<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Komentar di: Karnaval Budaya Kuningan 2026: Antara Napak Tilas Sejarah dan Reduksi Menjadi Parade Kostum	</title>
	<atom:link href="https://aduide.id/2026/09/14/karnaval-budaya-kuningan-2026-antara-napak-tilas-sejarah-dan-reduksi-menjadi-parade-kostum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://aduide.id/2026/09/14/karnaval-budaya-kuningan-2026-antara-napak-tilas-sejarah-dan-reduksi-menjadi-parade-kostum/</link>
	<description>Township Youth Media</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 03:49:03 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>
	<item>
		<title>
		Oleh: Ujang Suteki		</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/14/karnaval-budaya-kuningan-2026-antara-napak-tilas-sejarah-dan-reduksi-menjadi-parade-kostum/#comment-60</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ujang Suteki]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 03:49:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2313#comment-60</guid>

					<description><![CDATA[Saya rasa analisis dalam karnaval budaya ini adalah permukaan dari masalah yang telah mengakar di masyarakat, dan ini masalah yang kita semua hadapi bersama yang memerlukan perbaikan dari semua aspek, yang dasarnya adalah pada integritas. Maka, perubahan struktural dalam masyarakat perlu dilakukan, mungkin sekolah memiliki peran besar, mungkin juga ternyata kehidupan di rumah. Pada dasarnya, kita perlu melakukan investigasi masalah dan membuat perubahan dalam masyarakat secara besar-besaran. CMIIW.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya rasa analisis dalam karnaval budaya ini adalah permukaan dari masalah yang telah mengakar di masyarakat, dan ini masalah yang kita semua hadapi bersama yang memerlukan perbaikan dari semua aspek, yang dasarnya adalah pada integritas. Maka, perubahan struktural dalam masyarakat perlu dilakukan, mungkin sekolah memiliki peran besar, mungkin juga ternyata kehidupan di rumah. Pada dasarnya, kita perlu melakukan investigasi masalah dan membuat perubahan dalam masyarakat secara besar-besaran. CMIIW.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		Oleh: Ujang Suteki		</title>
		<link>https://aduide.id/2026/09/14/karnaval-budaya-kuningan-2026-antara-napak-tilas-sejarah-dan-reduksi-menjadi-parade-kostum/#comment-59</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ujang Suteki]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 03:43:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://aduide.id/?p=2313#comment-59</guid>

					<description><![CDATA[100% setuju, idealnya memang seperti itu. Namun pertanyaannya, apakah kita memiliki kapasitas untuk melakukan itu semua? Saya lihat memang pada dasarnya permasalahan seperti ini bukan hanya terjadi di karnaval saja, tapi budaya &quot;performative&quot; memang sudah mengakar kuat di masyarakat saat ini. Orang-orang sekolah hanya untuk mengejar kredensial bukan ilmu pengetahuan, orang-orang membaca buku hanya agar terlihat pintar bukan menjadi pintar, orang-orang menjadi pejabat hanya agar mendapatkan prestise bukan untuk mengayomi masyarakat, dan sekarang orang-orang berpartisipasi dalam karnaval hanya agar terlihat meriah bukan memaknai sejarah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>100% setuju, idealnya memang seperti itu. Namun pertanyaannya, apakah kita memiliki kapasitas untuk melakukan itu semua? Saya lihat memang pada dasarnya permasalahan seperti ini bukan hanya terjadi di karnaval saja, tapi budaya &#8220;performative&#8221; memang sudah mengakar kuat di masyarakat saat ini. Orang-orang sekolah hanya untuk mengejar kredensial bukan ilmu pengetahuan, orang-orang membaca buku hanya agar terlihat pintar bukan menjadi pintar, orang-orang menjadi pejabat hanya agar mendapatkan prestise bukan untuk mengayomi masyarakat, dan sekarang orang-orang berpartisipasi dalam karnaval hanya agar terlihat meriah bukan memaknai sejarah.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
