnya dengan lirih. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa karya-karyanya lahir dari ketulusan, bukan sekadar ambisi untuk dikenal.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-spotify wp-block-embed-spotify wp-embed-aspect-21-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Spotify Embed: Pelantun Lirih" style="border-radius: 12px" width="100%" height="152" frameborder="0" allowfullscreen allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy" src="https://open.spotify.com/embed/track/5YaDK1ICd467WctP1uKJBm?utm_source=oembed"></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--74">Mars Para Pemimpi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, “Pelantun Lirih” juga dimaksudkan sebagai <strong>mars para pemimpi</strong>. Melalui nada lembut dan sentuhan <em>folk-pop</em> yang hangat, Air &amp; Bir ingin menyampaikan pesan sederhana kepada siapa pun yang masih berjuang: tetap semangat, tetap sabar belajar, dan tetap menjadi diri sendiri. Ia percaya bahwa setiap mimpi, sekecil apa pun, pantas diperjuangkan dengan sepenuh hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses produksi lagu ini dilakukan di <strong>Sasana Karya Studio, Surakarta</strong>, tempat di mana Air &amp; Bir berhasil menjadi salah satu dari <strong>lima musisi terpilih terbaik</strong> dalam program <strong>Ruang Rekam Gratis Sasana Karya</strong>. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju album perdananya yang rencananya akan dirilis pada awal tahun mendatang. Dengan begitu, “Pelantun Lirih” menjadi jembatan antara fase eksploratif dan babak baru dalam perjalanan bermusiknya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--75">Dari Sastra ke Nada</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Air &amp; Bir bukan hanya musisi, tetapi juga seorang <strong>lulusan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta</strong>. Latar belakang akademisnya memberi warna tersendiri pada karya-karyanya yang sarat diksi puitis dan narasi emosional. Melalui perpaduan genre <strong>indie pop, pop folk, dan baroque pop</strong>, ia berhasil menciptakan suasana musikal yang lembut sekaligus reflektif.</p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-f56f613f wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-light-background-color has-background is-layout-flow wp-container-core-column-is-layout-08414c4c wp-block-column-is-layout-flow" style="border-radius:12px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--18);padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--24);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);flex-basis:100%">
<p class="has-custom-color-1-color has-text-color has-link-color wp-elements-35 wp-block-paragraph" style="margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--10)"><strong>Baca Juga</strong></p>



<div class="wp-block-query is-layout-flow wp-block-query-is-layout-flow"><ul class="has-link-color wp-elements-36 wp-block-post-template has-text-color has-custom-color-3-color has-minute-font-size is-layout-flow wp-container-core-post-template-is-layout-7a3036bf wp-block-post-template-is-layout-flow"><li class="wp-block-post post-1140 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-adrie-yunus tag-agung-m-abul tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-37 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-36"><a href="https://aduide.id/2026/04/13/pengecut-respons-kolektif-atas-represi-yang-terus-berulang/" target="_blank" >“Pengecut”: Respons Kolektif atas Represi yang Terus Berulang</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-1152 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-air-bir tag-indie-pop tag-kuningan tag-music tag-newrelease">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-38 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-36"><a href="https://aduide.id/2026/04/17/air-dan-bir-rilis-album-mystique-nan-magnifique-romansa-penuh-asa-dalam-balutan-indie-pop-minimalis/" target="_blank" >Air Dan Bir Rilis Album “Mystique Nan Magnifique”: Romansa Penuh Asa dalam Balutan Indie Pop Minimalis</a></h6>
</li><li class="wp-block-post post-155 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-music category-newrelease tag-ammu-hanef tag-hip-hop tag-music tag-newrelease tag-single">
<h6 style="padding-right:var(--wp--preset--spacing--18);padding-left:var(--wp--preset--spacing--18);margin-top:0;margin-bottom:0" class="has-link-color wp-elements-39 wp-block-post-title has-text-color has-custom-color-4-color has-minute-font-size wp-elements-36"><a href="https://aduide.id/2025/03/19/ammu-hanef-rilis-single-tanam-paduan-musik-dan-kritik-atas-krisis-lingkungan/" target="_blank" >Ammu Hanef Rilis Single &#8220;Tanam&#8221;, Paduan Musik dan Kritik Atas Krisis Lingkungan</a></h6>
</li></ul></div>
</div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, Air &amp; Bir telah merilis tiga lagu, yaitu <strong>“Yang Tercinta,” “Wangi Abadi,”</strong> dan <strong>“Terima Kasih Bunga.”</strong> Menariknya lagi, lagu terakhir berhasil mencuri perhatian publik karena <strong>terpilih dalam rubrik Bising Kota, Pophariini</strong>, pada 13 Juni 2025. Dengan prestasi tersebut, ia semakin dikenal sebagai salah satu musisi independen muda yang konsisten membawa nuansa introspektif dalam karyanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading is-style-text-subtitle-2 is-style-text-subtitle-2--76">Sebuah Catatan Kecil untuk Mereka yang Masih Berjalan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui “Pelantun Lirih,” Air &amp; Bir menulis surat terbuka bagi siapa pun yang tengah berjuang dalam diam. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk berani melihat ke dalam diri, merayakan proses, dan tidak tergesa-gesa dalam meraih mimpi. Ia menegaskan bahwa menjadi pelantun lirih bukan berarti lemah, melainkan bentuk keberanian untuk tetap jujur terhadap diri sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Air &amp; Bir menutup pesannya dengan sederhana namun mengena:<br>“<strong>Tetap semangat, tetap sabar belajar, dan tetap jadi diri sendiri.</strong>”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan rilisnya “Pelantun Lirih,” Air &amp; Bir sekali lagi membuktikan bahwa kejujuran dan kesederhanaan bisa menjadi kekuatan utama dalam bermusik. Ia bukan hanya menyanyikan lagu, tetapi juga menyuarakan perjalanan hidup yang nyata—dalam lirih yang justru menggetarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Instagram <a href="https://instagram.com/airdanbir">@airdanbir</a><br>Tiktok <a href="https://tiktok.com/@airdanbir" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@airdanbir</a><br>Spotify <a href="https://open.spotify.com/artist/4epJQ5sUvH6Y7D507fdqKt" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Air Dan Bir</a><br>YouTube <a href="https://www.youtube.com/@pustakaairdanbir" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@pustakaairdanbir</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://aduide.id/2025/11/03/pelantun-lirih-mars-para-pemimpi-dari-air-bir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">660</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
